fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Macam-Macam, dan Seluk-beluk Lainnya tentang Cash Flow

Cash flow

Cash flow ibarat lalu lintas. Apa yang terjadi jika macet? Efeknya bisa menjadi domino. Orang dewasa telat kerja, anak muda telat sekolah/kuliah, waktu yang kamu perlukan untuk sampai ke tujuan jadi lama, mood rusak, bahkan kecelakaan beruntun bisa juga terjadi. Dalam konteks bisnis pun demikian.

Mungkin kamu pernah mendengar cerita atau bahkan mengalami sendiri penjualan bagus, tapi kok uang kas menipis bahkan tidak ada? Setelah menelusuri, ternyata kamu punya banyak piutang macet. Iya, penjualanmu memang banyak. Tapi, hampir semua konsumenmu membeli barang secara kredit. Bahkan, banyak yang belum membayar. Dalam kondisi seperti itu, kondisi cash flow bisnismu kacau.

Apa itu cash flow? Seberapa pentingnya bagi bisnis? Bagaimana cara mengelolanya? Untuk menjawabnya, kamu bisa membaca artikel ini sampai tuntas.

Pengertian Cash Flow

Cash Flow

Harvard Business School menyebutkan cash flow adalah aliran kas masuk dan keluar selama periode tertentu. Arus kas masuk sebutannya adalah cash inflow sedangkan arus kas keluar sebutannya cash outflow. Dalam buku Strategi Bisnis Take Over, cash flow ibarat darah. Kelancarannya mutlak diperlukan demi kelangsungan bisnis. Kamu pasti bisa membayangkan bagaimana jika darah terlalu banyak keluar, maka yang terjadi adalah tubuh kekurangan darah. Pun jika darah tak ada yang keluar. Peluang darah bersih dan kotor bercampur akan besar. Seperti itulah ibaratnya. Sehingga, kestabilan arus kas adalah sebuah keniscayaan dan sesuatu yang harus kamu usahakan dalam bisnis jika ingin bertahan lama.

Unsur-Unsur Cash Flow

Cash flow adalah aliran kas keluar dan masuk yang terdiri dari beberapa unsur atau jenis sebagai berikut.

  1. Cash Flow dari Kegiatan Operasi

Unsur pertama cash flow adalah dari kegiatan operasi sehari-hari bisnis, misalnya, penjualan produkmu dan beban gaji pegawaimu. Intinya adalah keluar masuknya uang yang berhubungan dengan kegiatan operasional bisnismu (termasuk kegiatan penunjangnya).

  1. Cash Flow dari Kegiatan Investasi

Selain karena aktivitas operasi sehari-hari, keluar masuknya kas juga bisa berasal dari kegiatan investasi. Apa itu cash flow dari kegiatan investasi? Yakni keluar masuknya uang kas bisnis dari pembelian atau penjualan aset serta pembelian atau penjualan surat berharga atau ekuitas perusahaan lain (akuisisi).

  1. Cash Flow dari Kegiatan Pendanaan

Terakhir adalah cash flow dari kegiatan pendanaan, misalnya penerbitan saham, pembayaran dividen, pinjaman bank, penawaran obligasi, dan semacamnya.

Hal-Hal Penting dalam Mengelola Cash Flow

Setelah mengetahui apa itu cash flow dan jenisnya, berikutnya adalah hal-hal penting yang harus kamu perhatikan dalam mengelolanya. Prinsipnya, cash flow adalah aliran kas yang harus kamu jaga kestabilannya dengan beberapa cara berikut.

  1. Usahakan Cash In  Lebih Besar Daripada Cash Out

Apa itu cash flow yang bagus? Kamu sudah bisa menebaknya, yakni ketika uang yang masuk lebih banyak daripada uang yang keluar. Sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari, pemasukan lebih besar daripada pengeluaran lebih sehat daripada pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan atau besar pasak daripada tiang. Pun dalam mengelola arus kas. Usahakanlah uang yang masuk lebih banyak daripada yang keluar.

  1. Jangan Terlalu Banyak Stok

Jika kamu menjual produk nyata, usahakanlah bahwa stok barang dalam gudangmu tak terlalu banyak. Mengapa? Karena stok yang terlalu banyak hanya akan menambah biaya ‘menunggu’ atau biaya penyimpanan saja.

  1. Minimalisir Penjualan Kredit

Sebagaimana yang ada pada bagian awal, tak ada artinya penjualanmu bagus jika semua konsumenmu berutang atau tak ada satu pun yang membayar tunai. That’s why, usahakanlah konsumenmu membeli kontan kepadamu. Bila pun kredit, sebaiknya karena alasan khusus. Intinya, jangan memberi kemudahan pada konsumen yang nantinya menyusahkanmu sendiri.

  1. Amati Kas Masuk dari Kegiatan Operasional

Mengamati kas masuk dari kegiatan operasional atau sehari-hari bisnis dengan maksud untuk mengetahui dari mana sumber pemasukan paling banyak pada bisnismu? Penjualan produk A, misalnya. Dengan demikian, kamu bisa mengambil langkah selanjutnya. Memperbanyak produk barang yang paling laris atau memberikan diskon pada barang yang kurang peminatnya atau perputarannya seret.

  1. Amati Kas Keluar dari Kegiatan Operasional

Hampir sama dengan poin sebelumnya. Mengamati kas keluar dari kegiatan operasional atau sehari-hari bisnismu berarti mengetahui apa saja pengeluaran yang paling banyak. Dengan begitu, kamu bisa mengendalikannya. Mengurangi pengeluaran di pos tersebut, misalnya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Cara Membuat Laporan Arus Keuangan

Bagian terakhir setelah mengetahui apa itu cash flow, unsur, serta cara tepat mengelolanya, adalah membuat laporan arus kas. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan dalam membuat laporan cash flow adalah sebagai berikut (sebagaimana yang disebutkan oleh Harvard Business School).

  1. Kumpulkan Data Laba-Rugi Periode Berjalan

Jadi, jika laporan cash flow adalah untuk tahun 2022, misalnya, maka kumpulkanlah data laba rugi untuk tahun 2022 juga. Kamu bisa mendapatkannya pada laporan laba rugi.

  1. Kumpulkan Data Neraca Tahun Berjalan dan Sebelumnya

Berbeda dengan data laba rugi, untuk data neraca, kamu butuh tahun berjalan dan tahun sebelumnya sebagai bahan perbandingan.

  1. Bandingkanlah Neraca Tahun Berjalan dengan Tahun Sebelumnya

Lakukanlah selisih perhitungan mulai dari selisih perhitungan unsur-unsur aset, kewajiban, dan ekuitas.

  1. Buat Perhitungan Arus Kas

    • Aktivitas operasi: laba rugi tahun berjalan – selisih aktiva (periode berjalan & sebelumnya) – selisih kewajiban – selisih ekuitas.
    • Kegiatan investasi: selisih kegiatan operasi – penurunan perlengkapan.
    • Kegiatan pendanaan: kenaikan ekuitas – penambahan prive (kalau ada) – penurunan utang bank.
    • Total aktivitas kas: aktivitas operasi + aktivitas investasi – aktivitas pendanaan.
    • Saldo kas awal: neraca periode sebelumnya.
    • Kepemilikan kas seharusnya: total aktivitas kas + saldo awal kas pada neraca periode sebelumnya.
    • Saldo akhir kas: neraca yang sedang berjalan.
    • Jika kas seharusnya dan kas kenyataan (akhir) selisihnya NOL, maka laporan arus kas dianggap tak ada masalah.

Kesalahan yang Harus Kamu Waspadai

Cash flow

Terakhir, kamu harus mewaspadai beberapa hal berikut ini saat mengelola arus kas agar tak sampai mengancam ‘nyawa’ bisnismu.

  1. Tak Peduli dengan Aliran Kas yang Sedang Terjadi

Boleh jadi kamu tak terlalu peduli karena merasa skala bisnismu masih kecil. Padahal, kamu tak bisa bersikap bodo amat. Bukankah semua hal besar berawal dari hal kecil? Jadi, biasakan untuk selalu peduli dengan setiap pengeluaran yang ada dan pemasukan yang terjadi, sekecil apa pun jangan sampai tak tercatat.

  1. Tak Peduli dengan Keterlambatan Pembayaran

Konsumen yang tak membayar tepat waktu tak bisa kamu biarkan. Alih-alih ingin mendapat simpati karena melonggarkan waktu bayar untuk mereka, yang ada malah kamu merugi karena tak ada aliran kas yang masuk. Kamu tetap harus aware dengan konsumenmu, baik yang tepat bayar maupun yang telat bayar. Akan lebih baik lagi, sebenarnya, jika tak ada opsi angsuran atau kredit dalam transaksi penjualanmu sehingga konsumen yang menginginkan barangmu hanya akan mendapatkannya secara tunai.

  1. Tak Memiliki Rencana Jangka Panjang

Pebisnis yang tak memiliki rencana jangka panjang dalam mengembangkan cash flow sama saja seperti ‘bunuh diri’. Kamu jelas tak bisa pasrah begitu saja dengan keadaan mengingat setiap saat ada pesaing yang datang.

Salah satu kunci keberhasilan sebuah bisnis adalah pengelolaan arus kasnya yang benar. Maka, penting banget untukmu memahami apa itu cash flow karena hal tersebut menjadi ‘nyawa’-mu dalam bisnis. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP