fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cetak Konsumen dari Pengikut Medsos dan Kiat Jaga Loyalitas Pelanggan

Loyalitas Pelanggan

Menjaga loyalitas pelanggan menjadi strategi kamu setelah berhasil mencetak konsumen dari awalnya hanya sebagai pengikut di media sosial bisnismu. Harapannya, tentu saja agar kamu dapat menjaga konsistensi bahkan meningkatkan penjualan bisnismu. Jika kamu punya harapan yang sama, artikel di bawah ini akan cocok menjadi referensi kamu dalam mengembangkan bisnis.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Sebelum kamu memikirkan strategi untuk menjaga loyalitas konsumen bisnismu, kamu juga perlu mengetahui istilah Loyalty Marketing. Menurut data dari berbagai sumber menyebutkan suatu brand yang menjalankan Loyalty Marketing dapat memberikan kontribusi pendapatan sebesar 12-18% lebih banyak per tahunnya.

Apa Itu Loyalty Marketing?

Loyalty Marketing adalah strategi yang dapat mendorong konsumen kamu untuk melakukan transaksi atau pembelian secara berulang. Tujuannya adalah mempertahankan konsumen yang berpotensi menjadi loyal. Konsumen yang loyal bisa saja menghasilkan transaksi yang lebih besar dari pada konsumen baru.

Tahukah kamu? Konsumen saat ini cenderung menyukai penawaran yang sifatnya lebih personal. Konsumen biasanya akan loyal dengan brand tertentu karena menganggap brand tersebut memiliki nilai yang sama dengan mereka. Salah satu penghubung untuk mendekati konsumen secara personal dan memberitahu mereka tentang nilai brand milikmu ialah melalui media sosial.

Kamu dapat menjalankan berbagai program Loyalty Marketing dengan mengumpulkan berbagai data dari pengikut media sosial bisnismu. Banyak juga pebisnis yang sudah memanfaatkan media sosial sebagai fokus dari setiap strategi pemasaran mereka, termasuk Loyalty Marketing.

Cara Konversi Pengikut Media Sosial Menjadi Konsumen

Loyalitas PelangganSetiap pebisnis yang peduli dengan perkembangan bisnis online tentu akan membuat akun media sosial. Cara itu untuk mendekatkan diri dengan konsumennya, mendapatkan perhatian pasar, dan mengenalkan brand bisnis mereka.

Dengan pertumbuhan pengguna di media sosial yang terus bertambah, secara tidak langsung juga menambah peluang untuk menambah jumlah pengikut media sosial bisnismu. Namun, mungkin tidak semua brand memahami cara yang lebih spesifik untuk dapat mengonversi pengikut di media sosial menjadi konsumen.

  1. Kenali pengikut media sosial brand bisnismu

Kamu harus dapat memahami pengikut di media sosialmu. Ini akan berguna bagimu dalam menciptakan persona konsumen. Tidak hanya itu, dengan memahami karakteristik pengikutmu maka kamu dapat memilih bahasa komunikasi yang sesuai dengan mereka, sehingga terjalin kedekatan hubungan yang arahnya lebih personal.

Dengan mengenali pengikut media sosial brand bisnismu, kamu juga dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Hal ini akan menimbulkan ketertarikan yang baik di antara kamu dan pengikut media sosial brand bisnismu.

  1. Buat konten menarik dan libatkan pengikut

Setelah kamu sudah mampu mengenali karakter pengikut media sosial bisnismu, sekarang saatnya kamu merancang strategi untuk membuat konten-konten yang memiliki daya tarik bagi mereka. Tapi, jangan melakukan hard-selling secara terus menerus.

Cobalah untuk melibatkan pengikut media sosial brand bisnismu di beberapa konten yang mendukung. Misalnya, saat kamu sedang membuat konten informatif, permainan, dan lainnya. Membangun kedekatan dari interaksi tersebut adalah kunci agar pengikut media sosial bisnismu tertarik menjadi konsumen.

  1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, personal, dan memiliki ciri khas

Segala upaya yang kamu lakukan harus mencerminkan kepribadian bisnismu. Tidak terkecuali, saat menggunakan bahasa di media sosial brand bisnismu. Selain itu, kamu juga harus memastikan jika pemilihan kata per-kata di setiap konten nantinya bersifat lebih personal dan konsumen mudah memahaminya.

Pemilihan bahasa ini juga berlaku pada setiap balasanmu di kolom pesan dan komentar. Dengan membuat karakter yang kuat dan detail, pengikutmu akan merasa brand milikmu lebih menonjol. Jangan lupa juga untuk membalas setiap pesan diawali dengan kata sapaan dan menyebutkan nama setiap pengikutmu. Upaya terakhir dan terpenting adalah selalu konsisten untuk mencerminkan ciri khas dari brand bisnismu secara positif.

  1. Aktif membalas pesan dan komentar pengikut media sosial brand bisnismu

Pada tahap ini, kamu mulai membangun kedekatan melalui pelayanan bisnis yang baik. Kamu sudah tahu jika konten media sosialmu harus menarik dan memancing pengikut untuk berinteraksi. Tentu, bentuk interaksi ini beragam, salah satunya ada pesan dan komentar di media sosialmu.

Kamu bisa saja kehilangan peluang untuk membuat pengikutmu menjadi konsumenmu. Hal itu bisa terjadi jika kamu tidak aktif dan responsif membalas setiap pesan dan komentar mereka. Dalam melakukannya memang membutuhkan kecepatan agar kamu tidak kehilangan momentum.

Bisa jadi, saat itu pengikutmu sebenarnya sedang membutuhkan produk seperti milikmu. Tapi, akibat kami tidak memberikan respon yang baik, mereka kabur ke kompetitor untuk memenuhi kebutuhannya. Jangan sampai hal itu terjadi kepada bisnismu.

  1. Mengumpulkan dan mengelompokkan data pengikut

Ternyata tidak semua pengikut media sosial brand bisnismu membutuhkan produkmu, lho. Ada banyak hal yang mendorong seseorang untuk menjadi pengikut. Namun, sekarang kamu hanya perlu fokus pada tips penting selanjutnya, yaitu mengumpulkan data pengikutmu.

Cara mengumpulkan data pengikut bisa dengan memberikan penawaran menarik. Sehingga, pengikutmu akan dengan suka rela memberikan data mereka sesuai kebutuhanmu. Kami tinggal mengelompokkan mereka. Nantinya, kamu akan memiliki satu kelompok pengikut potensial yang bisa menjadi konsumen.

  1. Tawarkan berbagai program loyalitas pelanggan

Selamat! Jika sudah sampai tahap ini, itu tandanya kamu sudah tahu bagaimana cara mengubah pengikut menjadi konsumen. Selanjutnya adalah tahap inti untuk memenangkan hati konsumen sehingga mereka jadi kosumen yang loyal.

Ini adalah hal yang terpenting dari serangkaian langkah sebelumnya. Dengan mengelompokkan pengikutmu, kamu akan bisa menawarkan program loyalitas pelanggan yang sesuai. Harapannya, program tersebut dapat menjadi strategi yang tepat dalam menarik dan mempertahankan konsumen.

Contoh program loyalitas konsumen yang efektif adalah Point Collection, Tered Loyalty Program, dan Event Loyalty Program.

Hubungan yang Aktif Kunci Jaga Loyalitas Pelanggan

Loyalitas PelangganKunci menjaga loyalitas konsumen adalah lebih aktif untuk terhubung dengan mereka. Manfaatkan data pengikut yang sudah kamu kumpulkan dan kelompokkan, agar dapat memahami karakter konsumen secara personal. Cobalah menawarkan program loyalitas pelanggan dengan cara menghubungi konsumenmu satu per satu.

Strategi menawarkan program loyalitas pelanggan ini akan berbeda antara konsumen yang sudah sering membeli produkmu, dengan yang hanya berpotensi untuk segera membeli produkmu. Kamu tidak bisa menawarkan program loyalitas pelanggan yang sama untuk keduanya. Program loyalitas pelanggan yang sukses itu harus tepat sasaran.

Tidak berhenti di situ, setelah konsumen berhasil menyelesaikan transaksi pembelian barang, kamu tetap berhubungan dengannya dengan cara melakukan follow-up. Melakukan follow-up setelah transaksi sangat penting untuk menunjukkan kepedulianmu kepada konsumen. Proses bisnis itu menjadi siklus lingkaran yang tidak ada ujungnya.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Cobalah untuk menanyakan tingkat kepuasan konsumen terhadap produkmu. Nantinya, kamu dapat menjadikan jawaban dari mereka sebagai masukan untuk program loyalitas pelanggan selanjutnya. Atau, bisa juga dengan menjadikan masukan tadi sebagai testimoni untuk menarik minat konsumen lainnya.

Tidak hanya itu, jawaban dari konsumen bisa juga sebagai masukan untuk memperbaiki produk bisnismu di masa mendatang. Sebab, tujuan dari menciptakan suatu produk adalah sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Maka, sudah sewajarnya kamu mendengar ulasan dan masukan dari penggunanya langsung, yaitu konsumenmu.

Pentingnya Jaga Loyalitas Pelanggan

Di dalam buku Marketing Metrics, tertulis bahwa upaya untuk menjual kepada konsumen loyal memiliki tingkat keberhasilan 60-70%. Sementara untuk konsumen yang baru akan membeli, hanya memiliki tingkat keberhasilan sebesar 5-20% saja. Adanya peluang yang besar ini tentu harus kamu manfaatkan dengan bijak. Itulah mengapa kamu sebaiknya tidak abai menjaga loyalitas pelanggan.

Wah, ternyata menjaga hubungan baik dengan konsumen adalah kunci menjaga loyalitas pelanggan. Kamu harus segera mencoba tips di atas agar bisnismu lebih dekat di hati konsumenmu dan nikmati perubahan positif setelahnya untuk masa depan bisnismu!

Baca Juga Artikel Terkait :