fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Pengertian, Tips dan Seluk-beluk tentang Digital Marketing

Digital marketing

Digital marketing adalah sebuah keniscayaan pada zaman ini. Maklum saja, sekarang semua serba online dan serba digital, termasuk soal pemasaran yaitu pemasaran online. Kalau yang masih mengandalkan metode pemasaran tradisional, angka penjualan bisnisnya cenderung tak signifikan. Alasannya, sudah banyak penduduk dunia yang menggunakan teknologi digital.

Menurut studi We Are Social, jumlah populasi dunia pada Januari 2022 mencapai 7,91 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar 67,1% merupakan pengguna ponsel, dan sebesar 62,5% atau 4,95 miliar orang ialah pengguna internet aktif. 

Menurut studi tersebut, jumlah pengguna internet dalam setahun terakhir tumbuh sekitar 4% atau 192 juta. Selain itu, mengacu pada studi yang sama, tercatat jumlah pengguna media sosial pada Januari 2022 mencapai 4,62 miliar atau setara dengan 58,4% dari total populasi dunia. 

Digital Marketing
Sumber : DataReportal.com

Berkaca pada fakta-fakta tersebut, mengikuti perkembangan dunia digital dan online adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Termasuk, pebisnis yang perlu menggunakan pemasaran online

Pengertian Digital Marketing

Blog.hubspot.com mendefinisikan digital marketing adalah upaya pemasaran melalui media internet. Pemasaran online memanfaatkan saluran digital seperti media sosial, email, website, sampai mesin pencari, sebagai cara untuk menjangkau calon pelanggan. 

Senada dengan itu, investopedia.com menjelaskan digital marketing merujuk pada cara pemasaran produk dan jasa kepada konsumen melalui saluran digital. Menurutnya lagi, pemasaran online adalah pemasaran yang melibatkan perangkat mobile, media sosial, website atau saluran serupa lainnya. 

Selain itu, pemasaran secara online juga berbeda dengan pemasaran internet yang hanya melibatkan situs atau website. Melansir medium.com, bapak marketing dunia, Philip Kotler menyebut, media digital merupakan hal terbaik yang terjadi pada dunia marketing saat ini.

Sekarang, pesan bisa dirancang sesuai untuk grup atau individu yang berbeda. Dengan menganalisis big data, kita bisa mengidentifikasi prospek terbaik dan pesan yang tepat sesuai target yang dituju. Kotler juga menegaskan, apa pun bisnis yang kamu jalani, menerapkan pemasaran secara online amat penting dan berpengaruh pada penjualan serta pengakuan pelanggan.

Sejarah Digital Marketing

seluk beluk dm 02Digital marketing berkembang sejalan dengan hadir dan mulainya era internet. Istilah pemasaran online konon pertama kali muncul pada tahun 1990-an bersamaan dengan hadirnya internet dan platform web 1.0. Hanya saja, ketika itu masih banyak yang meragukan pemasaran melalui platform digital. 

Pada 1993, iklan banner pertama muncul di situs pemasangan iklan bernama Hotwired. Iklan dari perusahaan telekomunikasi AT&T ini menandai transisi ke era digital marketing. Kemudian, pada 1994 Yahoo muncul dan menjadi badan hukum setahun kemudian.

Pada kurun 1994-1997 mesin pencari baru seperti Google, LookSmart, Alexa, dan HotBot bermunculan. Berlanjut pada 1998 dan 1999, Microsoft meluncurkan mesin pencarian bernama MSN di mana penggunanya bisa mengunggah dan berbagi konten. Ide Microsoft meluncurkan MSN demi menghadapi kemunculan Google pada 1998.

Periklanan Online

Periklanan dan pemasaran online di Amerika Serikat pada 2004 tercatat mencapai USD 2,9 miliar. Setahun sebelumnya, Google meluncurkan AdSense, yakni layanan iklan konten. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2006, pemasaran online melonjak tajam. Saat itu pertumbuhan lalu lintas mesin pencarian mencapai 6,4 miliar dalam satu bulan.

Lalu, datanglah era web 2.0 yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan pengguna lain dan bisnis lain. Jejaring sosial juga bermunculan di mana MySpace menjadi pionirnya kemudian Facebook mengikuti. Semenjak itu, kesadaran memanfaatkan media digital dan sosial untuk pemasaran semakin meningkat. Apalagi berbagai platform media sosial memberi ruang bagi pemasaran secara online

Misalnya pada 2010, WhatsApp meluncurkan akun bisnis untuk promosi produk dan layanan. Kemudian pada 2012, pemasaran media sosial naik lebih dari 60% dan layanan AdSense Google bisa terhubung ke YouTube dan media sosial lainnya. Sejak 2014 sampai hari ini, hampir semua platform online bisa menayangkan iklan. Digital marketing menjadi sangat masif.

Pertumbuhan Digital Marketing

Mengutip Wordstream.com, PR Newswire memperkirakan, pada tahun 2020 pasar periklanan dan pemasaran digital global mencapai USD 350 miliar. Bahkan, proyeksinya pada 2026 bisa mencapai USD 786,2 miliar. 

Perkiraan ini sesuai dengan fakta bahwa pada tahun lalu sebesar 63% bisnis telah meningkatkan anggaran pemasaran digitalnya. Para pemilik bisnis ini juga rata-rata mengalokasikan sebesar 72% dari total anggaran pemasarannya untuk saluran digital marketing

Salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan pemasaran online adalah, kecenderungan konsumen membaca ulasan online sebelum memutuskan pembelian. Menurut data yang sama, sebanyak 93% orang membaca ulasan online terlebih dulu sebelum membeli sesuatu.

Manfaatnya untuk Bisnis

Pemasaran tradisional memang belum sepenuhnya ditinggalkan, namun pemasaran online adalah masa depan. Sebagai pemilik bisnis, apalagi bisnismu juga bergerak secara online, melakukan pemasaran lewat saluran digital ialah kewajiban. Adapun keuntungan pemasaran online adalah:

  1. Fokus pada Target Konsumen

Keunggulan pemasaran online adalah kamu bisa mengidentifikasi dan menargetkan iklanmu ke audiens yang sesuai target pasarmu. Platform media online dan media sosial menyediakan fitur di mana kamu bisa menampilkan iklan sesuai usia, jenis kelamin, lokasi, atau minat target pasarmu. 

Asyiknya lagi, pemasaran online akan melaporkan secara langsung kinerja iklan atau pemasaran yang kamu luncurkan. Kamu bisa mengukurnya dari respons konsumen, misalnya lewat like atau komentar yang ditinggalkan. 

  1. Hemat Biaya

Keuntungan pemasaran online adalah lebih hemat biaya ketimbang pemasaran konvensional. Memang, bisa jadi kamu investasi lumayan besar di awal branding, namun dari data analitik kamu bisa menentukan mana sekiranya kampanye yang kurang efektif dan mengurangi biayanya. Kalau kamu baru mau memulai melakukan pemasaran bisnis secara digital, media sosial atau optimalisasi SEO di mesin pencari ialah pilihan tepat bagi pemula. 

  1. Terukur

Keuntungan digital marketing lainnya ialah, terukur. Kamu tak perlu menunggu lama untuk tahu seberapa efektif iklan atau pemasaran yang kamu luncurkan. Secara real-time kamu bisa mengetahui jumlah klik, like, komentar, dan data lain. Sementara itu, kalau kamu beriklan di media tradisional, seperti koran misalnya, akan sulit untuk mengetahui berapa banyak orang yang memperhatikan atau membuka halaman iklan milikmu. 

  1. Meningkatkan Interaksi dan Leads

Lewat pemasaran online kamu bisa terlibat langsung dengan audiensmu. Dengan begitu, kamu bisa mendapat pelanggan-pelanggan baru. Karena keunggulannya kamu bisa menyasar segmen yang sesuai, leads atau peluang orang tertarik membeli produk atau mencoba layananmu, lebih besar. 

  1. Fleksibel

Ketika kamu menjalankan sebuah strategi pemasaran, bisa jadi di tengah jalan kamu menemukan sesuatu yang tidak relevan atau hal-hal baru lainnya. Pemasaran tradisional, misalnya di media cetak, akan menyulitkanmu mengubah isi atau strategi pemasaranmu. Sedangkan, dengan pemasaran secara online kamu bisa segera mengubah strategimu begitu kamu menemukan sesuatu yang kurang pas. 

  1. SDM Efisien

Membayar tenaga pemasaran bisa jadi akan membebani pengeluaran bisnismu, apalagi rate gajinya tidak murah. Dengan menerapkan digital marketing, alokasi dana beriklan di media sosial atau online bisa disesuaikan dengan anggaran yang kamu miliki. 

  1. Jangkauan Branding Lebih Luas

Iklan lewat media tradisional jangkauannya terbatas. Misalnya, apabila kamu memasang spanduk, reklame atau banner, orang yang melihat hanya yang melintas di wilayah tempat kamu pasang iklan. Sementara, dengan pemasaran secara digital, satu iklan yang terpasang di media sosial atau mesin pencari bisa dilihat dan menjangkau konsumen secara nasional bahkan global.

Trik Mengoptimalkan Pemasaran Online untuk Bisnis

Digital marketingMeskipun pemasaran secara online jauh lebih efisien dan efektif ketimbang pemasaran konvensional, namun kamu perlu menjalankan sejumlah trik dan strategi tertentu. Berikut ini sejumlah trik sebelum kamu memulai melakukan pemasaran online

  • Tentukan Tujuan. Kalau tujuannya untuk membangun kesadaran merek, maka media sosial menjadi sarana pemasaran yang tepat. Kalau untuk meningkatkan lalu lintas ke website, optimalisasi SEO bisa menjadi strateginya. 
  • Kenali Target Audiens. Dengan mengenali audiensmu, kamu jadi tahu media online mana yang tepat untuk pemasaranmu. Misalnya, jika segmen pasarmu ialah milenial atau anak muda, media sosial Instagram atau TikTok rasanya paling tepat. Atau, kalau segmen pasarmu datang dari usia lebih matang dan kalangan profesional, kamu bisa memanfaatkan LinkedIn untuk pemasaran jualanmu secara online
  • Tetapkan Anggaran. Walaupun lebih hemat ketimbang iklan konvensional, namun kamu juga harus mengatur alokasi anggaran untuk setiap saluran digital. Yang perlu kamu ingat, ada pemasaran digital yang sifatnya gratis dan berbayar tapi ini sejalan dengan hasil ya. Kalau kamu memilih iklan berbayar, tentu saja hasil yang kamu dapat bisa lebih cepat. 
  • Jalankan SEO. Optimasi mesin pencari atau SEO berguna supaya audiens lebih mudah mengakses dan menemukan merek milikmu. Karena itu kamu bisa fokus untuk meningkatkan peringkat pencarian merek milikmu di mesin pencari. 
  • Buat Situs Website. Logikanya begini, ketika kamu mengunjungi mall atau pusat perbelanjaan, kamu pasti akan tertarik masuk ke toko yang display-nya menarik dan membuat penasaran. Begitu pula fungsi website bagi bisnis online. Kualitas website-mu akan menentukan persepsi konsumen akan merek yang kamu tawarkan.

Istilah-Istilah Digital Marketing

Istilah seperti website, media sosial, atau iklan rasanya tidak perlu lagi penjelasan, karena kamu pasti sudah paham. Kami akan mengajakmu mempelajari istilah digital marketing yang lebih penting tidak hanya bagi pebisnis pemula di digital marketing, namun juga bagi yang sudah berpengalaman. 

  • Adwords / Google Ads

Ketika kamu mencari kata kunci tertentu di mesin pencari Google, biasanya pada sisi halaman akan tercantum kata iklan atau ads, nah itulah yang disebut Google Adwords atau yang sekarang bernama Google Ads. Google menyediakan fitur Adwords untuk menampilkan iklan berbayar dalam mesin pencarinya. 

Dengan memanfaatkan fitur Google Adwords kamu bisa mengiklankan bisnismu di mesin pencari Google menggunakan kata kunci tertentu yang sesuai dengan bidang bisnismu. 

  • Affiliate Marketing

Affiliate marketing atau pemasaran afiliasi ialah promosi atau pemasaran produk atau layanan menggunakan jasa pihak tertentu atau afiliasi profesional. Misalnya lewat endorsement, ulasan produk oleh blogger, dan sebagainya. Komisi bisa berupa pembayaran sesuai produk yang terjual atau pembayaran di awal. 

  • A/B Testing

istilah digital marketing 02Eksperimen atau pengujian perubahan dalam website untuk mengukur efektivitas masing-masing eksperimen. Misalnya dengan mengganti gambar dalam website, atau mengubah komposisi halaman untuk mengetahui mana yang lebih efektif. 

Pengujian ini juga bisa berupa eksperimen di kampanye media sosial, iklan digital, email, dan sebagainya. Menurut Neil Patel dalam situsnya, pengujian A/B merupakan metode paling tepat untuk menghitung strategi promosi dan pemasaran online mana yang terbaik untuk bisnis. 

  • Bounce Rate

Istilah digital marketing bounce rate adalah persentase pengunjung ke website milikmu, namun meninggalkan lama tanpa berinteraksi atau membuka halaman lain. Pengunjung hanya membuka satu halaman lalu pergi. Semakin rendah bounce rate-nya tentu semakin baik. 

  • Call to Action (CTA)

Merupakan pesan singkat untuk mengajak pengunjung melakukan sesuatu setelah melihat kampanye digitalmu atau mengunjungi situs website jualanmu. CTA berupa kalimat ajakan seperti, “Segera Dapatkan”, “Daftarkan Sekarang”, “Diskon Terbatas, Hanya Hari Ini”, dan semacamnya. 

  • Conversion Rate

Persentase dan tindakan audiens saat mengunjungi situs website. Tindakan ini seperti membuka email, mendaftarkan email, sampai melakukan pembelian. Conversion rate menjadi faktor penting untuk melihat seberapa berhasil strategi digital marketing kamu. Karena sudah pasti kamu melakukan banyak upaya untuk menarik minat pelanggan. 

  • Content Management System (CMS)

Perangkat lunak yang berfungsi menyederhanakan proses pembuatan website dan konten. Salah satu CMS yang sudah pasti kamu kenal ialah platform WordPress. Platform ini membantumu mengelola konten, memaksimalkan SEO, dan lainnya. 

  • Cost Per Mile (CPM)

Wikipedia menuliskan, mille merupakan bahasa latin yang berarti ribu. CPM artinya biaya per seribu tayangan. Istilah ini berarti pengukuran dalam iklan daring per seribu penonton. Misalnya 1 dolar CPM berarti 1 dolar untuk 1000 iklan yang tampil ke audiens. 

Adapun cara menghitung CPM, kamu cukup membagi biaya kampanye dengan target impresi dan mengalikannya 1.000. Contoh, untuk bujet iklan Rp2.000.000 dibagi target impresi 200.000 hasilnya 10 kemudian dikali 1.000 hasilnya 10.000. Maka CPM kampanyemu ialah Rp10.000. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  • Cost Per Click (CPC)

CPC atau biasa disebut Pay Per Click (PPC) merupakan istilah digital marketing untuk iklan berbayar berdasarkan setiap klik pada iklan. Google Adwords atau iklan di media sosial biasanya menggunakan metode ini. 

Cara menghitung CPC ialah dengan membagi biaya iklan dengan jumlah klik. Misalnya kamu membayar Rp2.000.000 untuk iklan yang menerima 1.000 klik. Maka CPC iklanmu sebesar Rp2.000. 

Biaya yang kamu butuhkan untuk menarik audiens menjadi calon pelanggan atau konsumenmu. Biaya ini mencakup biaya pemasaran, iklan, dan kampanye lain. CAC penting untuk mengukur seberapa efektif upaya pemasaranmu. Semakin sedikit kamu mengeluarkan biaya pemasaran untuk mendapat pelanggan, semakin besa untung yang kamu dapat. 

Rumus mengukur CAC ialah dengan membagi biaya penjualan dan pemasaran dengan jumlah pelanggan. Biaya penjualan dan pemasaran ini termasuk biaya iklan dan upah tenaga pemasaran. 

  • Customer Lifetime Value (CLV)

CLV adalah perhitungan untuk mengetahui total pendapatan yang kamu harapkan dari pelanggan selama memiliki hubungan bisnis. Dengan begitu kamu bisa mengetahui nilai finansial dari setiap pelanggan, serta menjaga hubungan dengan para pelanggan. 

Rumus untuk menentukan CLV adalah:

Jumlah pembelian rata-rata x frekuensi pembelian x usia pelanggan

  • Click through Rate (CTR)

Jumlah klik yang kamu terima untuk iklan atau kampanye digitalmu. Semakin tinggi CTR artinya iklanmu semakin efektif karena berarti semakin banyak yang melihat, membuka iklan yang kamu tayangkan. Selain itu, CTR juaga bisa menarik lebih banyak trafik ke website. 

Rumus menghitung CTR adalah:

Jumlah total klik : total pencarian 

Contoh, total pencarian untuk kata kunci yang kamu pasang, sebut saja, “Strategi Cuan Bisnis” mencapai 2.000, dengan jumlah klik 200, maka CTR yang kamu dapat ialah 20%. 

  • Impression 

Sederhananya, istilah digital marketing impression adalah jumlah berapa kali konten atau iklanmu tayang. Jumlah impression ini bermanfaat untuk mengukur CTR

  • Return of Investment (ROI)

Return of Investment atau rasio untung rugi dari aktivitas pemasaran digital yang kamu lakukan berdasarkan investasi yang kamu gelontorkan. Maksudnya, jika kamu mendapat keuntungan artinya kampanyemu cukup berhasil. 

  • Search Engine Optimization (SEO)

Istilah digital marketing yang satu ini pasti cukup sering kamu dengar. SEO merupakan upaya meningkatkan jumlah dan kualitas lalu lintas ke website milikmu dengan memanfaatkan hasil pencarian kata kunci di website tanpa berbayar, atau dari hasil pencarian secara organik. 

  • Search Engine Marketing (SEM)

SEM merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas lalu lintas ke website dengan memadukan SEO dan iklan berbayar. Biasanya hasil pencarian SEM akan menampilkan informasi ‘iklan’ pada hasil pencarian. 

Karena berbayar, dengan SEM kamu bisa tampilan pencarian untuk segmen audiens sesuai target pasarmu, misalnya berdasarkan usia, lokasi, dan lainnya. 

  • Search Engine Results Page (SERP)

Halaman hasil yang audiens lihat ketika mengetikan istilah atau kata tertentu pada mesin pencari. Semakin tinggi peringkat SERP iklanmu, maka semakin besar kemungkinan audiens mengeklik iklanmu. 

Do’s dan Don’ts dalam Digital Marketing

Digital marketingSetelah berkenalan dengan istilah digital marketing dan kamu sudah siap menjalankannya, coba simak hal yang wajib kamu lakukan sekaligus kamu hindari supaya strategi pemasaran online milikmu berhasil. 

Do’s:

  • Kenali Target Audiens

Analitik Google atau Facebook Insights bisa membantumu mengetahui target audiensmu. Cari selera audiensmu, perilaku, dan demografi mereka. Coba A/B test untuk melihat apa yang paling audiensmu suka. Dengan begitu kamu jadi bisa menentukan media kampanye digital mana yang terbaik sesuai target konsumenmu. 

  • Bangun Website yang Ramah Perangkat Mobile

Sekarang, perangkat mobile seperti ponsel pintar menjadi perangkat utama untuk menjelajahi situs website, mengakses media sosial, dan sebagainya. Apalagi Google memiliki Google Mobile First Index atau pengurutan rangking yang mengutamakan versi mobile sebuah website. 

  • Uji Coba Metodemu

Keunggulan pemasaran digital adalah kamu bisa mengetahui efektivitas iklan atau kampanyemu dalam waktu cepat, tak perlu menunggu survei atau riset pasar. Misalnya, kamu sudah mengunggah konten dalam waktu seminggu kamu sudah bisa melihat performa kontenmu. Kalau bagus, kamu bisa melanjutkannya, tapi kalau kurang, ya sebaiknya ubah metodemu. 

Untuk membandingkan kampanye digital mana yang berhasil, kamu harus mempertimbangkan waktu unggahan, hari, jenis konten, jenis audiens, dan media yang kamu gunakan. 

  • Investasi pada Iklan Berbayar

Iklan bertujuan untuk meningkatkan lalu lintas pada website jualanmu. Lalu lintas organik memang ciamik, tapi menggunakan iklan berbayar lewat SEM, atau di media sosial nggak ada ruginya untuk kamu lakukan. Tujuannya supaya kesadaran akan merek milikmu lebih cepat terbangun. 

  • Website User-Friendly

Ketika kamu melakukan kampanye digital lewat media sosial, pasti kamu mengarahkan audiens untuk mengunjungi website jualanmu. Nah itu kenapa kamu harus membangun website yang ramah bagi penggunanya. Mulai dari fitur atau menu yang tersedia, desain website yang tidak menyulitkan dan menarik, serta informatif. 

Trik buatmu, kecepatan akses menjadi penting. Pastikan website terbuka dalam tiga sampai lima detik, atau konsumen akan meninggalkan lamanmu. Selain juga, selalu perbaharui informasi dan konten dalam websitemu. 

Don’ts:

Salah satu CTA yang paling sering muncul di website ialah meminta audiens meninggalkan alamat email dengan imbalan gratis berupa voucher, e-book, dan semacamnya. Nantinya, dari basis informasi alamat email ini kamu bisa mengirimkan buletin rutin yang berisi informasi produk terbaru atau promo diskon dan lainnya. 

  • Jangan Membual

Ukuran ketenaran di media sosial ialah jumlah pengikut. Sayangnya, demi mendapat jumlah pengikut kita menghalalkan berbagai cara, termasuk dengan menerima atau membuat akun-akun palsu. 

Angka jumlah pengikut yang besar tapi kebanyakan akun palsu, tidak akan berusia panjang. Ingat, banyak website yang mendapat ganjaran Google strategi akun palsu ini. 

  • Jangan Mengabaikan Kualitas

Google bahkan audiensmu tidak akan memikirkan berapa banyak jumlah unggahan dalam media sosial atau websitemu. Mereka lebih mementingkan kualitas. Jadi produksi konten atau kampanye digital yang berbobot dan bermanfaat bagi audiensmu. Jangan sampai konten di website atau unggahan di media sosial mengganggu audiens, saking terlalu banyak atau sering. 

  • Jangan Terburu-Buru

Memang benar, digital marketing bisa memberimu hasil yang lebih cepat dan terukur ketimbang pemasaran konvensional. Tapi ingat, segala sesuatu tetap butuh proses, maka bersabarlah. Sebut saja, untuk mempelajari istilah digital marketing kamu pasti butuh waktu, belum lagi mempelajari SEO, karakter masing-masing media online, dan sebagainya. 

  • Jangan Membiarkan Website Tidak Terurus

Website yang baik ialah website yang mengalami perkembangan ketimbang saat pertama kali meluncur. Kalau desain websitemu begitu-begitu saja, atau tidak pernah diperbaharui, foto dan video masih sama, artinya kamu membiarkan websitemu tidak terurus. 

Tips Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Sebagai pebisnis di zaman serba online, tinggal bagaimana niat dan semangat kamu untuk mempelajari hal-hal baru, termasuk dunia pemasaran secara online. Kalau bisnismu mau bertahan, sudah tentu harus selalu relevan dengan perkembangan zaman. Lakukan tips di bawah ini untuk meningkatkan penjualan:

  1.  Buat Landing Page yang Menghasilkan Konversi

Secara umum, landing page merupakan sebuah halaman yang muncul ketika seseorang melakukan penelusuran dari pencarian berbayar (paid search). Berbeda dengan home page, landing page adalah halaman khusus untuk membuat konsumen melakukan konversi, entah itu mengirimkan alamat surelnya atau melakukan transaksi di website tersebut.

Ini beberapa contoh landing page:

Landing Page Spotify

Digital marketing
Sumber: hubspot

Landing Page Mailchimp

Digital marketing
Sumber gambar: hubspot

Saat kamu menerapkan digital marketing untuk meningkatkan penjualan, landing page dapat berfungsi sebagai sarana untuk mempercepat adanya konversi karena tidak memuat terlalu banyak informasi yang tidak perlu. 

Nah, guna mengoptimalkan fungsi landing page, kamu dapat melakukan tips berikut ini.

    • Sederhanakan kolom pengisian data oleh konsumen
    • Fokus pada objek pada sisi kiri landing page karena akan menjadi objek utama yang menarik perhatian konsumen
    • Gunakan game semacam undian atau lucky wheel agar konsumen makin tertarik
    • Tambahkan copy atau tulisan yang sederhana tetapi memikat
  1.  Pemasaran di Media Sosial 

Selain melalui landing page yang menarik, kamu juga harus memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai salah satu tips digital marketing untuk meningkatkan penjualan. Nah, agar output bisa optimal, sebaiknya kamu mengkhususkan postingan media sosial sesuai dengan karakter platform tersebut.

Jangan terlalu fokus pada berapa banyak postingan yang sudah ada, tetapi fokuslah pada kualitas postingan tersebut. Selain itu, kualitas konten juga bisa kamu dongkrak dengan memperhatikan apa yang sedang trending. Namun jika memaksakan konten atau postingan untuk selalu riding the wave, kamu akan kehilangan audiens. 

Jadi, orisinalitas juga penting ya. Utamakan untuk mengangkat nilai-nilai dari brand-mu dan selalu terbuka dengan hal baru di media sosial.  

tips digital marketing 02

  1.  Jalin Hubungan dengan Konsumen melalui Email Marketing

Nah, hal yang sangat penting dalam tips digital marketing untuk meningkatkan penjualan adalah menjangkau dan menjaga hubungan dengan konsumen melalui email marketing.

Beberapa tips yang dapat kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    1. Gunakan nama asli sebagai pengirim dan jangan gunakan nama perusahaan atau layanan yang sedang kamu tawarkan. Hal tersebut akan membangun kedekatan sehingga konsumen merasa berinteraksi dengan orang asli.
    2. Tambahkan angka atau data berbentuk persentase yang mendukung pesan
    3. Personalisasikan surel tersebut dengan menambahkan nama penerima, sehingga konsumen benar-benar merasa terlibat dalam komunikasi.
    4. Buat konsumen penasaran dengan cara memberikan sebuah informasi yang dapat dibaca lebih lengkap melalui website-mu. 
    5. Menulis surel secara singkat juga merupakan bagian dari tips digital marketing untuk meningkatkan penjualan. Jangan lupa bermainlah dengan kata dan aplikasikan copywriting di dalamnya. 
  1.  Sesuaikan Konten dengan Tiap Tahapan Konsumen 

Nah, secara umum, iklan atau konten yang mewakili brand-mu harus sesuai dengan tahapan yang  konsumen telah lalui. Sebagai contoh, jika konsumen masih belum mengenal brand yang kamu tawarkan melalui website, maka iklan atau landing page untuk mereka harusnya memuat informasi mengenai produk.

Berbeda dengan konsumen yang sudah pernah membeli produk atau sering mengunjungi website, mereka tentu memerlukan konten yang khusus sebagai cara menguatkan motivasi mereka untuk check out barang di dalam keranjang. 

  1.  Jangan Lupa Menerapkan SEO 

Nah, saat membicarakan digital marketing untuk meningkatkan penjualan, kamu tentu harus menerapkan SEO untuk meningkatkan performa website. Jika visibilitas website rendah, bagaimana orang dapat menemukan sebuah website?

Dalam hal ini, kamu dapat membuat postingan blog yang sesuai dengan niche, kemudian aplikasikan keyword pilihan ke dalamnya. Jangan lupa tambahkan internal link serta anchor text yang membawa pengunjung ke artikel lain di dalam website-mu.

Selain itu, kamu dapat memberikan sedikit polesan di akhir artikel berupa soft selling produk tertentu atau ajakan untuk menyimak artikel lain di dalam blog. Melalui hal-hal tersebut, strategi digital marketing untuk meningkatkan penjualan akan semakin efektif. 

  1.  Adaptif Terhadap Preferensi Konsumen

Ketika fokus pada platform tertentu, seperti Instagram atau Youtube, untuk mendekatkan diri pada konsumen, pastikan kamu cukup adaptif. Saat konsumen terasa mengubah selera atau preferensinya, kamu juga harus bisa menyesuaikannya. 

Misalnya, sebelum ada fitur reels di Instagram, pengguna platform tersebut lebih menyukai fitur story atau feed. Nah, setelah fitur reels muncul dan menjadi favorit banyak orang, kamu juga harus beradaptasi dan menggunakan fitur tersebut agar bisnismu tetap relevan. 

Digital marketing

  1. Digital Advertising

Mempertimbangkan untuk pasang iklan produk di Youtube Ads, Instagram Ads dan lainnya, bisa menjadi salah satu wujud strategi digital marketing untuk meningkatkan penjualan. 

Namun, tidak semua orang tahu formula rahasianya. Iklan yang muncul di hadapan konsumen seharusnya bukan iklan produk, melainkan iklan konten. Kamu dapat mengiklankan satu konten spesifik yang menarik minat konsumen, kemudian memberikan mereka pilihan seperti e-book, webinar, atau pelatihan gratis.

Dengan memberikan “barang gratis” tersebut, kamu dapat memperkenalkan website sehingga mereka akan mempertimbangkan untuk membeli produkmu ketika melakukan keputusan pembelian. 

  1. Pastikan Website Mobile-Friendly

Data dari Google Analytics’ Benchmarking Feature menunjukkan bahwa 68,1% pengguna internet di dunia mengakses website menggunakan smartphone. Jadi, penting bagi kamu untuk berfokus pada tampilan website yang ramah bagi pengguna ponsel.

Salah satunya adalah dengan menyediakan tampilan menu yang sederhana sehingga pengguna ponsel tidak kesulitan mencari fitur-fitur dalam website. Untuk menunjangnya, kamu harus menambahkan kolom pencarian agar memudahkan pengunjung website. 

  1. Google My Business

Google My Business adalah layanan yang dijalankan oleh Google. Layanannya bertujuan memudahkan konsumen menemukan toko atau tempat bisnis lain di sekitarnya. Dengan lebih banyak orang yang tahu tentang bisnismu, website yang kamu kembangkan akan makin banyak pengunjung terutama oleh konsumen potensial pada lokasi yang sama. 

Selain itu, menurut Hubspot, 88% konsumen yang melakukan pencarian toko online lokal akan memutuskan berbelanja di toko tersebut dalam waktu sehari. Nah, apakah kamu sudah mendaftarkan bisnismu pada layanan Google My Business

Menerapkan tips-tips digital marketing untuk meningkatkan penjualan harus imbang dengan konsistensi. Kamu tidak bisa mengharapkan penjualan produk atau website traffic meningkat dalam waktu sehari dua hari. Namun jika sudah konsisten, kamu akan mendapatkan hasil jangka panjang yang dapat kamu nikmati nantinya. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP