fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Hanya untuk yang Serius Jualan Kuliner Online!

LummoSHOP Kuliner Online

Berbisnis kuliner adalah bisnis yang tidak ada matinya. Bahkan di saat terjadinya pandemi covid-19 selama beberapa tahun belakangan, bisnis kuliner tetap menggeliat. Tak ubahnya seperti jenis bisnis lainnya, bisnis kuliner juga merambah ranah online. Bahkan makanan yang asalnya tak terpikirkan untuk dijual online, sekarang akan kamu temukan. Salah satunya jualan makanan berkuah, seperti: bakso, soto, bubur dan sejenisnya, bisa kamu pesan melalui aplikasi online.

Berbicara mengenai aplikasi layanan jasa antar atau e-commerce yang memungkinkan konsumen untuk pemesanan makanan secara online memang sangat membantu. Namun, cenderung memberatkan sang penjual, karena komisi yang dikenakan tergolong cukup tinggi, bahkan ada yang mencapai hingga 20%. Belum lagi jika mengikuti promo, maka penjual hanya akan memperoleh pendapatan sekitar 40 sampai 50%, dari harga asal. Memang dari pihak penyedia aplikasi menyarankan untuk meningkatkan harga. Namun, apabila peningkatannya tidak masuk akal, pelanggan juga tidak akan melirik. Masalah makanan erat dengan kondisi uang di kantong.

Oleh sebab itu, model bisnis D2C atau direct to consumer makin diminati, termasuk dalam bidang bisnis kuliner online. Dengan menggunakan bisnis ini, jualan online bisa dilakukan tanpa perantara. Karena antara pebisnis dan konsumen bisa langsung terhubung. Biaya berkaitan dengan penyampaian barang ke pelanggan, mungkin hanya berkaitan dengan pihak lain untuk masalah pengangkutan atau logistik.

Bagi kamu yang tertarik untuk berbisnis online kuliner, recommended banget untuk menerapkan D2C. Berikut step by step untuk memulai bisnis kuliner online dengan model bisnis direct to consumer

 

Temukan Ide

Bisnis online makanan, tak ubahnya dengan bisnis lain, kamu harus menemukan ide terlebih dahulu. Dengan model bisnis D2C, kamu harus selalu fokus kepada konsumen. Termasuk saat menentukan ide untuk jualan online makanan. Dalam rangka menggali ide bisnis kuliner, setidaknya ada dua cara yaitu:

  1. Dari yang paling kamu senangi. Lihat dirimu, tanyakan makanan apa yang paling kamu senangi? Kemudian lihat orang di sekitar alias calon target pasarmu, apakah mereka juga menyukai hal yang sama? Jika ya, artinya kamu dapat menggunakan ide tersebut. Sebab seleramu juga diminati oleh banyak orang, sehingga kamu bisa mulai menjual idemu kepada mereka.
  2. Makanan yang sedang tren. Pernahkah kamu mencicipi es kepal milo? Pada masanya, dessert ini begitu dikenal, banyak direview, dan penjualnya juga menjamur. Ya, kamu bisa menggali ide dari sesuatu yang tren. Artinya kamu juga menggali ide dari konsumen. Sekali lagi fokus pada konsumen adalah inspirasi bisnis utama. Maka mulailah tengok kanan dan kiri, lihat makanan yang sedang naik daun. Bisa jadi kamu akan menjualnya juga lewat jualan online.  

 

Komitmen untuk Fokus 

Kalau kamu ingin berhasil maka harus fokus. Dalam jualan online kuliner juga demikian. Kamu harus fokus dengan:

  1. Bisnis. Setelah memutuskan berbisnis kuliner, maka fokuslah pada bisnis tersebut. Dengan fokus, maka jalannya bisnis bisa terkendali. Setiap ada masalah pasti akan ada solusi. Kamu juga bisa menetapkan target-target bisnis, dan berupaya menepatinya. 
  2. Konsumen. Sebab bisnis onlinemu menggunakan model bisnis direct to consumer. Fokus pada konsumen akan membuatmu memberikan yang terbaik bagi mereka. Sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan, yang akan melahirkan banyak pelanggan setia.  
  3. Jualan Online. Jualan online juga perlu fokus, sebab banyak hal yang perlu dilakukan. Jangan menyangka hanya dengan terpasang online, bisnismu akan tiba-tiba laku keras. 

 

Tentukan Produk

Bisnis online makanan, tentu saja harus ada produk makanan yang dijual. Cara-cara berikut dapat kamu lakukan untuk memulai jualan kuliner online.  

  1. Tentukan produk makanan yang akan dijual. Hal pertama yang perlu ditentukan untuk jualan makanan, tentunya makanan apa yang akan dijual. Dengan mengetahui produk yang akan dijual, maka kamu akan tahu langkah berikutnya yang harus ditempuh. 
  2. Produk sendiri atau produk orang lain. Tak selamanya makanan yang kamu jual adalah produkmu sendiri. Kamu bisa menjualkan makanan atau minuman milik orang lain. 

