fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Buyer Persona, Strategi yang Bikin Usahamu Makin Fokus

buyer persona 01

Sebelum meluncurkan bisnismu, selain memikirkan produknya, yang paling penting adalah “siapakah yang akan membelinya”? Mereka yang baru memulai usaha biasanya akan menjawab dengan absurd: semua orang bisa beli. Seolah-olah itu menunjukkan pasar yang besar dan tak ada habisnya. Nyatanya, justru itu yang membuat produk kamu akan kesulitan diserap pasar. Bisa dibilang, pertanyaan ‘siapa yang akan membelinya’ adalah cikal bakal buyer persona

Berdasarkan Definisi 

Menurut David Meerman Scott, seorang pakar Humas dan Pemasaran mengatakan bahwa buyer persona sejatinya adalah penggambaran tipe pembeli yang tertarik pada usaha atau produk kamu. HubSPot.com menambahkan bahwa meski karakternya nyaris fiksi tetapi dibuat berdasarkan data dan penelitian. 

Banyak yang khawatir ketika membuat buyer persona berarti menghilangkan banyak potensi pelanggan. Nyatanya tidak demikian. Sebagai contoh, untuk spesifikasi: wanita, usia 25 tahun, tinggal di kota besar, merantau, hamil anak pertama, bekerja, penghasilan UMR. Ada banyak sekali orang dengan klasifikasi seperti itu, kan? Oleh sebab itu, jangan khawatir pasar kamu akan jadi sedikit. Pasar mengerucut justru akan membuat pesan marketing kamu lebih tepat sasaran. 

Simak lebih lanjut di sini sebelum kamu merancangnya sendiri.

Berdasarkan Manfaat 

Buyer persona Prosesnya sering dilewatkan, akan tetapi terbukti memegang peranan penting dalam menjalankan usaha kamu. Manfaat buyer persona menurut www.adwhite.com adalah sebagai berikut: 

  • Lebih memahami gambaran pelanggan ideal kamu. Tak kenal maka tak sayang. Semakin kamu mengenal pelanggan kamu, semakin tepat cara kamu membuat produk, konten, hingga pelayanan. 
  • Pemasaran yang lebih terarah. Membuat identifikasi ideal pada pelanggan kamu memang akan menjadikan target market kamu lebih tersegmentasi alias mengerucut. Itu hal bagus, karena cara pemasarannya juga jadi lebih terarah, lebih fokus, dan tentunya lebih efisien. Tentunya strategi marketing untuk pasar remaja dan dewasa butuh bentuk dan cara penyampaian yang berbeda, bukan?
  • Meningkatkan efektivitas. Menawarkan usaha atau produk pada pelanggan yang sesuai dengan buyer persona kamu tentu akan lebih mudah ketimbang pada pelanggan yang tidak sesuai. Kamu butuh pendekatan yang berbeda. Itu artinya butuh waktu dan tenaga lebih banyak. 
  • Memberi solusi yang tepat. Ketika kamu lebih fokus, akan lebih mudah bagimu untuk menemukan solusi bagi setiap kesulitan yang dialami pelanggan. 
  • Mengidentifikasi persona yang negatif. Sebaliknya, dengan membuatnya, kamu jadi lebih mudah mengidentifikasi orang dengan spesifikasi yang bertolakbelakang. Dengan begitu, kamu tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk membuat penawaran pada mereka. 

Bentuk Standar 

Apa saja yang dibutuhkan dalam menyusun buyer persona? Menurut www.digitalmarketinginstitute.com ada beberapa poin yang dapat kamu isi saat mencari data, yaitu:

  • Pekerjaan

Di sini kamu dapat menanyakan mulai dari apakah dia bekerja atau tidak. Pegawai tetap atau pekerja lepas. Sebesar apa perusahaannya. Bergerak di bidang apa. Dan masih banyak lagi. Lalu mengerucut pada peran pelanggan di perusahaannya.

  • Info Demografis

Mulai dari umur, jenis kelamin, pendapatan per bulan, domisili, tingkat pendidikan, dan sebagainya. 

  • Tujuan dan Tantangan

Tanyakan tujuan dan tantangan pelanggan dalam hidupnya, baik yang utama maupun yang sekunder. Lalu apa yang bisa kamu lakukan agar pelanggan kamu dapat meraih tujuannya. 

  • Nilai-Nilai dan Ketakutan

Apa yang menjadi nilai-nilai penting bagi pelanggan kamu dan apa ketakutan mereka terutama terhadap usaha atau produk kamu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Cara Mencari Data

Ada beberapa kondisi saat hendak mencari data untuk membuat buyer persona, yaitu: 

  • Belum Punya Pelanggan 

Bagaimana caranya membuat buyer persona sementara usaha kamu baru mau dimulai dan tentu saja belum punya pembeli? Tenang, ingat lagi saja definisi di atas, bahwa itu adalah semi fiksi berdasarkan data. Nah, dengan kemajuan teknologi kamu bisa dengan mudah mencari data meski kamu sendiri belum punya database pelanggan. Berikut langkah-langkahnya: 

    • Pertama: buka akun media sosial kompetitor
    • Kedua: lihat kolom komen dan cari follower yang aktif
    • Ketiga: pilih beberapa follower secara random lalu telusuri profilnya dan postingannya 

Kamu bisa menelusuri dengan saksama konten tiap follower kompetitor tersebut atau langsung DM untuk melakukan interview dan mengisi kolom yang perlu diketahui. 

  • Sudah Punya Pelanggan

Jika kamu sudah punya pelanggan, tentu kamu bisa menanyakan langsung pada mereka. Ada beberapa cara agar prosesnya menyenangkan bagi kedua belah pihak, yaitu: 

    • Kamu bisa menyebarkan angket melalui website dengan imbalan hadiah hiburan. Hadiah tersebut adalah bentuk kamu menghargai waktu yang diluangkan pelanggan kamu untuk mengisi angket.
    • Kamu bisa memanfaatkan fitur bertanya, polling, atau pilih mana di Instagram Story. Selain kamu mendapatkan umpan balik, kamu juga sekaligus meningkatkan engagement di media sosial kamu.
    • Cara lain adalah metode one on one. Yaitu, menghubungi langsung satu per satu, baik itu melalui DM, WA, atau email. Tentu saja pilih pelanggan yang paling-paling. Paling sering komentar, paling sering order, bahkan yang paling sering mengajukan keluhan, atau yang paling hanya bertanya tapi tidak jadi order.

Contoh Buyer Persona 

Buyer persona Masih bingung? Nah, untuk lebih jelas terkait bentuk dan pemanfaatannya, simak penjelasan berikut ini.

Contoh

Produk: Hijab Segiempat

Buyer persona:

Wanita

23 tahun

Bekerja

Fresh graduate

Gaji UMR

Tujuan dan Tantangan:

Lebih percaya diri saat bertugas. 

Banyak bertemu klien tapi anggaran terbatas untuk belanja baju dan hijab.

Solusi: 

Hijab segiempat dengan motif dengan beberapa warna sehingga mudah dipadu-padankan tapi tetap elegan meski dipakai ke kantor. Selalu terlihat seperti hijab baru. Sehingga pelanggan bisa lebih hemat anggaran untuk beli baju. 

Semakin detail kita menerima info, akan semakin berguna. Misalnya: 

  • Jika menggunakan informasi di atas, tentunya pesan yang hendak kamu sampaikan sebagai tagline bukanlah terkait dengan dunia remaja atau ibu rumah tangga. 
  • Kamu akan bisa membuat banyak konten OOTD yang menunjukkan sekian tampilan hanya dengan satu hijab saja. 
  • Jika ternyata diketahui bahwa orangnya banyak melakukan kegiatan di luar ruangan. Itu artinya kamu harus pastikan bahan hijabnya mudah menyerap keringat dan tidak menyerap bau. 
  • Jika infonya adalah orang yang tidak ada waktu untuk urusan rumah tangga. Itu berarti kamu bisa mengangkat keunggulan bahan hijab kamu yang tidak perlu disetrika. 

Banyak kan manfaatnya? Semakin kamu bisa mengolah data buyer persona, semakin mudah bagi kamu membuat pelanggan merasa dekat denganmu. Merasa diperhatikan. Relate. Dan karena kedekatan itulah yang akan membuat kamu menjadi prioritas bagi pelanggan saat memilih sebuah produk serupa. 

Data ini bisa berubah sewaktu-waktu. Terutama jika awal pembuatannya saat belum ada pelanggan, dan ternyata setelah terjadi pembelian rupanya produk kamu lebih diminati oleh pelanggan dengan detail yang berbeda. Jika fokusnya tepat, maka laju usaha kamu juga akan bisa berjalan dengan mantap. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP