fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Memilih Influencer yang Tepat Agar Bisnis Semakin Melesat

Influencer

Mengawali 2021, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia akhirnya dimulai. Ketika itu, artis sekaligus pebisnis Raffi Ahmad yang dikategorikan sebagai mega influencer, mendapat keistimewaan masuk dalam rombongan pertama yang mendapat vaksinasi bersama Presiden Joko Widodo

Pemerintah memilih Raffi Ahmad karena dinilai sebagai publik figur yang sangat berpengaruh. Dia diharapkan bisa menjadi influencer khususnya bagi anak muda agar yakin mengikuti program vaksinasi. 

Sayangnya, setelah vaksinasi, di malam harinya, Raffi kedapatan menghadiri sebuah pesta di mana dia berkumpul bersama sejumlah teman-teman artisnya tanpa mengenakan masker dan mengabaikan aturan jaga jarak. Foto-fotonya pun segera viral di media sosial dan banyak pihak yang menyayangkan sikap Raffi. Tak lama setelah itu, Raffi segera melakukan klarifikasi dan meminta maaf melalui media sosial. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Ini bukan bermaksud menyudutkan seseorang atau mengungkit luka lama, karena semua orang bisa melakukan kesalahan. Toh sudah ada pengakuan salah dan permintaan maaf, dan proses vaksinasi pun tetap berjalan sampai saat ini. 

Namun peristiwa ini bisa jadi pengingat bagi kita, bahwa memilih influencers untuk kampanye apa pun, termasuk sebagai sarana pemasaran bisnis online, mesti cermat dan hati-hati. Jika salah pilih justru bisa menyerang balik dan merusak reputasi bisnis online milikmu. Karena influencer yang kamu pilih bakal jadi representasi brand toko online milikmu.

Influencers memang menjadi salah satu sarana beriklan khususnya di media sosial yang semakin diminati seiring dengan pertumbuhan dunia digital, internet, dan e-commerce yang semakin pesat. Influencers tidak hanya berfungsi untuk mengiklankan produk toko online milikmu, tetapi efektif mendorong konsumen membeli produk saat itu juga. 

Apalagi media sosial seperti Facebook, Instagram, sampai Pinterest menjadi tempat jualan yang sangat powerful di zaman ini. Menurut sebuah studi, sekitar 31 persen pengguna media sosial menggunakan sejumlah aplikasi di atas untuk mencari barang yang ingin dibeli, dan 56 persen konsumen menjadi follower akun sebuah perusahaan yang tujuannya membeli produk dari perusahaan tersebut. 

Oke, supaya kita bisa melihat lebih fair dan mengurangi subjektivitas, coba kita bedah kelebihan dan kekurangan menggunakan influencers untuk strategi pemasaran toko online kamu.

Influencer

Kelebihan Menggunakan Influencer

  • Membantu menjangkau konsumen yang tepat

Berkolaborasi dengan influencers yang cocok dengan brand milikmu bisa membantumu menjangkau segmen konsumen yang sesuai. Itu kenapa kamu mesti cermat memilih influencers yang tepat. 

Sebelum kamu memutuskan siapa, kamu petakan dulu target konsumenmu. Mulai dari demografi, konten yang mereka sukai, di platform media sosial mana kebanyakan mereka menghabiskan waktu, dan lainnya. 

  • Membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas

Kepercayaan itu bukan sesuatu yang mudah dibangun. Tapi biasanya orang cenderung mudah percaya pada sosok yang jadi panutan atau dikagumi. Di sinilah peran influencer untuk membantu membangun kepercayaan pada merek. 

  • Memperluas jangkauan lebih cepat

Jumlah pengikut influencers memang beragam tergantung di tingkat mana si influencer berada, tapi hampir pasti di atas 10.000 pengikut. Bayangkan, jika 10.000 ini sama sekali belum mengenal merek toko online kamu, artinya dengan menggunakan jasa influencer kamu memperkenalkan brand-mu ke calon-calon konsumen baru. 

  • Tak perlu pusing membuat konten pemasaran

Influencer yang bagus biasanya mahir mengelola konten yang menarik dan mengundang keterlibatan pengikutnya. 

Influencer

Kekurangan Menggunakan Influencer

  • Salah pilih influencer

Memang perlu waktu dan usaha untuk ketemu dengan influencers atau konten kreator yang tepat dengan merek dan kampanye yang kamu rencanakan. Salah pilih berdampak pada reputasi toko online milikmu. Triknya, kamu harus cari tahu apakah pengikut influencers incaranmu didapat secara organik atau tidak. 

  • Konten tidak sesuai strategi pemasaranmu

Strategi pemasaran dengan influencer relatif masih baru, jadi tidak ada buku panduan bagaimana mengemas konten atau strategi pemasaran influencers yang sukses. Sehingga selalu ada kemungkinan konten yang dibuat ternyata tidak sejalan dengan strategi pemasaranmu. Perkuat saat brief guna memastikan influencers paham visi misi dan CTA yang kamu harapkan.

  • Sulit mengukur hasil

Sudah dibantu influencers bisa jadi angka penjualan dan brand awareness terhadap toko online kamu masih biasa-biasa saja. Artinya kamu harus menganalisa efektivitas influencers, dan ini bisa jadi cukup rumit. 

  • Investasi yang tidak murah

Kamu harus punya anggaran khusus untuk menggunakan jasa influencers. Sayangnya, semakin mahal influencer belum jaminan hasil sesuai yang diinginkan.

Intinya, menggunakan influencers menjadi salah satu cara jualan online yang efektif di era digital ini. Tapi kuncinya ada pada pemilihan influencers yang tepat. 

Lalu bagaimana caranya memilih influencers yang sesuai dengan brand toko online kamu?

Sebelum kesana, kamu harus mengenali dulu bahwa influencers terbagi dalam beberapa tingkatan. 

  1. Nano Influencer

Jumlah pengikut antara 1000 sampai 10.000. Biasanya Nano Influencer mengunggah konten dengan kategori yang benar-benar mereka kuasai. Walau ada juga Nano Influencer yang menguasai beberapa kategori sekaligus, misalnya gaya hidup dan kuliner, perjalanan dan kesehatan, dan sebagainya. 

  1. Micro Influencer

Jumlah pengikutnya antara 10.000 sampai 100.000. Karena jumlah pengikutnya terbatas, biasanya influencer ini punya keterlibatan yang mendalam dengan pengikutnya. Hanya saja, begitu pengikut mencapai angka 100.000, biasanya ada penurunan engagement rate dibanding saat pengikut di angka 10.000. 

  1. Mid-tier Influencer

Jumlah pengikut antara 100.000 sampai 500.000. Influencer tipe ini kurang memiliki interaksi dan hubungan kuat dengan pengikutnya, tapi jangkauan mereka jauh lebih besar dan bisa mencapai target pasar yang lebih luas. 

  1. Macro Influencer

Jumlah pengikut antara 500.000 sampai 1 juta. Di Indonesia, influencer pada tingkat ini biasanya disebut sebagai selebgram. Dengan jumlah pengikut yang banyak, jangkauan tayangan menjadi lebih luas. Macro influencer biasanya memiliki spesifikasi kategori tertentu dan konten berdasarkan niche utama mereka. 

  1. Mega Influencer

Jumlah pengikutnya sudah lebih dari 1 juta orang. Biasanya masuk dalam kategori selebritas baik lokal maupun internasional. Ya sudah pasti, untuk bekerja sama dengan Mega Influencer kocek kamu harus super tebal. 

Influencer

Kesimpulannya, sebelum memilih influencers, kamu harus memetakan dulu siapa target pasarmu dan goals apa yang ingin kamu raih. Setelah itu, kamu harus mempertimbangkan anggaran yang tersedia. Supaya kamu tidak salah pilih, ada beberapa catatan untuk memilih influencer yang tepat.

  1. Pahami niche atau target market influencer

Kamu harus perhatikan industri yang influencer wakili dan keterkaitannya dengan merek jualan online kamu. Misalnya, kamu menawarkan produk bayi, influencers yang sudah berkeluarga dan kuat kesan parenting-nya bisa jadi pilihan tepat. 

  1. Jangan tergiur jumlah pengikut

Misalnya begini, kamu menawarkan produk kesehatan. Apakah kamu akan memilih influencer A yang jumlah pengikutnya hanya 10.000 tapi dikenal konsisten menjalankan pola hidup sehat, atau Influencer B yang pengikutnya jutaan, tapi gaya hidupnya tidak teratur?

Kebanyakan orang akan memilih influencers yang pengikutnya jutaan tanpa mempertimbangkan pesan produk yang ingin disampaikan, nilai tambahnya, dan hal mendasar lainnya. Padahal jumlah pengikut bukan jaminan keberhasilan kampanye. 

  1. Kenali audiens influencer

Kamu mesti periksa apakah pengikut influencer tersebut organik atau jangan-jangan banyak akun palsu. Selain itu, mesti dicek juga, beberapa konten-konten yang diunggah influencer tersebut disukai oleh pengikutnya. Jangan sampai, jumlah pengikut tidak sebanding dengan interaksi di konten-konten yang diunggah. 

  1. Lihat rekam jejak unggahan sebelumnya

Ketertarikan kamu pada influencers tertentu pasti diawali dengan melihat unggahan-unggahan konten yang mereka buat. Kamu sudah di jalan yang benar, dan memang sebaiknya kamu melihat konten-konten mereka sebelumnya. 

Dengan begitu, kamu jadi tahu adakah konten yang berkaitan dengan pesaing kamu atau dengan brand tertentu yang menurutmu tidak sejalan dengan nilai dan visi misi bisnis online kamu. Kalau tidak sejalan ya tidak perlu memaksakan. 

  1. Hindari influencers yang konten terlalu banyak iklan

Sebut saja kamu sudah ketemu dengan influencers yang sepertinya pas.

Misalnya kamu menawarkan produk kecantikan ramah lingkungan, dan si influencer dalam postingan-postingannya selalu mengusung semangat ramah lingkungan, tapi kebanyakan unggahannya adalah iklan dari berbagai produk. Alhasil, produkmu justru tampak tidak istimewa jika ia yang mengungahnya. Pada dasarnya, apa pun yang berlebihan malah terlihat murahan. 

  1. Cari kecocokan dalam hal cara berkomunikasi dan personal branding si influencer

Jangan sampai justru merusak citra yang susah payah kamu sudah bangun. 

  1. Buat aturan dan perjanjian yang jelas serta komunikasikan

Influencer akan menjadi duta dari brand yang kamu bangun. Maka kamu perlu membuat aturan dan perjanjian yang jelas. Apa yang kamu inginkan, target dari pemasaran, apa yang boleh dan tidak ditayangkan. Termasuk juga, kapan konten mulai ditayangkan, bagaimana nuansa konten, sampai pelaporan pekerjaan dari influencers juga mesti dibicarakan sejak awal. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Memilih influencers ibarat mencari jodoh, yang terlihat cocok belum tentu sejalan, yang terlihat bertentangan bisa jadi justru tepat sasaran. Prinsipnya, jangan buru-buru tergoda dengan jumlah pengikut yang besar atau nama besar influencer. Apalagi ini menyangkut brand toko online yang kamu bangun dengan susah payah. 

Influencers yang tepat bisa jadi cara sukses jualan online, tapi kalau salah pilih, justru merusak reputasi toko online. Jadilah cermat dan teliti sebelum menentukan pilihan. 

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP