fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cari Tahu Kebiasaan Konsumen Produk Obat dan Kesehatan

produk obat

Haii, adakah di antara kamu yang saat ini sedang merintis bisnis online yang menjual produk obat atau produk kesehatan? Jika, ya, tahukah kamu bahwa penting bagimu untuk mengetahui perilaku atau kebiasaan konsumen produk kesehatan atau produk obat, lho. Tentu saja kaitannya adalah metode promosi yang nanti akan kamu gunakan untuk menggaet atau memenangkan hati mereka sampai bisa menjadi pelanggan setia.

Dalam memilih produk obat atau produk kesehatan, apa sih biasanya yang menjadi pertimbangan konsumen? Kenapa memilih obat A, kenapa memilih masker B, atau kenapa membeli hand sanitizer C. Apa yang melatarbelakangi keputusan mereka?

Meskipun tiap konsumen pasti punya alasan masing-masing, bukan berarti kamu tidak bisa mengidentifikasi. Secara umum, karakter konsumen produk obat atau produk kesehatanmu bisa kamu pelajari kok. Yuk, ketahui lebih dulu agar jualan online kamu tepat sasaran.

  1. Pemilihan Masker

    Salah satu produk kesehatan yang popularitasnya saat ini tinggi adalah MASKER. Sebenarnya, WHO telah menetapkan standar masker seperti apa yang seharusnya dipakai yang sekiranya bisa melindungi kita dari virus. Tapi, apakah kamu yakin kalau semua orang bakal mengikuti saran WHO?

    Faktanya, ada konsumen yang menggunakan masker sebagaimana “perintah” WHO, ada juga yang tidak. Beberapa pertimbangan konsumen dalam membeli masker:

    • Yang sesuai saran WHO
    • Yang lucu
    • Yang murah karena dipakai setiap hari sehingga terasa juga pengeluaran hanya untuk masker
    • Yang cantik dan modis
    • Perpaduan antara yang sesuai WHO plus yang cantik dan modis di bagian luarnya
    • Yang bisa dipakai berkali-kali
    • Yang bercorak tertentu

    Nah, masker yang kamu jual termasuk yang mana? Beda model masker, beda target, beda pula promosinya. Misalnya, menurut kamu, siapakah konsumen yang akan membeli masker sesuai standar WHO, siapa pula konsumen yang akan lebih memilih masker murah? Jelas, ya. Untuk menggaet mereka, kamu pasti punya cara yang berbeda.

  2. Pemilihan Hand Sanitizer

    Selain masker, produk lain yang juga laris manis atau banyak dicari di kondisi seperti ini adalah hand sanitizer. Dalam memilih pun, konsumen kerap mempertimbangkan beberapa hal berikut:

    • Yang dapat izin dari pemerintah sehingga aman untuk digunakan karena sudah ada jaminan
    • Yang tak peduli ada izin atau tidak
    • Yang merk-nya sudah terkenal
    • Yang murah toh juga “cuma” untuk membasahi tangan beberapa detik
    • Yang baunya wangi atau memiliki bau tertentu yang khas
    • Yang tidak membuat kulit tangan kering karena nantinya bakal sering digunakan
    • Yang kemasannya bagus/lucu/praktis
    • Yang tidak terlalu besar sehingga bisa masuk tas
    • Yang semprotan
    • Yang lotion karena tidak suka semprotan
    • Membuat sendiri

    produk obat
    Nah, kira-kira, produk kesehatan kamu berupa
    hand sanitizer ini masuk kriteria yang mana saja?

    Dari dua item produk kesehatan ini saja, karakter atau kebiasaan konsumen bisa begitu beragam. Bayangkan kalau kamu tak punya pengetahuan sama sekali tentang perilaku konsumen karena tak mau mengamati, maka jual produk kesehatan akan terasa berat. Bisa jadi, kamu bilang ke diri sendiri, “Perasaan pangsa pasarnya melimpah deh, tapi kok bisnis online produk kesehatan ini enggak mengalami kemajuan, ya!” Memiliki karakter peka memang sangat penting. Tak terkecuali jika kamu punya bisnis online, peka terhadap konsumen, tentunya.

  3. Pemilihan Vitamin dan Suplemen

    Berdasarkan survei Neurosensum sebagaimana dilansir oleh katadata.id, 73% masyarakat Indonesia mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh, 94% di antaranya mengonsumsi vitamin C.

    Jika kamu jual produk kesehatan berupa vitamin dan suplemen, pastikan juga kamu tahu pertimbangan apa yang kira-kira konsumen miliki sebelum membeli dua produk penting tersebut?

    • Kandungannya yang berkaitan dengan manfaat, semakin lengkap biasanya semakin diinginkan konsumen
    • Harganya, ada pula konsumen yang lebih menitikberatkan pada harga, apalagi harga vitamin atau suplemen yang kandungannya lengkap juga tidak murah
    • Dikeluarkan oleh brand ternama, konsumen tak terlalu peduli lagi dengan kandungan atau harga karena mereka percaya dengan brand yang mengeluarkan produk baru berupa vitamin dan suplemen tersebut mengingat produk-produk sebelumnya berkualitas juara
    • Lebih suka suplemen dari bahan herbal karena dinilai lebih aman

    Nah, kira-kira nih, konsumen sasaranmu termasuk yang mana, nih?

    Jual produk kesehatan satu dengan yang lain tidaklah sama, ya. Semua memiliki keunikan masing-masing.

    Itu tadi jualan online dengan produk kesehatan. Selanjutnya, bagaimana jika bisnis online kamu tak hanya jual produk kesehatan melainkan juga produk obat. Sama seperti sebelumnya, penting bagimu untuk mengetahui perilaku konsumen terkait hal ini karena akan mempengaruhi cara jualan obat.

  4. Pemilihan Obat

    Mengapa seorang konsumen membeli obat tertentu? Di masa pandemi ini, alasannya semata-mata bukan karena dia sakit. Bahkan menurut Menkes sebagaimana dilansir detik.com, tak sedikit juga orang sehat yang membeli obat Covid-19 untuk jaga-jaga atau persediaan. Ehm, prihatin sebenarnya dengan kenyataan ini, ya.

    Dengan asumsi kamu jualan online obat bukan karena untuk membantu konsumen yang ingin menimbun plus jenis obat yang kamu jual adalah obat bebas yang tak butuh resep dokter, maka tetap penting bagimu untuk mengetahui faktor-faktor apa yang membuat konsumen membeli jenis obat tertentu. Lagipula, hal tersebut akan mempengaruhi cara jualan obat online.

    • Jenis obat yang berkaitan dengan Covid-19

    Menteri Kesehatan sebagaimana dilansir okezone.com merilis 11 obat paling laris atau paling dicari konsumen pertengahan 2021 silam. Isolasi mandiri konon menjadi salah satu penyebab naiknya permintaan terhadap 11 obat yang disinyalir untuk mereka yang sedang menjadi Covid Fighter.

    Jadi, kalau disimpulkan, konsumen akan cenderung mencari obat “penawar” dari situasi yang sedang dihadapi saat ini. Kalau sekarang yang kita hadapi adalah Corona, maka konsumen akan mencari obat yang berhubungan dengan itu.

    • Brand 

    Tidak bisa dimungkiri bahwa brand menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih obat. Kamu sendiri deh, ketika demam, obat apa yang kamu ingat dan ingin beli? Meskipun banyak merk obat baru berseliweran, kenapa kamu tetap pilih yang itu?

    •  Khasiat atau manfaat yang bisa jadi dihubungkan dengan musim

    Misal saat musim hujan, konsumen cenderung mencari obat flu/batuk karena mereka biasanya mengalami gejala tersebut.

    • Harga

    Tentu saja, harga masih menjadi pertimbangan, tak hanya untuk obat sebenarnya, ya. Sama-sama fungsinya antara A dan B misalnya, tapi harga A lebih mahal, tentu konsumen akan pilih B.

produk obat
Meskipun cukup kompleks, ternyata mengamati perilaku konsumen dalam membeli obat atau produk kesehatan cukup menantang. Apalagi, jika niat kamu jualan
online produk tersebut tak semata-mata karena menginginkan untung saja, melainkan juga ingin membantu banyak orang. Pastinya, ada kepuasan batin tersendiri ketika mereka bisa menerima manfaat yang kamu berikan melalui produk kamu.

Jika bisnismu di bidang kesehatan bermodel D2C (Direct to Consumer), maka hal-hal di atas wajib kamu ketahui karena akan mempengaruhi loyalitas mereka terhadap produk yang kamu tawarkan. Kamu tak perlu banyak ragu karena cara jualan obat online saat ini lebih mudah dibandingkan dulu dimana belum ada physical distancing yang notabene membuat konsumen lebih yakin kalau beli langsung daripada online.

Bisnis D2C (direct to consumer) bidang kesehatan yang kamu miliki haruslah memiliki data yang memadai mengenai kebiasaan atau perilaku konsumen dalam memilih produk kesehatan atau obat. Mengenal perilaku konsumen berarti memahami keinginan dan kebutuhan mereka. Bukankah itu sejatinya bisnis D2C (direct to consumer)? Tak hanya bicara masalah keuntungan semata, melainkan juga membangun hubungan emosional dengan konsumen. Apalagi, bisnismu di bidang kesehatan yang notabene begitu penting di masa pandemi seperti sekarang ini. Semangat, ya!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP