fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Mengubah Pengunjung menjadi Pelanggan

LummoSHOP Pelanggan

Membangun sebuah bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak sekali kesulitan yang harus dihadapi para pengusaha baru, kesulitan yang sering dihadapi ialah menarik perhatian pelanggan. Pelanggan cenderung kurang mempercayai bisnis baru, bahkan bisa disebut belum ada pengalaman.

Seringkali sebuah bisnis baru hanya dijadikan objek “cuci mata” bagi sebagian besar orang. Mereka mengunjungi toko untuk sekadar melihat-lihat produk lalu keluar tanpa membeli apa-apa. Belum lagi ada pengunjung yang membandingkan bisnis baru kamu dengan lainnya, menyedihkan bukan?

Memang salah satu rintangan terbesar dalam berjualan online adalah mendorong orang yang mengunjungi situs web kamu menjadi pelanggan. Karena rata-rata pembeli online masih percaya atau lebih mementingkan pengalaman berbelanja dalam melakukan pembelian. 

Sebelum mengetahui bagaimana menjadikan pengunjung itu menjadi pelanggan, maka kamu harus tahu tipe-tipe pengunjung. Antara lain:

  • Ingin Sekadar mencari informasi

Tipe pengunjung ini biasanya adalah calon-calon pelanggan baru kamu. Ia ingin mencari informasi mengenai produk kamu, bagaimana kualitasnya, apakah sesuai dengan budget. Jika mereka yang berkunjung itu yakin dengan produk yang ada di bisnis online kamu, pastinya akan membeli. Namun, jika sebaliknya yang mereka rasakan, maka mereka akan menutup situs kamu dan mencari tempat jualan yang lain.

  • Pengunjung yang ingin mencari harga terendah

Ada juga lho tipe pengunjung yang hanya mencari produk yang murah harganya. Para pengunjung ini biasanya seorang dropshipper atau ingin menjadi reseller kamu. Mereka biasanya tertarik dengan penawaran dan penjualan produk yang ditawarkan oleh para pengusaha. Mereka mungkin sudah tahu produk mana yang akan dibeli, tapi masih mencari produk yang lebih murah dari yang lain.

Artinya jika mereka menemukan produk yang sama dengan harga yang lebih rendah maka mereka akan membeli produk yang kamu jual. 

  • Pengunjung dipengaruhi oleh strategi pembelian upselling dan cross selling

Jenis pengunjung ini agak unik. Mereka sebenarnya tidak tahu apa yang harus dibeli, tapi begitu mereka memilih suatu produk maka mereka membelinya. Pengunjung seperti ini biasanya dipengaruhi oleh strategi pembelian upselling dan cross selling. Upselling adalah mendorong konsumen untuk membeli produk satu kelas di atas produk yang akan dibeli pembeli. Contohnya, ketika pengunjung ingin membeli ponsel pintar dengan RAM 2GB harga Rp4.000.000, tapi ketika ia melihat sebuah situs penjual yang merekomendasikan ponsel pintar lain yang memiliki RAM 3GB dengan harga Rp4.500.000 saja. Maka ia akan membelinya.

Sedangkan cross selling adalah teknik memaksimalkan penjualan online dengan cara memikat konsumen dengan merekomendasikan produk yang akan dibeli dengan produk yang dapat melengkapinya. Contohnya, Ketika pengunjung ingin membeli ponsel pintar keluaran terbaru, kemudian di situs kamu merekomendasikan aksesoris pendukung ponsel pintar, seperti anti gores layar, atau soft case bahkan kartu memori untuk menyimpan data.

  • Pengunjung yang menelusuri situs atau marketplace tempat mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan

Ini juga tipe pengunjung yang menarik. Mereka biasanya lebih memilh tempat jualan online yang menjual berbagai macam barang. Jika mereka suka, mereka akan menaruh setiap produk ke dalam keranjang terlebih dahulu dan kemudian membelinya. 

  • Pengunjung yang menurutnya harga tidak terlalu penting

Jika kamu mendapatkan pengunjung seperti ini, kamu adalah orang yang beruntung. Para pengunjung ini biasanya belanja tanpa memikirkan harganya apakah mahal atau tidak. Sekadar tertarik, mereka akan membeli produk kamu. 

Nah setelah mengetahui tipe-tipe pengunjung, kamu dengan bisa membuat strategi agar pengunjung yang datang ke toko kamu bisa diubah menjadi pelanggan. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  1. Penawaran secara Personal

Penawaran secara personal biasanya dilakukan dalam toko fisik. Misalnya, setelah pengunjung mencoba pakaian yang di ruang ganti, penjual akan menawarkan produk pakaian yang tepat untuknya. Dengan adanya rekomendasi produk bisa menjadi pengalaman sendiri pada pengunjung. Bagi mereka, ini mengartikan penjual memerhatikan mereka. 

Cara ini bisa dilakukan juga dalam toko jualan online kamu. Misalnya membuat katalog produk rekomendasi.

  1. Perhatikan Musim dan Tren

Musim menjadi salah satu cara mendapatkan penjualan dari pengunjung yang mengunjungi situs web jualan online kamu. Misalnya, ketika bulan ini adalah musim mangga, janganlah kamu menjual timun suri. Bukannya terjual, melainkan kamu merugi, karena tidak memperhatikan musim.

Selain memperhatikan musim, kamu juga bisa memperhatikan tren apa yang sedang naik daun. Misalnya sedang tren sebuah grup boyband Korea, kamu bisa membuat desain produk yang ada gambar boyband Korea tersebut. Beberapa brand terkenal sempat juga melakukan cara ini. Seperti McDonald yang berkolaborasi BTS. Dengan cara ini, McDonald bisa meraup untung Rp85 triliun.

  1. Buat Aneka Promo Diskon

Saat membuka toko jualan online pastinya belum ada pengunjung. Agar para pengunjung tertarik, kamu bisa membuat banyak diskon agar mereka membeli produk kamu. Buatlah diskon yang heboh terlebih dahulu, misal beli dua dapat satu atau membuat harga sesuai tanggal tertentu. Misal 12/12, pembeli bisa membeli produk tertentu dengan harga Rp12.000 saja.

  1. Cari Tahu Alasan Pengunjung Tidak Membeli

Sudah pasang diskon, membuat desain menarik, tapi pengunjung situs web tidak pernah membeli, berarti ada masalah lain. Ada banyak kemungkinan mengapa pengunjung tidak jadi membeli, seperti harga terlalu mahal, tidak ada produk yang mereka cari, respons CS-nya lama dan sebagainya. Selalu lakukan evaluasi apabila terjadi kenaikan pengunjung situs web tapi tidak ada transaksi.

  1. Ceritakan kepada Pengunjung Mengenai Produk Kamu

Pentingnya info produk yang lengkap adalah agar bisa mendekati pengunjung situs web dari berbagai sudut pandang. Apalagi produk yang kamu tawarkan adalah sesuatu yang baru dan belum pernah ada yang jual. Pastikan produk yang kamu jual, menjawab kesulitan calon pembeli kamu. Jadilah solusi, bukan melulu promosi. 

  1. Memanfaatkan Psikologi Warna

Tahukah kamu, bahwa 85% konsumen mengatakan warna adalah alasan utama mengapa mereka membeli suatu produk. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Seoul International Color Expo, lebih dari 92% orang mengatakan bahwa warna memainkan bagian integral saat membeli suatu produk. Percaya atau tidak, hanya 6% yang mengatakan bahwa indera peraba memainkan peran utama, sedangkan penciuman dan pendengaran hanya menyumbang 1% suara. Apalagi jika berjualan online, ya. Semua berawal dari mata.

Penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Institute for Color Research menunjukkan bahwa pembeli secara tidak sadar menilai orang, lingkungan, dan produk dalam dua menit pertama dari tampilan awal. Yang terpenting, 60% hingga 90% membuat penilaian yang hanya berdasarkan warna. Oleh karena itu, tidak perlu dikatakan lagi bahwa menarik perhatian pelanggan dengan penggunaan warna menarik merupakan kesuksesan dalam penjualan.

Contohnya warna cokelat. Cokelat diartikan sebagai warna yang kuat dan dapat diandalkan yang sangat meyakinkan pembeli. Warna ini memberikan aura kepercayaan diri dan jika digunakan dalam komposisi yang tepat, dapat membantu mengubah calon pelanggan menjadi pembeli.

Tunjukkan kepada pengunjung tampilan yang menarik toko jualan online kamu agar mereka betah dan akhirnya membeli. Dengan strategi ini, bisa dikatakan D2C berhasil. 

LummoSHOP_Pelanggan

  1. Berikan Pelayanan yang Ramah dan Nyaman

Pelayanan yang ramah dan nyaman di ranah bisnis online mutlak diperlukan. Dan ada triknya karena kamu tidak berhadapan langsung dengan pengunjung situs webmu. Pelayanan cepat, tutur kata ramah, solutif atas kendala calon pembeli jadi SOP wajib bagi para admin atau CS. Buat pengalaman berbelanja mereka menyenangkan, maka mereka akan mengingat toko kamu. 

  1. Pajang Testimoni

Strategi dalam model D2C untuk menarik pengunjung adalah testimoni. Dengan cara ini, kamu bisa meyakinkan calon pembeli dengan memajang testimonial paling menarik dari pelanggan puas membeli produk kamu. Akan lebih baik lagi kalau testimoni tersebut lengkap dengan foto asli saat produk dipakai.

Selain testimoni, kamu bisa menampilkan jumlah orang atau perusahaan yang sudah pernah bekerjasama atau membeli produk tersebut. Dengan cara ini, pengunjung situs web akan tertarik untuk membeli produk kamu. 

  1. Tampilkan Kontak dengan Jelas

Tampilkan kontak nomor telepon, alamat, dan email secara jelas. Pastikan pengunjung bisa menghubungi. Usahakan juga untuk selalu membalas dengan cepat apabila mereka menanyakan tentang produk, yang paling sering ditanyakan adalah perihal stok. Semakin lama respons menjawab pertanyaan pengunjung, maka semakin berkurang juga minat untuk membeli. Jangan lupa, selalu gunakan bahasa yang ramah, sopan, dan tidak memaksa.

Selain menampilkan kontak dengan jelas, kamu juga bisa memanfaatkan fitur live chat untuk melayani, memberikan solusi, dan menjawab pertanyaan calon pembeli secara cepat.

  1. Kecepatan Loading Halaman

Kecepatan loading halaman dalam sebuah website bisnis online adalah penting. Karena menunggu website muncul sempurna akan membuat pengunjung kamu kabur dan tidak jadi belanja. Geof Kenyon dalam penelitiannya dia membandingkan kecepatan situs web dengan bagian web lainnya:

  • Jika situs kamu dimuat dalam 5 detik, itu lebih cepat dari sekitar 25% web.
  • Jika situs kamu dimuat dalam 2,9 detik, itu lebih cepat dari sekitar 50% web.
  • Jika situs kamu dimuat dalam 1,7 detik, itu lebih cepat dari sekitar 75% web.
  • Jika situs kamu dimuat dalam 0,8 detik, itu lebih cepat dari sekitar 94% web.

Artinya jika website kamu loading-nya mencapai 0,8 detik artinya pengunjung minimal tidak akan lari. Karena pengalaman pengunjung dalam berselancar di website-mu akan menjadi penentu dan testimoni mengenai situs kamu. 

“Di sana enak belanjanya, nggak lemot dan bisa langsung check out!!”

Berbeda apabila website kamu membutuhkan waktu loading lebih dari lima detik. Jika itu pelanggan setia kamu, mereka tidak akan lari. Bagaimana jika pelanggan baru? Itu juga harus kamu pikirkan. Biasanya kecepatan loading website berpengaruh dari hosting, optimasi gambar, dan clean code yang tidak membuat rumit.

  1. Menggunakan Iklan

Kamu juga bisa menggunakan iklan untuk mengenalkan produk kamu ke calon pelanggan. Bahkan dengan cara ini kamu bisa meningkatkan pengunjung yang datang ke website kamu. Caranya, gunakan Google Ads dan Facebook Ads agar website kamu dikunjungi dengan banyak orang. 

  1. Gambar Menarik

Selalu pajang foto produk yang menarik, tidak asal jepret, apalagi buram dan gelap. Tidak perlu menyewa fotografer profesional yang mahal, manfaatkan ponsel pintar dan cari inspirasi kreatif untuk foto produk. Dengan cara ini, gambar produk kamu bisa menarik pengunjung untuk membeli. 

 

Pastinya tidak sabaran untuk mempraktekkannya, ya? Kamu bisa membuat situs web dengan jualan pakai LummoSHOP! Yuk praktikkan segera!