Menjualkan milik orang lain lebih sederhana, kamu bisa memilih untuk menjadi: distributor, membeli franchise atau model menjualkan lainnya. Semua bisa kamu jual dengan online pula. Dengan menjualkan milik orang lain, kamu lebih santai karena tidak memikirkan mengenai bahan, distribusi dan segala kerepotan lainnya. Namun laba yang diperoleh juga terbatas, sedangkan kamu harus menyetorkan modal. 

Jika memutuskan untuk menjual produk sendiri, maka kamu harus melanjutkan ke langkah berikutnya. 

  1. Tentukan sumber bahan untuk produksi barang. Dengan memproduksi sendiri, maka kamu harus pula menentukan komposisi bahan-bahannya. Khusus untuk bahan ini kamu juga harus menemukan supplier yang terpercaya. Sehingga barang yang kamu produksi nantinya juga berkualitas.
  2. Cara memproduksinya. Berikutnya buat keputusan mengenai: di mana dan bagaimana memproduksinya. Tentunya akan berbeda jika kamu memproduksinya berbasis rumahan, resto, atau manufaktur. 
  3. Branding. Bagian branding adalah kegiatan yang juga penting untuk jualan online makananmu. Berkaitan dengan branding kamu harus memahami: penamaan merek, label, pengemasan, dan izin pada dinas terkait. Branding ini erat kaitannya dengan jualan online-mu, terutama tampilan di dunia maya. 
  4. Memahami tanggal kadaluarsa dan penyimpanan. Jualan makanan kamu tentu harus memahami tanggal kadaluarsa makanan dan bagaimana penyimpanannya. Bahkan untuk penyimpanan, nantinya kamu juga dapat menyarankannya pada pelangganmu. 
  5. Makanan yang sesuai dengan hukum yang berlaku. Tahukah kamu kalau kangkung itu dilarang ditanam apalagi diolah di Amerika Serikat? Kamu juga harus memahami hukum yang berlaku sebelum berjualan makanan. Jangan sampai menjual makanan yang menentang hukum yang berlaku. Hal itu tentu akan mempersulit bisnis online-mu sendiri.

LummoSHOP Kuliner Online

Susun Anggaran untuk Menentukan Harga

Langkah berikutnya untuk memulai bisnis kuliner online-mu adalah dengan mulai menyusun anggaran untuk kemudian menentukan harga produkmu. 

  1. Susun anggaran produksi. Pertama susun anggaran produksi, untuk menentukan harga pokok penjualan (HPP).  
  2. Pahami HPP. HPP adalah harga pokok makananmu sebelum ditambahkan keuntungan yang ingin diperoleh. Termasuk komponen HPP yaitu: biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, dan semua biaya terkait dengan produksi barang.  
  3. Tentukan harga makanan. Setelah menentukan HPP, tetapkan laba yang kamu inginkan. Dari sanalah harga makanan untuk jualan online-mu bisa kamu tetapkan.

Cara jual makanan online dengan membuat penyusunan anggaran ini, akan menghindarkan kamu dari penentuan harga yang ugal-ugalan. Bahkan seringkali terjual pada HPP, yang tentunya kemudian akan menghasilkan rugi. 

 

Miliki Identitas

Cara jual makanan online berikutnya adalah dengan memiliki identitas. Tanpa identitas, maka sangat susah berjualan makanan online. Karena pelanggan makanan online, mengutamakan identitas untuk sampai pada bisnismu. 

  1. Pilih nama online shop. Tentu saja kamu harus menentukan nama bisnis online-mu. Pilih nama yang paling sesuai dengan makanan yang kamu jual, target pasarmu, dan dirimu sendiri. 
  2. Miliki identitas bisnis online. Berikan setidaknya hal berikut pada identitas tokomu: alamat toko, nomor kontak, peta (google map), dan barang yang kamu jual. 
  3. Buat website. Kalau sudah kamu penuhi dua langkah sebelumnya, tentu kamu harus mulai membuat website. Lengkapi website dengan identitas di atas. Untuk membuat website bisnis online, kamu bisa menggunakan jasa beragam platform penyedia website bisnis online, salah satunya LummoSHOP. 

 

Etika dan Transparansi dalam Bisnis Kuliner

Berbisnis makanan sepertinya cukup sederhana, tapi ternyata tak sesederhana itu. Sebuah contoh sederhana, ketika ada penjual bakso dengan menggunakan model mangkok toilet ternyata hal tersebut cukup mengganggu. Oleh sebab itu, tempuh tiga cara berikut. 

  1. Pahami budaya target pasarmu. Dengan demikian kamu akan memenuhi fokus konsumen, yakni menghormati budaya mereka. Sehingga mereka akan datang sebagai pelanggan setiamu. 
  2. Pahami etika berjualan makanan. Ada banyak etika yang tersebar di tengah target pasarmu. Pahami mengenai etika tersebut untuk menggaet pasar online. Bisa jadi hal sederhana, seperti menambahkan tulisan yang baik pada kemasan makanan atau minuman, akan membuat konsumen berminat pada barangmu. 
  3. Transparan kepada pelanggan. Berjualan makanan dengan transparan lebih disenangi oleh konsumen. Oleh sebab itu, banyak jualan makanan dengan konsep dapur terbuka. 

 

Bagaimana Menjualnya?

Menjual makanan online bisa kamu lakukan dengan beragam cara, termasuk kemudian adalah perkara untuk pengirimannya. 

  1. Jualan online saja. Tentu saja kamu cukup menjualnya melalui media online. Biasanya masih lingkupnya rumahan, sering bergerilya di media sosial dan mengandalkan open PO. 
  2. Buka toko. Jika kamu merasa bahwa dengan membuka toko akan menjaring lebih banyak pelanggan, maka buka toko adalah keputusan yang baik. Ingat ada biaya sewa yang perlu untuk dimasukkan dalam biaya produksi. 
  3. Retail atau jual sendiri. Tak hanya dijual sendiri, kamu juga bisa menjual barangmu melalui retail. Namun sayangnya model penjualan retail atau melalui perantara kurang sesuai dengan model bisnis direct to consumer.
  4. Pengiriman. Hal berikutnya yang perlu dipikirkan adalah pengiriman barang untuk sampai ke konsumen. Kalau buka toko atau gerai tentu konsumen datang ke tempatmu. Namun jika jualan online di toko online, maka kamu harus memikirkan mengenai pengirimannya.

Saat ini ada banyak jasa pengiriman bahkan ada yang khusus untuk mengantarkan makanan. Tugasmu hanya memberikan alternatif pilihan pada konsumen. Oleh sebab itu, jualan online-mu juga harus dilengkapi dengan aneka jasa kiriman. Kamu bisa menggunakan aplikasi LummoSHOP untuk membuat tampilan website jualan online-mu dilengkapi dengan aneka jasa kiriman.  

 

Promosikan di Berbagai Platform

Cara jual makanan online berikutnya adalah dengan promosi di banyak platform. Karena pelanggan jualan online-mu bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Tugasmu hanya memperkenalkan bisnis kuliner online-mu sebanyak dan seluas mungkin.  

  1. Promosi di website milikmu dengan menceritakan detail produkmu. Bisa sejarahnya, pengemasan, proses distribusi dan lainnya sehubungan produkmu. 
  2. Promosi di media sosial. Miliki jika perlu semua akun di media sosial. Berpromosilah sesuai gaya pengguna media sosial tersebut. 
  3. Promosi di media cetak dan elektronik. Promo yang agak jadul ini masih efektif sampai sekarang. Sayangnya dana yang kamu keluarkan juga bakal besar. 
  4. Promosi langsung. Meski harus mengeluarkan biaya pula, promosi langsung seperti menyebarkan pamflet, pasang baliho, masih cukup efektif untuk menjaring pelanggan. 

 

Pertumbuhan Bisnis dan Produk Kuliner

Pikirkan mengenai pertumbuhan bisnis online-mu berikutnya, dengan cara: 

  1. Jadikan pelanggan sebagai sumber inspirasi. D2C atau direct to consumer fokus kepada pelanggan, maka galilah terus inspirasi dari mereka untuk pertumbuhan bisnis dan produk kulinermu. 
  2. Belajar terus. Tak hanya dari konsumen, kamu juga harus mau untuk terus belajar demi membuat bisnismu terus bertumbuh. Belajar bisa dari: konsumen, kompetitor, pebisnis kuliner yang sudah berpengalaman, membaca dan masih banyak lainnya. 

 

Buat Pembukuan yang Baik

Bisnis online juga tentang mengatur keuangan. Maka pahami setidaknya pembukuan atau akuntansi bisnis yang paling mendasar. 

  1. Arus kas, laba rugi. Kamu harus tahu bagaimana aliran kas dalam bisnismu. Oleh sebab itu, catat setiap transaksi bisnismu. Kamu juga harus memahami mengenai konsep laba rugi, sehingga bisa mengevaluasi kondisi bisnismu, apakah menguntungkan atau justru mendatangkan kerugian? 
  2. Penganggaran. Berikutnya kamu harus memahami penganggaran untuk bisnismu, sehingga modal yang dipergunakan bisa efisien dan efektif. 
  3. Lakukan pembukuan secara digital. Guna mempermudah pembukuan, kamu dapat menggunakan software atau aplikasi akuntansi yang kini banyak tersedia untuk ponsel pintar. Banyak yang gratis juga. Tidak perlu keahlian khusus untuk memanfaatkan software akuntansi karena cukup sederhana dan mudah diaplikasikan, jadi siapa pun bisa menggunakannya. 

 

Apa Lagi yang Dapat Dijual?

Berpikir hanya menjual satu jenis makanan atau minuman selamanya untuk bisnis online-mu? Sebaiknya tidak demikian. Berpikirlah terus untuk mengembangkan bisnis online-mu. Pikirkan sekiranya barang apa lagi yang dapat dijual seiring dengan bisnis kulinermu. 

Jadi setelah kamu mendirikan bisnis kuliner, jangan berpikir untuk berhenti. Teruslah berkembang dan menjadi besar.