fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Contoh Proposal Usaha Beserta Ragam Jenis dan Fungsinya

Contoh Proposal Usaha

Bagi kamu yang ingin mengenalkan bisnis kamu ke investor atau lembaga keuangan, perlu proposal usaha. Proposal usaha terdiri atas beberapa jenis. Simak artikel untuk mengetahui apa saja jenis dan contoh proposal usaha.

Daftar Isi Sembunyikan

Apa Itu Proposal Usaha?

Proposal usaha berasal dari dua kata, yaitu proposal dan usaha. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal adalah rencana dalam bentuk rancangan kerja. Sementara itu usaha, masih menurut KBBI, yakni kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud. Berdasarkan itu, proposal usaha merupakan segala bentuk perencanaan dan pemaparan usaha, mulai dari dana, keperluan perlengkapan, rencana penjualan, hingga rencana pendapatan dari usaha tersebut.

Biasanya, isi proposal usaha mengenai gambaran riil mengenai usaha kamu, mencakup analisis faktor dan eksternal, serta prospeknya di masa depan. Hal yang lain yang harus kamu perhatikan dalam menyusun proposal usaha, yaitu menjabarkan informasi secara lengkap mengenai bisnis kamu, mulai dari jenis bisnis yang dilakukan, latar belakang, pendanaan, sasaran dan sebagainya. Mengingat proposal usaha merupakan hal penting dalam mengajukan dana ke investor dan lembaga keuangan, hendaknya kamu merancangnya dengan benar-benar matang.

Tujuan Proposal Usaha

Contoh Proposal Usaha

Berdasarkan arti mengenai proposal usaha, sebetulnya kamu sudah mengetahui tujuan yang ingin dicapai. Namun, sebetulnya tidak hanya itu. Berikut ini beberapa tujuan penyusunan proposal usaha untuk kamu ketahui.

  • Menarik Investor

Untuk mengembangkan bisnis, proposal usaha perlu kamu buat untuk menarik investor agar bersedia menanamkan modalnya. Perihal itu, perlu ada rencana bisnis yang matang dan menarik.

  • Memperoleh Kerja Sama dengan Pihak Lain

Jika kamu ingin bekerja sama dengan perusahaan atau lembaga lain dalam bisnis, kamu perlu membuat proposal usaha. Sebab, mereka tentu ingin tahu rencana dalam bisnis yang kamu tawarkan kepada mereka, berapa untung yang akan mereka dapatkan.

  • Meyakinkan Kreditor untuk Memberikan Pinjaman

Selain untuk menarik investor dan kerja sama bisnis dengan pihak lain, tujuan penyusunan proposal usaha, yakni meyakinkan kreditor atau lembaga pinjaman untuk memberikan dana segar kepada bisnis kamu.

Fungsi Proposal Usaha

Setelah mengetahui tujuan penyusunan atau pembuatan proposal usaha, kamu perlu mengetahui apa fungsinya. Berikut ini adalah beberapa fungsi yang perlu kamu ketahui.

  1. Melihat Kelayakan Ide Bisnis

Fungsi pertama dari proposal usaha, yaitu melihat kelayakan bisnis yang kamu buat dan rencanakan. Apakah terdapat peluang, bagaimana segmennya, seberapa besar permintaan pasar, apakah menguntungkan atau tidak. Sehingga, dengan proposal usaha, kamu bisa tahu bisnis kamu apakah layak untuk beroperasi dan berkembang

  1. Agar Rencana Bisnis Sesuai Target

Fungsi lain proposal usaha adalah sebagai pengaman agar strategi yang kamu rancang tidak keluar jalur, walaupun dalam praktiknya bisa jadi ada perubahan strategi. Selain itu, dengan merancang dokumen ini, kamu bisa lebih mengerti mengenai peluang di pasaran sebenarnya. Apakah produk atau jasa kamu sudah layak bersaing dengan kompetitor atau belum.

  1. Memudahkan Pengelolaan Rencana Bisnis

Dengan proposal usaha, kamu jadi mudah untuk mengelola perusahaan, dari sisi produksi, penjualan maupun alokasi modal. Sebab, kamu sudah merencanakan tiap-tiap langkah.

  1. Mendapatkan Pendanaan

Proposal usaha dapat membantu kamu untuk mendapatkan dana segar. Sebab, dalam menjalankan perusahaan, kamu membutuhkan modal yang banyak untuk operasional hingga melakukan ekspansi perusahaan.

  1. Mengungguli Kompetitor

Proposal usaha merupakan salah satu media yang menjabarkan kelebihan bisnis kamu daripada kompetitor. Hal ini membuat kamu percaya diri untuk menjalankan bisnis dan bersaing dengan para kompetitor.

Jenis-Jenis Proposal Usaha

Contoh Proposal Usaha

Proposal usaha ada beberapa jenis yang bisa kamu gunakan untuk baik untuk mengenalkan bisnis kamu hingga menarik minat investor. Berikut adalah jenis-jenis proposal usaha.

Proposal Formal

Proposal formal merupakan proposal usaha atas permintaan secara resmi oleh perusahaan atau calon klien. Biasanya, permintaan itu berasal dari perusahaan lain yang ingin bekerja sama atau memesan produk atau jasa perusahaan kamu. Pada dasarnya, isinya seperti proposal usaha sebagaimana semestinya. Hanya, isi proposal tersebut menyesuaikan dengan permintaan klien. Contoh, perusahaan A adalah klien tetap perusahaan B dan telah mengetahui apa yang dibutuhkan. Namun, ingin meminta promosi, diskon ataupun melakukan persyaratan ulang kerja sama pembelian sebelum membayar. Contoh proposal usaha formal, di antaranya proposal untuk investor dan proposal kerja sama.

Proposal Informal

Proposal ini merupakan proposal yang tidak baku atau tidak resmi. Contohnya, kamu menyusun proposal usaha jenis ini saat ada calon konsumen atau perusahaan lain yang tertarik dengan produk kamu. Perusahaan tersebut meminta proposal informal yang mudah terbaca, kemudian mempertimbangkan untuk membeli produk kamu. Dalam membuat proposal informal, kamu perlu melihat siapa calon konsumen yang meminta dan sesuai sudut pandang mereka. Tujuannya, agar calon konsumen atau pihak lain yang meminta dapat memahami dengan mudah dan terjadi konversi penjualan.

Unsolicited Proposal (Proposal yang Tidak Diminta)

Ini merupakan proposal yang diajukan kepada pihak di luar perusahaan atas inisiatif perusahaan atau tanpa ada pengumuman atau pemberitahuan dari pihak luar. Biasanya, dalam dunia bisnis, proposal jenis ini sebagai wadah promosi. Adapun contoh proposal usaha jenis ini berbentuk brosur, berisi informasi ringkas mengenai sebuah produk, sehingga penerima mudah membaca dan memahami isinya. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi, proposal jenis ini bisa berupa format pdf. Pengirimannya bisa secara online. Kamu tak perlu mencetak, mengingat bisa mengirimkan bentuk salinan digital.

Proposal yang Diminta oleh Calon Klien

Proposal ini biasanya langsung diminta oleh calon klien. Adapun yang diminta adalah RFP (Request for Proposal). Biasanya, RFP dikirim ketika sebuah perusahaan terdapat masalah yang perlu diselesaikan, mereka mengundang perusahaan kamu untuk mengajukan proposal penawaran. Adapun contoh proposal usaha ini, di antaranya tender dan pengadaan barang.

Cara Membuat Proposal Usaha

Setelah menyimak pembahasan di atas, tentu penting bagi kamu untuk mengetahui cara membuat proposal usaha. Nah, berikut langkah-langkahnya.

Berikan Informasi Terkait Usaha Kamu

Unsur terpenting pada proposal usaha adalah alamat fisik, latar belakang, dan pengantar mengenai bisnis yang kamu jalankan. Adapun isinya berisi visi, misi, dan penjabaran mengenai prospek bisnis kamu ke depannya.

Jabarkan Kelebihan Bisnis Kamu

Cara agar usaha kamu dipandang lebih unggul daripada kompetitor adalah dengan menjelaskan kelebihan dari segi efisiensi, produksi, maupun hasil. Kamu juga bisa menuliskan berbagai pengalaman, prestasi,dan testimoni pelanggan.

Berikan Penawaran

Di dalam proposal usaha, berikan penawaran kepada calon investor maupun calon pelanggan. Jangan lupa untuk mencantumkan juga pembagian atas perolehan keuntungan.

Periksa Kelengkapan Struktur Proposal Usaha

Jangan lupa untuk proposal usaha melakukan pengecekan kembali dan pastikan dokumen tersebut telah mencantumkan unsur-unsur berikut.

  • Pendahuluan

Bab pendahuluan amat penting, hal ini bertujuan agar investor mengetahui latar belakang usaha yang kamu jalani. Pada pembahasan pendahuluan, kamu bisa menjabarkan visi dan misi usaha, serta gambaran tujuan ke depan yang akan kamu targetkan atau akan kamu lakukan. 

Penjelasan pendahuluan ini akan menentukan usaha kamu dalam meyakinkan investor. Selain itu, menjadi jaminan bahwa uang investor tidak akan hilang atau rugi jika mereka bekerja sama dengan bisnis kamu.

  • Profil Badan Usaha atau Bisnis

Hendaknya kamu menjelaskan secara detail mengenai profil usaha kamu, lokasinya, struktur organisasi, dan jenis usaha yang sedang kamu geluti.

Buatlah profil badan usaha kamu secara singkat. Dengan memperkenalkan nama usaha, ibaratnya seperti berkenalan dan melihat wajah seseorang. Selain itu, nama usaha juga akan mencerminkan keunikan bisnis.

Dalam proposal usaha untuk investor, menjelaskan jenis usaha adalah hal wajib. Investor bisa memahami kegiatan usaha dan membaca peluang profit ketika sudah membaca jenis usaha kamu. 

Investor mempunyai tujuan menghasilkan profit. Maka investor perlu mengetahui potensi penghasilan yang bisa ia raih dari kerjasama dengan kamu. Investor perlu menganalisa pasar dan menentukan berapa besaran dana yang mereka akan kucurkan ke usaha kamu.

Dalam bab profil badan usaha ini, kamu bisa menambahkan beberapa sub-bab sebagai berikut.

    • Struktur Organisasi Perusahaan

Setiap bisnis membutuhkan struktur organisasi, hal ini akan mempercepat kinerja usaha karena menggabungkan keahlian beberapa orang dalam tim bisnis. Secara sederhana, ada struktur organisasi sebagai owner atau pemilik dan karyawan. Kamu bisa merencanakan sistem yang baik tentang manajerial dan keorganisasian.  

Dalam bab struktur organisasi perusahaan, sebutkan nama pemilik perusahaan, nama manajer marketing, manajer finance, HRD dan lain sebagianya.

Investor akan menilai orang orang yang terlibat dalam bisnis kamu. Karena bisnis yang baik adalah sinergi dari kemampuan tim. Kecakapan tim merupakan tonggak kesuksesan bisnis.

    • Penjelasan Produk Usaha

Dalam proposal usaha untuk investor, penjelasan produk akan meyakinkan investor atas usaha kamu. Produk ini bisa berupa barang atau jasa. Sajikan penjelasan detail tentang produk kamu. 

Misalkan produk berupa barang, jelaskan jenisnya. Kemudian jelaskan juga proses pembuatan dan manfaat produknya. Kamu juga bisa menjelaskan keunggulan produk ketika bersaing dengan produk kompetitor di pasaran.

Investor pasti ingin memahami, dan yakin bahwa produk ini akan laris di pasar. Dengan memahami keunggulan produk, investor akan bertambah yakin untuk mengambil keputusan dalam investasi. Pastinya investor akan memberikan dana kepada usaha-usaha yang unik dan berpeluang laris, serta memiliki kelebihan daripada produk sejenis.

Jika produk kamu berupa jasa, kamu bisa menjelaskan manfaat yang konsumen akan rasakan. Bisa juga kamu jelaskan proses memberikan pelayanan, rentang waktu atau durasi jasa dan lain sebagainya. Intinya, semakin detail penjelasan kamu, akan membuat investor bertambah pemahamannya.

    • Penjelasan Tentang Target Pasar

Tips membuat proposal usaha untuk investor berikutnya adalah membuat target pasar, yakni suatu kelompok konsumen yang menjadi sasaran calon pengguna produk. 

Target pasar berarti membidik segmen tertentu, misalnya dari segi usia, pekerjaan atau daerah tempat tinggalnya. Rentang umur yang bisa menjadi sasaran adalah 5 sampai 10 tahun. Contohnya, kamu menjual produk fashion, maka kamu harus menentukan target market-nya ibu-ibu usia 25 sampai 35 tahun.

Semakin spesifik target pasar, maka kamu akan bisa melangkah jelas dalam penjualan. Investor akan membaca peluang benar-tidaknya target market ini ini berpotensi untuk membeli produk kamu

  • Promosi dan Pemasaran

Setiap usaha membutuhkan promosi dan pemasaran. Hal ini akan menunjang penjualan. Strategi marketing yang baik akan membuat target penjualan lebih jelas dan mudah untuk tercapai.  

Kamu bisa menjelaskan apa saja media promosi yang kamu gunakan. Sertakan penjabaran strategi pemasaran untuk mendekati target pasar yang memakai bisnis atau produk itu. 

Bahkan kamu bisa menambahkan secara detail waktu promosi, seperti berapa jam dalam sehari. Lakukan evaluasi estimasi jangkauan promosi di media sosial atau media offline. Ini akan membuat investor yakin bahwa proposal usaha untuk investor yang kamu buat valid dengan data evaluasi tersebut.

  • Keuangan

Buatlah laporan keuangan bulanan, jika usaha kamu sudah melewati rentan waktu setahun. Buat juga laporan tahunan yang isinya perbandingan secara bulanan. Kamu bisa menyediakan laporan keuangan laba rugi, laporan neraca keuangan dan laporan arus kas

Investor akan menilai kemajuan bisnis dari beberapa periode yang kamu jalani berdasarkan laporan keuangan ini. Dengan demikian, mereka akan dapat mengambil keputusan apakah bisnis kamu sehat dan berpeluang untuk menghasilkan profit. 

Investor juga bisa mengestimasi berapa pengerahan dana untuk modal bisnis dan seberapa cepat pengembaliannya. Kemudian juga investor bisa mengestimasi perhitungan laba dalam usaha kamu

  • Penutup

Berisi poin-poin penting dalam proposal dan harapan kamu atas proposal yang diajukan. Jangan lupa untuk meyakinkan investor bahwa bisnis kamu berpeluang untuk mendatangkan profit. Pilihlah kata-kata yang santun dan optimistis, tetapi tidak berlebihan.

Investor butuh keyakinan untuk mengambil keputusan dengan cepat. Kamu bisa meyakinkannya dengan kata penutup yang memberi harapan dan motivasi untuk menginvestasikan modalnya pada bisnis kamu. Jangan lupa berterima kasih karena telah membaca proposal kamu.

  • Lampiran

Kamu bisa lampirkan data berupa biodata pemilik usaha, surat Ijin usaha, sertifikat usaha atau kepelatihan, termasuk juga surat perjanjian. Sertakan juga foto dan dokumentasi bisnis yang sedang kamu jalani.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

7 Kesalahan Dalam Membuat Proposal Usaha

Bagi kamu yang pemula membuat proposal usaha bisa saja melakukan kesalahan saat membuatnya. Sebelum itu terjadi, ketahui terlebih dulu kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat membuat proposal usaha.

Tidak Mempunyai Tujuan yang Jelas

Tujuan dari pembuatan proposal bisnis bisa berbeda-beda. Pada tiap bisnis, proposal usaha bisa memiliki banyak tujuan. Selama ini, proposal usaha identik dengan tujuan mencari investor yang bersedia menanam modal.

Pada perkembangannya proposal usaha bisa menjadi syarat dalam rangka pembentukan kerja sama, penyerahan award, kompetisi atau lomba, bahkan memenangkan tender. Ada juga pebisnis yang membuat proposal semata-mata untuk pemberian informasi.

Dengan memiliki tujuan pembuatan proposal yang jelas, maka akan membuat isi proposal lebih spesifik.  Akan tetapi jika membuat proposal bisnis tanpa tujuan yang jelas, seringkali menyebabkan isinya menjadi tidak relevan.

Contoh, ketika tujuannya mencari investor, tapi kamu mengisinya dengan format untuk kompetisi atau lomba. Hal itu akan membuat proposal usaha menjadi tidak jelas. Jadi, mulailah dari tujuan yang jelas terlebih dahulu.

Tidak Menyiapkan Diri untuk Tampil Mempresentasikan Proposal

Sebaiknya, pembuatan proposal bisnis satu paket dengan kesiapan presentasi. Banyak pihak yang berkepentingan memerlukan informasi verbal atau lisan. Pihak kedua akan mudah menerima penjelasan secara lisan. Jadi, saat proposal yang kamu buat sudah bagus, persiapkan diri atau tim untuk melakukan presentasi atas proposal tersebut.

Proposal bisnis berikut presentasi yang baik akan menambah nilai plus. Akan tetapi, saat proposal bisnis sudah bagus, tapi tidak siap untuk mempresentasikan gagasan, bisa menimbulkan dampak yang menghambat tercapainya tujuan. Soalnya, seringkali kepercayaan terjalin dari penjelasan dalam presentasi proposal bisnis.

Tentu, penjelasan dalam presentasi lebih fleksibel. Pihak kedua bisa bertanya langsung, juga terjadi dialog akan maksud dan tujuan bersama.

Dengan adanya kesempatan presentasi, memberi peluang besar untuk mendapat kepercayaan investor.  Kamu dapat menyertakan slide atau video yang interaktif dan menarik. Kamu pun bisa menambahkan efek-efek suara agar presentasi bisa lebih hidup dan fresh.

Menggunakan Asumsi, Bukan Data yang Realistis

Sebuah proposal bisnis berisi tentang bagaimana proyeksi bisnis ke depan. Tetapi, ada juga penjelasan mengenai proyeksi yang dibuat berdasarkan pada asumsi yang tidak realistis. Padahal, proyeksi proposal mesti dibuat berdasarkan data yang valid. Hal ini bertujuan agar proposal tidak hanya menampilkan proyeksi berdasarkan insting optimis atau paling positif dari rencana bisnis.

Kesalahan menjadikan asumsi sebagai dasar pembuatan proyeksi berakibat return on invesment (ROI), NPV, payback period yang muncul akan sangat menggiurkan investor. Jika hal itu berlebihan dan berbeda dengan kenyataan di masa depan maka akan berbahaya. Kamu bisa mendapat tuntutan hukum dengan pasal penipuan investasi.

Proposal Tidak Lengkap, Terutama Informasi Penting seperti Laporan Keuangan

Sudah menjadi kelaziman, bahwa proposal usaha umumnya terdiri atas hal-hal penting di perusahaan. Informasi itu meliputi profil perusahaan, penjelasan target market, dan produk (barang atau jasa) yang ditawarkan. Hal itu mencakup informasi penting lainnya, seperti penjabaran proses bisnis, strategi pemasaran dan penjualan, SDM dan analisis kompetitor.

Pada perkembangan bisnis mutakhir, informasi mengenai prediksi tren penjualan atau industri untuk beberapa tahun mendatang sering ditanyakan. Investor juga sering menanyakan proyeksi keuangan yang lengkap.

Laporan penting yang mesti terlampir, yakni laporan cash flow, income statement, dan balance sheet. Kamu juga perlu menjelaskan bagaimana strategi jika terjadi guncangan bisnis. Sebaiknya, persiapkan hal hal penting ini agar proposal usaha kamu laik dan lolos.

Kurangnya Riset Pasar atau Hanya Mengandalkan Intuisi

Riset pasar adalah survei yang dilakukan kepada calon target market yang terjangkau oleh suatu entitas usaha. Jika usaha kamu berupa restoran, lakukan riset menu favorit, kebiasaan konsumen, serta harga yang terjangkau oleh masyarakat sekitar. Data bisa berdasarkan dari survei online sehingga memungkinkan untuk menjangkau target market yang lebih luas.

Lakukan juga riset untuk membuat analisis kompetitor, dan proyeksi pertumbuhan pasar di masa depan.

Kesalahan yang sering terjadi, proposal hanya mengutip dan mengambil data dari internet. Lebih buruk lagi, penulis tidak menyertakan sumber data. Hal ini akan berbahaya, apalagi ketika presentasi proposal, pihak investor akan menanyakan secara perinci data yang tertera dalam proposal.

Kesalahan yang juga sering terjadi, proyeksi pada proposal hanya berdasarkan intuisi saja. Jangan sampai tidak melakukan riset pasar, dan hanya menuangkan intuisi optimis dalam proposal.

Menghancurkan Proposal dengan Menjelaskan Risiko Terlalu Perinci

Contoh Proposal Usaha

Setiap bisnis pasti memiliki risiko, internal maupun eksternal. Risiko internal bisa terjadi di proses produksi, pelayanan maupun manajemen sumber daya manusia. Risiko eksternal bisa berupa faktor alam, tren pasar yang berubah, sengketa dengan pihak lain, kompetitor dan faktor eskternal lainnya. Biasanya, pihak kedua akan menanyakan risiko yang mungkin terjadi pada bisnis ke depan.

Sebagai tips, jelaskan saja risiko secara garis besar. Penjelasan yang terlalu perinci akan membuat pihak kedua khawatir untuk menerima prososal usaha itu. Jadi, jelaskan secara garis besar dan siapkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Tugas kamu meyakinkan investor, bahwa risiko yang ada minim dan kamu sudah punya rencana matang untuk mengatasinya.

Pernyataan Tidak Mempunyai Kompetitor

Kesalahan lain yang sering terjadi pada saat presentasi atau tertulis pada proposal, yakni bisnis ini tidak mempunyai kompetitor. Ini hal yang tidak masuk akal, mengingat setiap bisnis pasti memiliki kompetitor, di bisnis online maupun bisnis offline. Justru, ketika proyeksi bisnis bagus akan muncul kompetitor-kompetitor yang ingin menikmati keuntungan di bisnis yang sama.

Tips menghadapi kompetitor adalah dengan memiliki keunikan bisnis sebagai pembeda dengan pelaku bisnis sejenis. Lakukan strategi pemasaran yang cantik, sehingga konsumen menjadi loyal dan tidak berpindah ke kompetitor kamu. Tips kedua, lakukan evaluasi secara berkala dan temukan inovasi-inovasi atas produk dan kinerja bisnis kamu.

Nah, sekarang sudah mulai paham dengan 7 kesalahan dalam membuat proposal usaha yang umumnya terjadi. Pengalaman dari pebisnis lain bisa jadi pembelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Sebanyak 7 kesalahan ini bisa berakibat pada penolakan dalam pengajuan proposal bisnis.

Pastikan Kemasan Proposal Menarik

Kemas proposal dengan tampilan yang menarik. Bisa jadi investor yang kamu kirimi proposal juga menerima proposal serupa dari pebisnis lain. Kamu bisa mencuri perhatian dengan kemasan proposal yang menarik. Tampilan cover yang memikat, kertas berwarna, seperti majalah atau konsep proposal berwarna yang memikat mata. Kemasan proposal yang menarik bertujuan untuk membuat investor membuka atau membaca proposal.   

Jika kamu mendapat kesempatan untuk melakukan presentasi. Kamu bisa menyiapkan video pendukung yang berisi rangkuman proposal. Padukan dengan efek dan suara tertentu yang mengiringi penjelasan kamu ketika interview. Hal itu pastinya akan membuat proposal semakin menarik bagi investor.

Etika Mengajukan Proposal Usaha

Etika akan meningkatkan nilai kamu dan bisnis kamu di mata klien. Seiring kesan terhadap etika yang baik bertumbuh di mata klien, maka kredibilitasmu juga akan semakin kuat.

Menurut Manuel G. Velasquez (2018), etika adalah ilmu yang mempelajari tanggung jawab, baik secara moral maupun sosial. Etika juga menimbang persoalan baik dan buruk serta kewajiban dan hak pada masing-masing individu di dalam kehidupan.

Dalam bisnis, kamu pasti akan berhubungan dengan pihak lain, baik itu internal di dalam tim bisnis kamu, maupun eksternal, seperti konsumen, investor maupun pemerintah. 

etika proposal 02

Berikut ini rangkuman kami mengenai kiat-kiat menerapkan etika yang baik ketika mengajukan proposal usaha.

Mengetahui Tujuan Proposal Usaha

Kamu wajib tahu tujuan proposal usaha tersebut. Informasi lengkap tentang kepada siapa kamu akan mengirimkan proposal itu dan apa yang diminta oleh pihak kedua.

Sebagai contoh, perusahaan besar atau pemerintah biasanya mengeluarkan surat dokumen berupa request for proposal biasa disingkat RFP.  Kamu bisa mempelajari dokumen tersebut sehingga bisa membuat proposal sesuai yang diinginkan pihak kedua. 

Mempelajari Persyaratan 

Sebelum berperang harus ada persiapan. Pelajari apa yang tertuang dalam request for proposal (RFP) dan berusahalah memenuhinya. Tentu dengan kemampuan bisnis yang kamu jalankan.  

Biasanya pemerintah atau perusahaan besar punya ketentuan baik dari sisi penulisan maupun format proposal.  Kamu harus mengikuti persyaratan tersebut dengan rinci dan minim kesalahan. Karena komunikasi awal yang terbangun adalah membaca tulisan di proposal yang kamu buat. Perhatikan format, tata bahasa yang baku dan minimalisir kesalahan ketik. Sebelum mengirimnya, coba baca lagi dengan teliti. Proposal usaha adalah daya tarik pertama sebelum ada proses selanjutnya, seperti wawancara atau kerja sama yang lain.

Mengenal Klien dengan Baik

Sebagai makhluk sosial, kamu perlu mengenal lebih dekat klien atau pihak kedua. Setiap orang atau organisasi  punya nama atau karakteristik tertentu. kamu harus mencari tahu tentang karakteristik pihak kedua agar lebih mudah melakukan pendekatan secara emosional maupun kerjasama bisnis.

Selain membaca profil perusahaan klien. Kamu juga bisa menjalin hubungan baik dengan menanyakan kebutuhan klien atas kerjasama yang akan dilakukan.  

Bicarakan tentang permasalahan yang perusahaan hadapi, kebijakan bahkan filosofi manajemen perusahaan klien. Ini juga bentuk perhatian kepada klien agar kita bisa memenuhi proposal usaha yang sesuai dengan kebutuhan pihak kedua.

Jika kamu tidak punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan klien, kamu bisa melakukan riset kepada orang-orang yang pernah bekerjasama. Ini untuk menyesuaikan kebiasaan dan karakter pihak kedua. Biasanya ada pola tertentu dari hal tersebut sehingga kita bisa meniru mengamati dan memodifikasi agar proposal usaha yang akan kita berikan sesuai.

Tampil dengan Performa Terbaik

Pada era media digital seperti sekarang, performa bisa berupa foto profil yang baik di media sosial yang kamu punya. Lalu, rekam jejak yang positif dan tidak melanggar norma kehidupan juga patut kamu pertimbangkan. Kata-kata yang baik dalam unggahan mu pun menjadi salah satu indikator performa yang baik. 

Jika di dunia offline, maka performa atau penampilan adalah faktor penting. Performa dalam dunia luring meliputi cara kamu berbusana, bersikap, berbahasa lisan sampai gestur tubuh. 

Perhatikan baju yang kamu kenakan, harus sopan dan tidak berwarna mencolok mata. Sikap yang baik ketika bertemu, menentukan jam bertemu sesuai kesepakatan, berusaha menyesuaikan ritme kerja pihak kedua adalah hal-hal yang bisa bisa kamu lakukan untuk menampilkan performa terbaik di hadapan klien atau konsumen.

Ada beberapa perusahaan yang mentolerir meeting di luar jam kerja. Ada juga tim perusahaan yang fleksibel dengan jam kerja. Misalnya, melakukan meeting di luar jam kerja. 

Gunakan bahasa tubuh yang santun. Itu akan membuat performa kamu baik. Walaupun sepertinya sepele, tetapi memperhatikan kesopanan akan menjadi salah satu penentu.

Jalin Pendekatan yang Baik dengan Orang-Orang di Sekitar Perusahaan

Etika mengajukan proposal usaha yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah melakukan pendekatan dengan orang-orang sekitar perusahaan, baik internal maupun eksternal.  

Memperluas jaringan relasi akan menambah dampak yang baik bagi bisnis kamu. Ini juga akan mempengaruhi pengalaman yang bisa kamu peroleh. Hal yang perlu kamu ingat adalah jangan pernah meremehkan profesi apapun. 

Bahkan biasanya kamu bisa mendapatkan informasi akurat dari orang-orang yang yang yang berprofesi, seperti satpam atau pedagang di sekitar perusahaan. Dengan informasi non formal dari orang orang di sekitar perusahaan, berharap kamu semakin mengenal klien dengan baik. Setiap orang akan suka jika ada yang mengenal dan memperhatikan.

Dengan mengenal orang orang internal perusahaan, kamu bisa mendapatkan informasi lebih cepat daripada hanya menunggu panggilan dari pihak perusahaan. Terkadang pembicaraan di kantin perusahaan bisa memperlancar nasib proposal dana.

Tepat Waktu dan Menepati Janji

Ketika kamu mengajukan proposal usaha, biasanya perusahaan akan memanggil kamu untuk mempresentasikan proposal yang kamu ajukan. Usahakan tepat waktu, jangan sampai membuat perusahaan menunggu. Lebih baik datang ke lokasi sebelum waktunya. 

Menepati janji menjadi penting mengingat kemungkinan akan ada banyak pertemuan antara kamu dengan klien ke depannya. Sebagai contoh klien meminta laporan keuangan selama 2 periode berjalan. Kemudian jangan sampai ketika bertemu, kamu lupa membawa laporan keuangan tersebut dengan alasan teknis. Hindari mengecewakan klien dan selalu memperbaiki kinerja bisnis kamu.

Tidak Memberi Hadiah Berlebihan 

Jangan memberi hadiah berlebihan apalagi sebelum proposal usaha lolos. Ini untuk menjaga agar tidak ada salah paham dari pihak kedua maupun pihak lain.  

Jika hadiah itu sesuatu yang wajar, misalnya makanan atau merchandise, masih masuk dalam etika yang baik. Tetapi, jika hadiah itu berlebihan, maka akan menimbulkan kecurigaan dan hal seperti ini bisa masuk ke dalam kategori etika yang tidak baik.

Sebagai manusia yang juga berinteraksi dengan pihak lain, kamu harus memperhatikan etika di dalam hubungan kerja. Menjaga etika sama dengan menjaga nama baik. Ibaratnya menjaga nama baik itu bersusah payah. Tetapi ketika melakukan kesalahan, orang akan mengingat kesalahan itu. Berhati-hati untuk menjaga kepercayaan pihak lain. Karena bisnis adalah roda yang terus berputar. Melakukan hal baik dan etika yang baik akan menjadi tanaman kebaikan. Kelak kamu akan memanam kebaikan dari etika yang kamu jaga dalam hubungan interaksi dengan pihak lain.

7 Contoh Proposal Usaha Franchise Makanan dan Minuman

Pengertian franchise sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba, yaitu “Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba”. 

Jadi dalam franchise setidaknya ada dua pihak yang terlibat. Pertama adalah pihak yang memiliki hak franchise dan menjual waralaba-nya kepada pihak kedua. Pihak pertama ini biasa dikenal sebagai franchisor. Kemudian pihak kedua adalah yang membeli franchise dari pihak pertama. Pembayaran atas franchise dikenal dengan sebutan franchise fee.

Pihak kedua ini disebut franchisee. Kedua pihak ini terikat dalam perjanjian waralaba. Bentuk franchise adalah Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) serta segala penemuan dari brand yang menjadi milik franchisor. 

Franchise merupakan salah satu strategi ekspansi bisnis yang efektif. Terutama untuk bisnis makanan dan minuman, akan lebih cepat terkenal. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu saja kamu harus memahami karakteristik bisnis makanan dan minuman, sehingga layak untuk di-franchise-kan.

Ada banyak contoh proposal usaha franchise untuk bisnis makanan dan minuman. Mulai dari yang sederhana, berbentuk postingan website, sampai landing page. Berikut adalah 7 contoh proposal usaha franchise dari beragam brand.

Proposal Franchise Minuman Kopi dan Teh

Minuman kopi dan teh, selalu memiliki banyak penggemar. Bentuk proposal standar untuk franchise minuman kopi dan teh kekinian, bisa kamu akses di https://www.galeriproposal.com/2021/11/3-contoh-proposal-franchise-pdf-menarik.html

Proposal Franchise Minuman Kekinian

Minuman kekinian adalah minuman yang sedang ngetrend dan memiliki banyak penggemar. Umumnya minuman ini berupa minuman segar, dengan tambahan aneka topping menarik. Untuk melihat contoh proposal bisnis franchise minuman kekinian dalam bentuk postingan website, kamu dapat melihat milik franchise minuman “Teguk” di https://brandpedia.id/franchise-minuman-teguk/ .

Proposal Franchise Air Mineral

Air mineral menjadi kebutuhan setiap orang. Maka bisnis franchise untuk bidang ini, tentu bisa mendatangkan banyak konsumen. Untuk contoh proposal franchise air mineral dalam bentuk landing page, kamu dapat melihat milik “Air Minum Biru”, yang bisa kamu akses di https://www.franchiseglobal.com/depo-air-minum-biru.html .

Proposal Franchise Resto Ayam Goreng

Ayam goreng dicinta dimana saja. Maka franchise bisnis ini tentu menguntungkan. Proposal franchise, untuk resto ayam goreng milik “Amazy”, dapat kamu akses di https://www.franchiseglobal.com/amazy.html

Proposal Franchise Resto

Resto tentu menawarkan aneka menu, baik makanan atau minuman. Berikut adalah contoh proposal franchise, dari “Foodpedia” dalam bentuk landing page. Kamu bisa mengaksesnya di https://foodpedia.id/franchise-cafe/?gclid=Cj0KCQjwgMqSBhDCARIsAIIVN1Ulzi6RN53ENFz0OWlQL_-H7RGJxpg3EgL1k5i13FMvJ2qUSpIUEYIaAo0JEALw_wcB 

Proposal Franchise Bakso

Bakso adalah makanan yang memiliki banyak penggemar. Jika kamu membeli franchise-nya, kemungkinan suksesnya juga tinggi. Berikut adalah contoh proposal franchise Bakso “Kaget”, dalam bentuk landing page. Kamu bisa mengaksesnya di https://www.bakso-kaget.com/partnership .

Proposal Franchise Roti

Roti adalah makanan yang disukai hampir semua orang. Untuk contoh proposal franchise-nya milik Roti ‘O, dapat kamu akses di https://taukan.com/franchise-roti-o/ 

Itulah cara dan etika seputar membuat proposal usaha serta contohnya jika usaha kamu dalam bidang franchise. Ternyata membuat proposal bisnis franchise tidak terlalu susah. Asal kamu sudah membaca keseluruhan artikel ini. Apakah kamu sudah siap mengembangkan bisnismu?

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP