fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Faktur Penjualan, Ini Fungsi dan Cara Membuatnya

Faktur Penjualan

Faktur penjualan atau sales invoice pasti sudah tidak asing lagi bagi pebisnis seperti kamu. Fungsi dari faktur penjualan adalah bukti transaksi jual beli dari penjual untuk konsumen atas pembelian barang atau jasa.

Lalu apa bedanya antara faktur penjualan dengan faktur pajak? Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 151/Pmk.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak, faktur pajak adalah bukti pungutan pajak dari Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan barang atau jasa kena pajak. 

Jadi jika faktur penjualan berlaku umum, faktur pajak khusus untuk pelaporan pajak dan bukti pungutan pajak oleh PKP. Saat PKP membuat laporan tahunan, ia akan menyetorkan faktur pajak tersebut. PKP bisa saja tidak menerbitkan faktur pajak bila perusahaannya telah membuat faktur penjualan atau faktur pembelian yang sah. Dalam hal ini, keduanya telah berfungsi sebagai faktur pajak. 

Penjual umumnya memberikan faktur penjualan atau faktur pajak kepada konsumen setelah ada serah terima barang atau jasa. Walau hanya selembar, namun dokumen ini menjadi bukti transaksi yang penting untuk jenis-jenis barang atau jasa dengan nilai yang besar. Contohnya untuk pembelian kendaraan bermotor. 

Tidak hanya untuk barang mahal, faktur penjualan juga perlu konsumen simpan, walau nilai pembeliannya tidak terlalu besar. Mengapa? Sebab, dokumen ini bisa menjadi bukti bagi konsumen jika memiliki keluhan terkait produksi. Jadi, bila kamu menerima faktur penjualan, jangan buang dulu sampai kamu benar-benar yakin barang yang kamu beli sempurna tanpa cacat. 

Pengertian dan Dasar Hukum Faktur Penjualan

Faktur penjualan adalah bukti transaksi jual beli dari penjual untuk konsumen atas pembelian barang atau jasa. Di dalamnya memuat data penting, seperti nama barang, harga, tanggal transaksi, potongan harga, serta harga akhir yang harus konsumen bayar. Faktur ini juga menjadi bukti transaksi dari penjual kepada pembeli, baik pembelian cash maupun kredit. Penjual biasanya mengirimkan dokumen ini kepada pembeli bersamaan dengan pengiriman barang. 

Faktur penjualan bisa berfungsi sebagai faktur pajak. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 151/Pmk.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak. 

Faktur Penjualan

Fungsi Faktur Penjualan

Secara rinci, fungsinya adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai bukti tertulis atas transaksi jual beli yang terjadi.
  2. Informasi tentang pembelian barang atau jasa, seperti deskripsi produk atas jasa, harga, dan kuantitas.
  3. Memberikan informasi tagihan dan tenggat waktu pembayaran konsumen, baik cash maupun kredit.
  4. Menjadi bukti bahwa konsumen telah menerima barang atau jasa dari penjual.
  5. Bagi konsumen, faktur penjualan bisa menjadi alat komplain yang sah jika kondisi barang tidak sesuai kesepakatan awal.
  6. Dokumen rujukan yang sah bagi seseorang yang akan menjual kembali barang atau jasa.
  7. Bukti untuk menyusun laporan keuangan.
  8. Bukti sah pelaporan pajak.
  9. Informasi mengenai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP).
Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Pentingnya Faktur Penjualan

Faktur penjualan pada dasarnya sangat penting bagi konsumen dan produsen, penjual dan pembeli. Sebab, dokumen ini adalah bukti fisik dalam setiap transaksi jual beli. Bagi konsumen, faktur ini bisa menjadi alat komplain. Sedangkan bagi penjual atau produsen, dokumen ini menjadi dasar penagihan, pelaporan pajak dan pembukuan keuangan perusahaan.

Berikut uraian lebih lengkapnya. 

  • Sebagai Alat Penagihan yang Sah

Adanya faktur penjualan menandakan sudah terjadi kesepakatan jual beli dengan tanda tangan yang jelas. Dengan begitu, dokumen ini menjadi alat penagihan pembayaran yang sah kepada konsumen. 

  • Sebagai Sumber Data Pembukuan Perusahaan

Biasanya faktur penjualan ada tiga rangkap. Pertama, untuk pihak penjual, pihak pembeli, serta yang bersangkutan lain, seperti akuntan perusahaan. Nah, dengan adanya faktur ini, maka dari sisi penjual akan ada pendapatan yang masuk. Sedangkan dari sisi pembeli, menjadi bukti ada pengeluaran. Dua-duanya perlu masuk dalam pembukuan perusahaan.

  • Sebagai Dasar Laporan Perpajakan

Faktur pajak atau faktur penjualan juga menjadi dasar laporan perpajakan. Dalam PMK Nomor 151/Pmk.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak, faktur pajak adalah bukti pungutan pajak buatan pengusaha kena pajak yang melakukan penyerahan barang kena pajak atau penyerahan jasa kena pajak. 

Pajak penjualan biasanya langsung terjadi saat melakukan penagihan. Informasi mengenai pajak ini akan membantu pihak keuangan menghitung kewajiban pajak perusahaan.

  • Membantu Penyesuaian Stok Barang

Salah satu manfaat faktur penjualan yang lain adalah kamu dapat mengetahui produk apa yang paling banyak peminatnya.Informasi ini tentunya dapat membantu kamu dalam menyimpan stok barang di musim-musim tertentu atau memberi diskon untuk barang yang belum laris.

  • Menghindari Kesalahpahaman Penjualan

Faktur penjualan atau invoice penjualan yang jelas akan menunjukkan bahwa kamu telah menyelesaikan kewajiban dan menandakan transaksi sudah selesai. Dokumen ini juga memastikan pembayaran berlangsung sesuai dengan kesepakatan. Karena itu, jika terjadi kesalahpahaman di masa mendatang atau sengketa dagang, faktur tersebut dapat menjadi dokumen resmi di pengadilan.

Cara Membuat Faktur Penjualan 

Kamu bisa membuat faktur penjualan sendiri, baik dalam bentuk hardcopy atau elektronik (softcopy). Yang terpenting, semua kebutuhan akan informasi harus tertera. Informasi yang jelas perlu untuk menghindari keterlambatan pengiriman barang, menghindari gagal bayar, dan sesuai untuk kebutuhan perpajakan.

Beberapa hal yang harus kamu cantumkan dalam faktur penjualan adalah:

  • Informasi Perusahaan

Cantumkanlah dengan jelas informasi mengenai perusahaan kamu sebagai pihak penjual dan pihak pembeli. Lengkapi dengan alamat dan nomor kontak yang dapat dihubungi. Informasi yang jelas akan menghindarkan dari kesulitan pengiriman barang. Pihak pembeli juga akan mudah menghubungi pihak penjual jika diperlukan.

  • Tanggal Penerbitan

Pencantuman tanggal penerbitan faktur tersebut akan berguna untuk memberi tanda mulainya transaksi dan saat pembuatan pembukuan. Dengan menyortir invoice penjualan dari sisi tanggal, kamu akan terbantu saat perlu melacak kembali invoice tersebut.

  • Nomor Faktur

Nomor faktur bisa juga menjadi nomor pesanan atau referensi yang berguna ketika harus melacak kembali dokumen penjualan. Buatlah nomor unik yang berurutan agar tidak kesulitan mencari kembali jika diperlukan.

Faktur Penjualan

  • Ketentuan Pembayaran

Rincian dari pembayaran biasanya sudah harus disepakati oleh pihak penjual dan pembeli sebelum terjadi transaksi. Faktur ini memungkinkan pembeli mengetahui tanggal jatuh tempo pembayaran dan cara pembayaran yang diminta.

  • Detail Barang atau Jasa

Faktur penjualan harus berisikan informasi barang atau jasa yang telah konsumen pesan. Informasi ini harus lengkap dengan rincian jumlahnya. Semakin lengkap informasi barang dan jasa yang tersedia, semakin besar kemungkinan tidak ada masalah pembayaran saat penagihan.

  • Nilai Total yang Harus Dibayar

Faktur penjualan juga harus mencantumkan nilai total barang atau jasa yang harus dibayarkan oleh pembeli. Jangan lupa cantumkan pajak penjualan dan total semua kewajiban pembayaran pembeli.

  • Nama dan Tandatangan 

Dengan adanya tanda tangan antara penjual dan pembeli, maka pembuatan tersebut berlangsung berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Dengan adanya tanda tangan itu, antara penjual dan pembeli telah sama-sama mengetahui hak dan kewajibannya.

Hal-hal yang perlu tercantum dalam faktur tersebut, sesuai dengan ketentuan dalam PMK Nomor 151/Pmk.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak. Dalam aturan itu termaktub bahwa faktur pajak harus mencantumkan keterangan tentang penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang paling sedikit memuat:

  1. Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak.
  2. Nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak.
  3. Jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga.
  4. Pajak Pertambahan Nilai yang telah terpungut.
  5. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang telah terpungut.
  6. Kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak.
  7. Nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.

Bentuk Faktur Pajak

Faktur pajak bisa dibuat dalam dua bentuk,

Hardcopy

Bentuk ini paling umum. Faktur tercetak di atas kertas dengan standar resmi yang berbeda-beda, tergantung perusahaan. Dokumen ini menjadi bukti yang sah terjadi transaksi barang atau jasa.

Faktur Elektronik (Softcopy)

Faktur elektronik juga menjadi bukti yang sah untuk penagihan. Bentuk dan isinya tidak berbeda dengan dokumen kertas. Hanya saja, pengiriman invoice dilakukan secara digital. Fungsi invoice elektronik ini pun sah di depan hukum.

Itu tadi penjelasan mengenai faktur penjualan dan pentingnya bagi bisnis, apalagi jika kamu adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP). Semoga bermanfaat! 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP