fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Promosi Bisnis Grosir dengan Memanfaatkan Media Sosial dan Fiturnya

Grosir

Bentuk bisnis grosir ternyata ada beragam. Namun kebanyakan orang masih sulit untuk membedakan antara mana yang bisnis grosir dan mana yang distributor. Keduanya memang melakukan jual beli dalam jumlah banyak, tapi terdapat beberapa perbedaan mendasar yang membuat proses bisnisnya tidak sama. Kira-kira apa saja, ya? Supaya kamu tidak bingung, kami sudah menyiapkan rangkuman tentang bisnis grosir dan contohnya spesial untukmu di sini.

Daftar Isi Sembunyikan

Pengertian Bisnis Grosir

Grosir berarti pebisnis yang menjual produk dalam jumlah besar ke pengecer. Grosir juga biasa kamu kenal dengan istilah wholesalers. Dalam bisnis rantai pasokan, grosir berperan sebagai penghubung antara distributor dan pengecer. Sedangkan distributor adalah perusahaan yang melakukan pembelian langsung ke produsen.

Produk yang dijual oleh grosir maupun distributor merupakan barang jadi dalam jumlah besar. Selain itu, cara untuk mengejar keuntungan yang dari keduanya juga sama. Membeli produk dalam jumlah besar untuk mendapat harga lebih murah dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi untuk mendapat untung.

Sampai sini, kamu sudah mulai paham kan perbedaan mendasar antara keduanya?

Kegiatan Bisnis Grosir

Tidak sebatas melakukan proses jual beli, ada banyak kegiatan bisnis grosir yang akan kamu lakukan jika tertarik mencobanya nanti, yaitu

Memilah Barang Sebelum Menjualnya Kepada Pengecer

Karena membeli dalam jumlah besar, kamu harus memecah dan memilah produk sesuai dengan ukuran, bentuk, jenis dan macam barang lainnya. Selanjutnya mengemas menjadi jumlah atau ukuran tertentu sesuai kebutuhan pasar.

Menyimpan Stok Persediaan Barang untuk Penjualan

Aktivitas ini bertujuan untuk mengelola produk bagi pengecer. Bisnis ini membutuhkan gudang sebagai ruang menyimpan stok. Kerapian sistem penjagaan barang di gudang akan memudahkan untuk mengecek barang, melayani pengecer dan mengelola stok persediaan barang dagang.

Melakukan Strategi Pricing atau Strategi Penetapan Harga.

Karena membeli barang dalam jumlah banyak, kamu memperoleh harga yang murah. Dari harga tadi, tetapkan permainan strategi harga untuk promosi dan program penjualan yang menarik.

Riset Pasar Secara Berkala

Aktivitas penting lainnya dari grosir adalah riset pasar. Melakukan riset pasar penting untuk mengetahui tren permintaan produk, daya beli masyarakat, kualitas produk dari distributor, dan perkembangan harga di pasar. Riset yang update akan memudahkan penentuan strategi pemasaran ke depannya.

Memperluas Pasar

Bisnis wajib memperluas pasar untuk mempercepat perputaran uang di penjualan. Kamu bisa memperluas pasar dengan memanfaatkan media sosial. Saat ini sudah lazim grosir online yang menyediakan barang lengkap dan murah. Teknologi website dan media sosial akan mempermudah aktivitas dalam menjangkau lebih banyak calon konsumen.

Layani Dropshipper

Karena punya banyak barang, untuk mempercepat penjualan, maka harus bekerja sama dengan dropshipper. Bisnis online memiliki keuntungan bisa mengelola jaringan pemasaran. Dropshipper bertugas menawarkan barang, kemudian akan menghubungi toko online jika ada orderan.

Memilih Kurir yang Merespon Cepat

Mengelola bisnis online tentu memerlukan jasa ekspedisi. Pilih kurir yang fast response dan menjaga barang aman sampai tujuan. Ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan kepada toko kamu.

Kenali kinerja kurir dan lakukan evaluasi. Saat ini persaingan antar ekspedisi sangat ketat. Maka kamu berhak bekerjasama dengan kurir yang memberikan pelayanan terbaik.

Grosir

Bentuk Bisnis Grosir

Bersumber dari Business Management Ideas, terdapat tiga bentuk bisnis grosir yang ada dalam dunia bisnis, yaitu:

Berdasar Layanan yang Diberikan

  • Manufacturer Wholesalers

Bentuk bisnis grosir satu ini sangat kompleks sebab menggabungkan kegiatan manufaktur dan distribusi secara bersamaan. Namun juga memiliki keuntungan yang maksimal sebab dapat meminimalkan biaya.

  • Retail Wholesalers

Keuntungan bentuk bisnis grosir ini adalah cepat dalam mendapat informasi terkait preferensi konsumen dan mengurangi biaya distribusi. Sebab retail wholesalers akan menjual produk ke pengecer sekaligus berhubungan langsung dengan konsumen akhir.

  • Pure Wholesalers

Bentuk bisnis grosir yang hanya fokus membeli dari produsen atau distributor dan tidak terlibat sama sekali dengan proses produksi atau penjualan langsung ke konsumen.

  • Agents dan Brokers

Sebagai perantara pabrik atau produsen yang bertugas untuk mencari pembeli bagi pabrik atau produsen dan nantinya akan menerima imbalan berupa komisi.

  • Assemblers

Memiliki fokus sebagai perantara dari pemasaran hasil pertanian dengan cara mengumpulkan hasil pertanian dari petani lokal untuk ditawarkan ke pebisnis grosir.

  • Merchant Wholesalers

Bentuk bisnis grosir dengan cara membeli produk dari berbagai produsen dan menjualnya langsung ke pengecer. Sehingga variasi merek yang merchant wholesalers tawarkan lebih banyak dan menarik bagi pengecer dari sisi harga juga tentunya.

Berdasar Spesialisasi

  • General Merchandise Wholesalers

Sama halnya dengan merchant wholesalers, bentuk bisnis grosir ini berurusan dengan berbagai lini produk. Pengecer memiliki banyak pilihan menarik dengan melakukan transaksi di sini.

  • General Line Wholesalers

Fokus pada satu lini produk tertentu merupakan spesialisasi dari bentuk binis grosir satu ini. Baik general merchandise wholesalers dan general line wholesalers, keduanya sama-sama melakukan penyimpanan stok yang dalam jumlah banyak. Berbeda dengan bentuk bisnis setelah ini.

  • Speciality Wholesalers

Bentuk bisnis grosir ini lebih spesialis daripada sebelumnya. Sebab hanya mengkhususkan produk secara terbatas dan tidak menyimpan stok berbagai macam produk. Misalnya ada bisnis grosir yang hanya fokus pada bahan makanan, namun tidak semua bahan makanan akan dijual oleh speciality wholesalers. Sebut saja hanya menjual beras dan gandum. Hanya dua produk itu yang akan tersimpan dan terdistribusi ke pengecer.

Berdasar Area Operasi

  • Local Wholesalers

Bisnis grosir yang hanya menjual produk ke pengecer lokal. Sehingga area penjualannya sangat terbatas.

  • Regional or Sectional Wholesalers

Bisnis grosir yang menjual produk ke pengecer pada wilayah tertentu. Namun tidak sekecil ruang lingkup lokal. Bisa saja wilayah tertentu tersebut meliputi negara bagian tertentu.

  • National Wholesalers

Bisnis grosir yang mencakupi seluruh daerah pada satu negara. Biasanya bentuk bisnis grosir ini memiliki beberapa titik lokasi strategis sebagai pusat komando dari pendistribusian produk dan penyimpanan gudang.

  • International Wholesalers

Bisnis grosir yang sudah lebih luas lagi wilayahnya dan biasanya bergerak pada bidang ekspor dan impor. Idealnya, bisnis grosir hanya fokus pada salah satunya. Sebab mengurus ekspor sekaligus impor adalah dua hal yang sama rumitnya dalam proses bisnis.

Sebagai gambaran, Euromonitor International telah merilis hasil risetnya tentang nilai penjualan ritel grosir tertinggi di Indonesia selama tahun 2021 sebagai berikut:

 

Grosir

Ternyata bentuk bisnis grosir dengan skala operasional yang luas dan jenis produk yang beragam memang dapat menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Itulah mengapa bentuk bisnis grosir seperti Transmart, Hypermart, Super Indo, dan sebagainya masih menduduki peringkat tertinggi di hati pasar.

Kamu juga bisa memulai bisnis grosir seperti perusahaan besar di atas. Mulai saja dulu dengan menyediakan berbagai keperluan sehari-hari konsumen yang mudah kamu jangkau dalam mencari distributor atau bahkan langsung ke produsennya. Pelajari strateginya dalam mendatangkan banyak konsumen dan jangan lupa untuk berkolaborasi agar bisnismu semakin besar, ya!

Perbedaan Grosir dan Eceran

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), grosir atau wholesaler adalah pebisnis yang membeli barang dalam jumlah besar dan menjualnya kepada pebisnis lain atau pengecer. Dengan demikian, pebisnis tidak langsung berhubungan dengan konsumen end-user. Sedangkan eceran atau ritel adalah pebisnis yang menjual barangnya langsung kepada end-user sebagai konsumen.

Dari pengertian ini saja, kamu sudah bisa membedakan grosir dengan eceran.Tapi, apakah cukup hanya sampai di situ? Tentu saja tidak, karena masing-masingnya memiliki jenis serta ciri yang berbeda. Jangan sampai kamu menyebut eceran padahal sebenarnya grosir atau sebaliknya. Meskipun pada praktiknya, tak sedikit wholesaler yang juga merangkap sebagai eceran. Tak heran jika kedua istilah tersebut kadang membingungkan.

Lalu, adakah perbedaannya dengan eceran dari segi jenis atau modelnya? Jelas ada. Tulisan di bawah ini yang akan menjawabnya.

Jenis-Jenis Retail

Ya, sama seperti wholesaler, retail pun terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:.

Berdasarkan Lokasi atau Cakupan Wilayah

  • Strip Development, jika ritel berlokasi di sepanjang jalan utama atau yang dekat dengan akses utama, sehingga mudah terlihat oleh calon konsumen.
  • Downtown Central Business District, jika ritel berlokasi di kawasan bisnis atau perkantoran elit. Di Indonesia, contohnya adalah kawasan SCBD.
  • Shopping Center, jika ritel berlokasi di pusat perbelanjaan atau Mall.

Berdasarkan Barang Jualan

  • Product Retail, jika ritel menawarkan produk, misalnya, toserba, toko yang menjual barang-barang tertentu.
  • Service Retail, jika ritel menawarkan jasa, misalnya, jasa penyewaan barang, jasa reparasi barang, jasa perawatan barang, dll.
  • Non-Store Retail, jika ritel menawarkan jasa atas sesuatu yang tak bisa kamu lihat atau intangible, misalnya, jasa tutor bahasa Inggris, jasa penitipan anak, tour guide, dll.

Berdasarkan Kepemilikan

  • Waralaba atau Franchise, jika pemilik bisnis ritel memberikan kesempatan kepada pihak luar untuk “membeli” bisnisnya tersebut dengan syarat dan ketentuan berlaku. Misalnya, bimbingan belajar terkenal membuka sistem franchise sehingga orang luar yang ingin memiliki bisnis bimbel bisa dengan mudah memiliki bisnisnya juga tanpa harus memulainya lagi dari nol.
  • Ritel Mandiri, ritel yang sudah ada sejak zaman dulu misalnya warung, toko kelontong, usaha perseorangan, dan semacamnya.
  • Corporate Chain, ritel memiliki bisnis berbeda namun masih berkaitan dengan bisnis utama sehingga bisa saling melengkapi. Misalnya, kamu punya usaha cuci mobil yang satu lokasi dengan warung kopimu. Harapanmu, sambil menunggu kendaraannya selesai dicuci, mereka bisa menikmati masa tunggu tersebut di warung kopimu.

Berdasarkan Metode Pemasaran

  • Ritel Online, ritel yang pemasarannya dengan cara online, memanfaatkan kecanggihan teknologi dan media sosial.
  • Ritel Offline, ritel yang pemasarannya luring. Toko kelontong atau warung kopi sederhana adalah beberapa contohnya.

Keunggulan Grosir dengan Retail

Bagaimana? Apakah setelah mengetahui perbedaan grosir dengan retail, kamu sudah ada bayangan ingin fokus ke mana? Atau, kamu malah semakin bingung? Kalau iya, kamu harus mengetahui keunggulan masing-masing. Pada dasarnya, grosir dengan retail bisa kamu pilih semuanya. Namun sebagai pemula, adalah bijak jika kamu fokus ke salah satu dulu. Yuk, lihat dulu keunggulannya.

Keunggulan Grosir

Jika kamu memilih grosir, apa sih keunggulannya? Apa saja keuntungan yang akan kamu dapatkan?

  • Kamu akan mendapatkan harga murah karena membeli barang untuk stok dengan jumlah besar.
    • Risiko tidak laku kecil karena biasanya kamu sudah memiliki sasaran tembak atau target market tetap yang secara berkala menyetok produk darimu, para pebisnis ritel misalnya.
    • Karena barang yang dijual dalam jumlah besar, maka keuntungan yang didapat pun banyak.

Keunggulan Retail

    • Kamu tak perlu modal besar, sehingga cocok untukmu yang baru saja memulai bisnis.
    • Lebih dekat dengan end-user.
    • Tidak perlu membutuhkan banyak sumber daya manusia, bahkan sebagai pemula kamu bisa memaksimalkan dirimu sendiri.

Kelemahan Grosir dengan Retail

Kelemahan Grosir

  • Kamu butuh modal besar.
  • Jika terjadi kerusakan barang yang tidak digaransi, kamu bisa rugi besar.
  • Butuh banyak sumber daya manusia sebagai tim, kamu tak bisa bekerja sendiri.

Kelemahan Retail

  • Harga yang kamu dapatkan lebih tinggi karena barang yang kamu beli sebagai stok tidaklah banyak
  • Karena barang dagangan tak sebanyak wholesaler, maka keuntungan pun lebih sedikit. Meskipun dalam perjalanannya, bisa saja ritel mengalahkan wholesaler, apalagi jika keterkenalannya di masyarakat semakin meningkat.

Bagaimana? Apakah kamu sudah memutuskan akan memilih berbisnis sebagai grosir atau retail setelah mengetahui perbedaan grosir dengan retail berikut jenis-jenisnya?

Perbedaan grosir dengan retail sejatinya adalah untuk membantumu mengenali posisimu saat ini. Jika modalmu masih minim, misalnya, maka alangkah baiknya kalau kamu memilih retail yang notabene tak terlalu membutuhkan banyak modal.

Penjelasan perbedaan grosir dengan retail dalam artikel ini juga untuk membantumu meyakinkan diri bahwa keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tinggal kamu ingin pilih yang mana. Toh dalam praktiknya kelak, ketika bisnismu sudah makin berkembang, kamu bisa memilih keduanya sehingga perbedaan grosir dengan retail sudah tak menjadi masalah lagi. Semoga setelah mengetahui perbedaan grosir dengan retail, kamu tak bingung lagi, ya. Selamat memutuskan dan menjalani!

Tantangan Bisnis Grosir

Modal Besar

Syarat bisnis grosir adalah membeli dalam jumlah yang banyak. Untuk 1 (satu) produk saja kamu harus membeli dalam jumlah besar. Ini berarti kamu perlu modal besar di awal bisnis. Kamu juga membutuhkan gudang untuk penyimpanan stok persediaan barang dengan volume yang besar. Selain itu, siapkan juga armada transportasi untuk mengangkut atau memindahkan barang. Kesiapan tim karyawan yang solid dan kapabel juga perlu mendapatkan perhatian.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Apapun bisnisnya pasti membutuhkan tim yang solid. Kamu perlu memperbaiki manajemen sumber daya manusia pada tim yang ada di “gerbong” bisnis kamu. SDM yang kapabel bisa membuat bisnis semakin berkembang. Tempatkan personal sesuai dengan keahliannya, lalu sinergikan dalam team work.

Manajemen Stok Barang

Tantangan bisnis yang mempunyai banyak barang adalah manajemen stok bisa jadi kamu mendapat barang yang memiliki masa kadaluarsa yang singkat. Maka kamu harus menerapkan metode first in first out di persediaan barang

Manajemen stok akan memudahkan kamu mengelola barang. Tujuannya meminimalisir kerugian karena kerusakan barang atau stok kadaluarsa.

Jaringan Pemasaran yang Luas

Tantangan bisnis grosir adalah mempunyai jaringan pemasaran yang luas karena barang yang kamu punya sangat banyak. Perputaran penjualan menjadi faktor utama penentu keberhasilan. Untuk mencapai perputaran penjualan yang cepat, kamu membutuhkan jaringan pemasaran yang luas. Sediakan konten untuk iklan dan bina jaringan pemasaran.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangSecondary Button

Solusi dari Tantangan

Itu gambaran tantangan yang terjadi, sudah tambah paham ya. Nah ada tantangan pasti ada solusi dong. So, untuk menghadapi tantangan bisnis ini ada tips yang kamu terapkan.

  1. Untuk mendapatkan modal yang besar, ada banyak cara. Yang pertama murni dari modal yang kamu punya. Yang kedua bekerjasama dengan investor. Kamu bisa mengirimkan proposal usaha untuk mendapatkan modal bisnis.
  2. Untuk tantangan manajemen sumber daya manusia. Kamu bisa melakukan training karyawan dan menempatkan personil sesuai dengan kapasitasnya. Misalnya personal lulusan akuntansi untuk bagian keuangan. Tim yang punya ketelitian tinggi bisa kamu tempatkan di stok barang.
  3. Kombinasi toko offline dan toko online,
    • Untuk strategi jaringan pemasaran, kombinasikan teknik konvensional dengan media sosial. Kamu juga harus punya website untuk memaksimalkan display dan sistem di toko online. Dengan memiliki website kamu bisa memudahkan jaringan pemasaran untuk bertransaksi.
    • Buat program reward yang menarik. Semua orang menyukai Reward atau hadiah. Apalagi untuk meningkatkan penjualan jaringan. Buatlah level-level yang bisa memaksimalkan kompetisi positif dan saling mendukung, baik di level agen, reseller dan dropshipper. Buat reward triwulan sampai tahunan. Penghargaan akan memicu jaringan yang lain untuk aktif berkompetisi.

Promosi Bisnis Grosir dengan Memanfaatkan Media Sosial dan Fiturnya

Sebagai pebisnis produk grosir, apakah kamu sudah memiliki serta memanfaatkan media sosial dan fitur-fiturnya? Jika belum, coba deh kamu gunakan itu untuk promosi bisnis grosir kamu. Rasanya sayang kalau kamu tak ikut arus positif bermedia sosial, mengingat jumlah penggunanya begitu melimpah. Melansir dataindonesia.id, pada akhir 2021 saja terdapat sekitar 170 juta jiwa pengguna media sosial di Indonesia. Artinya, lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia main media sosial alias medsos.

Dalam praktiknya, tedapat banyak alasan yang mendasari seseorang menggunakan media sosial. Ada yang hanya sekadar untuk mencurahkan isi hati, aktualisasi, hingga memanfaatkan media sosial berikut fitur-fiturnya untuk menunjang bisnis, termasuk promosi bisnis grosir. Ada banyak ragam medsos, memiliki fitur khas masing-masing. Lantaran demikian, ada baiknya kamu memahami fitur-fiturnya sebelum menggunakan untuk keperluan bisnismu.

YouTube

Berdasarkan informasi dari data.tempo.co, YouTube menjadi media sosial paling populer saat ini. Sementara itu, mengutip dari CNNIndonesia, jenis video di YouTube yang menjadi favorit warganet Indonesia, yakni drama, keuangan, perawatan kulit, makanan, game, dan lain-lain. Dengan YouTube, pengguna turut mendapatkan ilmu, tidak hanya hiburan.

Jika kamu ingin promosi bisnis grosir, YouTube bisa menjadi pilihan utama. Kamu bisa memulainya dengan membuat channel Youtube. Jangan lupa juga untuk menentukan apa yang akan kamu upload? Review produk grosirmu kah? Review kegiatanmu sebagai pebisnis grosir? Tips-tips tentang bisnis grosir? Atau, masih banyak lagi hal-hal serupa yang bisa kamu eksplorasi yang menurutmu dapat mengundang perhatian penonton.

Untuk jadwal posting-nya, menurut Oberlo dalam situsnya, waktu yang tepat untuk meng-upload video YouTube, yaitu pukul 12.00 hingga 16.00. Asumsinya, orang-orang sedang makan siang, istirahat maupun menuju pulang pada jam-jam tersebut. Adapun hari paling baik untuk posting konten di Youtube, yakni saat libur pukul 09.00 hingga 11.00.

Fitur lain YouTube yang bisa kamu manfaatkan untuk promosi bisnis grosir yaitu YouTube Live dan YouTube Ads. YouTube Live memungkinkan calon konsumen untuk melihatmu secara langsung (tanpa edit), seperti saat kamu memperkenalkan atau launching produk baru. Sementara itu, YouTube Ads memungkinkanmu untuk menjangkau konsumen lebih luas dengan iklan.

Bagaimana? Ternyata, memanfaatkan YouTube berikut fitur-fiturnya tak terlalu sulit, ya, walaupun bukan hal mudah juga.

Facebook

Media sosial lain yang juga paling orang Indonesia gemari adalah Facebook. Meskipun untuk generasi Z media tersebut tergolong jadul, tapi setiap tahun hampir saja selau ada inovasi sehingga peminatnya tetap ada, bahkan belum pernah sepi. Adapun fitur-fitur yang bisa kamu gunakan untuk promosi bisnis grosir kamu, yakni Facebook Ads, Facebook Marketing Pages, Page Insight, News Feed, Facebook Live, Video Group, dan masih banyak lagi. Perihal waktunya, Oberlo menyarankan untuk posting saat istirahat siang atau sore. Hari terbaik untuk posting, yakni Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Sementara itu, hari paling buruk untuk posting menurut Falcon.Io, yakni Selasa. Menyambung dari sumber itu, hari paling baik untuk mendapatkan engagement adalah Rabu.

Di antara semua fiturnya, mungkin kamu sudah tak asing dengan Facebook Ads. Fitur itu adalah layanan iklan berbayar Facebook. Redcomm melalui situsnya mengatakan, bahwa Facebook Ads adalah fitur Facebook paling populer karena memiliki beberapa keuntungan. Iklan jadi lebih tertarget sesuai demografi calon konsumen, branding jadi lebih kuat karena promosimu tepat sasaran (ke mereka yang kemungkinan besar tertarik dengan produkmu), kamu bisa mengatur iklan sesuai budget yang kamu miliki, bisa menggunakan tambahan gambar atau video, dan bisa membangun komunitas adalah beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan Facebook Ads.

Instagram

Berikutnya adalah aplikasi yang dibuat oleh Kevin Systrom tahun 2010, yakni Instagram. Penggunanya makin bertambah dari tahun ke tahun. Awal 2022 saja, sebagaimana melansir katadata.co.id, pengguna Instagram bertambah 3,9 juta. Oleh karena itu, tidak heran jika Instagram menjadi tempat promosi bisnis grosir yang bisa kamu pilih. Kamu bisa langsung setting akun Instagram-mu sebagai Instagram bisnis di bagian profil. Tentu saja beda dengan Instagram pribadi yang bisa diprivasi, akun Instagram bisnis tidak karena tujuannya memang agar banyak yang tahu Instagram-mu. Adapun fitur-fitur Instagram yang bisa kamu manfaatkan untuk menunjang kegiatan bisnismu menurut teknologi.bisnis.com, yakni dasbor profesional, stiker Instagram Story, Facebook Shop, IGTV Preview, hingga saran unfollow. Sama seperti sebelumnya, postingan terbaik untuk Instagram adalah saat siang dan sore dengan asumsi di jam-jam tersebut orang-orang sedang istirahat atau tidak sibuk.

TikTok

Meskipun pernah dikecam beberapa tahun yang lalu, namun perkembangan TikTok di Indonesia terbilang cukup mencengangkan. Kadadata.co.id melalui situsnya menyatakan, bahwa Indonesia adalah negara pengguna TikTok terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat, menyusul kemudian Rusia, Jepang, dan Prancis. Kamu mungkin punya teman yang dulu “alergi” aplikasi ini, tapi sekarang malah rajin promosi di sana. Salah satu kelebihan TikTok untuk promosi bisnis grosir yang kamu miliki, yaitu fiturnya yang ramah pengguna atau mudah digunakan. Adanya tambahan musik yang bisa kamu sesuaikan dengan video yang akan kamu upload, fitur edit video, dan fitur live adalah beberapa contoh di antaranya.

Twitter

Apabila kamu membandingkan dengan media sosial sebelum-sebelumnya, bisa jadi Twitter tidak terlalu populer, walaupun hampir setiap waktu selalu saja ada update-an fiturnya. Meskipun demikian, data katadata.co.id menyatakan kalau pengguna media sosial ini di Indonesia masih tergolong banyak, nomor 5 sedunia setelah Amerika Serikat, Jepang, India, dan Brasil. Salah satu fitur di Twitter yang bisa kamu gunakan untuk promosi bisnis grosirmu adalah thread. Ya, fitur ini cukup populer di Twitter. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan trending topic yang ada di sana jika memiliki teman atau massa yang banyak. Pengguna Twitter kerap mengecek hal apa yang saat ini sedang ramai diperbincangkan di Twitter dengan melihat trending topic yang ada.

WhatsApp

Daripada media sosial sebelum-sebelumnya, WhatsApp atau orang-orang biasa menyebutnya WA adalah media sosial yang lebih privasi. Meski demikian, WA tetap cocok kamu gunakan sebagai salah satu sarana promosi bisnis grosirmu karena penggunanya di Indonesia masuk tiga terbesar di dunia setelah India dan Brasil. Adapun fitur yang bisa kamu gunakan adalah WA khusus bisnis. Tersedia penjawab otomatis di sana, sehingga ketika orang menghubungi dan kamu masih belum bisa menjawab, mereka tak merasa dikacangin karena sudah mendapat jawaban otomatis dari mesin. Dalam promosi keseharian, kamu bisa menggunakan story WA untuk mengenalkan produkmu hingga membentuk “pembaca” loyal yang nantinya dari sana bisa kamu buat grup yang berkaitan dengan bisnismu.

Website Bisnis Sendiri

Ya, selain menggunakan beragam media sosial sebagai alat promosi, kamu pun bisa membuat website bisnismu sendiri untuk “berkomunikasi” dengan calon konsumen. Jika media sosial ibarat jalan yang bisa kamu lalui untuk promosi, website adalah rumah. Bagaimana pun, alangkah lebih baik jika kamu memiliki base camp, dalam hal ini adalah website bisnis.

Ternyata, kamu bisa memanfaatkan media sosial berikut fitur-fiturnya untuk menunjang kegiatan bisnismu. Dalam praktiknya, sebaiknya kamu memiliki prioritas seperti apakah memanfaatkan media sosial dan fitur-fiturnya. Kamu bisa memilihnya berdasarkan media sosial yang sering kamu pakai, yang paling membuatmu nyaman, yang fiturnya mudah kamu pelajari, hingga media sosial yang paling banyak penggunanya. Bagaimana? Tertarik untuk memanfaatkan media sosial dan fitur-fiturnya? Yuk, coba!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangSecondary Button

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya :