fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

DKelan: Sukses Bisnis Makanan Sehat dari Kebun Hidroponik di Rumah

bisnis makanan sehat

Bisnis makanan sehat makin naik daun. Sejak Covid-19 melanda Indonesia dan dunia, banyak bisnis kuliner yang gulung tikar. Tapi, pertumbuhan bisnis makanan sehat ini banyak terdongkrak karena masyarakat makin sadar akan pentingnya gaya hidup yang lebih baik. Tak hanya bisnis kuliner sehat, pedagang sayur dan buah online juga kini semakin banyak. Salah satu pemain di bisnis ini adalah Winanti, pemilik bisnis makanan sehat “dKelan” asal kota Yogyakarta.

Bermula dari Kebun Sayur Hidroponik

bisnis makanan sehat

Awalnya, Winanti tidak langsung terjun ke bisnis makanan sehat. Usaha ini ia rintis dari kebun sayur hidroponik di tahun 2018. Hobi berkebun ini berjalan baik hingga beragam jenis sayur tumbuh subur di kebunnya. Tujuan berkebun awalnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga tapi karena hasil panen berlebih, ia kemudian menjual hasil kebunnya ke toko-toko di sekitar rumahnya. Sayangnya, tingkat permintaan konsumen untuk sayur hasil kebun Winanti rendah hingga banyak sayuran yang akhirnya terbuang. Tidak ingin jadi mubazir, lahirlah ide untuk membuat salad. Salad racikan Winanti berhasil memikat banyak konsumen karena bercita rasa khas Indonesia.

“Karena suami tidak suka salad dengan saus mayones, saya coba buat dengan saus kacang. Ternyata banyak yang suka,” kata Winanti. Konsumen pertamanya berasal dari keluarga sendiri dan rekan kerja sang suami. Namun kini salad sayur dengan saus kacang ini jadi salah satu menu andalan dKelan.

Tambah Variasi Menu

Sesuai konsepnya, bisnis makanan sehat Winanti yang bernama dKelan berasal dari bahasa Jawa, Kelan.

“Kelan itu artinya njangan atau masak sayuran. Jadi arti filosofinya masak sayur dari hasil kebun sendiri,” kata Winanti.

Menu yang dKelan tawarkan terbuat dari sayur organik segar dan bebas pestisida. Sayur itu berasal dari kebun hidroponik miliknya, kemudian melalui proses pengolahan, pengemasan, untuk dikirimkan di hari yang sama. Agar kualitas kesegaran tetap terjaga hingga produk salad sayur sampai ke tangan konsumen, dKelan hanya menerima pesanan secara pre-order. Agar bisnis kuliner terus berkembang, Winanti menciptakan variasi menu baru.

bisnis makanan sehat

“Saya lihat makin banyak orang yang suka minum jus, jadi saya buat menu jus beku agar jus bisa bertahan lebih lama dan mudah dikirimkan, siapa tahu ada konsumen yang ingin jus beku sebagai hadiah,” kata Winanti. Selain itu, ada beberapa menu baru seperti, salad roll, peach gum dessert, dan paket hampers jika konsumen ingin mengirimkan paket kuliner sehat bagi keluarga atau teman yang sedang menjalani karantina. 

Pembuatan menu sehat ini dipelajari Winanti dari YouTube sambil terus mengikuti tren kuliner sehat yang ada. Hingga saat ini, ada lebih dari 30 menu sehat yang telah Winanti kembangkan untuk dKelan. 

Makin Bersinar bersama LummoSHOP

Sebagai pemilik bisnis makanan sehat, Winanti berharap akan makin banyak orang yang suka kuliner sehat. Berbekal visi ini, ia ingin dKelan bertambah besar. Bila dKelan selama ini hanya dijual lewat aplikasi online, ia bercita-cita dapat punya toko offline, berkembang menjadi beberapa outlet dan lebih banyak reseller. Meski belum punya toko offline, Winanti mengaku penjualan dKelan terus naik sejak bergabung dengan LummoSHOP. Berkat LummoSHOP, penjualan melalui Instagram Ads naik pesat yang ternyata mudah dilakukan.

“Saya jadi tidak perlu menjelaskan produk satu persatu kepada konsumen karena sudah ada katalog produk. Konsumen baru bisa langsung order, sedangkan langganan senang karena dapat kupon voucher dan diskon,” kata Winanti. 

Tips Bisnis Makanan Sehat

Peluang memulai bisnis makanan sehat masih terbuka lebar. Bila kamu tertarik, ada beberapa tips yang bisa kamu pelajari sebelum memulai.

  • Pahami tren dan minat masyarakat

Pilihan menu makanan dan minuman sehat kini makin beragam. Ada yang bahan bakunya hanya yang organik, ada pula yang hanya menjual menu vegetarian atau katering diet. Agar tidak salah sasaran, kenali target konsumen kamu, apakah pekerja kantoran, mahasiswa, atau keluarga. Sesuaikan karakteristik target konsumen dengan produk yang akan kamu tawarkan. Sayur dan buah organik umumnya berharga lebih mahal daripada sayur dan buah biasa, sehingga menu berbahan organik mungkin tidak tepat kamu tawarkan ke kalangan mahasiswa.

  • Jaga kualitas dan rasa

Kualitas rasa jadi kunci penting dari suksesnya sebuah bisnis kuliner. Kuliner dengan rasa yang lezat pasti akan membuat konsumen ingin datang kembali. Kualitas bahan baku juga harus kamu pastikan yang paling baik dan selalu segar. Percuma jual konsep makanan dan minuman sehat jika produk yang konsumen terima tidak berkualitas baik. Jangan lupa cantumkan komposisi cakupan gizi pada kemasan, konsumen kuliner sehat lebih teliti pada kandungan bahan yang akan disantap.

  • Tentukan harga

Dari riset tren pasar tadi, kamu dapat tahu tingkat harga yang pas agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor. Tingkat harga dapat dipertimbangkan dari beberapa faktor, seperti jenis dan jumlah bahan baku yang digunakan, biaya produksi, harga kemasan dan lainnya. 

  • Marketing digital

Hampir semua pebisnis kuliner sekarang ini memasarkan jualannya secara online, artinya, kebanyakan konsumen bisnis kuliner adalah mereka yang rutin menggunakan media sosial dan marketplace. Karena itu, marketing secara digital harus gencar kamu lakukan. Instagram, Facebook, Twitter, dan Tiktok bisa jadi pilihan sebagai media promosi. Sebaiknya gunakan iklan (ads) di masing-masing media sosial agar konsumen kenal produk kamu. Gunakan teknik soft selling untuk memancing interest pengguna media sosial. Daftarkan juga bisnis kamu ke LummoSHOP agar leads dari media sosial bisa terkonversi menjadi penjualan, seperti yang dKelan lakukan. Langkah selanjutnya, mudahkan konsumen mendapatkan produk kuliner sehat yang kamu jual dengan penjualan melalui jasa delivery online seperti GoFood dan GrabFood. Satu lagi yang penting, daftarkan bisnismu di Google Map agar kelihatan lebih profesional dan mudah ditemukan.

Ide Bisnis Makanan Sehat

Ragam bisnis makanan sehat makin marak tapi celah peluang masih ada selama kamu pandai berinovasi. Seperti berinovasi dalam penggunaan kedelai sebagai pengganti daging untuk menu vegetarian. Berikut beberapa ide bisnis makanan sehat yang bisa kamu kembangkan:

  • Vegetarian, beberapa tempat makan ada yang hanya jual menu berbahan nabati, tapa produk hewan. 
  • Katering diet, bisnis ini biasanya ditujukan untuk konsumen yang ingin turun berat badannya serta karena alasan kesehatan dan punya makanan pantangan.
  • Kuliner organik, tidak hanya bahan baku seluruhnya organik, menu yang ditawarkan biasanya tidak mengandung pengawet, tanpa pemanis buatan dan penyedap rasa.
  • Mi sehat, masyarakat Indonesia doyan sekali makan mi. Kamu bisa tawarkan mi sehat dari sayur-sayuran seperti bayam, brokoli, dan ubi ungu.
  • Fitness Food Prep, kuliner ini dikhususkan bagi penggiat olah raga atau atlet yang perlu menambah massa otot atau punya target bentuk tubuh tertentu. Bisnis kuliner ini perlu riset matang, saran dari ahli gizi, atau instruktur fitness.

Bisnis kuliner memang selalu menarik dan menjanjikan keuntungan besar jika serius dilakoni. Begitu pula dengan bisnis makanan dan minuman sehat yang akan semakin sukses jika kamu yang memang menjalani gaya hidup sehat mencoba melakukannya. Tertarik ikut jejak Winanti?

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP