fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Gudeg Yu Djum 167: Gencar Beriklan di Media Sosial Meski Sudah Melegenda

inspirasi bisnis sukses gudeg yu djum

Inspirasi bisnis sukses Gudeg Yu Djum yang melegenda bisa kamu jadikan referensi dalam menjalankan usaha dengan bantuan promosi media online. Meskipun sudah memiliki nama besar di dunia kuliner, usaha Gudeg Yu Djum tetap berinovasi dan gencar dalam melakukan strategi marketing agar usahanya tetap bertahan. Simak kisahnya di bawah ini.

Warisan Bisnis Kuliner Keluarga

Bisnis Gudeg Yu Djum yang legendaris ini didirikan oleh Djuwariah Darmosumarno atau Yu Djum sejak tahun 1951. Pemberian nama “Yu Djum” berasal dari para pelanggan yang sering memanggil dengan sebutan “Yu” yang dalam bahasa Jawa merupakan singkatan dari “mbakyu” yaitu panggilan untuk orang yang lebih tua khususnya wanita dan “Djum” yang merupakan nama pendek dari Ibu Djuwariyah Darmosumarno. 

Beliau sendiri memang dasarnya tumbuh di keluarga pebisnis gudeg. Sejak remaja beliau juga memiliki cita-cita yang tinggi untuk membangun usaha rumah makan gudeg miliknya sendiri. Pada umur 17 tahun Yu Djum sudah mulai menjual gudeg dengan modal racikan bumbu warisan ibunya. Sang suami, Suwandi Dharmosuwarso, setiap hari memasak gudeg yang akan dibawa berkeliling oleh Yu Djum. Suaminya merupakan anggota TNI yang pandai memasak. Bahkan suami Yu Djum lah yang menjadi koki utama di awal bisnis kuliner ini.

Dalam membangun usahanya, Yu Djum dikenal sebagai seorang pekerja keras yang pantang menyerah. Bahkan, saat usianya sudah menginjak 85 tahun, ia tetap ingin bekerja di warung. Wafatnya Yu Djum pada tahun 2016 lalu, bukan berarti usaha kulinernya berhenti. Anak-anaknya kemudian menjadi penerus Gudeg Yu Djum yang sudah terkenal sebagai warisan bisnis kuliner khas dari Yogyakarta.

Mengembangkan Usaha

Gudeg Yu Djum awalnya buka di tempat sederhana, di Kampung Widjilan tepatnya selatan Pelengkung Widjilan. Sebagai tempat memasaknya berada di Kampung Karangasem-Mbarek, Jalan Kaliurang KM 4,5 CT III/22, Yogyakarta. Sebelum menjual gudegnya di rumah, Yu Djum berkeliling menjajakan gudeg buatannya. Jika dagangannya tidak habis, maka ia menitipkan masakannya di warung-warung Pasar Gede. Kemudian pada tahun 1985, Yu Djum membuka warung di daerah Wilijan dengan kursi dan meja sederhana.

Setelah berbisnis cukup lama, masyarakat Jogja dan sekitarnya mulai mengenal Gudeg Yu Djum. Sampai pada tahun 1993, tempat yang dulunya adalah dapur utama di Kampung Karangasem kemudian turut berfungsi juga sebagai warung makan. Warung makan yang ada di Kampung Karangasem ini disebut sebagai Rumah Makan Gudeg Yu Djum Pusat. Sampai saat ini, Gudeg Yu Djum sudah memiliki beberapa cabang yang tersebar di berbagai daerah di Yogyakarta. Cabang-cabang dari Gudeg Yu Djum Pusat ini ada agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen di lokasi yang mudah dijangkau dan cukup strategis.

Senantiasa Berinovasi 

inspirasi bisnis sukses gudeg yu djum - senantiasa berinovasi

Inspirasi bisnis sukses Gudeg Yu Djum dalam menjalankan usaha kuliner adalah dengan selalu berinovasi. Hal ini penting agar tetap bisa bersaing di tengah banyak tumbuhnya bisnis kuliner. Hingga saat ini ide bisnis baru terus bermunculan, tidak ada matinya. Setiap hari akan terus muncul inovasi-inovasi dari para pelaku bisnis dan menghasilkan produk baru di pasaran. Bisnis adalah tentang bertahan dan berkembang di arus pasar, untuk itu kita wajib melakukan inovasi agar tidak kehilangan pasar. Di antara inovasi Gudeg Yu Djum ialah sebagai berikut.

Penyediaan Ragam Lauk Tambahan

Gudeg Yu Djum yang terkenal dengan cita rasanya khas, menggambarkan nuansa Yogya yang manis dan hangat. Tak hanya soal citarasa, warisan sejarah dan tradisi nampaknya menjadi nilai jual tersendiri bagi warung gudeg ini. Gudeg Yu Djum sendiri menyajikan beberapa lauk tambahan, seperti tahu, tempe, telur rebus, daging suwir, kacang goreng, ayam, hingga sambal.

Variasi Porsi Penyajian

Cara penyajian gudeg ini pun beragam, mulai dari per porsi, hingga konsumen boleh memilih aneka lauk tambahan yang disediakan, sehingga bisa disesuaikan dengan kantong. Sebelum wafat beberapa tahun silam, Yu Djum masih turun tangan langsung dan meracik gudegnya sendiri, meski ia telah merekrut banyak pegawai. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan cita rasa autentik dari resep leluhur. Konsistensi dan kepedulian kepada konsumen tentu menjadi inspirasi bisnis sukses Gudeg Yu Djum hingga kini.

Inovasi Gudeg Kering

Sebagai penggiat usaha kuliner, inovasi harus tetap dibangun untuk keberlangsungan usaha. Penerus usaha kuliner Gudeg Yu Djum juga menyadari akan hal tersebut. Alasan ini yang mendorong bisnis Gudeg Yu Djum untuk membuat inovasi berupa gudeg kering.

Pemilik bisnis kuliner tradisional ini turut menjual gudeg kering yang memiliki kelebihan tidak mudah basi sebagai wujud inovasi produk yang lebih modern. Alternatif lauk berbentuk kering ini cocok untuk para pelancong yang ingin memboyong panganan khas Jogja ini ke rumah. 

Selain itu, bisnis kuliner Gudeg Yu Djum juga memproduksi masakan gudeg dalam kemasan kaleng. Inovasi gudeg dalam kaleng ini merupakan ide cemerlang, karena makanan akan menjadi tahan lama dengan masa kedaluwarsa yang bisa mencapai satu tahun. Gudeg kaleng Yu Djum memiliki 7 varian rasa, di antaranya Gudeg Ceker Ayam Tahu, Telur dan Ayam Suwir, Ati Ampela, dan lain-lain. Gudeg Yu Djum bahkan menciptakan varian rasa baru yaitu gudeg mercon, yaitu variasi masakan gudeg dengan tambahan cabai untuk menyasar konsumen penyuka pedas, untuk mengikuti perkembangan tren terkini. Selain menyesuaikan minat pasar, Gudeg Yu Djum juga terkenal dengan harganya yang terjangkau.

Menggunakan Media Sosial untuk Promosi

inspirasi bisnis sukses gudeg yu djum - menggunakan media sosial untuk promosi

Strategi marketing yang tepat sebagai inspirasi bisnis sukses Gudeg Yu Djum sangat penting. Promosi usaha selalu perlu dilakukan untuk menarik minat para konsumen. Untuk dapat menarik minat konsumen, salah satu caranya yaitu dengan melakukan promosi yang lebih efektif dan efisien, seperti promosi langsung oleh karyawan kepada konsumen, menggunakan brosur, atau bahkan menggunakan media online

Kiat marketing yang relevan dengan kondisi saat ini adalah dengan menggunakan aktif membagikan konten di media sosial. Bisnis Gudeg Yu Djum tak ketinggalan untuk mengikuti perkembangan zaman ini. Langkah awal dalam menerapkan strategi marketing secara online adalah dengan membuat website dan akun Instagram sebagai media penghubung bisnis Gudeg Yu Djum dengan konsumennya. 

Pemilik bisnis Gudeg Yu Djum saat ini, Eni Hartono, menyampaikan bahwa dalam upaya untuk tetap bergerak dalam memasarkan produk kepada konsumen, mereka juga mencoba strategi pemasaran menggunakan media online. Eni mengatakan bahwa pemasaran produk menggunakan media online dapat mendongkrak minat konsumen baru serta mempermudah konsumen untuk selalu dapat menjangkau Gudeg Yu Djum.

LummoSHOP sebagai Solusi Strategi Promosi Online

Mengikuti era marketing saat ini yang kekinian, Gudeg Yu Djum membutuhkan pula strategi promosi di media online beserta analisis konsumen yang tepat. Gudeg Yu Djum kemudian memilih LummoSHOP untuk mendukung upaya tersebut. Eni selanjutnya menyatakan bahwa manfaat yang didapatkan dengan menggunakan LummoSHOP adalah adanya fitur Merchant Support yang menurutnya sangat membantu mendatangkan traffic secara online untuk pelaku usaha. Strategi marketing yang mengikuti perkembangan zaman, serta upaya untuk menjaga kualitas produk telah menjadikan bisnis sukses Gudeg Yu Djum bertahan hingga saat ini walaupun sempat goyah karena terdampak pandemi. 

Semoga cerita sukses dan pengalaman dari bisnis kuliner tradisional legendaris ini bisa menjadi inspirasi untuk menjalankan usahamu. Ingatlah bahwa bekal produk berkualitas serta kejelian dalam memanfaatkan media promosi, akan menjadi modalmu untuk menjaring konsumen. Mereka akan lebih mudah mengenal dan menjangkau produkmu. Semoga terinspirasi, ya!

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP