fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Etika Bisnis, Pahami di Sini untuk Kredibilitas Usahamu

etika bisnis 01

Untuk merintis dan membangun sebuah perusahaan, dibutuhkan etika bisnis sebagai pengontrol attitude pengusahanya. Mereka tidak bisa seenaknya melakukan sesuatu tanpa memikirkan dampaknya bagi perusahaan, karyawan, ataupun masyarakat sekitar.

Bisnis itu tidak hanya tentang untung dan rugi dalam bentuk materi. Namun, juga bagaimana perusahaan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, lingkungan dan pelanggan. Tidak hanya itu, menurut Laila RS dalam bukunya yang berjudul Buku Ajar Etika Bisnis (2020), menyebutkan bahwa perusahaan yang beretika cenderung dapat bertahan lebih lama dibanding perusahaan yang melakukan kecurangan. 

Karena bagaimanapun, pelanggan, karyawan dan masyarakat peduli terhadap isu-isu etika, seperti tidak mencemari lingkungan, tidak melakukan uji coba terhadap hewan, dan sebagainya. Maka dari itu, penting bagi pengusaha untuk memahami prinsip etika bisnis sebeum memulai usahanya. 

Pengertian Etika Bisnis

Menurut Velasquez (2018) dalam Buku Ajar Etika Bisnis, etika adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang standar moral yang kita anut. Tujuannya untuk menentukan standar agar dapat kamu pahami dan justifikasi. 

Standar moral haruslah melibatkan penilaian kebaikan dan keburukan, kepentingan banyak orang, tidak penguasa atau pemerintah (figure otoritas) kembangkan, bersifat universal, tidak timpang sebelah atau memihak salah satu kelompok, yang mengasosiasikan dalam emosi khusus seperti perasaan bersalah dan perbendahara kata seperti obligasi, hak, dan keadilan.

Sementara etika bisnis adalah standar moral yang dijadikan acuan dalam aktivitas bisnis (aktivitas untuk mendapatkan laba). Dengan begitu, seorang pengusaha akan lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan agar tidak merugikan karyawan, lingkungan, pelanggan, dan masyarakat meski dalam kondisi terdesak. 

Dalam buku Pendidikan Kewirausahaan dan Etika Bisnis, karya Irjus I., Hadion W., dan Bero Usada (2020) menyatakan bahwa etika dan moral harus menjadi perilaku, karakter, pilihan hidup, dan kepribadian yang ditunjukkan dalam keseharian di lingkungan kerja. Dengan begitu, antara karyawan dan pengusaha akan terbangun integritas yang dapat menjadi kekuatan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di perusahaan. 

Manfaat Etika Bisnis bagi Usahamu

etika bisnis 03Perusahaan yang menerapkan etika bisnis dalam aktivitas bisnisnya cenderung akan memiliki hubungan yang adil dan sehat diantara karyawan dan atasannya. Iklim pekerjaan yang menyenangkan ini akan mendorong timbulnya tanggung jawab untuk melakukan yang terbaik tanpa merugikan orang lain. Berikut manfaat etika bisnis untuk usahamu.

1. Meningkatkan reputasi perusahaan

Ketika perusahaan memiliki etika dengan mempertimbangkan dampaknya bagi stakeholder (karyawan, pelanggan, masyarakat, dan alam), maka citra yang baik akan terbentuk dengan sendirinya, Perusahaan akan lebih dikenal dan rasa kepercayaan masyarakat terbangun dengan mudah.

Selanjutnya, pelanggan dengan sukarela akan merekomendasikan produk perusahaan kepada orang lain. Hal ini tentu menjadi strategi pemasaran yang paling jitu. Dimana dilansir dari tuborly, menurut buku The Power of Word of Mouth Marketing karya Marlin Silviana, Melina Melone, dan Sumardy menunjukkan bahwa 93 % pelanggan akan menjadikan referensi dari orang terdekat atau teman sebagai informasi yang layak dipercaya.

67 % keputusan pembelian dapat terpengaruh oleh rekomendasi dari orang terdekat atau teman. Sementara 74 % pelanggan yang mendengar hal buruk suatu produk dari teman cenderung mengubah keputusannya untuk membeli produk tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa reputasi yang baik suatu perusahaan akan meningkatkan penjualan.

2. Menciptakan iklim kerja yang menyenangkan

Etika dan moral yang melandasi sebuah lingkungan kerja akan menciptakan hubungan yang harmonis antara karyawan satu dengan yang lainnya, juga antara karyawan dengan atasannya. Iklim kerja yang seperti inilah yang akan membuat karyawan betah dan meningkatkan etos kerja.

3. Meningkatkan laba

Etika bisnis yang diterapkan sebuah perusahaan tentu akan meningkatkan nilai kepercayaan pelanggan, sehingga nilai penjualan juga ikut meningkat pesat. Tidak hanya itu, etika dan moral juga akan menyingkirkan alokasi dana untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ditimbulkan karena kecurangan bisnis. 

Dampaknya, cash flow perusahaan sehat dan perusahaan dapat dikembangkan dengan lebih maksimal. Dengan begitu, laba perusahaan juga semakin meningkat.

Cara Menyusun dan Menerapkan Etika Bisnis dalam Usaha

Dalam Buku Ajar Etika Bisnis karya Laila RS (2020), ada 4 jenis pertimbangan moral dan perilaku. Seorang pengusaha hendaknya memahami keempat pendekatan ini agar etika bisnis tepat sasaran. 

1. Utilitarian

Prinsip ini Jeremy Bentham (1748-1832) dan John StuartMill (1806-1873) kembangkan. Keduanya berpendapat bahwa suatu tindakan akan etis jika tindakan tersebut menghasilkan manfaat lebih besar terhadap masyarakat luas. Bisa jadi ada orang yang merugi, tetapi jika masyarakat yang lebih luas merasakan manfaat atau keuntungannya, maka tindakan tersebut benar.

Teori ini menuai banyak kritik, beberapanya adalah teori ini mengabaikan keadilan. Jika tujuan teori ini hanyalah untuk memaksimalkan kesenangan dan mengurangi rasa sakit bagi masyarakat dalam jumlah lebih besar, maka keadilan bagi masyarakat minoritas akan terabaikan begitu saja.

Sementara keunggulan dari teori ini berhubungan dengan perekonomian, utilitarianisme akan menuntut masyarakat untuk berusaha memaksimalkan keuntungannya. Caranya dengan membandingkan biaya yang kamu keluarkan dengan keuntungan yang kamu dapatkan dalam jangka pendek maupun panjang.

2. Pandangan berbasis hak

Pendekatan ini memiliki tiga konsep moral, yakni hak negatif, hak untuk tidak orang lain ganggu. Hak positif, hak untuk mendapatkan bantuan dan pertolongan. sementara hak spesial atau kontraktual berkaitan dengan perjanjian yang harus pihak terkait tepati, seperti persetujuan keluarga pasien kepada rumah sakit untuk tindakan operasi.

Teori yang Imanuel Kant (1724-1804) kembangkan ini mengharuskan setiap orang untuk berlaku sebagai orang bebas yang setara dan memperlakukan orang lain secara setara pula. Hal ini menuntut seseorang memiliki kewajiban untuk melakukan suatu perilaku yang orang yakini akan individu lain lakukan saat mengalami keadaan serupa. 

Kritik dari teori ini adalah bahwa hak bisa saja saling bertentangan. Sementara teori Kant ini tidak dapat menyelesaikannya. Selain itu, teori ini menyiratkan penilaian moral tertentu yang bisa jadi kamu salah pahami.

3. Standar keadilan 

etika bisnis 02Konsep keadilan ada 3 macam : 

a) distribute justice, yakni keadilan diharapkan dapat dirasakan ecara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Terlebih pada masyarakat kurang beruntung yang seringkali mendapat manfaat paling sedikit.

b) retributive justice, yakni pemberian hukuman atau penalty terhadap seseorang atau dalam hal ini karyawan yang telah melakukan kesalahan atau melanggar hukum. Meski dia tidak sengaja melakukannya. 

c) compensatory justice, pemberian keadilan terhadap korban tindak kejahatan. Misalnya kompensasi terhadap kerugian yang konsumen alami.

4. Standar kepedulian

Etika kepedulian berdasarkan terhadap tanggung jawab terhadap seseorang yang memiliki hubungan kekerabatan untuk saling melindungi. Etika ini mencakup terhadap keberpihakan terhadap orang yang memiliki hubungan dekat, penekanan untuk menjaga dan merawat hubungan yang kamu anggap berharga, dan menjaga orang-orang yang menjadi tanggung jawab atau memiliki hubungan.

Teori ini memiliki kritik, jika etika kepedulian ini kamu jadikan acuan paling depan, akan mengganggu konsep keadilan bagi orang lain. Dalam bisnis, hal ini akan menimbulkan hasrat untuk berlaku nepotisme.

Keempat pendekatan di atas bisa menjadi dasar dalam menyusun etika bisnismu. Tidak boleh ada yang kamu kesampingkan karena keempatnya berkaitan dan memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Kamulah yang paling tahu yang terbaik untuk perkembangan bisnismu dengan menerapkan pendekatan di atas dengan lebih tepat.

Karena itu, masih menurut Buku Ajar Etika Bisnis disebutkan bahwa kamu perlu memperhatikan beberapa hal ini sebelum menyusun etika bisnis, yakni keuntungan maksimal dari sebuah action yang kamu ambil, menghargai hak asasi individu dan hak moral, pemerataan manfaat dan beban yang ditanggung, serta kepedulian terhadap orang yang memiliki hubungan jelas. 

Jika keempat hal itu benar-benar kamu perhatikan, maka pasti perusahaanmu akan berkembang pesat karena penuh dengan orang-orang yang memiliki integritas, loyalitas, jujur, saling hormat dan peduli, juga pemerataan tugas dan imbalan yang adil dan setimpal.

Sudah siap menerapkan etika bisnis supaya kredibilitas usahamu juga meningkat?