fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cost per Mile dalam Periklanan Digital dan 5 Manfaatnya untuk Bisnis

cpm 01

Pebisnis online biasanya sudah lekat dan akrab dengan dunia digital marketing. Bahkan mungkin digital marketing sudah menjadi salah satu strategi bisnis atau brand kamu. Kalau sudah akrab dengan digital marketing, maka kamu pasti sering mendengar berbagai istilah dan metrik digital marketing, salah satunya adalah cost per mile

Untuk yang belum tahu istilah tersebut, kamu membaca tulisan yang tepat. Pada artikel ini kita akan membahas lebih dalam seputar metrik yang berguna di era periklanan digital tersebut. Tuntaskan rasa penasaranmu dengan membaca artikel ini sampai habis ya. 

Apa itu Cost Per Mile?

Cost per mile atau CPM juga dikenal sebagai biaya per seribu atau cost per thousand. Cost per mile adalah model periklanan digital yang mendasarkan biaya per 1.000 impressions dalam sebuah tampilan atau tayangan online.

Baca juga: Beriklan Tanpa Ribet dengan Fitur Digital Ads LummoSHOP

Lantas apa yang dimaksud dengan impressions di sini? Impressions adalah berapa kali iklan kamu tampil kepada pembaca atau audiens. Dengan demikian, CPM adalah terminologi digital marketing yang menggambarkan harga 1.000 impressions iklan pada sebuah website. 

Sebagai contoh, jika publisher website atau aplikasi seluler mengenakan biaya Rp30.000, artinya sebagai pengiklan atau digital advertiser akan membayar Rp30.000 untuk setiap 1.000 impressions iklan di website atau aplikasi seluler tersebut. 

Tak jarang advertiser menghitung keberhasilan CPM marketing dengan bantuan click-through rate (CTR). CTR adalah persentase viewer yang telah melihat iklan kamu di website atau aplikasi seluler yang telah kamu pilih dan yang telah melakukan klik iklan kamu. 

 

cpm 02Jenis-jenis CPM

Ada tiga jenis cost per mile yang sebaiknya pebisnis online ketahui. 

     1. vCPM atau viewable Cost Per Mile

vCPM mengacu pada berapa banyak advertiser atau pengiklan yang bersedia membayar untuk impressions yang sebenarnya. Berbeda dengan CPM biasa, CPM tidak dihitung setelah kampanye berjalan. Sebaliknya, vCPM membantu menetapkan bidding minimum untuk display ads.

Sebagai contoh, jika kamu memasang iklan dalam website publisher, tapi pembaca atau pengunjung tidak menggulir halaman tersebut untuk melihat iklan kamu, maka kamu sebagai pengiklan tak perlu membayar untuk display tersebut. Google mendefinisikan iklan sebagai ‘viewed’ ketika 50% konten setidaknya muncul selama satu detik atau lebih. 

Baca juga: Yuk Kenali Seluk Beluk Instagram Ads yang Efektif untuk Bisnis (lummoshop.co.id)

      2. eCPM atau effective Cost Per Mile

eCPM memperhitungkan kemampuan menghasilkan pendapatan dari impressions. Untuk jenis ini, tak cukup hanya CPM biasa atau vCPM saja. Pengunjung harus benar-benar klik iklan dan mulai proses konversi yang berupa menghasilkan revenue atau pendapatan untuk berkontribusi pada pembayaran eCPM kamu. Untuk eCPM, kamu bisa menghitung dengan membagi total pendapatan (revenue) dari klik iklan dengan jumlah total impressions.

      3. CPVC atau Cost Per Completed View

CPVC biasanya khusus untuk video ads. Dengan CPVC kamu hanya perlu membayar jika audiens telah melihat keseluruhan video iklan kamu tanpa berhenti di tengah jalan. Kamu sebagai pengiklan dapat memilih untuk menentukan indikator keberhasilan seperti 5 detik atau 10 detik dalam kampanye iklan ini. Setelah melewati indikator ini, audiens bisa dianggap telah melihat iklan ini. CPVC ini menerapkan konsep VCPM untuk video ads dan bukan untuk display ads.

 

cpm 03

Tipe Iklan yang Menggunakan Cost Per Mile

Ada beberapa tipe iklan yang menggunakan CPM sebagai salah satu metrik pengukuran. Di antaranya seperti iklan radio, televisi, koran, majalah dan tentu saja, iklan online. Namun untuk iklan online, biasanya yang menggunakan CPM adalah Youtube Ads, Facebook Ads atau Google Display Network dan sebagainya. 

Baca juga: Pentingnya Keberadaan Blog pada Website Bisnis (lummoshop.co.id)

Cara Menghitung CPM

Menghitung CPM akan membantu kamu dalam menentukan biaya kampanye iklan bisnis atau brand kamu. Cara menghitungnya pun sangat mudah sekali, yakni: 

CPM = (biaya total iklan/impressions) X 1.000 

Manfaat bagi Bisnis

Sebagai salah satu metrik penting dalam mengukur keterlibatan pelanggan, ada empat manfaat CPM bagi bisnis. Berikut uraiannya: 

     1. Membangun brand

Untuk kamu yang sedang memulai strategi pemasaran digital, CPM adalah penanda yang sangat baik tentang seberapa efisien iklan kamu berhasil menjangkau target audiens dan menjadi dasar untuk konversi. Atau dengan kata lain, CPM ini bisa menjamin sejumlah impressions tertentu dengan target audiens khusus kamu. 

CPM menjadi cara untuk mengetahui jumlah audiens yang melihat iklan kamu dan berapa banyak visitor dari publisher tersebut yang melihat iklan kamu. Untuk brand atau bisnis baru, ini tentu sebuah kesempatan untuk unjuk gigi di hadapan audiens. 

Baca juga: Mau Menghasilkan Uang dari Online? Ini Cara Suksesnya (lummoshop.co.id)

     2. Identifikasi target audiens

Kalau iklan kamu mendapatkan engagement yang baik di sebuah website, meskipun dengan tingkat budget yang rendah, maka artinya iklan kamu beresonansi dengan sangat baik terhadap audiens. Dari keberhasilan iklan ini, kamu juga bisa menarik kesimpulan mengenai produk, bisnis, atau brand yang cocok untuk audiens seperti apa.   

      3. Biaya yang lebih terjangkau

Cost per mile menawarkan biaya yang lebih terjangkau daripada model periklanan lainnya. CPM adalah cara yang bagus untuk membangun brand awareness yang luas tanpa menghabiskan terlalu banyak anggaran iklan bisnis kamu.

Namun, perlu kamu ingat, pada dasarnya biaya yang keluar untuk CPM ini adalah untuk mendapatkan impressions saja, bukan untuk mendapatkan konversi atau pun mendapatkan tindakan dari pemirsa iklan. Oleh sebab itu, saat memutuskan menggunakan CPM, kamu harus menyadari bahwa kamu tidak keberatan mendapatkan impressions tanpa click

      4. Brand awareness dan eksposur yang luas

CPM akan sangat berguna untuk membangun brand awareness serta engagement dalam mempromosikan brand kamu. Ketika brand, logo, atau produk kamu ditampilkan di website dengan traffic yang tinggi, secara tidak langsung akan terpapar pada lebih banyak audiens iklan kamu. 

Membangun brand awareness adalah salah satu komponen kunci dari strategi pemasaran yang sukses. Dengan brand awareness yang terbangun kuat, maka akan lebih mudah untuk membangun tindakan spesifik dari konsumen di kemudian hari. Konsumen akan lebih cenderung untuk mengambil tindakan terhadap brand, produk atau layanan yang sudah mereka lihat secara teratur.

Baca juga: 9 Tips Rahasia Meningkatkan Brand Awareness bagi Bisnis D2C (lummoshop.co.id)

     5. Strategi reinvestment

Website yang menampilkan iklan kamu dengan CPM yang baik bisa menjadi kandidat utama bisnis kamu untuk investasi di masa depan. Maksudnya, kamu dapat mempertimbangkan penggunaan kembali website tersebut saat membuat strategi pemasaran untuk kampanye lainnya kelak. 

Demikian pembahasan tentang cost per mile, jenis-jenisnya, cara menghitung serta alasan mengapa bisnis kamu perlu menggunakannya. Semoga dapat menginspirasi perencanaan strategi pemasaran bisnis kamu ya. 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP