fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Cross-selling untuk Tingkatkan Penjualan, Begini Caranya!

Cross-selling

Kalau kamu membeli HP baru dan setuju untuk menambah dengan pelindung layar sesuai usulan penjualnya, berarti saat itu proses cross-selling telah bekerja dengan baik. Sang penjual pasti senang karena berhasil menambah volume jualannya.

Begitu juga saat kamu membeli tiket penerbangan di sebuah penyedia jasa travel. Kalau mereka kemudian menawarkan kamar hotel untuk menginap serta jasa rental kendaraan di tempat tujuanmu, berarti saat itu mereka tengah menjalankan strategi cross-selling atau penjualan silang kepadamu.

Sebenarnya, strategi penjualan silang sering kita jumpai di berbagai transaksi. Contohnya adalah ketika kasir minimarket menawarkan produk tambahan untuk melengkapi belanjaan di keranjangmu. Jadi, apa itu cross-selling? Mengapa penting untuk meningkatkan penjualan? Yuk, simak penjelasan ini sampai selesai agar kamu bisa mengambil manfaat untuk kemajuan bisnismu.

Pengertian

Cross-selling atau penjualan silang adalah strategi marketing yang sangat populer dan banyak dilakukan oleh para penjual karena efektif untuk meningkatkan penjualan. Pada dasarnya, cross-selling adalah strategi untuk membuat konsumen melengkapi atau menambah item belanjaan mereka dengan produk yang relevan. 

Tak hanya di bisnis konvensional, strategi penjualan silang ini juga sering diterapkan oleh para pelaku bisnis online. Seperti saat kamu masuk ke sebuah e-commerce dan menaruh suatu produk ke keranjang belanja, lalu muncul penawaran pilihan; “lihat juga produk terkait”. Tawaran itu adalah bentuk strategi penjualan silang yang bertujuan agar kamu menambahkan barang ke keranjang belanja.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Manfaat Cross-selling

Cross-selling

Mengapa strategi penjualan silang sangat populer dan sering diterapkan oleh banyak perusahaan? Tentu saja jawabannya karena strategi ini sangat efektif untuk menaikkan angka penjualan. Selain itu, melalui penjualan silang kamu juga bisa mengenalkan sebuah produk baru kepada konsumen.

Dengan memberikan penawaran langsung dan info singkat, konsumen akan lebih aware terhadap produk tersebut. Tak hanya meningkatkan profit, strategi ini juga bisa kamu manfaatkan untuk membangun customer engagement.

Tapi, kamu harus perhatikan satu hal, strategi penjualan silang ini ternyata lebih efektif untuk konsumen lama. Dalam laporannya, huffpost mengungkapkan, 65% perusahaan berhasil melakukan strategi upselling atau cross-selling ke pelanggan yang sudah ada. Namun, hanya 12% perusahaan yang berhasil melakukan kedua strategi tersebut ke pelanggan baru.

Beberapa Strategi Cross-selling yang Efektif

Setelah mengetahui pengertian dari cross-selling dan manfaatnya, mari kita cari tahu bagaimana cara menerapkan strategi ini agar memberikan keuntungan signifikan kepada bisnis kamu. Melansir Leadsquared, ada beberapa teknik cross-selling yang bisa kamu terapkan untuk meningkatkan penjualan. Beberapa contohnya ada di bawah ini:

  1. Cross-selling Berdasarkan Pembelian Sebelumnya

Ini teknik penjualan silang yang paling umum dan mudah diterapkan. Caranya adalah dengan mengirimkan rekomendasi pembelian kepada pelanggan. Kuncinya antara lain:

    • kamu sudah memiliki data riwayat pembelian mereka;
    • produk apa yang mereka minati dan;
    • bahkan pada item apa saja mereka berbelanja paling banyak.

Berdasarkan informasi itu, kamu bisa mengirim rekomendasi produk yang kira-kira sesuai dengan minat mereka. 

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengumpulkan data profil pelanggan yang kuat. Dalam bisnis online, database pelanggan adalah salah satu kunci untuk merancang strategi pemasaran. Dengan mengetahui profil pelanggan dan mempelajari kecenderungan mereka saat berbelanja, kamu akan lebih mudah memberi rekomendasi agar mereka membeli produk tambahan.

  1. Cross-selling Berdasarkan Pembelian Terkait

Lagi-lagi ini bentuk penjualan silang yang sangat lazim. Bentuknya juga mirip dengan poin sebelumnya di atas, hanya saja terjadi pada waktu yang sama. Teknik ini menggunakan logika, “Item ini cocok dengan produk yang kamu ambil itu, lho. Mengapa kamu tidak membelinya sekalian?” Sebuah bujukan yang halus tapi sangat efektif untuk membuat konsumen membeli lebih banyak lagi barang dari toko online-mu. 

Contoh lain adalah saat memesan sebuah produk berharga, ekspedisi minta kamu mengasuransikan pesananmu. Merasa barang yang kamu pesan berharga, kamu otomatis akan mengeklik opsi tersebut. Jadi pada saat itu, selain membeli barang, kamu juga telah membeli asuransi untuk pengiriman barang yang kamu pesan.

  1. Menawarkan Diskon untuk Pembelian Lebih Banyak

Ini trik yang ampuh untuk merangsang orang melariskan jualan kita. Coba saja kalau kamu melihat promosi di marketplace yang menawarkan beli tiga kemeja hanya Rp375 ribu. Padahal, kalau hanya membeli satu kamu harus membayar Rp165 ribu. Otak kamu otomatis akan meyakinkan dirimu sendiri bahwa kamu butuh tiga kemeja itu.

Padahal saat pikiranmu jernih, kemeja yang benar-benar kamu butuhkan hanya satu. Menurut Leadsquared, trik ini memiliki potensi keberhasilan tinggi karena orang cenderung membeli produk melebihi jumlah yang mereka inginkan/butuhkan. Apalagi dengan iming-iming harga murah. 

Serupa dengan cara ini adalah iming-iming berupa bebas ongkos kirim. Saat penjual menawarkan bebas ongkos kirim untuk pembelian barang dalam jumlah tertentu, biasanya konsumen otomatis menambah isi keranjang belanjanya agar memenuhi kuota tersebut.

Adalah lazim pembeli online ingin menghindari biaya kirim, sekalipun untuk itu harus menambah isi keranjang belanjanya. Mereka lebih suka mengeluarkan tambahan uang untuk menambah belanja, ketimbang harus membayar biaya pengiriman sekalipun jumlahnya tak seberapa.

  1. Cross-selling Berdasarkan Kesamaan Minat

Cross-selling

Coba bayangkan kejadian ini. Kamu masuk ke sebuah butik, memilih sehelai gaun untuk pesta akhir pekan besok. Ada gaun berpotongan manis yang terpasang pada sesosok manekin, berpadu dengan tas tangan cantik, dan sepatu high heels yang terlihat menggoda.

Sebenarnya kamu hanya butuh gaunnya. Namun, SPG mengatakan baru saja ada pembeli yang mengambil tiga item fashion itu sekaligus, juga untuk dipakai di sebuah pesta. Sebaris kalimat itu begitu sakti menciptakan rasa penasaran yang sangat alami di benakmu. Tentang apa yang orang lain beli, dan untuk apa dibeli. Dan akhirnya, kamu keluar dari butik itu dengan menenteng ketiga item tersebut sekaligus.

  1. Menawarkan Kelengkapan Paket

Ini juga cara cerdas untuk melakukan penjualan lebih banyak kepada konsumen kamu. Saat mereka hanya membeli salah satu item dari bagian sebuah paket produk, kamu pasti akan berusaha meyakinkan mereka agar membeli seluruh paket. Kalau perlu dengan menawarkan potongan harga atau bonus tertentu.

Lebih seringnya, konsumen akhirnya akan menambahkan beberapa item kelengkapan lainnya ke dalam keranjang mereka. Kalau saat itu kamu berhadapan langsung dengan konsumen, akan lebih efektif kalau memberikan rekomendasi pribadi sesuai dengan referensimu. Sampaikan dengan bahasa yang sopan dan simpatik, konsumen akan lebih mudah mempertimbangkan dan menuruti saranmu. 

  1. Imbalan kesetiaan

Strategi penjualan silang ini merupakan bentuk penghargaan atas kesetiaan konsumen kepada produkmu. Formatnya biasanya dalam bentuk poin atau e-cash sebagai deposit di dalam “dompet” mereka. Pola tersebut banyak dilakukan oleh bisnis maskapai penerbangan, bahkan bisnis transportasi antar kota antar provinsi di Indonesia.

Konsumen yang sudah mengumpulkan mile penerbangan mereka, atau mengumpulkan tiket bus antar kota bekas sejumlah tertentu, bisa menukarkannya dengan penerbangan/tiket gratis. Tiket tersebut bisa konsumen gunakan untuk satu perjalanan selanjutnya. 

Dan karena ingin mengejar kesempatan perjalanan gratis, pelangganmu akan terus terbang dengan maskapai/jasa layanan transportasimu. Tak hanya memberikan customer satisfaction yang membuat mereka tak bisa ke lain hati, taktik tersebut juga berpeluang besar untuk mendorong mereka membeli lebih banyak lagi produk yang kamu tawarkan. 

Kalau kamu ingin menerapkan strategi poin loyalitas semacam itu, lebih baik cantumkan juga tanggal kedaluwarsanya. Dengan begitu kamu bisa mendorong konsumen untuk sesegera mungkin melakukan pembelian lagi.

  1. Cross-selling Layanan Maintenance

Saat menjual produk yang butuh perawatan konstan, seperti mobil misalnya, kamu bisa menawarkan servis cek tahunan dengan potongan harga. Cara ini akan membuat konsumen kembali kepadamu karena kalau terjadi gangguan dengan mobilnya, mereka bisa mendapatkan ongkos perbaikan dengan harga lebih murah.

Intinya, banyak cara menjual produk secara cross-selling bagi pebisnis. Cara mana pun yang kamu pilih, semoga menjadi jalan untuk meningkatkan penjualan produkmu ke depannya. Selamat mencoba!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya: