fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Dukungan Pemerintah untuk Bisnis Modal Kecil, Ini yang Perlu Kamu Tahu

Dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil tentunya menjadi harapan mayoritas pelaku usaha di Indonesia. Bentuk-bentuk dukungan itu entah melalui kucuran kredit sebagai modal atau dengan memberikan pelatihan bagi pengembangan usaha. 

Apalagi selama ini, usaha skala kecil dan menengah terbukti mampu menopang geliat ekonomi di tengah berbagai krisis dan tantangan. 

Dalam sejarah Indonesia, krisis keamanan, politik, dan moneter yang amat berat pernah melanda negara ini pada tahun 1998. Melansir Tempo, ketika itu nilai tukar rupiah terjun bebas dari Rp2.500 menjadi Rp16.650 per dolar Amerika Serikat (AS), pemerintah melikuidasi belasan bank, sejumlah perusahaan besar pun gulung tikar karena utang yang membengkak. 

Namun di tengah krisis itu, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) justru tetap bergeliat dan terus menyerap tenaga kerja. Selain itu, sektor UMKM mencatat peningkatan ekspor dan menambah devisa. Ekspor produk paling banyak terutama furnitur, hasil laut, dan pertanian. 

Baca juga: Ini Dia Hak Karyawan Bisnis UMKM yang Wajib Kamu Penuhi

Selain krisis pada tahun 1998, krisis keuangan global pernah melanda pada 2008. Sebagai bagian dari jaringan global, Indonesia pun terdampak. Namun, lagi-lagi, menurut data Badan Pusat Statistik, UMKM justru berhasil menjaga geliat ekonomi dengan mencatatkan penyerapan tenaga kerja mencapai 90,49 juta jiwa atau meningkat 3,9% dibanding tahun sebelumnya. 

Menurut Center for Information and Development Studies (CIDES) setidaknya ada tiga faktor utama yang membuat UMKM bertahan di tengah gelombang krisis. Pertama, sektor usaha ini menghasilkan produk dan jasa yang memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga permintaan selalu ada. 

Kedua, pelaku usaha kecil kebanyakan menggunakan sumber daya, peralatan, dan bahan baku lokal. Ketiga, bisnis ini tidak banyak mengandalkan modal perbankan. 

dukungan pemerintah 02

Pentingnya Usaha Kecil untuk Pertumbuhan Ekonomi

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta dengan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,97% atau senilai Rp8.573,89 triliun. Selain itu, penyerapan tenaga kerja dari sektor usaha kecil mencapai 97%. 

Melansir Kementerian Investasi/BKPM, usaha kecil memiliki peran bagi perekonomian Indonesia, sebagai berikut:

  • Berkontribusi pada PDB pada 2020 mencapai Rp8.500 triliun. 
  • Menyerap tenaga kerja sebanyak 97% dari daya serap dunia usaha pada 2020. Jumlah usaha kecil yang banyak berbanding lurus dengan banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia sehingga memiliki andil besar pada penyerapan tenaga kerja.
  • UMKM menyerap kredit terbesar sekitar Rp1 triliun pada 2018. 

Baca juga: Mesti Tahu, Efek Perang Harga untuk Bisnismu Jangka Panjang

Dampak Pandemi pada Usaha Kecil

Dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil selama pandemi COVID-19 menjadi krusial, mengingat gejolak ekonomi saat krisis 1998 dan 2008 berbeda jauh dengan situasi selama pandemi. Kali ini, sektor usaha kecil ikut merasakan imbas pandemi COVID-19. 

Seperti kita tahu, penularan virus Corona sejak Maret 2020 berlangsung begitu cepat. Karenanya, pemerintah lantas menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian hari berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Pemerintah mengatur mobilitas orang, baik aktivitas sehari-hari, perkantoran, maupun bisnis. Pemerintah melarang masyarakat keluar rumah jika tidak penting. Kegiatan sekolah dan perkantoran dilakukan dari rumah. Pusat belanja, tempat wisata, seluruh aktivitas bisnis dan usaha tutup. Akibatnya, tidak ada sektor usaha yang tidak terdampak, apalagi usaha kecil. 

Berdasarkan studi Katadata Insight Center (KIC), sebanyak 82,9% UMKM merasakan dampak negatif dari pandemi, dan hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif. 

Dukungan Pemerintah untuk Bisnis Modal Kecil Selama Pandemi

Untuk itulah, selama pandemi COVID-19, dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil diberikan antara lain melalui:

      1. Kucuran dana PEN

Berdasarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil tersalurkan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program tersebut mengalokasikan Rp112,84 triliun untuk lebih dari 30 juta UMKM pada tahun 2020. Sedangkan pada 2021, anggaran PEN untuk UMKM mencapai Rp121,90 triliun. 

     2. Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)

Dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil lainnya ialah dengan mendorong pelaku usaha kecil go digital. Salah satunya melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang membantu pelaku usaha masuk ke ekosistem digital. 

Tercatat pada 2021 sudah hampir 12 juta UMKM yang go digital dan targetnya pada 2030 mencapai 30 juta pelaku usaha. 

      3. Bantuan Presiden

Pemerintah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung atau BT-PKWL, serta insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah. Dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil ini bertujuan untuk meringankan dampak pandemi pada UMKM dari sisi permodalan. 

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pemerintah sudah menyalurkan BPUM kepada 12,8 juta usaha mikro masing-masing Rp1,2 juta. Sementara BT-PKLW disalurkan kepada 1 juta PKL dan warung masing-masing sebesar Rp1,2 juta. 

Baca juga: Inspirasi Bisnis: 15 Pebisnis Sukses dengan Modal Kecil

dukungan pemerintah 03

Dukungan Pemerintah untuk Bisnis Modal Kecil

      1. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil yang paling dinanti ialah Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Penyaluran akses permodalan ini melalui lembaga keuangan dengan penjaminan. Selain itu, KUR bertujuan untuk memperkuat permodalan usaha kecil mengingat suku bunga pinjaman menjadi tanggungan pemerintah. Kamu bisa mengakses KUR di bank atau lembaga keuangan milik pemerintah

Cara Mendapat KUR:

    • Ajukan surat permohonan KUR ke bank terkait dengan melampirkan dokumen legalitas dan izin usaha, catatan keuangan dan lainnya. Dari sini bank akan melakukan analisa kelayakan. 
    • Lolos kelayakan, bank akan menyetujui permohonan KUR. 
    • Tandatangan perjanjian kredit atau pembiayaan.
    • Wajib membayar angsuran kepada bank sampai lunas. 

Syarat Menerima KUR:

    • Tidak sedang menerima kredit dan bank atau pemerintah. Namun diizinkan bagi yang sedang menerima kredit konsumtif seperti kepemilikan rumah, kredit kendaraan, kartu kredit, dan lainnya. 
    • Bagi usaha kecil yang masih tercatat di Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia tetapi pinjaman sudah lunas, maka harus meminta Surat Keterangan Lunas dari bank sebelumnya. Aturan ini tidak berlaku bagi program KUR Mikro. 
    • Pemberian KUR sepenuhnya kewenangan bank pelaksana. 

Baca juga: Ini Dia, 15 Ide Bisnis Modal Kecil yang Menjanjikan

      2. Pembiayaan Ultra Mikro

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) menyasar usaha kecil yang belum bankable dan tidak tersentuh program KUR. Menurut Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran pembiayaan UMi pada tahun 2021 mencapai 1,9 juta debitur dari target 1,8 juta debitur dengan target penyaluran mencapai Rp7,03 triliun. 

Sementara itu, yang membedakan KUR dengan UMi ialah besaran plafon dan jangka waktu pinjaman. Pembiayaan UMi maksimal plafon Rp10 juta dengan jangka waktu kurang dari 52 minggu. Sedangkan KUR besaran pinjaman antara Rp25-Rp500 juta dengan jangka waktu lebih dari setahun. 

Syarat Mendapat Pembiayaan UMi

    • Tidak sedang bergabung atau mendapat pembiayaan dari lembaga keuangan atau koperasi.
    • Warga Negara Indonesia serta memiliki e-KTP.
    • Memegang keterangan atau izin usaha dari instansi pemerintah atau penyalur. 

Bantuan Pengembangan dan Regulasi

      1. Mendorong usaha kecil go digital

Dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil lainnya ialah dengan mendorong pelaku usaha go digital yakni melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Jadi gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan branding produk lokal unggulan sekaligus mendorong pelaku usaha bergabung ke platform digital. 

Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sebelum pandemi, baru 16% pelaku UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce untuk memasarkan produknya. Tak heran jika sektor usaha kecil menjadi cukup terdampak manakala kebijakan pembatasan mobilitas dan penutupan aktivitas usaha berlaku selama pandemi. 

Baca juga: Beriklan Tanpa Ribet dengan Fitur Digital Ads LummoSHOP

      2. Perluasan pasar ekspor 

Dukungan pemerintah untuk bisnis modal kecil yang cukup menggembirakan ialah membantu usaha kecil memperluas pasar ekspor salah satunya lewat ASEAN Online Sale Day (AOSD). 

Peserta AOSD merupakan pelaku usaha di kawasan ASEAN yang menyediakan jualan produk dan jasa melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Pelaksanaan acara belanja ini berlangsung serentak di platform e-commerce di 10 negara ASEAN. 

Melalui kegiatan ini, dukungan pemerintah untuk bisnis dengan modal kecil diwujudkan dengan memberi kesempatan bagi mereka untuk mempromosikan dagangannya di kancah internasional. 

     3. Undang-Undang Cipta Kerja

Memang, aturan ini sempat mengundang banyak pro dan kontra, akan tetapi regulasi perlu diuji untuk tahu apakah terbukti. Melalui aturan ini, pemerintah berharap usaha kecil dan menengah bisa berkembang serta berdaya saing.

Sekadar informasi, sebanyak 64,13 juta UMKM di Indonesia masih merupakan usaha kecil menengah di sektor informal. Artinya, perlu dorongan pada usaha kecil ini agar beralih ke sektor formal. 

Hanya saja, perizinan yang rumit dan tumpang tindih antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kendala. Untuk itulah UU Cipta Kerja hadir demi memberi kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah. 

Segera Memulai 

Bagi kamu yang ingin membuka usaha tapi modal kecil, mulai saja dulu. Pada perjalanannya kamu akan menemukan banyak cara, sumber pendanaan, berbagai pelatihan, forum dan komunitas yang akan membantu usahamu tumbuh dan berkembang. 

Kamu juga bisa mengakses bantuan pemerintah seperti di atas. Yang terpenting sih, jangan keburu nyinyir apalagi apatis sebelum kamu mencobanya sendiri. Karena cara berpikir yang positif akan mengurangi stres, dan membuatmu berpikir lebih logis supaya bisa menyusun langkah usaha yang sistematis. 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP