fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Hampers Beda dengan Parcel, Ini Ulasan Lengkapnya

beda hampers & parcel 01

Hampers dan parcel identik dengan hari raya atau acara-acara spesial lainnya. Melansir dari Antara, selama pandemi COVID-19, permintaan kedua bingkisan ini konon meningkat. Maklum saja, aturan menjaga kontak fisik dengan kerabat dan kolega, membuat berkirim bingkisan menjadi cara untuk tetap menjaga silaturahmi. 

Menariknya, beberapa waktu lampau, pemerintah sempat melarang para pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), menerima parcel atau bingkisan apapun, apalagi saat hari raya. Pemerintah melarang karena menganggap bingkisan bisa membuat para pejabat dan PNS tidak obyektif. 

Gara-gara aturan ini, pengusaha kedua macam bingkisan ini sempat kena imbasnya akibat permintaan yang berkurang. Tapi situasi sudah berubah, bahkan selama pandemi sejumlah pengusaha justru menuai rezeki. 

Baca juga: Dukungan Pemerintah untuk Bisnis Modal Kecil, Ini yang Perlu Kamu Tahu

Permintaan naik

Masih melansir dari Antara, pada Lebaran tahun lalu, pengusaha keranjang rotan, yang jadi wadah parcel, di Pekanbaru mengaku mendapat kenaikan permintaan sampai 15% daripada tahun sebelumnya. 

Selain itu, melansir msn.com, menjelang hari raya Idul Fitri tahun lalu, tingkat permintaan bingkisan ini meningkat sampai 50%. Salah satu penyebabnya, banyak orang memilih mengirim bingkisan sebagai ganti silaturahmi fisik yang biasanya terjadi pada masa sebelum pandemi.

Lepas dari fakta tersebut, semua orang pasti senang menerima bingkisan. Apalagi yang namanya parcel dan hampers, pengemasan dan penataannya sangat cantik dan menarik. Sampai-sampai kadang kita lebih senang memajangnya, ketimbang segera membongkar dan menikmati isinya. 

Tapi, ngomong-ngomong, sebenarnya dua jenis bingkisan ini sama tapi hanya beda penamaan saja, atau memang secara esensi dan definisi berbeda sih?

Baca juga: Lacak Pengiriman Barang Makin Mudah dengan Fitur Real Time Tracking

Beda Hampers dan Parcel

Kita mungkin lebih dulu akrab mendengar istilah parcel. Sementara kata-kata hampers rasanya kok baru populer belakangan ini. 

Bisnis parcel pun sudah lama berkembang di tanah air. Terbukti, sentra-sentra pembuatan dan produsen parcel di Jakarta saja banyak jumlahnya. Misalnya lokasi yang cukup terkenal, seperti bekas pasar burung Barito, Jakarta Selatan, atau daerah Cikini, Jakarta Pusat, sebagai pusat penjualan keranjang rotan untuk wadah parcel

Parcel biasanya berisi aneka snack, buah-buahan, atau barang-barang seperti porselen alat makan, peralatan dapur, dan lain sebagainya. Penataan parcel kebanyakan menggunakan keranjang rotan terbungkus plastik transparan polos atau bercorak, dan berhias pita-pita cantik. 

Sedangkan ketika mendengar istilah hampers, biasanya yang langsung terbayang ialah bingkisan di dalam kotak sebagai wadah dengan aneka bentuk, warna, dan tulisan, berisi kue-kue, makanan, atau produk-produk, misalnya produk kecantikan, dan lain sebagainya. 

Tapi apakah perbedaannya hanya sebatas itu?

beda hampers & parcel 02

Asal-Usul Hampers 

Mengutip goodnewsfromindonesia.id, adalah William the Conqueror, Raja Inggris pertama dari bangsa Norman, yang memperkenalkan istilah hampers. William yang memimpin sejak 1066 sampai mangkat pada tahun 1087 mempopulerkan istilah hampers usai Pertempuran Hastings. 

Istilah bingkisan ini  berasal dari bahasa Prancis, Hanapier, yang berarti keranjang untuk piala. Pada abad 11, budaya mengirimkan hampers sudah muncul di Prancis. Ketika itu, hanapier ialah keranjang anyaman yang umumnya terbuat dari kayu willow dan berisi makanan serta minuman sebagai wadah bekal saat berburu. 

Baca juga: LummoSHOP x Lalamove: Lancar Jualan Online dengan Promo Ongkir Diskon 100%

Sampai pada tahun 1800-an terjadi pergeseran makna dan fungsi akibat revolusi industri. Keranjang anyaman yang awalnya untuk membawa bekal, berubah menjadi bingkisan natal. 

Kemudian, pada abad-19, di Inggris pada zaman Victoria, kalangan kelas menengah dan atas menjadikan hampers sebagai bingkisan mewah. Hampers biasanya marak pada perayaan Natal. 

Hampers adalah istilah bahasa Inggris mengenai keranjang yang terbuat dari rotan. Pada perkembangannya, bingkisan ini bernilai jual tinggi karena adanya sentuhan inovasi dan kreativitas. 

5 Fakta Menarik Hampers 

Merangkum sejumlah sumber, 5 fakta menarik soal hampers adalah:

      1. Bentuk modern dari parcel

Di Indonesia, banyak yang menganggap hampers adalah bentuk modern dari parcel

      2. Lebih personal

Isinya lebih personal dan beragam ketimbang parcel. Kalau parcel biasanya sebatas kue kering, sirup, kudapan, atau buah, isi bingkisan ini bisa lebih personal sesuai kesukaan si penerima. 

      3. Wadah eksklusif

Hampers adalah bingkisan dengan kemasan berupa kotak atau wadah yang lebih eksklusif. Isinya pun seringkali benda bermerek atau makanan dengan brand tertentu. Tak heran, kadang harganya lebih mahal ketimbang parcel

Baca juga: Cara Branding Produk Lewat Packaging Agar Lebih Menarik

      4. Menaikkan status sosial

Karena kemasannya yang ekslusif, dan harganya cenderung lebih mahal ketimbang parcel, wajar saja kalau penerima dan pengirim bingkisan ini memberi kesan menaikkan status sosial. 

Mengutip Kompas.com, Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Drajat Kartono, M.Si, pernah menjelaskan bahwa seseorang membeli barang lebih mahal bukan karena guna atau fungsi. Tapi, kandungan nilai simbolik juga kerap menjadi alasan seseorang membeli barang mahal. Penataan hampers yang lebih eksklusif, unik, dan klasik, menimbulkan kesan, baik yang mengirim dan menerima berselera tinggi dan datang dari kalangan eksklusif. 

      5. Lebih kekinian

Generasi tua biasanya lebih akrab dengan parcel. Sementara yang kekinian, menyebutnya hampers. 

Sejarah Lahirnya Budaya Berkirim Parcel

Mengacu pada KBBI Kemendikbud daring, parcel atau yang dalam bahasa Indonesia ialah parsel, merupakan bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang tertata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. 

Sedangkan dalam bahasa Inggris, parcel ialah sesuatu yang terbungkus kertas dan pos kerap menjadi media pengirimannya.

Baca juga: Pilih Jasa Pengiriman yang Tepat di LummoSHOP

Konon, sejarah berkirim bingkisan sudah ada sejak zaman penjajahan. Ketika itu, kaum perempuan Indonesia tidak boleh berperang karena berbahaya, dan hanya diminta tinggal di rumah. Sampai kemudian muncul ide agar perempuan tetap dapat membantu berjuang dengan mengirimkan makanan untuk para pejuang. 

Kebiasaan ini kabarnya berjalan sampai Indonesia merdeka bahkan menjadi tradisi sampai hari ini. Yang tadinya mengirim makanan bagi pejuang yang berperang, pasca kemerdekaan tradisi berkirim bingkisan atau makanan berlanjut di hari raya. Sampai hari ini, tradisi ini terus berkembang. 

Parsel dalam konteks dunia logistik merujuk pada semua barang, entah itu dokumen, makanan, barang mentah, atau produk jadi lainnya yang terbungkus rapi dan kemudian dikirim. 

5 Fakta Menarik Tentang Parcel

      1. Bagian dari sejarah perjuangan

Seperti diceritakan sebelumnya, cikal bakal parcel di tanah air tak lepas dari bagian perjuangan kaum perempuan Indonesia dalam membantu kemerdekaan Indonesia. Mereka mengirimkan bantuan makanan bagi pejuang di medan perang. 

Baca juga: Jasa Pengiriman di LummoSHOP

      2. Dilarang pemerintah

Ketika krisis moneter melanda Indonesia dan korupsi semakin merajalela, pemerintah melarang pemberian parsel khususnya kepada pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah menilai parcel merupakan bentuk gratifikasi yakni pemberian demi suatu manfaat. Larangan ASN menerima parcel ketika itu berdasarakan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

     3. Bisnis musiman yang menggiurkan

Biasanya permintaan parcel ramai saat hari-hari raya, apalagi saat Idul Fitri. Tidak heran, kalau pada periode tersebut banyak muncul pedagang parcel musiman. Kuncinya supaya menarik minat konsumen, tawarkan harga yang bersaing, isi yang unik, dan kemasan yang cantik. 

      4. Pengganti THR

Seringkali kita merasa bingung dan sungkan memberikan THR dalam wujud uang tunai. Kita bingung menilai kelayakan apakah nominal yang kita beri cukup atau malah kurang. Nah, memberikan parcel ketimbang THR dalam bentuk uang tunai bisa jadi solusi paling aman. 

      5. Isinya beragam

Parcel tidak hanya berisi makanan, kudapan, atau buah-buahan, parsel juga bisa  berupa benda seperti perangkat makan dan minum, peralatan dapur, atau benda-benda unik lainnya. 

beda hampers & parcel 03

Tampilan yang membedakan

Sebenarnya dari tampilannya saja kita sudah bisa membedakan keduanya dengan mudah. Parcel biasanya berisi snack, buah, atau barang-barang yang tersusun tinggi dalam keranjang rotan dan berbalut plastik transparan sehingga kita dengan mudah melihat isinya. 

Salah pilih parcel seringkali terjadi. Dari luar nampak padat isinya, begitu dibongkar ternyata lebih banyak sumpalan kertas dan busanya. Kadang juga, isi berupa snack sudah kedaluwarsa, sedangkan kalau berisi buah, bagian busuknya tidak terlihat dari luar. Maka itu perlu waspada saat membeli parcel

Baca juga: Mau Tampilan Katalog Menarik? Yuk Ikuti Tips dari LummoSHOP!

Sedangkan hampers, memang terkesan lebih eksklusif. Tapi kamu juga mesti mempertimbangkan fungsi jika bingkisan berisi barang, serta rasa makanannya jika bingkisan berupa kue kering. 

Jangan sampai, kemasannya sudah bagus dan mewah tidak sebanding dengan kualitas isinya. Karena banyak bingkisan yang lagi kekinian ini, hanya menang di kemasan dan tampilan. 

Memang benar, ketika mengirim bingkisan yang penting ketulusan dan wujud perhatiannya. Namun, kalau memberi bingkisan terkesan asal, bisa jadi malah membuat penerimanya tersinggung. Alih-alih menjalin silaturahmi, malah meninggalkan sakit hati. 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP