fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Membuat Surat Keterangan Usaha

waralaba 01

Kamu yang sedang merintis bisnis, apakah sudah mengurus Surat Keterangan Usaha (SKU)? 

Sebagai pemilik bisnis, SKU merupakan dokumen penting yang harus kamu miliki, lho. Soalnya, keberadaan dokumen ini akan terkait dengan berbagai keperluan legalitas dan perkembangan usahamu. Salah satunya untuk memperkuat jaminan kredit kepada bank yang kemungkinan besar akan sangat kau perlukan untuk pengembangan usahamu di masa mendatang. 

Tapi sebelum mulai membahas cara pengajuan SKU dan pembuatannya, yuk pahami dulu apa itu Surat Keterangan Usaha.

Mengenal Surat Keterangan Usaha

Secara sederhana, Surat Keterangan Usaha adalah bukti akan keberadaan usahamu di suatu wilayah. Surat itu merupakan pernyataan bahwa orang yang namanya tertera dalam surat, benar merupakan penduduk di RT dan RW yang berada pada Kelurahan/Kecamatan tersebut, dan benar memiliki sebuah usaha yang kamu sebutkan di dalamnya.  Memang, untuk mendapatkannya, kamu harus mendapatkan pengesahan dari aparat yang berwenang  di lokasi setempat yaitu Kepala Desa dan Camat. 

Mengapa SKU Penting untuk Usahamu?

waralaba 02
Business Discussion Talking Deal Concept

Pengusaha mikro maupun makro pasti butuh SKU karena akan bersangkutan langsung dengan prosedur pengembangan operasional usaha. Tapi sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang acuh tak acuh, bahkan cenderung lalai akan keberadaan surat ini. Padahal Surat Keterangan Usaha merupakan bukti legalitas usaha yang sedang kamu jalankan, dan aturannya sudah masuk dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan.

Seperti tersebut di depan, Surat Keterangan Usaha biasanya menjadi salah satu persyaratan dokumen jika kamu ingin mengajukan pinjaman modal atau kredit ke lembaga keuangan. Jadi kalau kamu ingin mengembangkan usaha dengan modal dari bank, sudah tentu kamu memerlukan SKU.  Ya wajar kan, kalau pihak bank ingin jaminan? Mereka juga perlu antisipasi kalau-kalau kredit yang nasabah ambil macet di tengah jalan.  

Selain untuk keperluan yang berhubungan dengan lembaga finansial dan sebagai dokumen legal, SKU juga merupakan dokumen syarat untuk pengajuan NPWP Badan dan syarat untuk mengubah golongan tarif listrik rumahan ke tarif listrik bisnis. Bahkan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk usaha kecil yang diselenggarakan Kementrian Koperasi dan UKM (Kemenkop UMKM) pun mempersyaratkan adanya SKU. Pendek kata,  dengan adanya SKU kamu sudah bisa tenang dengan berbagai hal menyangkut pengembangan usaha.

Syarat Administratif Pengajuan Surat Keterangan Usaha 

Lalu bagimana cara mengajukan pembuatan Surat Keterangan Usaha?  Yang pertama-tama, tentu kamu harus  mempersiapkan beberapa dokumen untuk kau bawa ke Kantor Kelurahan dan Kecamatan, yaitu:

  1. Surat Pengantar RT/RW
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku (Asli & Fotokopi)
  3. Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi
  4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  5. Surat Pernyataan/Permohonan dengan pernyataan keabsahan dokumen dan data, dibubuhi materai
  6. Formulir pendukung.
  7. Selain itu kamu juga perlu menyiapkan :
  • Foto lokasi usaha
  • Perjanjian sewa tanah/bangunan (jika menyewa tempat)
  • Surat pernyataan tidak keberatan (jika menyewa tempat)
  • KTP pemilik tanah/bangunan (jika menyewa tempat)
  • Surat pernyataan yang menyatakan tidak akan berjualan di trotoar dan badan jalan, serta tidak mengganggu kegiatan umum
  • Surat Kuasa dan KTP orang yang diberi kuasa, kalau kamu tidak mengurusnya sendiri
  • Checklist persyaratan yang dapat diunduh di laman terkait jika kamu melakukan pengajuan SKU secara online

Semua persyaratan dapat di lihat di situs pelayanan.jakarta.go.id untuk wilayah Jakarta.

Pembuatan SKU secara Offline

Oya, proses pembuatan SKU ini sekarang memang bisa kau ajukan secara offline maupun online. Untuk pembuatan secara offline, kamu tinggal mendatangi kantor PTSP atau kantor Kelurahan/Kecamatan setempat. 

Setelah mempersiapkan semua dokumen persyaratan di atas, kamu dapat mengikuti tata cara umum untuk pembuatan SKU dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Membuat Surat Pengantar RT/RW

Mudah saja, untuk mendapatkan surat pengantar RT/RW kami hanya perlu mendatangi pengurus RT, bisa Sekretaris atau Ketua RT. Kemukakan niatmu untuk minta surat pengantar guna pembuatan Surat Keterangan Usaha. Jangan lupa membawa KTP asli dan Kartu Keluarga ya.

Nanti pihak pengurus RT akan membuatkan Surat Pengantar yang sekaligus berfungsi sebagai Surat Keterangan Domisili, sebagai bukti bahwa kamu memang tinggal di lingkungan tersebut. Surat pengantar yang sudah Ketua RT tandatangani itu juga harus mendapatkan pengesahan dari RW. Secara resmi tidak ada biaya untuk pembuatan Surat Pengantar RT/RW ini, kecuali kamu memang berniat mengisi kas RT/RW. 

2. Mendaftar ke Kantor Kelurahan/Kepala Desa

Setelah mendapatkan Surat Pengantar RT/RW,  kamu sudah bisa datang ke Kantor Kelurahan/Kepala Desa dengan membawa kelengkapan berkas lainnya. Kamu akan mengisi formulir pembuatan Surat Keterangan Usaha. Isilah dengan benar dan lengkap. Setelah lengkap, serahkan kepada petugas beserta kelengkapan berkas lainnya. 

Berapa lama proses penyelesaian pembuatan SKU ini, tergantung kesigapan aparat Kelurahan/Desa setempat. Coba saja kamu tanyakan kepada petugas di sana mengenai estimasi waktunya. Secara resmi, pembuatan SKU di Kelurahan/Desa juga gratis.  

3. Pengesahan di Kecamatan

Beres di Kelurahan, kamu sudah bisa membawa SKU bertandatangan Lurah/Kepala Desa ini ke Kantor Kecamatan. Di sana, SKU tersebut akan mendapatkan tandatangan dari Camat dan disahkan dengan stempel Kecamatan. Sama dengan di Kelurahan, pengesahan SKU di Kecamatan juga bebas biaya ya.

Cara Mengajukan SKU Online

waralaba 03
Inrance agent helping man to fill the online form

Selain cara di atas, sebenarnya sekarang ada kemudahan untuk mengurus SKU secara online, lho. Jadi kamu tidak perlu repot-repot pergi ke kantor Kelurahan atau Kecamatan, menghabiskan waktu dan tenaga. Caranya, cukup akses web OSS (Sistem Online Single Submissions) yang diselenggarakan oleh Kementrian Investasi/BKPM sebagai  pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Bagaimana caranya? Berikut langkah-langkahnya.

  • Kunjungi website OSS.go.id dengan meng-klik link https://oss.go.id/portal/ 
  • Jika belum memiliki akun, klik kolom Daftar berwarna hijau yang terletak di pojok kanan atas laman.  Isi kolom daftar dan lengkapi setiap  permintaan informasi. Setelah seluruh kolom terisi, masukkan kode captcha yang diminta, kemudian klik tombol yang terletak di bagian bawah,
  • Cek email untuk aktivasi akun tersebut karena link aktivasi akan dikirimkan melalui email yang sudah kamu daftarkan. 
  • Setelah aktivitasi, kamu akan menerima username dan password untuk melakukan pendaftaran surat keterangan usaha.
  • Setelah berhasil terdaftar, lakukan login untuk masuk ke akun OSS dan pilih kualivikasi usaha pada bagian kolom perijinan usaha. 
  • Kemudian akan muncul form data, dan tunggu hingga muncul halaman baru akan meminta kamu untuk kembali mengisi data.  Isi dengan benar dan kemudian klik pilihan paling bawah.
  •  Jika sudah, klik pilihan paling bawah, laman akan memunculkan data hasil akhir dari pendaftaran yang kau lakukan. 
  • Cetak hasil akhir pendaftaran tersebut, dan dokumen itu sudah sah sebagai Surat Keterangan Usaha (SKU) milik kamu, yang bisa kau gunakan untuk berbagai keperluan terkait usaha.

Surat Keterangan Usaha (SKU) memiliki masa berlaku satu tahun sejak tanggal penerbitan.

Perlu kamu ingat, surat ini berhubungan dengan pemerintah daerah tempat usaha berada sehingga kamu harus memastikan  kebijakan yang berlaku di wilayahmu.

Memang secara resmi, seluruh proses pembuatan SKU ini gratis. Tapi sepertinya kamu harus selalu siap juga, kalau sewaktu-waktu ada imbauan untuk membayar biaya administrasi  atau sumbangan sukarela untuk mengisi uang kas mereka.

Nah, setelah memiliki Surat Keterangan Usaha, sekarang kamu bisa tenang dan kembali fokus pada strategi untuk kelancaran bisnismu. Selamat berjuang!