fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Membuat Produk Ecoprint Bagi Pemula, Kenali 7 Langkah Ini

Ecoprint

Membuat produk ecoprint bagi pemula menarik untuk kamu pelajari. Terutama jika kamu senang membuat produk kerajinan hand made dan ramah lingkungan. Tak hanya sebagai kesenangan, namun belajar membuat ecoprint juga akan membuka peluang bisnis bagimu.

Untuk tahu lebih jauh mengenai ecoprint, simak terus artikel berikut. Jangan lupa pula ada 7 langkah membuat ecoprint bagi pemula. 

Yuk, lanjut baca!

Mengenal Ecoprint

Ecoprint merujuk kepada produk yang ramah lingkungan. Biasanya, penerapan ecoprint adalah untuk batik. Cara cetak seperti ecoprint menjadi alternatif dalam proses pembuatan batik, selain batik tulis dan celup. 

Batik dengan ecoprint adalah batik yang mereplika tumbuhan ke dalam kain dengan berbagai motif. Tumbuhan yang biasanya menjadi replika itu seperti bunga, dedaunan, sampai ranting. Bahan untuk ecoprint juga pewarna alami yang berasal dari dedaunan, batang dan bagian tanaman lainnya yang masih segar sehingga benar-benar minim menggunakan bahan kimia. 

Alat dan Bahan untuk Ecoprint

Selanjutnya untuk membuat produk ecoprint bagi pemula, maka kamu perlu untuk mengenal alat dan bahan untuk membuatnya.

Alat untuk membuat ecoprint:

  • Plastik, kamu memerlukannya sebagai alas untuk membatik. Karena jika tidak dialasi dengan plastik, maka lantai atau alas membatik akan menjadi kotor.   
  • Palu, kamu memerlukannya untuk memukul-mukul bahan kain dan mengeluarkan zat warna alami dari bahan-bahan alam. 
  • Tawas, kamu memerlukannya untuk mordanting dan fiksasi kain batik. Pembahasan kedua proses tersebut akan kamu temukan pada bagian 7 langkah mudah membuat produk ecoprint bagi pemula.  
  • Cuka, kamu perlukan untuk mordanting kain.

Sedangkan bahannya terdiri atas:

  • Kain, tentu saja sebagai bahan batiknya. Kain yang dapat kamu pergunakan adalah kain polos berwarna putih. Dengan menggunakannya, maka lebih mudah untuk memunculkan motif dari replika tumbuhan. Kain yang paling umum untuk membatik adalah mori, karena memiliki ketebalan, kehalusan dan kerapatan yang sesuai untuk batik. Namun selain mori, kamu juga bisa mempergunakan kain grey, tenun doby, kain nanas, kain paris, kain rayon, dan sutera.    
  • Pewarna yang kamu pergunakan untuk mewarnai kain. Pewarna ini berasal dari bahan alami seperti: bunga, daun, ranting, atau bagian tumbuhan lain yang masih segar. Beberapa tanaman yang biasa  untuk ecoprint, yaitu daun jati, kenikir, truja, dan daun lanang.

Selain tanaman yang telah disebutkan, kamu bisa menggunakan tanaman lain pula. Untuk menentukan tumbuhan apa-apa saja yang bisa kamu pergunakan sebagai pewarna ecoprint, kamu bisa menggunakan tips berikut:

  • Carilah tanaman yang mengeluarkan bau tajam. Tanaman berbau tajam, umumnya menghasilkan warna yang kuat pula.
  • Gosokkan tanaman ke permukaan kain atau kulit. Jika meninggalkan bekas atau noda, maka tanaman tersebut bisa kamu pergunakan sebagai pewarna.
  • Rendamlah daun atau bahan tanaman lain, ke dalam air panas selama kurang lebih 10 menit. Jika air berubah warna, maka tanaman tersebut dapat kamu pergunakan sebagai pewarna. 

Ecoprint

Kelebihan dan Kekurangan Ecoprint

Untuk membuat produk ecoprint bagi pemula, kamu juga perlu memahami kelebihan dan kekurangan ecoprint. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Ecoprint

  • Lebih ramah lingkungan, karena menggunakan bahan-bahan alami.
  • Motif batik yang dihasilkan unik, bahkan tidak ada yang sama satu dengan yang lain. Sehingga cukup menarik minat konsumen, terutama yang senang dengan keunikan.
  • Harga jualnya cukup mahal, bahkan bisa setara dengan batik tulis. Hal tersebut dikarenakan pembuatannya yang hand made, ramah lingkungan, dan keunikannya. 
  • Pasarnya masih sangat luas, karena belum ada yang memproduksi secara masal. 

Kekurangan Ecoprint

  • Susah untuk memprediksi hasil akhir dari batik ecoprint.
  • Proses pembuatan desainnya lebih rumit dari batik tulis dan cap.
  • Belum terstandar, sehingga sulit menentukan ecoprint yang baik atau tidak.
  • Tetumbuhan untuk ecoprint belum diteliti, sehingga belum bisa memastikan berbahaya atau tidak untuk yang menggunakannya.

Produk Ecoprint

Membuat produk ecoprint bagi pemula, tentu kamu butuh tahu produk ecoprint yang bisa kamu hasilkan. Tentu saja produk utama yang bisa kamu hasilkan adalah kain batik. Kemudian dari kain batik tersebut, kamu bisa membuat aneka produk fashion, seperti baju, tas, sepatu, dan aneka aksesoris. Selain itu, produk ecoprint bisa pula dipergunakan sebagai background atau dekorasi foto. Karena bentuknya yang unik, tentu akan menarik bagi banyak orang. 

Peluang Bisnis Ecoprint

Karena kamu bisa membuat produk ecoprint, maka ada peluang bisnis di dalamnya. Oleh sebab itu, membuat produk ecoprint bagi pemula, perlu pula untuk mengetahui peluang bisnisnya. Beberapa peluang bisnis untuk produk ecoprint yang kamu hasilkan, diantaranya:

  • Menjualnya Secara Online

Kamu bisa menjual produk ecoprint-mu secara online. Tentu saja kamu membutuhkan website dan media sosial untuk mendukungnya. Untuk pembuatan website, kamu bisa mengandalkan online e-commerce builder, salah satunya LummoSHOP. Dengan menggunakan LummoSHOP, kamu akan lebih mudah membuat website semudah membuat akun di media sosial.  

  • Menjualnya di Tempat Pariwisata

Saat ini gerakan ekonomi kreatif mendapat dukungan yang besar dari pemerintah. Kamu pun dapat turut bergerak di dalamnya. Salah satunya dengan menjual produk ecoprint-mu di tempat pariwisata. Di tempat tersebut, wisatawan ingin memperoleh barang yang unik dan menjadi kenangan. Ecoprint-mu dengan segala kelebihannya, akan menjadi buah tangan yang selalu dikenang. 

  • Menawarkannya pada Hotel, Restoran dan Galeri

Hotel, restoran, dan galeri, membutuhkan dekorasi yang unik. Kamu dapat menawarkan ecoprint-mu ke tempat-tempat tersebut. Tak hanya menawarkan produk untuk dekorasi, kamu-pun bisa menitipkan produkmu di tempat-tempat tersebut. Karena banyak wisatawan atau orang luar daerah yang datang ke tempat-tempat tersebut. Bisa jadi ecoprint-mu akan menjadi oleh-oleh yang menarik bagi mereka. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

7 Langkah Membuat Produk Ecoprint bagi Pemula

Berikut adalah 7 langkah untuk membuat ecoprint bagi pemula. 

Melakukan Scouring pada Kain 

Pertama kamu perlu melakukan scouring pada kain baru. Maksudnya adalah membersihkan kain dari sisa-sisa kotoran. Cara melakukan scouring adalah rendam kain dalam cairan TRO (Turkish Red Oil) yang akan mempermudah penyerapan warna dalam proses pembatikan – kucek sebentar – bilas sampai bersih – jemur hingga kering.

Mordanting Kain

Mordanting kain biasa dikenal pula dengan istilah pengolahan kain. Untuk melakukannya, maka kamu perlu untuk merendam kain dengan menggunakan campuran air hangat, tawas, dan cuka selama satu jam atau semalam untuk hasil terbaik. Setelahnya, jemurlah kain di bawah terik matahari sampai kering. Dengan mordanting, maka akan membuka serat-serat pada kain, dan mempermudah penyerapan zat warna.  

Bahan untuk mordanting kain dengan berat sekitar 200-250 gram, yaitu:

  • Tawas 50 gram
  • Cuka: jika menggunakan cuka makan 75 ml, jika cuka industri 40 ml.
  • Air hangat (suhu 75-800C) 1.500 ml.

Memproses Pencetakan

Untuk memproses pencetakan, kamu perlu melakukan langkah sebagai berikut:

  • Siapkan bahan-bahan yang dipergunakan sebagai replika ecoprint.
  • Bentangkan plastik kemudian letakkan kain yang telah dimordanting. Kain tersebut harus dalam keadaan basah tetapi tidak ada air menetes. Jika kering, celupkan ke air, kemudian peras sehingga tidak ada air menetes. 
  • Tata tetumbuhan yang dijadikan replika di atas kain basah. Pola terserah pada keinginan dan kreatifitasmu, tidak ada standar tertentu. Usahakan tidak ada tumbuhan yang bertumpuk, karena jika bertumpuk polanya tidak tercetak.
  • Pukul-pukul tetumbuhan yang sudah tertata menggunakan palu, sehingga zat warnanya bisa membekas. Pukul dengan keras dan merata.  
  • Selanjutnya tutup dengan plastik kembali. Kemudian gulung dengan rapi dan kecil, sehingga mudah untuk mengukusnya. 
  • Ikat gulungan dengan kuat dan rapi, sehingga polanya akan tercetak dengan sempurna.

Ecoprint

Mengukus Kain

Langkah berikutnya adalah mengukus kain. Caranya adalah masukkan kain yang sudah terikat, ke dalam wadah untuk mengukus atau mesin steamer. Lamanya pengukusan adalah 1 – 2 jam, dengan menggunakan suhu 1000C. Selanjutnya keluarkan kain dari mesin steamer, angin-anginkan sampai dingin. 

Melepas Ikatan Kain

Proses berikutnya adalah melepaskan ikatan kain, dan kemudian akan terlihat pola yang kamu cetakkan. Bentangkan kain, kemudian jemur selama kurang lebih 5 hari. Selanjutnya baru dicuci bersih, dan dijemur sampai kering.

Fiksasi Kain Batik

Proses ini dilakukan untuk memperkuat atau mengunci warna pada kain ecoprint. Kamu bisa menggunakan larutan tawas, kapur atau tunjung. Untuk merendamnya, maka larutkan salah satu bahan tersebut ke dalam air. Kemudian rendam kain selama satu jam. Setelahnya jemur kain di bawah terik matahari sampai kering.

Mencuci Kain Batik

Proses paling akhir adalah mencuci kain batik, dengan menggunakan air mengalir. Kamu tidak perlu menggunakan deterjen untuk proses ini. Kemudian jemur kembali kain batik hingga kering. Setelahnya kain ecoprint-mu siap untuk dipergunakan.

Membuat produk ecoprint bagi pemula ternyata tidak terlalu susah. Kamu bisa menemukan banyak bahan alami untuk pembuatannya. Tentu itu adalah peluang bisnis yang cukup baik.

Jadi dengan ecoprint, kamu bisa berbisnis, sekaligus menjaga kelestarian alam.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP