fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Mengatasi Keterlambatan Pengiriman Barang

Pengiriman barang

Masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang levelnya sudah berlapis ternyata mampu membuat konsumen menjadi lebih sabar ketika berhadapan dengan masalah keterlambatan pengiriman barang. Apakah kamu salah satunya?

Padahal salah satu hak konsumen adalah mendapat kepastian waktu kapan barang itu akan sampai, seperti pilihan paket yang ditawarkan di awal. Sebut saja pengiriman reguler dari sesama daerah di Jawa Timur biasanya hanya berlangsung maksimal empat hari. Namun, saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) bisa sampai lima hari.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dari mana pun konsumen memesan produk, baik itu pembelian online melalui media sosial maupun platform e-commerce, semua jasa pengiriman barang sama-sama terkena aturan pembatasan serupa. Padahal konsumen yang memilih untuk bertransaksi di bisnis online dengan model bisnis D2C atau direct to consumer berharap produknya dapat segera digunakan. Karena penjualan langsung tanpa perantara memang sudah sewajarnya menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam transaksi.

Setelah tadi kami berbagi cerita tentang salah satu faktor yang menyebabkan pengiriman barang terlambat karena kejadian tertentu yang sifatnya tidak terus berlangsung, yaitu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kini saatnya kamu mengetahui penyebab-penyebab lain dari keterlambatan barang secara umum: 

Penyebab Barang Datang Terlambat

Ada beberapa penyebab barang terlambat tiba di tujuan, Mana yang pernah kamu alami, baik sebagai pelanggan atau penjual?

Kesalahan Data

Human error juga salah satu penyebab umum seringnya terjadi keterlambatan. Bisa saja konsumen yang melakukan kesalahan atau admin penjualan. Tidak menutup kemungkinan kesalahan ini juga terjadi di bisnis online. Salah input atau ketik nomor rumah misalnya. Memang masih berada di satu daerah yang sama tetapi jika saja si penerima yang salah alamat itu tidak jujur dan mengaku sebagai penerima yang sah.

Bayangkan pula jika salah input data terjadi ke salah satu pelanggan setia bisnis kamu. Padahal membuat pelanggan menjadi loyal bukanlah suatu usaha yang mudah. Hanya karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Tentu kamu tidak menginginkan hal ini terjadi, kan? Maka dari itu jangan pernah mengabaikan pentingnya ketelitian.

Pengiriman barang

Kurir yang Lambat

Sebenarnya hal ini jarang terjadi, karena saat ini sudah ada nomor resi yang dapat ditelusuri oleh konsumen maupun kamu sebagai pebisnis. Namun jika sampai hal ini terjadi biasanya karena kurir yang kurang kompeten atau kondisi cuaca. Kurir yang kompeten tidak akan dapat diatasi kecuali dengan adanya punishment dari pihak ekspedisi. Sedangkan kendala cuaca harusnya dapat menjadi maklum asal pihak kurir menginformasikannya kepada konsumen terlebih dulu.

Rumah Penerima Sedang Kosong

Kalau dulu kurir akan kesulitan ketika menghadapi masalah di atas. Namun sekarang harusnya masalah tersebut bisa teratasi misalkan dengan kurir membawanya kembali ke kantor atau gudang.  Lalu kurir akan melakukan pelaporan secara online. Kemudian terakhir, kurir akan menghubungi konsumen selaku penerima melalui telepon atau pesan singkat. Masalah pun terselesaikan.

Barang Tertukar

Kalau tadi kita sudah membahas kesalahan data oleh konsumen dan admin karena salah dalam proses input data. Kali ini kesalahan barang yang akan dikirim juga dapat terjadi. Admin penjualan yang tidak teliti sudah pasti penyebabnya. Oleh karena itu, kamu sebagai pebisnis perlu memberikan kualifikasi “teliti” khusus untuk admin penjualan agar proses bisnis kamu berjalan lancar.

Overload

Siapa yang tidak kenal momen 12.12 dan sejenis lainnya? Sebelum mengadakan promo seperti itu, sebaiknya kamu perlu mempersiapkan diri dengan adanya kemungkinan penumpukan pesanan alias overload. Perlu juga memberitahukan ke konsumen agar mereka tidak kecewa.

Infrastruktur Jalan

Akses ke lokasi tujuan penerima bisa saja terganggu karena tidak baiknya infrastruktur jalan yang akan kurir lalui. Jasa pengiriman barang mana yang tidak ingin bisa menjangkau seluruh bagian hingga pelosok negeri? Karena semakin luas wilayahnya maka semakin besar peluang penggunanya. Namun, yang perlu kita maklumi dan berikan apresiasi adalah upaya jasa pengiriman barang ketika menghadapi infrastruktur yang tidak baik tersebut. Karena mereka juga telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan pelayanan terbaik yang bisa mereka lakukan.

Cara mengirim barang sebetulnya sudah diatur dalam SOP (Standard Operating Procedure) baik itu milik jasa pengiriman barang, mitra pengiriman barang, dan pebisnis itu sendiri. Namun, sering kali hal di luar kendali pasti terjadi. Seperti yang sudah LummoSHOP jabarkan di atas.

Sebagai pebisnis yang cermat, kamu tentu dapat melakukan upaya pencegahan agar keterlambatan pengiriman barang tidak terjadi. Namun kamu juga harus dapat memberikan solusi kepada konsumen saat hal tidak diinginkan tersebut terjadi. Karena konsumen sebenarnya sudah dilindungi oleh UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Keterlambatan pengiriman barang juga terdapat di dalamnya.

Meskipun pada kenyataannya, konsumen seringkali merasa dirugikan akibat masalah tersebut. Tidak sedikit pula pebisnis yang akan memberikan ganti rugi sebagai jalan keluar terbaik. Begitulah konsep dari bisnis, harus siap menerima segala risiko. Tidak mengejar keuntungan semata.

Hal tersebut juga termasuk dalam hak konsumen pada Pasal 4 huruf (H) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yaitu hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian apabila barang yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Di mana keterlambatan pengiriman yang dapat diganti rugi haruslah keterlambatan yang disebabkan oleh kelalaian karyawan. Force majeure tidak berlaku di sini.

Pencegahan Keterlambatan Pengiriman Barang

Keterlambatan pengiriman barang dapat dicegah dengan cara mengirim barang yang aman dari pihak kamu sebagai pebisnis. Sebelum barang dikirim, kamu harus memastikan jika pengemasan yang dilakukan itu aman. Jadi saat perjalanan, jika barang harus berpindah tempat dan kendaraan yang mengangkutnya, kerusakan tidak akan terjadi.

Selain itu ketelitian admin penjualan juga harus cek secara berulang. Supaya kesalahan demi kesalahan yang sudah terjadi di atas tidak akan terjadi di pihak kamu sebagai pebisnis.

Kamu juga harus selektif memilih siapa yang akan menjadi mitra pengiriman barang bisnis kamu. Karena sudah bukan rahasia umum jika masih ada saja jasa pengiriman barang yang tidak profesional meskipun penawaran harganya tidak murah. 

Cara Atasi Keterlambatan Pengiriman Barang Jualan

Pengiriman barangKeterlambatan pengiriman barang bisa saja mengganggu kepuasan pelanggan. Sayang sekali ya,  jika pelanggan setia kamu tiba-tiba saja hilang karena kamu tidak pandai mengatasi masalah tersebut. Pun sebaliknya, ketepatan waktu pengiriman barang merupakan salah satu cara membuat pelanggan menjadi loyal.

Komunikasi memainkan peran penting kedua setelah ketelitian. Baik itu komunikasi antara penjual dengan konsumen maupun penjual dengan jasa pengiriman barang. Tanpa adanya komunikasi yang baik dan berkala, tentu kamu akan bingung untuk menjelaskan ke konsumen sampai di mana posisi barang yang sedang dikirim. Hal ini berlaku bagi konsumen yang tidak dapat melacak posisi barangnya melalui nomor resi yang telah ada. Sedangkan untuk konsumen yang paham teknologi, mereka sudah dapat memantau posisi barang secara online dan real time. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Cara atasi keterlambatan pengiriman barang jualan lainnya adalah dengan memberikan edukasi di awal kepada konsumen. Pastikan mereka paham jika segala hal yang berkaitan dengan kejadian di lapangan, yaitu pengiriman barang, tentu memiliki risiko yang tidak terkendali. Berikan pemahaman dengan tutur kata yang baik hingga terjadi kesepakatan untuk mencari solusi bersama ketika pengiriman barang mengalami keterlambatan.

Memang tidak mudah berhadapan langsung dengan konsumen. Terlebih di era bisnis D2C atau direct to consumer ini yang mengharuskan kamu setiap saat berhubungan dengan konsumen tanpa perantara. Namun, tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Semua masalah yang ada pasti dapat kamu lalui asal berupaya dengan sungguh. Termasuk masalah keterlambatan pengiriman barang.