fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Menentukan Harga Jual & 7 Tips Pricing Strategy dari Marketer Profesional

strategy pricing 01

Cara menentukan harga jual produk adalah salah satu hal yang paling sering ditanyakan oleh para pelaku usaha pemula. Bagi yang baru mau memulai bisnis, biasanya bingung menentukan harga jual produk, karena takut terlalu tinggi atau malah kemurahan sehingga marginnya tipis.

Tenang.. jika kamu salah satu yang sedang mengalami, maka jangan khawatir, saatnya bingung menjadi untung. Di artikel ini, mari kita bersama-sama membahas tentang yang namanya pricing scheme atau yang kita kenal juga sebagai pricing strategy.

Dengan mempelajari pricing strategy, kamu akan paham bagaimana cara menentukan harga jual produk yang tepat, sehingga nantinya kamu akan percaya diri saat berbisnis. Dalam dunia marketing, pricing strategy adalah metode yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk menetapkan harga jual produknya.

Sebelum menentukan harga jual yang tepat untuk produkmu, Ikhlas Fathur Rahman, seorang digital marketer profesional memaparkan beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam strategi menentukan harga jual.

Cek Biaya Produksi dan Promosimu

Umumnya untuk menentukan harga jual produk, kamu bisa lakukan dengan menghitung biaya produksi, ditambah ongkos kerja, dan biaya promosi. Kemudian kamu bisa menambahkan margin atau besaran keuntunganmu dengan persentase yang wajar. Setelah semuanya kamu jumlahkan maka kamu akan mendapatkan harga jual yang cocok.

Ingat bahwa harga sebenarnya termasuk komponen marketing yang utama, karena dapat menentukan besaran pendapatan yang akan pebisnis dapatkan. Pada prinsipnya, harga produk yang tepat akan mendorong tumbuhnya permintaan, yang selanjutnya akan membawa keuntungan yang optimal Dengan kata lain, menentukan harga jual yang tepat adalah kunci untukmu meraih keuntungan.

Manfaat Lakukan Pricing Strategy

strategy pricing 03Untuk mengetahui cara menentukan harga jual produk, sebelumnya ketahui dulu manfaatnya, antara lain:

  • Agar produkmu mudah menembus pasar. Dengan menetapkan harga yang pas, kamu akan bisa memilih pasar mana atau segmentasi konsumen yang paling sesuai untuk berjualan produkmu.
  • Membantumu meningkatkan nilai produk. Caramu menentukan harga jual produk juga akan menjadi pertimbangan konsumen saat ingin bertransaksi. Jika konsumen menilainya tinggi, maka brand image produkmu juga akan ikut naik.
  • Membantu perusahaan mengembangkan produk. Jika kamu menentukan harga jual dengan selisih margin yang tinggi maka keuntungan yang di dapat bisa lebih banyak. Artinya kamu akan punya cukup modal untuk memperbesar bisnis maupun untuk biaya riset dan pengembangan  produk agar menjadi lebih baik lagi.
  • Meningkatkan fokus pada pelayanan dan loyalitas pelanggan. Dengan menetapkan harga jual yang tepat diharapkan membawa keuntungan di mana hasil dari keuntungan tersebut digunakan untuk memperbaiki layanan dan loyalitas konsumen.

Tentukan Targetmu

Cara menentukan harga jual yang tepat juga sebenarnya sangat  tergantung dengan apa yang ingin kamu capai. Jika tujuanmu berbisnis adalah untuk meningkatkan posisi produk di pasar, maka penetapan harga yang lebih murah dari harga pesaing akan lebih tepat. Pertimbangannya, harga yang murah akan lebih menarik banyak konsumen.

Sementara dalam pasar yang kompetitif, penetapan harga harus setara dengan rata-rata harga pesaing. Karena harga yang setara, maka untuk memenangkan persaingan, produkmu harus memiliki nilai lebih. Misalnya dalam hal kualitas atau layanan pendukung terhadap konsumen. Penentuan harga yang lebih tinggi dari pesaing bisa juga kamu gunakan untuk konsumen yang sudah sadar bahwa kualitas lebih penting daripada mengutamakan harga.

Pertimbangkan Elastisitas Harga 

Kamu juga perlu menyadari bahwa dalam cara menetapkan harga penjualan yang tepat, besarnya permintaan bisa bersifat elastis. Artinya, harga bisa berubah kalau ada permintaan yang lebih tinggi. Misal jika harga turun 5%, berarti permintaan lebih dari 5%. Sedangkan permintaan termasuk inelastis jika konsumen tidak sensitif terhadap perubahan harga. Konsumen tidak terlalu merespon sehingga permintaan tidak terlalu banyak berubah.

Selain itu, cara menentukan harga jual sangat dipengaruhi oleh posisi siklus produkmu, apakah ada di tahap pengenalan, pengembangan, pertumbuhan atau sudah berada pada posisi matang atau stabil di pasar.  

7 pricing strategy yang kamu perlu tahu

strategy pricing 02Berikut ini adalah beberapa cara menentukan harga produk yang perlu kamu ketahui:

1. Cost plus pricing strategy

Menentukan harga jual dengan menghitung total biaya produksi termasuk packaging, promosi ditambah sekian persen keuntungan yang diinginkan. Misalkan menjual 1 gelas kopi mengharapkan untung Rp 10.000 maka jumlah seluruh biaya 1 gelas kopi misalnya Rp 15.000, maka kamu bisa jjual sebesar Rp 25.000.

2. Competition based pricing strategy

Yaitu cara menentukan harga jual produk dengan melihat harga produk kompetitor. Harga jual produk bisa kamu tetapkan di atas maupun di bawah harga kompetitor.

3. Premium pricing strategy

Selalu ada kelompok orang yang mampu membayar dengan harga tinggi. Maka tidak perlu ragu-ragu menentukan harga jual yang tinggi jika memang produkmu ada di kelas premium dan pantas tuntuk dibayar dengan harga tinggi.

4. Freemium strategy

Strategi semacam ini sering kita lihat untuk produk-produk yang dijual secara online seperti layanan streaming musik dan video, dimana konsumen ditawarkan dua macam keanggotan baik gratis maupun berbayar. Di mana keanggotaan berbayar akan mendapatkan full access terhadap semua layanan yang ditawarkan.

5. Skimming pricing strategy

Jika kamu memiliki produk kuliner, maka cara semacam ini bisa kamu coba, yaitu dengan cara menurunkan harga pada jam-jam tertentu, biasanya 2-3 jam menjelang tutup toko. Dengan menerapkan strategi ini, kita bisa berharap produk-produk kuliner yang cepat rusak dan tidak bernilai lagi jika diam dalam waktu yang lama, bisa lebih cepat habis terjual oleh konsumen yang tertarik dengan adanya potongan harga.

6. Bundle pricing strategy

Menjual beberapa item dengan satu harga akan selalu menarik konsumen. Cara menentukan harga seperti ini cocok kamu terapkan jika tujuan utamamu adalah menghabiskan stok barang dengan cepat.

7. Psychological pricing 

Psychological pricing adalah cara menentukan harga dengan mempermainkan sisi psikologis konsumen. Berikut beberapa strategi atau cara yang bisa kamu terapkan:

  • Odd pricing, yaitu menentukan harga dengan cara memberikan kesan harga murah terhadap suatu produk. Jika kamu menulis harga dengan akhiran angka-angka ganjil akan membuat harga terkesan murah jika kamu bandingkan harga yang tertulis dengan angka bulat. Coba kamu perhatikan, penulisan harga Rp 99.999 memberikan kesan jauh lebih murah berbanding dengan harga Rp 100.000, padahal selisih nilainya hanya berbeda satu rupiah saja.
  • Even pricing, yaitu cara menentukan harga jual yang berkebalikan dengan odd pricing. Penulisan angka dengan angka bulat, semisal Rp1 Milyar,  cocok kamu terapkan jika ingin menonjolkan kesan mewah atau prestisius pada produkmu.
  • BOGOF adalah singkatan dari “Buy One Get One Free” atau yang sering ditulis “Beli Satu Gratis Satu”. Menentukan harga jual dengan cara ini sangat menarik konsumen. Keuntungannya, stok barang akan cepat habis meskipun keuntungan yang kamu dapat mungkin akan lebih sedikit.
  • Keystone pricing. Sebagian orang menilai menentukan harga jual dengan cara ini, yaitu hanya dengan melipatgandakan modal biaya produksinya. Misalkan kamu membuat 1 pan pizza dengan modal Rp70 ribu, maka harga jual pizza tersebut adalah Rp140 ribu.

Nah, setelah mengetahui hal-hal yang bisa memengaruhi harga dan macam-macam strategi yang biasa digunakan oleh pengusaha, sekarang saatnya kamu memikirkan kembali, strategi mana yang paling cocok dipakai untuk produkmu. Semoga berhasil.

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP