fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Desain Terapan Gaya Retro, Simak 7 Referensinya di Sini

desain terapan 01

Referensi desain terapan gaya retro bisa bermanfaat untuk pengembangan bisnis mu. Dalam gaya retro, terdapat beragam referensi yang mencakup bidang interior, fashion, sampai budaya.

Apa itu retro?

Sebelum mengetahui referensi desain gaya retro, kamu perlu mengetahui definisi dari retro itu terlebih dahulu. Retro merupakan peniruan gaya hidup masa lalu. Peniruan itu kemudian menggambarkan suatu mode, motif, musik, sikap, teknik, gaya hidup, tren atau bentuk seni tertentu. Bagi sebagian orang, masa lalu memiliki daya tarik. Dengan demikian, sebagian orang tidak mengganggap retro itu ketinggalan zaman. Malah sebaliknya, sebagian justru menganggapnya sebagai gaya baru yang unik. 

Apabila kamu lahir di tahun 90’an, retro sempat menjadi tren dunia dan mempengaruhi gaya hidup masyarakat, mulai dari interior, berpakaian, grafis, musik dan lain-lain. Berkat hal itu, retro menjadi salah satu bagian dari sejarah dunia.

Di Indonesia sendiri, retro juga memiliki peminat yang cukup banyak. Adapun yang sering jadi bahan pembicaraan dari gaya retro ini melingkupi bidang otomotif, musik, seni grafis, hingga interior. Rata-rata orang yang membicarakannya berada di kalangan usia 30 tahun. Soalnya, mereka pernah merasakan eranya dan memiliki barang-barang retro tersebut. Membicarakan gaya hidup retro, tak sedikit orang yang rela merogoh kocek tebal untuk mendapatkan barang-barang retro, meski usianya sudah tua.

Baca juga: Jual Barang Antik Online

Namun, pada beberapa segmen masyarakat, khususnya generasi Z, ada yang masih tidak mengetahui gaya retro, termasuk sejarahnya. Sebagian generasi Z ada yang hanya sekadar menggunakan saja. Bahkan, ada yang menganggap retro merupakan tren di zaman sekarang. 

Jenis-Jenis Gaya Retro

Retro terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari perkembangannya yang sesuai masa. Berikut beberapa jenis retro:

     1. Retro Interior

Retro interior merupakan gaya dekorasi interior yang menggunakan benda-benda dari masa lalu, baik itu bekas dan baru. Misalnya, berbagai wallpaper bermotif tahun 1970-an, dipadukan dengan furnitur bekas. 

     2. Retro Desain grafis

Desain grafis retro merupakan menggunakan warna-warna sedikit pudar dan beragam. 

     3. Retro Tipografi

Ini adalah desain dengan penyusunan kata-kata dari bawah dan terdapat ornamen seperti pita dan rustic.

     4. Desain busana

Desain busana retro adalah gaya busana yang terlihat lebih glamor dan berani dalam menunjukkan warna cerah. Biasanya didominasi motif simetris yang bebas dan gemerlapan.

Baca juga: Tips Sukses Bisnis Fashion

     5. Retrogaming

Merupakan hobi bermain game di era tahun 80an sampai 90an.

     6. Retro musik

Retro yang mendengarkan dan menyukai musik di tahun 1960-an.

      7. Retro Fotografi

Fotografi retro mengacu pada gambar yang memberikan estetika atau nuansa dari masa lalu. Ini adalah jenis fotografi yang berhubungan dengan meniru tren yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 

desain terapan 02

Referensi Desain Terapan Gaya Retro

Setelah mengetahui jenis-jenis retro, berikut ini adalah referensi terapan gaya retro yang bisa kamu lakukan.

     1. Referensi retro interior

Desain retro interior sebetulnya sudah meramaikan jagad pada era 1930 hingga 1990. Pada perkembangannya, retro interior terbagi beberapa jenis. 

    • Retro Art Deco

Gaya desain retro satu ini sudah berkembang sejak tahun 1930-an. Bisa dibilang, gaya ini yang paling awal berkembang. Gaya interior ini merupakan perpaduan antara interior Perancis dengan teknologi keluaran Jerman. Selain itu, desain interior ini lebih simpel dengan memadukan furnitur berbentuk lingkaran, kotak dan segitiga. Umumnya, jenis furnitur berbahan kayu solid dengan dengan lapisan besi, kuningan atau logam. Bentuknya cenderung melebar ke samping atau horizontal. Sedangkan warna dindingnya adalah hijau mint, krem, kuning gading, beige, abu-abu muda dan krem. 

Baca juga: Yang Perlu Disiapkan Saat Mulai Bisnis Online Produk Furniture

    • Retro Fifties 

Referensi desain terapan gaya retro interior lain adalah Retro Fifties. Gaya desain interior ini tumbuh pada awal tahun 1950-an. Furniturnya lebih modern dengan berbahan fiber, formika, vinil, busa karet, melamin, atau plastik. Sedangkan warna yang digunakan, baik di dinding maupun furnitur, adalah fuchsia, merah, kuning, dan jingga.

    • Retro Pop art 

Dalam retro ini, desain arsitektur interior tak terpisah dari dunia fashion. Apa yang menjadi tren dalam fashion, akan menjadi tren dalam desain interior. Jika kamu ingin menggunakan referensi desain terapan gaya retro pop art pada interior kamu, cukup bermain kombinasi geometri dan kombinasi warna-warna yang tak terbatas.

    • Retro seventies 

Merupakan gaya interior yang merujuk pada 1970-an. Hanya saja, gaya interiornya menggabungkan antara art deco dengan teknologi pada era itu. Sedangkan dalam penggunaan warna interior, cenderung berwarna seperti tanah, sehingga membuat nuansa ruang cenderung natural dan hangat. Berkat gaya desain yang minimalis, banyak orang mengatakan bahwa retro seventies sebagai cikal bakal lahirnya desain interior yang modern minimalis. 

Kamu bisa jadikan retro seventies sebagai referensi desain terapan gaya retro untuk interior kamu. 

Dari berbagai jenis desain interior retro, kesimpulannya adalah bahwa karakteristik desain interior retro cenderung menggunakan warna terang dan berani, seperti merah, kuning, ungu. Selain warna berani, desain interior retro bermain dengan pola geometris berulang. 

     2. Referensi retro desain grafis

Jenis retro desain grafis sebagai referensi desain terapan gaya retro adalah sebagai berikut:

    • Desain Piksel 

Merupakan gaya desain yang mengambil inspirasi dari desain grafis game pada era 80-an 

    • Desain Flash

Apabila kamu sering melihat gambar bertuliskan flash sale dengan kotak teks bergerigi dan ikon petir, gaya tersebut merupakan desain pada tahun 80-an. Warna cerah mendominasi gaya tersebut. 

Baca juga: Memikat Konsumen dengan Value Proposition, Ini 11 Contoh Suksesnya

    • Desain warna neon

Desain ini sempat populer di tahun 80-an, dengan warna menonjol seperti kuning cerah, pink, oranye dan hijau. Pada era itu, desain warna neon anggapannya mewakili sesuatu yang modern. 

    • Desain dengan kombinasi pink dan merah

Mungkin kamu pikir kombinasi pink dan merah tidak cocok. Selain itu, mungkin juga ada yang menganggapnya berlebihan. Namun, desain ini sempat populer pada era tahun 80-an. Sebagian menilai, warna-warna pink dan merah yang cerah sangat kuat untuk bisa menarik perhatian orang lain.  

    • Desain dengan pola polka dot

Merupakan desain dengan kumpulan lingkaran dengan ukuran yang sama berpola polka dot. 

     3. Referensi retro tipografi

Retro Tipografi lebih efektif apabila kamu jadikan sebagai kutipan motivasi, inspirasi, peribahasa. Sebab, penyusunan kata-kata dari bawah dan terdapat ornamen seperti pita dan rustic. Untuk style font, kamu bisa menggunakan jenis huruf retro yang terlihat klasik.

     4. Referensi desain busana

desain terapan 03

Desain busana ini identik dengan warna mencolok, seperti, merah, orange, hingga biru. Biasanya, bawahan busana atau celana bermotifkan potongan lebar bell-bottom pants atau cutbray. Sedangkan atasannya lebih glamor. 

      5. Referensi retrogaming

Retro Gaming merupakan ragam produk retro. Jika kamu menyukai bermain game di era tahun 80-an sampai 90-an, kamu bisa membeli konsol game seperti Nintendo, Playstation One atau Game Boy. Rata-rata game lawas itu datanya berukuran kecil. Oleh sebab itu, game tersebut masuk ke dalam permainan terhitung cepat, seperti, Puzzle, Mario Bros, Tetris dan sebagainya.

Baca juga: Ini Alasan Online Gamers Hasilkan Banyak Uang dari Dunia Maya

     6. Referensi retro musik

Ragam produk retro lain adalah retro musik. Biasanya retro musik berangkat dari konsep visual video klip, seperti cara bernyanyi hingga musiknya yang mengikuti era tahun 60-an sampai dengan 90-an. 

     7. Referensi retro fotografi

Foto bergaya retro merupakan fotografi yang meniru foto pada abad-19 dan abad-20. Dalam mengambil gambar kamu harus mensimulasikan mode, kehidupan sehari-hari dan teknologi pemotretan masa lalu. Cara termudah untuk memotret retro fotografi adalah membuatnya hitam putih

Itulah berbagai referensi desain terapan gaya retro pada ragam produknya. Semoga bisa menjadi bekal kamu dalam menggunakan desain bergaya retro.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP