fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Contoh Surat Kuasa, Fungsi, dan Segala Hal yang Berkaitan Dengannya

contoh surat kuasa

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu mungkin pernah mengalami berhalangan mengurus sesuatu dan meminta orang lain untuk membantu kamu. Misalnya, kamu perlu bantuan pengurusan/pengambilan terkait dokumen seperti ijazah, paspor, dan visa, atau hal sederhana seperti pengambilan barang. Saat itulah kamu membutuhkan contoh surat kuasa untuk keperluan-keperluan yang membutuhkan surat kuasa.

Surat kuasa biasanya berguna dalam urusan yang bersifat administratif dan birokratis. Tujuannya untuk memudahkan segala perkara yang terpaksa menggunakan perwakilan, karena kesibukan seseorang ataupun faktor lainnya.

Apa Itu Surat Kuasa?

Melansir Hukum Online, dalam sistem hukum Indonesia, surat kuasa merupakan hukum perdata yang terdapat dalam Pasal 1792 KUH Perdata. Bunyinya, “Pemberian kuasa ialah suatu persetujuan yang berisikan pemberian kekuasaan kepada orang lain yang menerimanya untuk melaksanakan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa”.

Kuasa tersebut dapat kita berikan dan terima dalam suatu akta umum, dalam suatu tulisan bawah tangan, bahkan dalam sepucuk surat atau pun lisan. Selain itu, pemberian kuasa dapat berlaku secara khusus, yaitu mengenai hanya satu kepentingan atau lebih. Atau, secara umum, meliputi segala kepentingan dari si pemberi kuasa.

Jadi, sebenarnya pemberian kuasa dapat secara tertulis ataupun lisan. Namun, dalam praktiknya yang sering kita lihat sehari-hari, kuasa lebih sering secara tertulis dalam bentuk surat kuasa. Secara definisi, menurut buku Buku Ajar Praktek Peradilan Perdata, surat kuasa adalah surat yang di dalamnya berisikan segala pernyataan yang berkaitan dengan pemberian kekuasaan atau wewenang dari seorang pemberi kuasa kepada penerima kuasa. 

Baca Juga: Contoh Surat Kuasa dan Tips-Tips Membuatnya

Jenis dan Fungsi

contoh surat kuasa

Untuk lebih memahami tentang surat kuasa dan sebelum mengetahui contoh surat kuasa, kamu perlu mengetahui jenis-jenisnya. Dari jenis-jenis tersebut, kamu akan mengetahui juga fungsi dan maksudnya yang berbeda-beda. Masih mengutip Hukum Online, ada empat jenis surat kuasa dan fungsinya.

  1. Surat Kuasa Umum

Merupakan jenis surat yang tujuannya untuk seseorang dalam mengurus segala kepentingan pemberi kuasa. Dalam surat jenis ini, penerima kuasa memiliki wewenang dalam mengatur segala kepentingan yang berkaitan dengan pemberi kuasa.

  1. Surat Kuasa Khusus

Jenis surat kuasa ini berfungsi memberi kuasa kepada seseorang untuk mewakili pemberi kuasa menghadapi segala proses di pengadilan.

  1. Surat Kuasa Istimewa

Surat ini untuk mewakilkan segala tindakan yang hanya dilakukan oleh orang bersangkutan dan didelegasikan kepada orang lain. Jika orang yang bersangkutan memiliki alasan untuk tidak dapat melakukan tindakan tersebut, maka kamu dapat menggunakan surat jenis ini sebagai jalan keluarnya.

  1. Surat Kuasa Perantara

Surat kuasa perantara merupakan surat yang pembuatannya untuk mewakili setiap broker atau perantara perdagangan.

Baca Juga: Beberapa Istilah Bisnis Online yang Perlu Kamu Tahu

Struktur Surat Kuasa

Dengan mengetahui struktur surat kuasa, akan memudahkan kamu dalam membuatnya dan tidak ada hal penting yang terlewat. Mengutip Katadata, inilah struktur pada surat kuasa secara umum. 

  • Judul surat: Secara umum mencantumkan kalimat “Surat Kuasa”, tapi ada juga contoh surat kuasa yang menuliskan judul seperti “Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan”. Intinya, mencantumkan tujuan atau maksud pemberian kuasa. 
  • Kalimat pembuka: Pada awal surat biasanya terrtulis kalimat “Yang bertanda tangan di bawah ini”. Bisa juga menunjukkan waktu serta tempat pembuatan surat tersebut. 
  • Identitas pemberi kuasa: Bagian ini biasanya berupa nama, nomor identitas seperti KTP, alamat, dan sebagainya.
  • Identitas penerima kuasa: Sama seperti poin ketiga, di sini tertulis berupa nama, nomor identitas seperti KTP, alamat, dan sebagainya. 
  • Pemberian sifat kuasa: Hal ini mengacu pada sifat surat, misalnya umum, khusus, atau istimewa, seperti yang telah dijelaskan di bagian jenis dan fungsi surat.  
  • Perbuatan yang dikuasakan: Merujuk pada KUH Perdata, ada empat syarat sahnya suatu surat. Yakni, kesepakatan, kecakapan, hal tertentu, dan sebab yang dibolehkan. 
  • Klausul hak retensi: Hak retensi adalah hak bagi penerima kuasa menahan benda milik pemberi kuasa, akibat dari pemberian kuasa, hingga piutang yang berkaitan dengan pemberian kuasa tersebut dilunasi oleh si pemberi kuasa. Pencantuman hal ini dalam surat biasanya untuk penagihan utang.  
  • Pemberian hak substitusi: Maksud dari hal ini adalah, apakah pemberian kuasa tersebut dapat dilimpahkan dengan menggunakan surat atau tidak? Contoh kalimat yang biasanya tercantum ialah: “Kuasa ini diberikan dengan hak substitusi”. Pencantuman atau tidak klausul tersebut tergantung kesepakatan antara si pemberi kuasa dan si penerima kuasa.  
  • Penutup: Berupa kalimat akhir, misalnya: “Demikian surat ini diberikan, untuk dikerjakan dengan itikad baik dan dapat digunakan sebagaimana mestinya”.

Baca Juga: Surat Penawaran dalam Bisnis, Kenali di Sini

Contoh Surat Kuasa

contoh surat kuasa

Jika kamu browse di internet, ada banyak sekali contoh surat kuasa. Tetapi, tidak semua contoh surat kuasa tersebut sesuai dengan standar penulisan yang ada. Mengutip Kompas dan Katadata, beberapa contoh surat kuasa di bawah ini dapat kamu jadikan sebagai rujukan.

Contoh Surat Kuasa Perwalian Urusan Bank

SURAT KUASA (ditulis dengan huruf besar di tengah) 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama: ___________

Tempat, tanggal lahir: ___________

Pekerjaan: ___________

Alamat: ___________

Dengan ini memberi kuasa penuh kepada: 

Nama: ___________

Tempat, tanggal lahir: ___________

NIK (nomor KTP): ___________

Pekerjaan: ___________

Alamat: ___________

Untuk mengurus pengambilan sejumlah uang di rekening Bank ___________ dengan nomor rekening ___________ atas nama ___________ dan menandatangani berkas-berkas yang bersangkutan. 

Demikian surat pernyataan pemberian kekuasaan ini saya buat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. 

Jakarta, (tanggal bulan tahun)

Yang Diberi Kuasa dan Yang Memberi Kuasa 

(Meterai)

(Nama Pemberi Kuasa)                                     (Nama yang Diberi Kuasa) 

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Barang 

SURAT KUASA PENGAMBILAN BARANG 

Yang bertanda di bawah ini: 

Nama: ___________

Pekerjaan: ___________

Alamat: ___________

Memberikan kuasa kepada:

Nama: ___________

Pekerjaan: ___________

Alamat: ___________

Pihak Pertama telah memberikan kuasanya kepada Pihak Kedua untuk dapat mewakili Pihak Pertama dalam mengambil barang berupa ___________, sebanyak ___________, di __________.

Demikian surat kuasa ini saya buat, agar dapat berguna sebagaimana mestinya. 

(Tempat dan tanggal pembuatan surat kuasa) 

(Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa) 

 

Contoh Surat Kuasa Pengambilan Ijazah/Paspor/Visa 

SURAT KUASA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama: ___________

NIK: ___________

Alamat: ___________

Selanjutnya tertulis sebagai Pihak Pertama, memberikan kuasa kepada: 

Nama: ___________

NIK: ___________

Alamat: ___________

Dan selanjutnya tertulis sebagai Pihak Kedua, untuk mengambilkan dokumen ijazah/paspor/visa Pihak Pertama dengan nomor ijazah/paspor/visa ___________ yang sudah selesai proses pengurusannya di ___________. 

Demikian surat kuasa ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

(Kota dan tanggal pembuatan)

Tanda tangan 

(Pemberi Kuasa) 

 

Contoh Surat Kuasa Istimewa 

SURAT KUASA 

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama: ___________

Pekerjaan: ___________

Alamat: ___________

Dalam hal ini bertindak atas nama sendiri, selanjutnya disebut sebagai pemberi kuasa, 

MEMBERI KUASA PENUH KEPADA: 

___________ 

___________

___________

ADVOKAT/PENASIHAT HUKUM (contoh profesi yang mendapat kuasa), baik bersama-sama atau sendiri-sendiri pada kantor ___________. Pemberi kuasa meminta kediaman hukum di kantor tersebut di atas. 

Selanjutnya disebut sebagai penerima kuasa untuk mendampingi dan melakukan pembelaan hukum dalam arti seluas luasnya, tanpa sesuatu yang dikecualikan kepada pemberi kuasa atas dakwaan atau tuntutan yang berlaku. 

(Tempat dan tanggal pembuatan surat kuasa) 

(meterai)

(Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa) 

 

Contoh Surat Kuasa Kedinasan

Dinas Koperasi dan UMKM Kota ___________

Alamat: ___________

SURAT KUASA 

Nomor: ___________

Yang bertanda tangan di bawah ini selanjutnya sebagai Pihak Pertama: 

Nama: ___________

Instansi: Dinas Koperasi dan UMKM Kota ___________

Jabatan: ___________

Alamat: ___________

Nomor telepon: ___________

Memberikan kuasa kepada Pihak Kedua: 

Nama: ___________

Jabatan: 

Alamat: ___________

Nomor telepon: ___________

Dengan ini Pihak Pertama memberikan kuasa kepada Pihak Kedua untuk aktivasi dan mencairkan dana bantuan dari pemerintah pusat serta membagikannya kepada pemilik usaha kecil di Kota ___________ (kalimat ini adalah contoh saja). 

Demikian surat kuasa ini disusun untuk digunakan sebagaimana mestinya. 

Dinas Koperasi dan UMKM Kota ___________

Kepala Dinas 

(Nama)

 

Contoh Surat Kuasa Perantara

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini

 Nama: ___________

Tempat Tanggal Lahir: ___________

Nomor KTP: ___________

Alamat: ___________

Memberi kuasa pengambilan upah untuk bulan ….. karena pemberi kuasa ___________ (nama) sedang mengalami halangan (sakit). Oleh sebab itu memberi kuasa kepada,

Nama: ___________

Tempat Tanggal Lahir: ___________

Nomor KTP: ___________

Alamat: ___________

Demikian surat kuasa ini saya buat agar dapat berguna sebagaimana mestinya.

(Tempat dan tanggal pembuatan surat kuasa) 

(Nama dan tanda tangan pemberi dan penerima kuasa)

 

Contoh Surat Kuasa Khusus

SURAT KUASA MENDAMPINGI KASUS PENGADILAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: ___________

Tempat, tanggal lahir: ___________

Umur: ___________

Kebangsaan: ___________

Pekerjaan: ___________

Alamat: ___________

Selanjutnya sebagai PEMBERI KUASA

Yang dalam hal ini memilih domisili hukum di kantor ___________.

Dengan ini memberi kuasa kepada:

___________

Advokat, pengacara, dan konsultan hukum berkantor di ___________, yang beralamat di ___________, yang dalam perkara ini dapat bertindak sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

Selanjutnya sebagai PENERIMA KUASA.

KHUSUS

Untuk mendampingi dan membela kepentingan hukum Pemberi Kuasa sehubungan adanya dugaan tindak pidana penggelapan uang sebagaimana dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana penggelapan uang. Baik di Polresta ___________, Kejaksaan Negeri ___________, Pengadilan Negeri Kelas IA ___________, maupun upaya hukum lainnya.

Untuk keperluan tersebut di atas, Penerima Kuasa berhak menghadap dan berbicara di hadapan Kepolisian RI, Kejaksaan RI, Pengadilan Negeri, serta pejabat-pejabat di instansi-instansi lainnya. Mengajukan surat-surat dan permohonan-permohonan, mengajukan pembelaan dan jawaban, membalas segala perlawanan, memohon keputusan-keputusan, menerima putusan, membuat serta mengajukan permohonan banding, kasasi, peninjauan kembali, serta membuat persetujuan-persetujuan atas persetujuan Pemberi Puasa. 

Pada pokoknya Penerima Kuasa dapat melakukan segala perbuatan/tindakan yang peraturan perundang-undangan bolehkan sesuai dengan maksud pemberian kuasa ini.

Demikian surat kuasa ini dibuat agar dapat digunakan dipakai sebagaimana mestinya.

(Tempat dan tanggal surat kuasa dibuat) 

(Nama dan tanda tangan pemberi dan penerima kuasa) 

 

Itulah beberapa contoh surat kuasa yang bisa kamu gunakan dalam berbagai keperluan. Prinsipnya, penggunaan surat kuasa sebaiknya hanya kamu gunakan dalam situasi yang urgen dan sangat penting. Apabila kamu bisa melakukannya sendiri, sebaiknya tidak perlu meminta orang lain melalui surat kuasa tersebut.

 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: