fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Foto Produk Untuk Promosi Toko Online, Ini Triknya

foto produk 01

Foto produk untuk promosi toko online kamu tidak bisa asal-asalan. Soalnya, foto produk pada katalog atau toko online kamu merupakan hal pertama yang terlihat oleh konsumen. Melalui foto produk ini pula, konsumen meyakinkan diri apakah mereka perlu membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan. 

Visualisasi produk yang bagus dan berkualitas akan berkontribusi dalam upaya-upaya membangun kepercayaan konsumen pada produkmu. Artinya, kalau sebuah gambar bernilai seribu makna, maka sebuah foto produk yang bagus bisa bermakna ribuan angka kunjungan website, bahkan penjualan. 

Sebagai buktinya, melansir dari Justuno.com, sebanyak 93% konsumen menganggap konten visual sebagai faktor penentu utama keputusan pembelian. Sementara itu, melansir dari Meero, sebanyak 78% konsumen online menginginkan foto yang bisa ‘menghidupkan’ produk. 

Selain itu, foto bisa mempengaruhi emosi konsumen. Sementara emosi berperan penting dalam keputusan konsumen sebelum membeli produk. Ini terbukti dengan penelitian yang dilakukan profesor ilmu saraf dari University of Southern California, Antonio Damasio, yang mendapati bahwa emosi adalah unsur utama manusia dalam membuat semua keputusan. 

Baca juga: Apa itu Brand Image? Fungsi, Indikator, dan Pentingnya dalam Pemasaran

Pentingnya Foto Produk untuk Promosi Toko Online

  • Membangun brand

Pertama yang perlu kamu sadari bahwa membuat foto produk yang bagus dan berkualitas untuk katalog toko online milikmu ialah investasi jangka panjang. Foto produk yang nampak profesional, bernilai, inovatif, dan menampilkan kualitas produk, membantu konsumen percaya dengan merek dan toko online-mu. 

  • Promosi dalam sunyi

Gambar bermakna ribuan kata. Sehingga, dalam strategi promosi, sebuah foto berbicara lebih banyak ketimbang kata-kata. Apalagi generasi sekarang ialah generasi visual yang lebih senang bahasa gambar ketimbang kata-kata. 

  • Memenangkan kompetisi

Kamu harus menyadari bahwa terdapat banyak pesaing menawarkan produk atau jasa yang sama denganmu. Karena itu, foto produk menjadi kekuatan untuk membedakan kamu dengan kompetitor. Selain itu, foto yang bagus akan menarik perhatian konsumen. 

Baca juga: Kreasikan Tampilan Toko Online-mu di LummoSHOP!

foto produk 02

Trik Menghasilkan Foto Produk Menarik

     1. Tentukan gayamu

Setidaknya ada dua gaya dalam fotografi produk, yakni gaya hidup atau foto studio. Namun yang harus kamu ingat, fokus foto haruslah pada produk, bukan pada elemen tambahan. Atau dengan kata lain, jangan keramean unsur pendukung ketimbang produknya. Coba deh pelajari foto-foto produk dari sejumlah fotografer sebagai referensimu. 

     2. Pelajari teori warna

Warna atau kombinasi warna terbukti memunculkan ide dan emosi dalam diri seseorang. Seperti sudah kita bahas sebelumnya, emosi menentukan keputusan membeli konsumen. 

Sumber: Moving.com

Penjelasannya begini:

    • Complementary:

Gunakan warna yang berlawanan atau memperbanyak kontras sehingga menimbulkan kesan dramatis dan dinamis pada foto.

    • Split Complementary:

Yakni dengan memilih dua warna yang berlawanan dan menggunakan dua warna yang berdekatan.

Baca juga: Aksesoris Foto Produk Agar Menghipnotis

    • Triad:

Menggunakan komposisi warna yang seimbang sehingga membuat kesan cerah dan mencolok. 

    • Analog:

Pendekatan dengan menggunakan warna yang sangat berdekatan sehingga terkesan alami. 

      3. Hindari refleksi

Kesalahan yang paling sering dalam foto produk ialah adanya refleksi atau pantulan. Misalnya kamu menawarkan kacamata hitam atau parfum, kalau kamu tidak jeli bisa nampak bayangan atau refleksi di kaca atau botol parfum yang kamu foto. Untuk mengatasinya, perlu ada pengaturan pencahayaan pada kamera. 

      4. Potret sebanyak mungkin

Sekarang kamu tidak harus membeli film untuk merekam foto dari kamera. Semua sudah terdigitalisasi. Jadi, banyak-banyaklah memotret berbagai produkmu dan dengan beragam angle. Selain pilihan foto lebih banyak, kalau kamu melakukan foto sendiri ini akan mengasah keterampilan dan instingmu.

Baca juga: Perlu Untuk Dipelajari, Cara Mengasah Insting Bisnismu!

      5. Coba di berbagai lokasi

Kamu bisa membuat foto di dalam ruangan dengan membuat studio mini, misalnya, tapi sesekali kamu perlu keluar ruang untuk memberi kesan berbeda. Bisa di taman, atau saat kamu melakukan perjalanan ke pantai, gunung, dan tempat wisata lain. 

Foto Sendiri Vs Sewa Fotografer

Yups, lagi-lagi hidup persoalan memilih. Tapi intinya mau melakukan foto produk sendiri pilihan ada di tanganmu. Setidaknya sebelum memutuskan, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan. Pertama, hitung bujet, apakah cukup untuk melakukannya sendiri atau bisa menyewa fotografer profesional. 

Kedua, pertimbangkan upgrade skill. Kalau menyewa fotografer profesional kamu bisa sembari belajar, tapi dengan melakukannya sendiri, walau harus susah payah belajar sendiri dan menyiapkan alat, jangan-jangan kamu merasa lebih puas dan skill kamu justru bertambah. 

Ketiga, konsistensi. Kira-kira kalau harus melakukan foto sendiri akan menyita waktumu tidak? Jangan sampai fokus pada pengembangan bisnis justru teralihkan. Karena foto produk yang harus kamu hasilkan tidak hanya satu atau dua, melainkan produk-produk jualanmu. Apalagi kamu masih harus mempelajari teknik-teknik fotografinya. 

Sembari mempertimbangkan, yuk kita cek, bagaimana cara menghasilkan foto produk sendiri atau menyewa jasa profesional. 

foto produk 03

Langkah Menghasilkan Foto Produk Sendiri

      1. Kamera

Tentukan apakah kamu akan menggunakan kamera DSLR, kamera mirrorless, atau cukup smartphone

      2. Gunakan tripod

Apapun kamera pilihanmu, tetap gunakan tripod untuk mencegah foto berbayang dan tidak fokus. 

      3. Meja dan background putih

Background putih akan memantulkan cahaya ke produk dan memberi warna terang dan realistis. Kamu bisa berkreasi sendiri membuat meja dengan background putih sebagai studio mini, atau membeli studio mini yang sudah siap pakai yang kini banyak dijual di toko-toko online. 

Sumber: writrepreneurs.com

      4. Pemotretan dekat sumber cahaya

Pencahayaan alami dalam fotografi ialah yang terbaik. Jadi sebaiknya kamu menempatkan studio mini atau lakukan pemotretan dekat sumber cahaya atau di samping jendela. 

      5. Foto, edit, dan evaluasi

Ambil foto dari berbagai sudut, supaya kamu punya perbandingan. Lalu saat melakukan pengeditan jangan terlalu berlebihan, supaya konsumen tidak merasa tertipu. Setelahnya, evaluasi bagaimana pencahayaannya, perlukah elemen-elemen tambahan untuk mempermanis foto, lalu produk apa yang sebaiknya ditampilkan dan sebagainya. 

Tips Memilih Fotografer Produk Profesional

     1. Tentukan bujet

Putuskan berapa anggaran yang kamu punya, lalu sesuaikan dengan tarif fotografer profesional. Kamu bisa mencari tahu dulu pasaran biaya fotografi produk, lalu mencari referensi fotografer lewat internet atau dari komunitas dan kolegamu. 

Baca juga: Cara Tepat Kelola Modal Usaha

      2. Pelajari portofolio fotografer

Pelajari dulu portofolio fotografer untuk mengetahui kualitas, gaya, dan pengalaman si fotografer. Sebaiknya, kamu jangan terburu-buru memutuskan fotografer mana yang akan kamu sewa. Selain itu, kamu bisa mempelajari dari akun media sosial dan testimoni yang sudah menggunakan jasa fotografer baik perorangan maupun perusahaan. 

     3. Cari yang kreatif

Foto produk yang kreatif dan unik akan membuat produkmu tampil beda ketimbang para kompetitor. Karena itu saat mempelajari portofolio fotografer kamu mesti menilai, sejauh mana ia bisa menampilkan foto yang kreatif, unik, nggak pasaran, namun tetap terlihat menyenangkan. 

      4. Diskusi

Diskusi tidak hanya penting untuk menyamakan ide dan persepsi soal bagaimana kamu ingin menampilkan foto produkmu. Lebih jauh dari itu, diskusi penting untuk mengetahui apakah komunikasimu dengan fotografer nyaman dan nyambung. Karena biar bagaimanapun, fotografernya yang akan mengeksekusi keinginanmu. 

Dari diskusi ini pula kamu bisa mencari tahu seberapa jauh skill si fotografer. Bagaimana ia menguasai pencahayaan, pengetahuan soal produk, peralatan yang ia gunakan, dan lain sebagainya. 

      5. Disiplin waktu

Baik ketika melakukan sesi pemotretan, pengiriman hasil foto produk, proses editing dan revisi, pastikan berjalan sesuai timeline yang sudah ditetapkan. Selain mencari tahu soal kualitas fotografer atau perusahaan penyedia jasa fotografi dari testimoni, disiplin waktu juga tercermin dari seberapa mereka tepat waktu hadir di pertemuan dan diskusi sebelum sesi pemotretan berjalan.  

Modal jualan online, ya foto produk yang bagus. Mengingat konsumen hanya bisa melihat gambar tanpa bisa memegang sebelum membeli sebuah produk. Tapi, apapun pilihanmu, mau mengerjakannya sendiri atau menyewa tenaga fotografer profesional, lakukanlah dengan gembira. Karena semangat dan kegembiraan kamu mengerjakannya bakal terpancar ke hasil foto produkmu. 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP