fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Gerabah Sebagai Bahan Kerajinan. Simak Penjelasan Lengkapnya!

gerabah 01

Gerabah atau dikenal pula dengan sebutan kereweng, pottery, terracotta dan tembikar, adalah produk kerajinan yang sudah dikenal sejak lama. Pemanfaatan utamanya adalah untuk perkakas, yakni sebagai wadah. Namun orang jaman sekarang, lebih banyak mempergunakan tembikar sebagai hiasan atau koleksi karena beberapa tembikar termasuk barang antik.  

Meski sudah dikenal sejak lama, tembikar tidak pernah kehabisan penggemar. Bahkan kini makin banyak yang memburunya. Apalagi untuk pottery dengan keunikan tertentu, atau termasuk barang antik. Oleh sebab itu, untuk kamu yang senang kerajinan tembikar dan sedang mencari peluang bisnis, bisnis kerajinan terracotta bisa memberikanmu keuntungan yang lumayan.

Sebelum memulai bisnis kerajinan tembikar, kamu tentunya harus mengetahui penjelasan lengkap tentang tembikar. Berikut ulasan lengkap mengenai gerabah.

Gerabah dan sejarahnya

Gerabah adalah produk kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar. Contoh produknya seperti: genting, porselin, dan sebagainya. Produk kerajinan tembikar sudah dikenal sejak lama, bahkan sejak jaman prasejarah. Hal tersebut terbukti dari penemuan pecahan tembikar, pada makam-makam purba. Oleh sebab itu gerabah adalah kerajinan yang sudah berusia sangat tua. Bahkan tidak ada yang tahu persis mulai tahun berapa kerajinan gerabah sudah dihasilkan.

Tak hanya tahun pembuatan tembikar pertama yang tidak diketahui. Asal muasal tembikar juga tidak diketahui dengan pasti. Namun setiap bangsa di dunia memiliki hasil tembikar-nya sendiri. 

Sehingga I Wayan Mudra dalam bukunya “Reproduksi Gerabah Serang Banten di Bali” menjelaskan,

menurut para ahli kebudayaan tembikar adalah budaya semua bangsa (universal). Masing-masing bangsa mengembangkan terracotta hasil kreasinya sendiri.  

Meski mengembangkan kreasi pottery masing-masing, pemanfaatan tembikar yang utama adalah untuk perkakas. Perkakas dari tembikar yang ditemukan di makan prasejarah diantaranya: piring kecil, periuk kecil, gelas.  

Perkembangan kreasi gerabah terus berlangsung hingga sekarang. Meski tidak banyak lagi orang yang menggunakan terracotta untuk perkakas, namun penggunaan tembikar untuk hiasan dan koleksi masih sangat diminati. Tentu saja di jaman sekarang perkembangan yang terjadi adalah pada peralatan, teknik pembuatan, ragam, dan bahan yang lebih modern.

Gerabah sebagai produk kerajinan

gerabah 02Gerabah adalah produk kerajinan yang berkaitan erat dengan fungsinya. Dalam kaitan dengan hal tersebut, terracotta sebagai kerajinan dibagi menjadi dua, yaitu murni dan terapan. 

  • Kerajinan murni

Tembikar yang dikelompokkan sebagai kerajinan murni, adalah pottery yang kamu buat untuk keperluan seni murni alias untuk hiasan saja. Biasanya tembikar-nya berupa: vas, piring hias, patung, dan beragam tembikar hias lainnya. Gerabah model ini juga menjadi buruan pengoleksi barang antik.  

  • Kerajinan terapan

Tembikar yang termasuk kerajinan terapan, adalah yang bisa kamu pergunakan untuk perkakas. Produk-produk terracotta yang termasuk kerajinan terapan, diantaranya: piring, kendi, gelas, tungku, dan masih banyak lainnya. Golongan konsumen yang membutuhkan gerabah sebagai perkakas, seperti: kafe dengan konsep tradisional, restoran khas daerah tertentu yang menonjolkan penggunaan tembikar, atau individu yang memang senang menggunakan produk terracotta.   

Bahan dan alat untuk pembuatan gerabah

Gerabah adalah kerajinan yang terbuat dari bahan utama tanah liat. Namun selain bahan utama tersebut terdapat bahan-bahan pelengkap lainnya. Secara lebih detail, berikut adalah bahan-bahan untuk membuat tembikar:

  • Tanah liat atau lempung adalah bahan utama untuk membuat tembikar. 
  • Air secukupnya, yang kamu butuhksn untuk mencairkan tanah liat
  • Abu untuk proses pengeringan luar dan dalam setelah selesai pembuatan karya. 
  • Cat dan beragam pernak-pernik, untuk menghias tembikar.
  • Untuk pembakaran tembikar, membutuhkan: kayu bakar, kulit kelapa kering, jerami dan daun bambu kering.

Sedangkan alat untuk membuat gerabah adalah:

  • Meja putar, yang dikenal dengan nama pelarik. Untuk menggerakkan alat ini, bisa kamu lakukan dengan dua cara, menggunakan kaki dan tangan. 
  • Kawat/benang, yang kamu perlukan untuk memotong tembikar bagian bawah, yang menempel pada meja putar. 
  • Pisau, kamu pergunakan untuk mendesain dan menghias tembikar yang kamu buat. 
  • Butsir dan sudip, bisa kamu pergunakan sebagai pelengkap pisau, dengan fungsi yang sama yaitu mendesain dan menghias tembikar.
  • Kuas, kamu perlukan untuk meratakan permukaan luar, sehingga tampak rapi dan halus. 
  • Pembakar, kamu pergunakan untuk mengeringkan tembikar. Sebelum membakar tembikar, kamu perlu menjemurnya sebentar. Dengan menjemur kemudian membakar, nantinya tembikar yang kamu hasilkan akan padat dan keras.

Langkah membuat gerabah

Gerabah adalah kerajinan yang kamu buat melalui langkah-langkah tertentu. Berikut langkah untuk membuat tembikar.

1. Memilih dan mengambil tanah liat 

Kamu harus memilih tanah liat dengan ketat, untuk menghasilkan pottery yang bagus. Untuk memperoleh tanah liat, kamu bisa menggalinya langsung di tempat adanya tanah liat, atau membelinya di toko kerajinan tangan. Jika kamu masih pemula, sebaiknya membeli tanah liat di toko kerajinan tangan, karena sudah pilihan. 

2. Mengolah tanah liat

Proses selanjutnya, kamu perlu untuk membasahi tanah liat, dengan cara disiram sedikit air. Kemudian biarkan tanah liat 1 sampai 2 hari. Berikutnya kamu perlu menggiling tanah liat, agar lebih liat dan teksturnya tebal. Untuk menggiling tanah liat, bisa secara otomatis menggunakan mesin, atau manual. 

3. Membentuk tanah liat 

Pada bagian ini, kamu mulai membentuk tanah liat, sesuai keinginan dan kreasimu. Untuk membentuk tanah liat bisa langsung menggunakan tangan atau kaki. Bisa pula menggunakan bantuan meja putar. 

Untuk membentuk tanah liat, ada 6 teknik, yaitu: putar (Throwing), cetak tekan (Press), lempeng (Slabing), pijit, pilin (Coiling), dan cor atau tuang.

4. Menjemur tembikar

Tahapan berikutnya, adalah kamu perlu menjemur tembikar. Proses ini perlu kamu lakukan untuk menghasilkan tembikar yang padat dan keras. Untuk menjemur tembikar, kamu bisa langsung melakukannya di bawah sinar matahari. Lama penjemuran bisa cepat atau lambat, tergantung pada cuaca. 

5. Membakar tembikar

Setelah tembikar keras dan kering, kamu perlu untuk membakarnya. Untuk membakar tembikar umumnya menggunakan tungku besar. Membakar pottery akan membuatnya tidak mudah pecah atau retak. 

6. Finishing atau penyempurnaan

Langkah terakhir dalam proses pembuatan tembikar, adalah mempercantik tampilannya. Untuk melakukannya, bisa melalui pengecatan dan pemberian lukisan. Dengan begitu tembikar yang kamu hasilkan akan memiliki nilai artistik dan nilai jual.

Teknik pembentukan gerabah

gerabah 03Gerabah adalah kerajinan yang memerlukan teknik dalam proses pembentukannya. Ada 6 teknik untuk membentuknya, sebagai berikut.  

1. Teknik Putar (Throwing)

Teknik ini bisa kamu pergunakan untuk membuat tembikar yang berbentuk bulat atau silindris. Untuk menerapkan teknik ini, kamu membutuhkan alat bantu, yaitu meja putar. Cara melakukannya adalah, ambillah segumpal tanah liat kemudian letakkan di atas meja putar tepat di tengahnya. Tekan tanah liat menggunakan kedua tangan sambil diputar. Bentuklah tanah liat sesuai keinginan.  

2. Teknik Cetak Tekan (Press)

Jika kamu mempergunakan teknik ini, tembikar yang kamu hasilkan sesuai dengan cetakan. Alat yang kamu butuhkan adalah cetakan tanah liat. Untuk melakukannya, cukup tekan tanah liat pada alat cetak. Dengan menggunakan teknik ini, kamu bisa menghasilkan tembikar dalam waktu yang cepat. 

3. Teknik Lempeng (Slabing)

Teknik ini akan menghasilkan tembikar yang berbentuk kubistik dengan permukaan yang rata. Alat yang kamu butuhkan rol kayu penggilas, pisau dan kawat. Cara menerapkan tekniknya adalah, pertama-tama membuat lempengan tanah liat dengan rol kayu penggilas. Setelah terbentuk lempeng dengan ketebalan sama, potong menggunakan pisau atau kawat sesuai ukuran yang kamu harapkan. Barulah bentuk kubus atau persegi bisa kamu hasilkan. Untuk tahapan akhir, tambahkan hiasan dengan menorehnya saat tembikar dalam kondisi setengah kering. 

4. Teknik pijat (Pinching)

Alat yang kamu perlukan dalam teknik ini adalah tanganmu sendiri, kuas dan kain halus. Prosesnya adalah ambillah segumpal tanah liat. Kemudian pijat dan ulet tanah liat menggunakan ibu jari, sambil bentuklah sesuai dengan keinginan. Proses akhir, haluskan tembikarmu dengan menggunakan kuas dan kain halus. Kelebihan menggunakan teknik ini adalah hasilnya lebih padat, tidak mudah mengelupas, dan tahan lama.  

5. Teknik Pilin (Coiling)

Teknik ini akan menghasilkan tembikar berbentuk pilin atau seperti tali. Alat yang kamu perlukan adalah kedua telapak tangan. Cara melakukannya adalah pilinlah segumpal tanah liat menggunakan kedua telapak tangan. Ukuran pilinan sesuai keinginanmu. Untuk menyusun setiap pilinan, kamu bisa menekannya dan menambahkan air. 

6. Teknik Cor atau Tuang

Teknik ini menghasilkan tembikar sesuai alat cetak. Sehingga alat yang kamu butuhkan tentunya alat cetak yang terbuat dari gips. Cara membuatnya adalah kamu menggunakan tanah liat cair, kemudian langsung menuangkannya pada cetakan. 

Kini kamu tahu lebih banyak tentang tembikar dan segala seluk beluknya. Jadi sudah siap bukan, untuk mulai berbisnis kerajinan tembikar.