fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Contoh Surat Kuasa dan Tips-Tips Membuatnya

Surat Kuasa

Kamu pasti pernah berada di suatu kondisi yang membuat kamu tidak bisa mengurus sesuatu yang mesti kamu lakukan sendiri karena terhalang alasan tertentu. Misalnya, harus mengambil uang di bank, tetapi di saat yang sama ada keperluan yang sama pentingnya di tempat yang lain. Dalam hal itu, surat kuasa bisa menjadi solusi.

Pengaplikasiannya bisa berlaku dalam beberapa kondisi, selain contoh sebelumnya. Penerapan surat kuasa bisa untuk penjualan, mengurus warisan, pengambilan dokumen kependudukan, penjualan tanah, hibah tanah atau rumah. Ada pula surat kuasa penagihan utang, pengurusan akta perkawinan, menjual kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi.

Pengertian Surat Kuasa

Surat kuasa adalah surat untuk melimpahkan wewenang dari pihak yang secara sah memiliki wewenang kepada pihak lain (wali kuasa). Nantinya, wali kuasa yang akan mewakili pemilik wewenang dan mempunyai otoritas penuh terhadap objek pelimpahan kuasa sebagaimana uraian sebelumnya.

Dengan kata lain, surat kuasa adalah suatu dokumen yang berisi penunjukkan dan pemberian wewenang pada orang lain untuk melakukan perbuatan hukum untuk dan atas namanya. Sementara itu, menurut Pasal 1792 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan nama seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya untuk dan atas namanya menyelenggarakan suatu urusan.

Surat kuasa merupakan bukti sah bagi pihak yang beroleh kepercayaan kuasa atau wali kuasa, sehingga dirinya memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pemilik kuasa sebelumnya sesuai apa yang tercantum di dalamnya. Berlandaskan alasan tersebut, pemilihan wali kuasa mesti berlaku dengan sikap penuh hati-hati.

Biasanya, wali kuasa merupakan orang yang benar-benar mendapat kepercayaan dari pemberi kuasa. Dasar anggapannya, wali kuasa mampu menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan pemberian hak dalam surat kuasa. Beberapa contoh di antaranya, seperti pengacara, keluarga, atau orang lain yang juga mendapat kepercayaan.

Selain itu, mengingat fungsinya sebagai bukti yang sah, pemberi kuasa harus memberikan informasi sesungguhnya berdasarkan keadaan yang ada. Dengan kata lain, pemberi kuasa pun tidak bisa bersikap sembarangan, termasuk perihal penyampaian informasi.

Dasar Hukum 

Surat Kuasa

Burgerlijk Wetboek (BW) yang merupakan sebutan lain dari Pasal 1792 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) menyebutkan secara tersirat ihwal pengaturan hukum mengenai surat kuasa. Pasal ini menjelaskan pengertian surat kuasa sebagaimana uraian di atas.

Penjelasan selanjutnya terdapat dalam dalam Pasal 1793 KUHPer yang menjelaskan, bahwa kuasa dapat diberikan dan diterima dengan suatu akta umum, dengan surat di bawah tangan bahkan dengan sepucuk surat ataupun dengan lisan. Penerimaan suatu kuasa dapat pula terjadi secara diam-diam dan disimpulkan dari pelaksanaan kuasa itu oleh yang diberi kuasa.

Ciri-Ciri

Terdapat beberapa perbedaan yang sangat jelas antara surat kuasa dengan surat lainnya, antara lain:

  • Memuat pernyataan mengenai pengalihan kekuasaan atau wewenang kepada wali kuasa.
  • Menggunakan Bahasa Indonesia baku, sehingga yang membacanya mudah memahami.
  • Menggunakan tata bahasa yang jelas, singkat, dan padat.

Jenis-Jenis

Beberapa jenis surat kuasa pada umumnya terdiri atas beberapa kategori berdasarkan pemberinya dan tujuannya. Berikut pembagiannya:

  • Pribadi

Surat kuasa pribadi biasanya memiliki sifat non-formal atas penerbitan secara pribadi, perorangan, atau personal. Biasanya, terkait urusan-urusan yang berhubungan dengan dokumen pribadi. Beberapa di antaranya, seperti surat kuasa pengambilan uang di bank, pengambilan pensiun, hingga pengambilan barang.

  • Resmi

Pada umumnya, surat kuasa resmi berasal dari instansi tertentu, baik itu lembaga pemerintahan maupun perusahaan. Biasanya, lembaga pemerintahan maupun perusahaan memberikan surat kuasa resmi ini kepada karyawan atau pegawai untuk melakukan kegiatan tertentu sesuai amanat instansi penerbit surat kuasanya. Contohnya adalah untuk menghadiri acara atau kegiatan tertentu.

  • Insidentil

Sebagaimana namanya, surat kuasa insidentil merujuk pada suatu insiden atau peristiwa tertentu. Contohnya, untuk berbicara di pengadilan, setelah memperoleh izin dari ketua pengadilan. Namun, penerima kuasa bukan merupakan pengacara dan tidak menerima uang dari pemberi kuasa. Biasanya, dalam hal ini, penerima kuasa masih memiliki hubungan darah dengan pemberi kuasa.

Mekanisme surat kuasa insidentil yaitu:

    1. Yang bersangkutan mengajukan permohonan kuasa insidentil kepada Ketua Pengadilan dengan melampirkan bukti kekeluargaan antara dirinya dengan pemberi kuasa.
    2. Jika izin beracara terkabul, maka pengadilan mendaftarkannya dalam buku yang telah tersedia untuk itu. Gunanya untuk mencegah terjadinya praktik yang berulang-ulang, karena pada hakikatnya pemberi bantuan hukum yang sifatnya individu hanya berlaku dalam waktu satu tahun dan untuk satu perkara saja.
    3. Setelah izin terkabul dan terdaftar, maka kedua belah pihak membuat surat kuasa khusus, kemudian mendaftarkan dalam register surat kuasa khusus. Setelah itu, baru mengajukan surat gugatan.
  • Perantara

Surat pemberian kuasa perantara, atau banyak yang menyebut sebagai surat kuasa agen. Pemberi kuasa dalam surat kuasa jenis ini bertindak sebagai pemberi perintah maupun instruksi. Sementara itu, pihak kedua atau penerima kuasa berkedudukan sebagai agen untuk melakukan tindakan hukum dengan pihak ketiga. Dalam surat kuasa ini, pihak ketiga harus tertera secara jelas secara tertulis.

  • Istimewa

Pembuatan surat kuasa istimewa ketika seseorang yang wajib melakukan sesuatu tidak dapat melakukannya karena sesuatu hal. Sehingga suatu tindakan yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang bersangkutan secara pribadi dapat diwakilkan kepada kuasa.

Umumnya, surat pemberian kuasa istimewa dibuat oleh pihak yang sedang terjerat masalah hukum dan dialihkan kepada pengacara maupun lembaga hukum. Tetapi, surat kuasa istimewa bersifat limitatif, artinya perbuatan hukum tersebut hanya dapat dilakukan oleh pemberi kuasa sendiri. Tidak ada substitusi kuasa dalam kuasa istimewa ini.

Oleh karena itu, tindakan istimewa yang ada hanya terbatas pada pemindahtanganan benda-benda milik pemberi kuasa maupun untuk meletakkan hak tanggungan di atas benda tersebut. Tujuannya untuk menjalin perdamaian dengan pihak ketiga, dan untuk mengucapkan sumpah tertentu.

  • Khusus

Adalah surat yang berisi pernyataan terkait pemindahan wewenang seseorang, yaitu pemberi kuasa ke penerima kuasa. Surat kuasa khusus juga bisa berarti surat pemberian kuasa untuk melakukan perbuatan hukum tertentu secara tegas.

Dasar hukum tercantum dalam Pasal 1795 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer). Dikatakan ‘kuasa khusus’ karena pemberian kuasa dilakukan secara khusus, yaitu hanya mengenai satu kepentingan tertentu atau lebih yang meliputi segala kepentingan pemberi kuasa. Surat kuasa khusus bisa kamu gunakan untuk memindahtangankan atau mengalihkan barang, meletakkan hak tanggungan atas barang, membuat suatu perdama oleh pemilik kuasa.

Karena surat kuasa khusus bertujuan untuk memindahkan wewenang dari pemilik kuasa sebenarnya ke penerima kuasa, maka pemberi kuasa harus memiliki kepercayaan penuh kepada penerima kuasa. Penerima kuasa juga harus mampu menjalankan wewenang serta tanggung jawab sesuai dengan apa yang tertera dalam surat kuasa khusus tersebut.

Itulah sebabnya dalam membuat surat kuasa khusus, antara pemberi kuasa dan penerima kuasa, harus memberikan informasi sesungguhnya. Dengan begitu antara pemberi kuasa dan penerima kuasa bisa menjalankan hak dan tanggung jawabnya dengan baik. 

Fungsi dan Manfaat Surat Kuasa

Fungsi dari surat ini adalah untuk membuktikan kepada bank bahwasanya pihak yang mendapatkan kuasa telah menerima kepercayaan dari pemberi kuasa untuk melakukan tugas yang tertuang dalam surat. 

Lantas, manfaat seperti apakah yang bisa kita petik dari fungsi surat kuasa tersebut? Berikut perinciannya.

  1. Pencairan Uang di Bank

Jika kamu perlu mencairkan uang di bank untuk kebutuhan bisnis, tapi sayangnya kamu sedang ada kegiatan bisnis lain yang tak bisa kamu tinggalkan, maka kamu bisa menggunakan surat penyerahan wewenang untuk masalah ini. Kamu hanya perlu menentukan orang yang kamu percayai sebagai penerima kuasa.

  1. Membuat Rekening Bank

Untuk melancarkan jalannya transaksi bisnis, para pelaku usaha sering kali harus membuat rekening bank baru untuk mengirim dan menerima pembayaran. Namun, proses pembuatan rekening baru mengharuskan kamu untuk datang langsung ke bank.

Apabila kamu berhalangan hadir, kamu bisa membuat surat kuasa. Berikan tanggung jawab ini kepada orang yang paling kamu percaya agar proses pembuatan rekening bank baru berjalan lancar.

  1. Transfer Uang dalam Jumlah Besar

Pengiriman uang lewat mobile banking sering kali terhambat limit harian. Padahal, perpindahan uang dalam suatu bisnis harus berjalan cepat. Nah, salah satu solusi yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengirim uang lewat teller bank.

Dalam situasi seperti ini, kamu bisa mengandalkan surat kuasa. Meski harus mengirim uang dalam jumlah besar, selama ada surat tersebut, maka pengiriman dapat segera berproses.

  1. Mengurus Kepentingan pada Buku Rekening

Jika ada masalah terkait buku rekening perusahaan, kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk menangani hal ini dengan menggunakan surat yang menyatakan bahwa tugas tersebut telah kamu percayakan kepada pihak ketiga.

  1. Kartu ATM Hilang atau Masa Berlaku Telah Habis

Sama halnya dengan masalah di atas, soal kartu ATM hilang atau masa berlaku yang telah habis juga bisa teratasi lewat surat kuasa dengan meminta bantuan pihak ketiga untuk mengurus masalah tersebut. Pastikan semua dokumen telah lengkap sebelum kamu mengamanahkan masalah ini ke orang lain.

  1. Pengambilan Dokumen Pribadi

Untuk urusan pribadi seperti pengambilan visa, BPKB kendaraan, dan dokumen penting lainnya juga bisa dilakukan oleh orang ketiga dengan mengantongi surat penyerahan wewenang yang telah kamu siapkan dan tanda tangani.

  1. Pengambilan Barang

Butuh mengambil barang untuk keperluan bisnis tapi terhalang meeting dengan klien? Tidak perlu khawatir karena kamu bisa mendelegasikan tugas tersebut ke orang lain. Kamu hanya perlu membuat surat yang berisi penyerahan wewenang agar orang yang menjadi penerima kuasa mempunyai hak dan kewajiban untuk mengambil barang yang dimaksud.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Bagian-Bagian Surat Kuasa

Penyusunan surat kuasa juga harus memperhatikan bagian-bagian pentingnya. Beberapa bagian penting tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Kop atau Kepala Surat 

Kop atau kepala surat penting karena menjadi identitas dari pemberi kuasa. Bagian kepala surat biasanya menyertakan juga alamat, nomor telepon, maupun email dari instansi, lembaga, atau perusahaan terkait.

  • Nomor Surat

Sama dengan bagian sebelumnya, nomor surat juga menjadi bagian penting dari surat yang keluar dari oleh instansi, lembaga, maupun perusahaan ini. Nomor surat menjadi bukti bahwa surat tersebut merupakan surat resmi. Dalam penulisan format memiliki kode-kode yang juga memiliki maksud tersendiri. Tujuan penomoran surat tentunya akan memudahkan mengetahui pembuatan surat tersebut serta dapat memudahkan dalam melakukan pengarsipan.

  •  Judul Surat

Bagian judul surat pada umumnya sangat sederhana, yaitu penulisan “Surat Kuasa”. Fungsinya adalah untuk mengetahui jenis surat yang telah terbit. Penulisan judul biasanya berada pada bagian teratas surat setelah kop dan nomor surat. Penulisan judul biasanya menggunakan ukuran huruf yang lebih besar dari isi surat.

  •  Tanggal dan Waktu Pemberian Kuasa

Pencantuman tempat dan tanggal surat bertujuan untuk memberi informasi mengenai kapan dan lokasi pembuatan surat tersebut.

  •  Nama dan Identitas Pemberi Kuasa dan Penerima Kuasa

Nama dan identitas merupakan salah satu bagian paling penting, Pada umumnya terdapat dua belah pihak, yaitu pemberi kuasa serta penerima kuasa. Pemberi kuasa akan memberi sebuah perintah kepada penerima kuasa untuk melakukan sesuatu. Proses perjanjian harus bersifat konsensual dan mengikat. Penulisan nama perlu menyertakan juga nomor identitas dari pemberi dan penerima kuasa, pekerjaan, serta tempat tanggal lahir dan alamat.

  •  Isi Surat yang Berkaitan dengan Pemberian Wewenang

Bagian lainnya yang tak kalah penting adalah isi wewenang yang diberikan. Hal ini berisi penjelasan mengenai perintah untuk melakukan sesuai yang diberikan oleh pemberi kuasa kepada penerima kuasa.

  •  Tanda Tangan Bermaterai Penerima Kuasa dan Pemberi Kuasa

Kamu juga perlu memberikan materai dalam surat. Keberadaan materai menjadi bukti keabsahan di mata hukum. Pastikan bahwa kedua belah pihak menandatangani surat di atas materai yang sudah disiapkan tadi.

  •  Cap atau Stempel dari Instansi dan Lembaga

Fungsi cap maupun stempel adalah sebagai tanda keabsahan dokumen tersebut. Cap atau stempel biasanya digunakan untuk melengkapi tandatangan pada bagian penutup surat.

Contoh Surat Kuasa

Berikut beberapa contoh yang bisa kamu bikin sesuai dengan tujuan pemberian kuasanya.

Perwalian Urusan Bank

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama: 

Pekerjaan: 

Nomor KTP:

Alamat: 

Dengan ini memberi kuasa kepada: 

Nama: 

Pekerjaan: 

Nomor KTP: 

Alamat: 

Untuk mengambil uang di Bank _____ dengan alamat kantor cabang di Jalan ___________ untuk pembayaran rekening telepon yang memberi kuasa yakni dengan kriteria sebagai berikut: 

Besarnya uang: Rp 

No. Rekening: 

Demikian hal ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. 

 

(Tempat dan tanggal pembuatan surat) 

(Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa)

 


Pengambilan Barang 

SURAT KUASA PENGAMBILAN BARANG

Yang bertanda di bawah ini :

Nama : 

Pekerjaan : 

Alamat : 

Memberikan kuasa kepada :

Nama : 

Pekerjaan : 

Alamat : 

Pihak pertama telah memberikan kuasanya pada pihak kedua untuk dapat mewakili pihak pertama dalam mengambil barang berupa ___________ di Damai Sejahtera Cargo __________. Demikian surat ini dibuat, semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya. 

 

(Tempat dan tanggal pembuatan surat) 

(Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa)

 


Pengambilan BPKB 

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini : 

Nama : 

NIK : 

Alamat : 

Selanjutnya disebut Pemberi Kuasa Memberikan kuasa penuh kepada : 

Nama : 

NIK : 

Alamat : 

Selanjutnya disebut Penerima Kuasa 

Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa untuk mengambil BPKB atas nama (nama penerima kuasa) atas kendaraan dengan rincian: 

Jenis kendaraan : 

Warna kendaraan : 

Nomor mesin : 

Demikian surat ini kami buat dengan sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. 

 

Kota dan tanggal Tanda tangan 

(Tanda tangan pemberi kuasa dan penerima kuasa)

 

 


Istimewa 

SURAT KUASA 

Yang bertanda tangan di bawah ini: 

Nama : 

Pekerjaan : 

Alamat : 

Dalam hal ini bertindak atas nama sendiri, selanjutnya disebut sebagai pemberi kuasa MEMBERI KUASA PENUH KEPADA: 

Nama: (nama pengacara yang ditunjuk) ADVOKAT / PENASIHAT HUKUM, baik bersama-sama atau sendiri-sendiri pada kantor Advokat Indonesia 

Alamat: 

 

Pemberi kuasa meminta kediaman hukum di kantor tersebut di atas. Selanjutnya disebut sebagai penerima kuasa untuk mendampingi dan melakukan pembelaan hukum dalam arti seluas luasnya, tanpa sesuatu yang dikecualikan kepada pemberi kuasa atas dakwaan atau tuntutan yang berlaku. 

 

(Tempat dan tanggal pembuatan surat)

(Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa)

 


Kedinasan 

[Kop Surat]

 

(Nama instansi)

(Alamat instansi)

Nomor surat : 

 

Yang bertanda tangan di bawah ini selanjutnya disebut sebagai pihak pertama: 

Nama : 

Instansi : 

Jabatan : 

Alamat : 

Nomor telepon : 

Memberikan kuasa kepada pihak kedua: 

Nama : 

Jabatan : 

Alamat : 

Nomor telepon : 

Dengan ini pihak pertama memberikan kuasa kepada pihak kedua untuk ______. Demikian hal ini tersusun untuk penggunaan sebagaimana mestinya. 

 

(Tempat dan tanggal pembuatan surat)

(Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa)

 


 

Khusus

surat kuasa khusus

Surat Kuasa Ahli Waris

Surat kuasa ahli waris adalah bukti yang sah pemberian kuasa dan wewenang kepada salah satu ahli waris sebagai pihak ketiga atas harta waris. Meskipun dalam contoh spesifik membahas tanah sebagai harta waris, sebenarnya kuasa bisa kamu berikan pada harta waris pada umumnya, tidak hanya tanah dan bangunan saja.

Sebenarnya ketika ada orang yang meninggal dunia, maka seluruh harta warisnya akan menjadi milik ahli waris secara langsung. Tetapi biasanya yang terjadi adalah jumlah ahli waris dari harta yang tertinggal lebih dari satu orang. 

Oleh sebab itu, para ahli waris ini perlu memberi kuasa kepada salah satu ahli waris untuk mengurus beberapa keperluan untuk mempermudah masalah administrasi. Seperti penjualan tanah dan bangunan tadi misalnya.

Adapun pengertian dari ahli waris adalah orang yang mendapatkan bagian harta dari orang yang meninggal. Ahli waris tertunjuk dengan resmi sesuai hukum yang pada pembagian hak waris gunakan. Hukum yang berguna dalam pembagian waris bisa salah satu dari hukum islam, hukum perdata, maupun hukum adat.

Fungsi Surat Kuasa Ahli Waris

Sehingga yang dimaksud sebagai surat kuasa ini adalah surat resmi yang secara khusus dibuat untuk pemberian kuasa atau wewenang dari para ahli waris kepada pihak ketiga atau pihak tertentu terhadap harta waris yang dimilikinya. Meskipun disebut sebagai pihak ketiga, wajib hukumnya bahwa orang yang ditunjuk adalah salah satu dari yang memiliki hak dalam pembagian warisan tersebut.

Oleh sebab itu, sebelum membuatnya ahli waris, hal pertama yang harus dilakukan adalah menunjuk ahli waris yang akan menjadi penerima kuasa tersebut. Bukti ini kemudian dibuat secara tertulis menjadi surat kuasa ahli waris yang mencantumkan identitas dari seluruh ahli waris yang berhak atas harta warisan tersebut.

Dengan adanya surat kuasa ahli waris, pihak yang ditunjuk sebagai penerima kuasa selanjutnya bisa menyelesaikan sejumlah persoalan administratif. Selain penjualan tanah, ada beberapa contoh lainnya seperti pengambilan dana tabungan atau deposito pewaris di bank, klaim asuransi jiwa, penjualan reksadana, obligasi, dan surat berharga lainnya, serta masih banyak lagi.

Proses Pembuatan Surat Kuasa Ahli Waris

Pembuatan surat ini mungkin akan membutuhkan proses yang cukup panjang, mulai dari penyiapan dokumen persyaratan, melakukan verifikasi berkas permohonan, menyiapkan pernyataan ahli waris, meminta pengantar RT/RW setempat, hingga finalisasinya yaitu penandatanganan oleh kelurahan setempat.

Proses pertama adalah menyiapkan berkas persyaratan. Para ahli waris harus menyiapkan sejumlah dokumen seperti KTP, KK, surat keterangan penguburan, surat nikah pewaris, KTP dan akta seluruh ahli waris. Selanjutnya adalah verifikasi berkas-berkas persyaratan. Hal ini dilakukan untuk memastikan sah tidaknya seorang ahli waris sebagai penerima harta waris.

Para ahli waris juga memerlukan dokumen yang harus kamu buat sebagai salah satu persyaratan yaitu surat keterangan ahli waris, atau surat pernyataan ahli waris. Surat ini menjadi syarat sebagai bentuk verifikasi kembali jika pemberi kuasa memang memiliki hak atas harta warisan yang dimaksud.

Pengurusan surat keterangan ahli waris ini Kementerian Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atur. Adapun beberapa dokumen yang kamu perlukan untuk membuat surat keterangan ahli waris antara lain:

  • Surat permohonan, rangkap 7.
  • Fotokopi KTP dari para pemohon / ahli waris, dengan menggunakan kertas A4.
  • Duplikat Kartu Keluarga Pewaris / Almarhum dengan menggunakan kertas A4.
  • Fotokopi buku nikah dari pewaris / Almarhum dengan menggunakan kertas A4.
  • Melampirkan keterangan silsilah keluarga ahli waris, dari pihak kelurahan.
  • Surat Keterangan Kematian dari pihak penguburan.
  • Catatan sipil kematian.
  • Fotokopi akta lahir dari seluruh ahli waris
  • Surat pernyataan sebagai ahli waris
  • Dokumen Hak Milik Tanah Warisan
  • Surat Keterangan Tanah
  • Kartu keluarga yang mencantumkan nama pewaris
  • Tanda lunas pajak bumi dan bangunan

Format Penulisan Surat Kuasa Ahli Waris

Setelah selesai membuat surat keterangan ahli waris, maka pemohon juga perlu meminta surat pengantar dari RT/RW setempat. Kemudian adalah penandatanganan surat keterangan ahli waris oleh pihak kelurahan setempat. 

Setelah melalui semua proses tersebut, maka pemohon akan mendapatkan surat keterangan ahli waris. Sementara surat kuasa dapat kamu lakukan secara mandiri dengan tanda tangan di atas materai dari semua pihak yang terlibat.

Format penulisan surat kuasa tersebut harus memiliki beberapa poin yang ada di dalam surat, yaitu antara lain:

  • Nama dan identitas lengkap para ahli waris yang memberi kuasa beri.
  • Nama dan identitas lengkap ahli waris yang kuasa.
  • Deskripsi jenis kuasa kamu berikan, yang kamu tulis secara jelas dan tegas, seperti menjual rumah  atau tanah atau menghibahkannya, dan lain-lain.
  • Deskripsi jenis harta kekayaan yang akan pengurusannya kuasakan, yang juga tertulis secara jelas dan tegas, misalnya jika berupa tanah maka harus kamu jelaskan luas dan batas-batas tanah tersebut serta status kepemilikannya
  • Tanggal dan tempat penandatanganan
  • Tanda tangan para pemberi kuasa

Contoh :

Surat Kuasa Ahli Waris 04

Tips Membuat Surat Kuasa

  • Karena biasanya pembuatan surat seperti ini adalah untuk memberikan wewenang yang penting, dan beberapa memiliki nilai ekonomi yang besar, maka pemberi harus benar-benar memilih penerima dengan baik. Setidaknya, pihak penerima harus merupakan orang yang benar-benar kamu percaya untuk menghindari penyalahgunaan. Misalnya pengacara atau keluarga.
  • Untuk menghindari kesalahan data, sebaiknya kamu memberi lampiran berupa dokumen asli sebagai proses verifikasi surat tersebut. Contohnya, jika ingin memberi kuasa untuk pengambilan uang bank, maka kamu perlu melampirkan buku rekening bank.
  • Penulisan surat bisa langsung dengan tulisan tangan, maupun pengetikan komputer atau aplikasi tertentu. Namun, pengesahannya tetap perlu menyertakan tanda tangan atau cap lembaga pemberi maupun penerima kuasa itu.

Semoga penjelasan di atas bermanfaat bagi pengembangan bisnismu ya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP