fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

E-Grocery Harus Siap Menjawab Tantangan Tren Packaging 2022

Tren packaging

Masa pandemi telah melahirkan kebiasaan baru di tengah masyarakat dan juga sekaligus peluang baru bagi bisnis yang menjual produk kebutuhan harian atau grocery. Di saat pemerintah membatasi kegiatan jual-beli di pasar tradisional dan supermarket. Di saat itu pula, pertumbuhan e-grocery meningkat. Hal ini diikuti oleh tren packaging yang cenderung memakai bahan ramah lingungan. 

Google, Temasek, dan Bain & Company dilansir dari CNBC Indonesia menyebutkan dalam laporannya bahwa di Asia Tenggara pada masa pandemi semakin bermunculan berbagai jenis usaha yang memasarkan produknya secara online.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Masih dari sumber yang sama, Forrester Research menyatakan bisnis online yang mengalami peningkatan cukup besar di masa pandemi adalah jenis usaha makanan dan bahan makanan (food and groceries) sebesar 11% dari total pasar e-commerce dunia.  Pada 2025, diperkirakan orang yang mempraktikkan cara jual sembako online tersebut akan mengalami peningkatan hingga 15%.

Meskipun perusahaan rintisan banyak bermunculan dan menambah ketat jalannya persaingan bisnis, tapi jangan sampai kamu mundur sebelum berperang! Karena bisa jadi di antara banyaknya peluang yang ada, kamu dapat mengambil 1% darinya. Perlahan tapi pasti, kamu juga dapat menjadi penguasa pasar.

Pertumbuhan EGrocery di Indonesia selama Pandemi

Menurut LEK Consulting yang dimuat di katadata.co.id, nilai pasar egrocery yang dijual melalui platform e-commerce di Indonesia diperkirakan meningkat menjadi USD 6 miliar pada 2025. Selain itu, pengguna e-grocery di Indonesia juga tumbuh 30%. Ternyata masyarakat yang sudah beradaptasi dengan baik di tengah pandemi ini, justru memunculkan kebiasaan yang baru.

Bahkan dimuat dari sumber yang masih sama, Redseer melakukan sebuah survei dan hasilnya 60% responden mengatakan untuk tetap membeli kebutuhan harian mereka secara online ke depannya. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan bisnis egrocery.

Cara jual sembako online ibarat sudah menjadi gaya hidup baru di Indonesia. Belanja online memang lebih memudahkan terutama bagi generasi muda. Kepraktisan yang melekat di model bisnis D2C atau direct to consumer sangat cocok dihadirkan untuk melengkapi gesitnya pertumbuhan e-grocery di Indonesia.

Tantangan EGrocery di Indonesia

Dengan berjualan online memakai model bisnis D2C atau direct to consumer, berarti kamu harus siap memikirkan bagaimana barang tersebut sampai ke konsumen. Packaging seperti apa pula yang mampu menjadi wadah bagi produk kamu agar tetap aman selama berpindah tempat.

Tidak hanya jenis bisnis yang mengalami penyesuaian, tapi proses bisnis dan elemen yang ada di dalamnya juga bersifat dinamis dan harus mampu menyesuaikan diri. Meskipun bentuk bisnis egrocery ini berdasar permintaan lalu pesanan akan diantar langsung ke konsumen. Tapi tidak menutup kemungkinan akan adanya keterlambatan pengiriman barang. Apalagi dengan model bisnis D2C atau direct to consumer, kamu sebagai pebisnis memiliki tugas yang tidak mudah.

Kamu harus mampu mengatur pengiriman barang kamu sendiri. Jika biasanya konsumen datang menghampiri, kini saatnya kamu yang jemput bola dan memberikan pelayanan terbaik melalui pesan antar. Ini adalah hal yang disukai konsumen. Memang sedikit memusingkan, terutama bagi kamu pemain baru di dunia bisnis egrocery.

Menjadi mitra penyedia bisnis logistik atau jasa transportasi online bisa menjadi solusi dari permasalahan tadi. Karena kamu sudah menyerahkan urusan tadi ke ahlinya, kamu jadi bisa lebih fokus untuk mengembangkan bisnis kamu. 

Packaging juga berperan penting bagi perjalanan produk. Konsumen tidak hanya ingin mendapatkan produk yang segar, tetapi juga tidak berubah bentuk ketika dikirim ke rumah. Misalnya konsumen membeli satu bungkus tahu, namun saat bungkusnya dibuka, tahu sudah hancur tidak berwujud. Meskipun pengirimannya cepat dan tepat sampainya, tapi jika hasilnya seperti ini tentu akan mengecewakan konsumen kamu.

tren packaging
Smiling Asian delivery man in orange uniform holding grocery basket isolated on white background

Tren Packaging Bisnis EGrocery di Indonesia

Menurut Communication Manager Tetra Pak Indonesia yang dimuat di Republika, produk yang unik dengan kemasan menarik dapat menjadi daya tarik. Bahkan riset yang dilakukan Tetra Pak juga membuktikan jika daya tahan dan efisiensi kemasan menjadi persyaratan penting dalam jualan online. Kemasan yang efisien secara berat dan ruang ternyata dapat memberikan pengurangan volume transportasi sebesar 30-50%.

Selain packaging haruslah memberikan nilai ekonomis dan juga manfaat. Dewasa ini masyarakat memiliki kesadaran terhadap isu lingkungan. Salah satunya yaitu penggunaan packaging yang mudah didaur ulang.

Tidak ketinggalan, hal itu juga bergerak ke tren packaging bisnis egrocery. Tidak hanya aman tapi juga ramah lingkungan. Itulah harapan generasi muda saat ini. Bahkan di kota besar Indonesia, mereka sudah tidak menyediakan kantong plastik untuk memudahkan kamu membawa barang belanjaan. 

Grocery shopping memang menjadi salah satu aktivitas penghasil sampah yang tidak ramah lingkungan. Terlebih di pasar tradisional. Namun jika pergi ke pasar atau supermarket, dengan membawa tas belanjaan sendiri adalah salah satu cara untuk menghindarinya. Sedangkan dalam e-grocery shopping, bagaimana cara mengatasinya?

Jika semua bisnis e-grocery memberikan pilihan kepada konsumen untuk memilih packaging yang akan didapatnya, tentu masalah langsung terselesaikan. Tapi jika justru packaging yang ada tidaklah berbeda dengan yang didapat di pasar tradisional dengan alasan penghematan. Tentu lain lagi ceritanya.

Seharusnya kamu sebagai salah satu pebisnis e-grocery paham jika zero waste lifestyle atau hidup minim sampah ini bukan hanya sebatas tren, melainkan sebuah gerakan yang harus kamu dukung. Jadi tidak ada salahnya untuk memilih menyediakan packaging yang ramah lingkungan dalam menunjang bisnis e-grocery kamu, lho!

 

Tantangan Tren Packaging EGrocery di Indonesia 

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Indonesia punya tugas besar untuk memecahkan masalah packaging bisnis egrocery yang ada. Bukan semata karena mengikuti tren. Lebih dari itu. Kamu sebagai pebisnis juga harus membantu Tanah Air untuk bangkit dari bahayanya limbah plastik yang menumpuk dan sulit didaur ulang.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia telah menghasilkan 67,8 juta ton sampah yang mayoritasnya sebesar 37,3% berasal dari aktivitas rumah tangga.

Jika satu saja pebisnis egrocery mampu menjawab tantangan packaging zero waste, LummoSHOP yakin pebisnis lainnya akan mengikuti jejak yang sama. Daripada bingung harus buat packaging seperti apa yang bermanfaat tapi juga menarik. LummoSHOP akan berikan contoh perkiraan yang akan menjadi tren packaging bisnis egrocery 2022 mendatang.

  1. Karung Goni

    Selain ramah lingkungan, karung goni dikenal kuat menampung beban berat dan tidak memakan terlalu banyak ruang untuk membawanya dan menyimpannya.Bahkan saat ini tampilan karung goni sudah beragam dan dapat dicetak secara custom agar semakin menarik.

tren packaging

  1. Tas Kertas (Paper Bag)

    Paper bag juga bisa untuk mewadahi belanjaan bumbu, lho! Kamu juga bisa berkreasi dengannya untuk wadah sayur atau berbagai produk e-grocery lainnya dengan cara dibentuk sedemikian rupa menarik tapi tetap sesuai pada fungsinya.Selain ramah lingkungan, packaging jenis ini menjadi primadona karena biaya yang dikeluarkan paling rendah.

    tren packaging
    e-grocery
    tren packaging

  2. Packaging yang Bisa Dipakai Lagi

Plastik yang sekali pakai memang tidak baik bagi lingkungan. Namun penggunaan packaging berbahan plastik yang dapat digunakan berulang itu dapat menjadi solusi. Namun pastikan kandungan plastik yang digunakan aman untuk menyimpan bahan makanan, ya!

tren packaging

  1. Rotan

    Biasanya masyarakat Indonesia zaman dulu akan membawas tas rotan ini dengan diisi ayam yang masih hidup. Namun siapa sangka ternyata rotan ini dapat menjadi pilihan packaging bisnis e-grocery kamu? 

 

tren packaging

  1. Peti Kayu

Kekurangan dari packaging peti kayu adalah berat dan membutuhkan ruang yang lebih untuk membawa dan menyimpan. Namun jika kamu mau mencoba packaging jenis ini, tidak ada salahnya. Apalagi untuk jenis kebutuhan sehari-hari yang rentan terhadap benturan, peti kayu ini cocok untuk melindunginya.

tren packaging

  1. Kardus

    Salah satu jenis packaging yang mudah dijumpai saat ini. Bahkan saat ini packaging kardus sudah biasa dijual custom dengan menyesuaikan kebutuhan pebisnis e-grocery. Tampilannya tentu jadi semakin menarik.tren packaging

Setelah mengetahui ide atau tren packaging ramah lingkungan yang beragam, selanjutnya saatnya kamu memilih packaging untuk bisnis e-grocery kamu! Pastikan pula kamu tidak hanya ikut-ikutan tren demi mendongkrak penjualan dan melupakan konsistensi untuk bersama memajukan Indonesia terbebas dari sampah plastik rumah tangga, yuk!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP