fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cara Urus Hak Paten Logo untuk Kamu yang Baru Mulai Berbisnis

Hak paten

Memulai bisnis tentu wajib memiliki yang namanya logo. Logo biasanya melekat dengan branding. Meskipun branding sebenarnya bukan sekadar logo saja. Lebih dari itu, di dalamnya juga ada nama dan identitas bisnis, sehingga logo dapat diterjemahkan sebagai strategi pemasaran. Pertanyaannya, perlukah bagi pebisnis untuk mengurus hak paten logo? Untuk menjawab pertanyaan tadi, mari simak paparan di bawah ini.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Perbedaan Merek Dagang dan Hak Paten

Hak paten merupakan bagian dari hak kekayaan intelektual. Hal ini mencakup karya yang dihasilkan dari pemikiran, kreativitas, hingga ide seseorang yang berbentuk produk atau hal lain yang sekiranya bermanfaat bagi manusia. 

Hak paten sendiri adalah hak eksklusif yang negara berikan kepada inventor untuk jangka waktu tertentu. Siapa saja yang mendaftarkan penemuannya lebih dulu, maka dia akan memperoleh hak paten. First to file adalah sebutan umum dari situasi tadi, juga telah diatur secara khusus dalam UU No. 13 Tahun 2016.

Sedangkan merek, menurut UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pasal 1 ayat 1 artinya: “Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa logo, nama kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa” 

Jelas bahwa merek adalah ciri khas dan menjadi diferensiasi antara bisnis yang satu dengan bisnis lainnya. Sedangkan logo adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah merek (brand), sebab logo merupakan alat untuk mengomunikasikan merek.  

Manfaat Hak Paten untuk Bisnis Online-mu 

Pentingnya mengurus hak paten logo untuk bisnismu sebenarnya demi melindungi bisnismu juga. Tentu, kamu tak ingin logo yang sudah lebih dulu kamu miliki tiba-tiba orang lain mengklaim hak patennya karena telat mendaftarkannya.  

Hak patenKamu masih ingat kasus sengketa merek Geprek Bensu antara Ruben Onsu vs Benny Sujono? Mengacu dari kompas.com, setidaknya ada beberapa kasus sengketa terkait merek yang cukup populer di Indonesia, seperti IKEA vs IKEA (PT. Ratania Khatulistiwa), Monster Energy vs Monster (Andria Thamrun), Donald Trump vs Trumps (Robin Wibowo), Toyota Lexus vs Prolexus (Welly Karlan), dan DC Comics vs Wafer Supermen (PT. Marxing Farm Makmur). 

Jadi, apakah kamu masih mengira hak paten logo yang berarti juga mendaftarkan merekmu bukanlah sesuatu yang penting?  Padahal merek akan menjadi satu ciri khas yang melekat di benak customer yang telah kamu bangun bertahun-tahun lamanya. Belum lagi jika kamu sudah mendapatkan kepercayaan dari investor, tentu hal ini juga turut mempengaruhi kepercayaan yang telah kamu bangun. 

Berikut manfaat hak paten logo untuk bisnis online-mu secara lebih detail:

  1. Pihak lain tidak bisa seenaknya menjiplak logo atau merek dagangm tanpa izin.
  2. Logo atau merek dagangmu tidak bisa begitu saja didistribusikan tanpa sepengetahuanmu.
  3. Mencegah dan menghindari pemalsuan logo atau merek dagangmu.
  4. Sebagai bentuk originalitas dari logo atau merek dagangmu, sehingga menambah kepercayaan customer, klien, maupun investor.
  5. Kamu bisa mendapat royalti dari logo atau merek dagangmu saat bekerja sama dengan pihak lain. 
  6. Kamu akan mendapat keuntungan dari logo atau merek dagangmu semisal pihak lain ingin menggunakan, mengimpor, membuat, menyewa, menjual, menyerahkan, dan memakai logo atau merek dagangmu sesuai dengan izin dan prosedur yang kamu tetapkan.

Cara Mengurus Hak Paten Logo dan Nama Bisnis

Setelah tahu betapa pentingnya mengurus hak paten logo dan merek dagang, kamu juga perlu mencari tahu cara mengurusnya. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti:

  1. Datanglah ke Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terdekat. Lalu buatlah surat permohonan untuk mendapatkan hak paten logo dan nama bisnis ke Dirjen HAKI atau Kanwil secara tertulis.
  2. Surat permohonan pastikan dengan format dan tata bahasa yang benar. Jangan lupa lampirkan:
    –  Fotokopi KTP asli terlegalisasi
    –  Lembar fotokopi akta pendirian perusahaan
    –  Fotokopi peraturan dari pemilikan bersama, apabila permohonan yang kamu ajukan atas nama badan hukum
    –  Surat pernyataan bahwa logo dan nama bisnis adalah milikmu
    –  Surat kuasa jika permohonan pendaftaran melalui orang lain
  3. Selanjutnya, isi formulir pendaftaran seteliti mungkin dan pastikan nama logo dan nama bisnis yang akan kamu patenkan tidak salah. Beberapa unsur dalam formulir yang nantinya akan kamu isi, misalnya:
    –  Tanggal, bulan, dan tahun permohonan
    –  Kewarganegaraan, nama lengkap, dan alamat pemohon, atau nama kuasa dan alamat yang diberi kuasa bila dikuasakan
    –  Warna-warna dalam logo bila memakai sejumlah unsur warna
    –  Tanggal permintaan kepengurusan daftar logo dan nama negara (jika diajukan dengan hak prioritas)
  4. Setelah mengisi formulir, bayar biaya permohonan. 
  5. Selanjutnya, kamu hanya perlu menunggu pengumuman, biasanya kurang lebih 18 bulan setelah melakukan permohonan. Lalu akan ada pengumuman selama 6 bulan untuk melihat respons publik. Selanjutnya, hak paten logo dan nama bisnismu akan kamu nikmati selama 20 tahun terhitung sejak filling date.

Baru-baru ini, ternyata ada pengajuan permohonan secara online yang juga Dirjen HAKI sediakan. Terlebih dulu, kamu perlu mengunjungi situs simapaki.dpip.go.id, isi kolom yang tersedia untuk mendapatkan kode billing Simpaki. Setelahnya, kamu bisa login ke Aplikasi Merek, lakukan registrasi dan e-filing, masukkan data permohonan merek, lalu submit data permohonannya. Tunggulah data yang telah di-submit dicek oleh petugas. Panduan lengkapnya bisa kamu lihat melalui Simpaki atau Aplikasi Merek. 

 

Hak patenLindungi Hak Ekslusif Bisnismu Sesegera Mungkin

Mengingat jangka waktu yang panjang untuk menikmati hak eksklusif seperti hak paten, yaitu 20 tahun lamanya, rasanya tak ada alasan untuk menunda pendaftaran hak paten logo lebih lama lagi. 

Kadangkala manusia memang menunggu sesuatu yang buruk terjadi atau merasa kehilangan, baru kemudian sadar begitu pentingnya memulai sesuatu. Semoga kamu bisa belajar dari pengalaman beberapa merek yang menuai sengketa untuk tidak berada dalam posisi yang sama. 

Mengurus hak paten logo tak ubahnya seperti kamu berinvestasi sejak dini. Bukan semata-mata hanya eksklusivitas yang kamu cari, tapi itu juga melindungi apa yang menjadi hakmu dan juga menghargai usahamu dalam membangun brand sekian lama. 

Jika kamu mengalami keraguan, sebaiknya berkonsultasilah dengan konsultan hukum terpercaya yang saat ini sudah banyak bermunculan baik secara offline maupun online. Jangan sungkan untuk bertanya atau berdiskusi jika memang ada hal-hal yang masih belum kamu mengerti supaya kamu tak tersesat di tengah jalan nantinya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP