fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Tepat Lakukan Pemasaran Digital untuk Menjual Produk F&B

produk f&b

Mempromosikan produk Food & Beverage (F&B) secara online tidak selalu semudah yang dibayangkan. Memikirkan bagaimana cara agar cita rasa yang diusung itu bisa sampai ke calon pembeli. Belum lagi memikirkan cara meningkatkan efektivitas pemasaran dalam menjual produk makanan kamu. 

Padahal, di dunia yang serba digital seperti sekarang, seharusnya kamu tidak perlu bingung mempromosikan dan menjual produk kuliner kamu. Karena dengan online menjangkau pelanggan tanpa bertatap muka lebih mudah, bahkan  bisa sampai ke luar negeri. Itu semua hanya berbekal komputer atau ponsel, koneksi internet dan konten. 

Tidak hanya dapat menjangkau, tapi kamu juga bisa mendapat impresi hanya dalam hitungan beberapa detik tayangan. Strategi digital ini juga bisa dilakukan untuk produk F&B.

 

Mengapa Bisnis F&B Perlu Melakukan Pemasaran Digital?

Jualan online F&B merupakan model bisnis dengan D2C (direct to customer), karena memangkas banyak perantara dan langsung menjangkau konsumen. Dengan menghapus ‘perjalanan penjualan’, kamu dapat mengurangi banyak biaya, karena berinteraksi langsung dengan konsumen akhir, dan memberikan pengalaman kepada mereka untuk mengenal merek kamu. Sehingga dapat membangun pendekatan dengan pelanggan dan menciptakan interaksi langsung melalui berbagai saluran digital. Dengan pemahaman yang kuat, para konsumen akan menyebarkan mengenai produk kamu dari mulut ke mulut.

Menurut media online yang khusus membahas perihal seputar bisnis bernama eMarketer, selama pandemi ini pertumbuhan model D2C ini sangat cepat dan semakin banyak yang menggunakannya. Pada tahun 2020, penjualan direct-to-consumer ecommerce (D2C) di Amerika Serikat tumbuh sebesar 45,5 persen, senilai USD111,54 miliar pada tahun (setara dengan 1 kuadrilliun rupiah lebih!). Tumbuhnya penjualan itu, secara tidak langsung dikarenakan banyak ritel tradisional yang tutup karena pandemi.

Diperkirakan model penjualan D2C akan berlanjut hingga 2023 dengan penjualan secara online mencapai USD174,98 miliar.

Kita tahu bahwa bisnis F&B berurusan dengan produk yang harus dijual dengan cepat untuk menjaga kualitas. Sehingga diharapkan pembeli mengonsumsinya dengan puas karena rasanya enak. Inilah yang membedakan industri makanan dan minuman, produk yang mudah rusak, umur simpan yang pendek. Karena siapa yang mau beli apabila produk F&B melewati atau mendekati tanggal kadaluarsa?

Inilah realitanya. Mau tidak mau industri makanan juga beradaptasi dan merambah ke dunia digital. Apalagi pengguna internet di Indonesia itu banyak sekali. Berdasarkan data dari Google, ada 171 juta penduduk Indonesia yang menggunakan internet. Dengan jumlah sebanyak ini, tidak mungkin internet tidak mempengaruhi kehidupan, termasuk dalam bisnis kuliner.

Selain itu, Google menyebut 87% pengguna internet bergantung pada mesin pencari. Termasuk untuk mencari rekomendasi kuliner, kafe, resto dan berbagai produk makanan yang unik, murah, maupun yang belum pernah dimakan. Selain mesin pencari, dalam survei tersebut menyebutkan ada sembilan media lain yang dipakai pengguna internet untuk mencari informasi tentang suatu produk atau layanan.

Google juga menyatakan sekitar 70% pemilik ponsel cerdas membeli sesuatu di toko yang terhubung dengan perangkat mereka. Selain itu, mereka mendapatkan informasi yang relevan untuk membeli setelah melakukan pencarian terhadap produk yang mereka beli.


Model Bisnis F&B yang cocok?

Kalau ditanya makanan yang bisa dijual online itu apa? Jawabannya, apa saja. Ide bisnis itu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi jika dikaitkan dengan bisnis makanan. Selama setiap orang perlu makan sehari-hari, makanan apa saja sebenarnya bisa dijadikan bisnis yang menguntungkan. 

Adapun contoh-contoh bisnis makanan adalah:

  1. Meal Planning (Perencana Makan)
    Kamu bisa memulai dengan menjual produk seperti Meal Planning yaitu menjual menu yang berisi makanan sehat selama periode tertentu. Selama pandemi, banyak orang berpikir bagaimana makan makanan yang sehat tanpa perlu keluar rumah. Apalagi membantu mereka menjaga atau menurunkan berat badan.

  2. Toko Makanan Organik
    Sekarang makanan organik popular dalam beberapa tahun terakhir, kamu bisa mencoba memulai produk dari makanan organik dengan membuat supermarket sendiri.

  3. Makanan Hewan
    Semenjak pandemi, banyak orang memelihara hewan sebagai kawan mereka di rumah. Apalagi yang belum mempunyai pasangan, hewan menjadi teman berbicara mereka di saat sedang lelah ataupun untuk sekadar mencari ketenangan.

  4. Pemasok Bahan Makanan di Restoran
    Setiap restoran membutuhkan bahan makanan seperti rempah-rempah, sayuran. Kamu bisa menjadi pemasok bahan makanan untuk mereka.
  5. Kopi
    Bisakah kamu bayangkan apabila kantor tanpa kopi? Kamu tahu, hampir seluruh orang Indonesia minum kopi. Ini masih menjadi potensi besar, meski bisnis kopi sangat menjamur di negeri Indonesia. 

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Setelah mengetahui potensi dan betapa luasnya pasar di dunia digital itu, kamu perlu melakukan beberapa strategi agar pemasaran produk makanan & minuman kamu dapat terjual efektif. Antara lain:

  1. Buat Blog untuk Bisnis Makanan Anda
    Blog adalah salah satu cara agar nama jualan online kamu bisa berada dalam situs pencarian. Bila kamu ingin memulai maupun meningkatkan jualan online makanan kamu, bisa dimulai dari konten. Dengan cara ini kamu bisa berbagi semua konten yang ke berbagai audiens sesuai target kamu.Dalam blog, bisa berisi tulisan untuk menggunakan produk kamu pada waktu makan atau video pendek mengenai proses kreatifnya. Posting di sana apa saja yang kamu inginkan, tapi sebaiknya konten yang bermanfaat untuk audiens kamu.

    Setelah menulis, kamu bisa memberikan judul menarik seperti, Lima cara menikmati makanan. Setelah menulis bagikan ke berbagai media sosial agar calon audiens kamu melihat produk kamu. Bagikan konten berbeda di media sosial berbeda. Misal di Facebook konten tulisan tentang produk kamu, di twitter mengenai video pengenalan produk.

    Lalu, buatlah kalender konten agar produksi konten kamu terjadwal dan terjaga. Cobalah jaga ritme ini sampai tiga bulan ke depan. 

  2. Dekati Food Blogger
    Bila kamu sibuk atau tidak punya orang untuk menulis konten, kamu bisa mendekati food blogger untuk menulis jualan online kamu. Dengan memakai food blogger merupakan cara bagus untuk menjangkau lebih banyak orang. Mereka juga akan membantu kamu untuk membagikan ke komunitas industri makanan makanan mereka. 

  3. Buat Iklan di Facebook dan Google Ads
    Cara tercepat mencari audiens yang akan membeli produk kamu adalah dengan iklan. Tentu bukan iklan cara tradisional, tapi menggunakan Facebook. Ada beberapa iklan yang bisa kamu buat, tidak hanya untuk menjual produk kamu, antara lain:a. Iklan Kegiatan
    Iklan terkait kegiatan misalnya masak bersama Chef Renata dengan menggunakan produk makanan jualan online kamu. Atau acara tatap muka atau online dengan mengundang seorang influencer yang berbicara tentang tren makanan dan industri makanan. Promosikan acara tersebut melalui Facebook dan media sosial untuk meningkatkan jangkauan dan kehadiran. Kamu juga bisa mengiklankan kegiatan di media sosial kamu seperti giveaway, kuis dan sebagainya.

    b. Iklan Konten
    Kamu bisa mengiklankan konten kamu yang berada di website bisnis online kamu. Pastikan itu merupakan tulisan yang terbaik dan dianggap dapat meningkatkan konversi. Jangan lupa di akhir tulisan konten kamu ada link produk terkait yang berhubungan dengan konten kamu. Apabila pengunjung tertarik, mereka bisa langsung membeli setelah membaca artikel yang telah dibuat. 

    c. Iklan Produk
    Selain Facebook, kamu juga bisa menggunakan google ads untuk mengenalkan dan menjual produk kamu. Jika kamu memulai jualan online makanan dengan memiliki toko fisik seperti resto atau kafe, kamu bisa menggunakan cara ini.

    Di Indonesia, penggunaan paid search untuk resto atau cafe belum banyak dilakukan. Namun, itu justru jadi alasan tepat untuk menjajal Google Ads. Apalagi kalau kamu memiliki kompetitor saat memulai bisnis makanan & minuman.

  4. Buat Giveaway atau Kegiatan Media Sosial
    Salah satu meningkatkan interaksi dengan target pelanggan kamu adalah dengan membuat giveaway, kuis, atau kegiatan media sosial.
    Beberapa contoh giveaway di media sosial: 
    • minta audiens atau follower media sosial kamu untuk membagikan gambar saat berada di restoran kamu
    • bagikan foto dengan menggunakan produk kamu di menu masakan audiens
    • berfoto dengan teman-teman yang menikmati produk kami

    Pemenangnya bisa ditentukan lewat undian atau penjurian internal. Terserah kamu. Yang penting dijalankan dengan menyenangkan agar audiens juga turut merasakan keseruannya. 

    Ada begitu banyak ide yang bisa dieksplor. Intinya, konten yang dibuat pengguna akan mendorong calon pelanggan tertarik untuk membeli produk kamu. Kegiatan ini juga bagus untuk mengenalkan produk baru.

  5. Tawarkan Promo dan Diskon
    Selain dengan iklan, kamu bisa mendatangkan pelanggan dengan promo dan diskon. Kamu bisa memberitahu melaluiwebsite dan berbagai saluran media sosial. 
    Adapun contoh-contoh diskon seperti, memberikan kartu langganan atau loyalty card, gratis produk tiap pembelian menu tertentu, gratis ongkir untuk pesan antar, paket makanan dan minuman dengan harga lebih murah.

    Sedangkan contoh promosi seperti menyambut tanggal cantik, tahun baru, momen hari libur dan perayaan, promo tanggal gajian atau payday, promo murah akhir bulan, promo menyambut ulang tahun, promo ulang tahun seseorang dengan tanggal tertentu, promo dengan nama orang.

  6. Gunakan Media Sosial
    Kamu bisa menggunakan media sosial untuk membuat konten terkait produk makanan kamu. Gunakan foto makanan yang semenarik mungkin agar pelanggan tertarik untuk membeli. Konten di media sosial bisa menceritakan aroma makanan, sensasi rasanya, tekstur dan sajiannya, bahan-bahan yang digunakan apa saja. Lakukanlah secara konsisten.

Demikian tadi cara-cara yang efektif dalam meningkatkan pemasaran digital untuk menjual produk makanan kamu. Cara ini juga bisa dipakai untuk yang baru memulai usaha. Setelah menggunakan cara ini, kamu akan mendapatkan banyak data pelanggan. Dari sana, kamu bisa melakukan pemasaran ulang.

Upaya promosi semacam ini bisa dibilang lebih efektif dan efisien. Sebab, peluang pembelian ulang dari pelanggan yang pernah membeli lebih besar dilakukan dibandingkan menargetkan pelanggan baru

Selamat mencoba!