fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Hari Buruh Internasional: Ingin Tambah Karyawan? Simak 7 Tips Pengelolaan Karyawan untuk Bisnis UMKM

hari buruh 01

Memasuki bulan Mei, berarti kita peringati lagi Hari Buruh Internasional. Dalam hari penting ini, kita kembali mengingat soal hubungan kerja antara buruh dan pemilik usaha memang membutuhkan perhatian serius. 

Para pebisnis UMKM biasanya seringkali menghadapi masalah soal menambah karyawan. Saat bisnis sedang booming alias banyak permintaan, kadang timbul dilema. Di satu sisi kamu butuh tenaga tambahan untuk mengatur order yang makin tinggi, tapi di sisi lain muncul kekhawatiran akan hak dan kewajiban mereka yang harus kamu penuhi. Dalam memeringati Hari Buruh Internasional, simak 7 tips pengelolaan karyawan untuk bisnis UMKM agar usahamu makin lancar. 

1. Tentukan visi dan misi usahamu

Menyambut Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei, cobalah untuk menelaah kembali usaha yang kamu rintis. Sudahkah ada visi dan misi yang jelas? Ibaratnya tarikan nafas dan oksigen yang saling mendukung, visi dan misi harus dihayati dan dipahami oleh semua karyawan. Saat kamu merekrut karyawan, berikan pemahaman yang jelas tentang tujuan dan harapan yang ingin dicapai dalam bisnismu. Hal ini harus disampaikan sejak awal, jangan berharap mereka akan bisa memahami visi dan misimu dengan sendirinya. 

Dalam menyampaikan visi dan misi ini pun, gunakan bahasa yang paling mudah dipahami oleh karyawan. Bahasa yang muluk-muluk, terlalu mengawang-awang, atau menggunakan bahasa asing hanya akan membuat mereka bingung dan akhirnya tidak mengerti apa yang menjadi tujuan dan target usahamu. Sampaikanlah secara sederhana apa yang kamu harapkan bisa mereka capai.

Bila karyawan mengerti tentang visi dan misi dari tempatnya bekerja, mereka akan lebih terarah dalam menjalankan SOP dan mencapai target-target yang ditetapkan.  

Baca juga: Hari Buruh Internasional: 7 Jenis Pelatihan agar Produktivitas Karyawan Meningkat

2. Susun peraturan perusahaan secara lengkap

Yang sering didengungkan dalam diskusi pada peringatan Hari Buruh Internasional adalah soal peraturan-peraturan yang mengikat karyawan di tempat kerjanya. Sebagi pebisnis UMKM kamu juga perlu memahami bahwa sesederhana apapun bidang usaha yang kamu rintis, perlu ada peraturan yang baku dan berlaku. 

Jangan kamu beranggapan karena menjalankan bisnis keluarga atau pertemanan, tidak ada ikatan peraturan yang jelas. Bisa-bisa bisnismu akan berantakan, lho! Sekalipun bisnismu adalah UMKM, sistem manajemen atau manajerialnya harus jelas. Buatlah batasan yang jelas dan mengatur karyawan dengan disiplin. Termasuk juga hak para karyawan dan kewajiban yang harus kamu penuhi. Susun secara tertulis sehingga kamu dapat mengelola bisnismu dengan semakin profesional. Tujuan pembuatan peraturan perusahaan ini adalah untuk mengatur kinerja karyawan dan mengarahkan mereka untuk dapat mencapai visi dan misi perusahaan.

Di dalam peraturan perusahaan, juga harus tertera penerapan disiplin yang jelas. Misalnya soal jam kerja, masalah keterlambatan, soal peraturan jam lembur, ketelitian dan kerapian karyawan saat bekerja, dan sebagainya. Dengan memberlakukan aturan dan disiplin ke semua pihak, kegiatan operasional pekerjaan akan menjadi lebih lancar dan nyaman.  

hari buruh 023. Jangan sepelekan kontrak kerja

Tahukah kamu, bahwa Hari Buruh Internasional atau Hari Buruh Sedunia ditetapkan setelah melalui perjuangan panjang? Para buruh di mana saja di dunia, sering sekali mengalami konflik dengan pemilik usaha. Salah satunya gara-gara kontrak kerja yang tidak jelas. 

Ingatlah bahwa dalam perekrutan karyawan, kamu perlu menyusun kontrak kerja atau perjanjian yang rinci dan mendapat kesepakat kedua belah pihak. Yang harus merasa untung dengan adanya kontrak kerja itu adalah kedua pihak, lho, bukan hanya karyawan atau pemilik usaha saja. Untuk karyawan, mereka akan merasa nyaman karena punya pegangan soal pekerjaannya. Sedangkan untuk pemilik usaha, kontrak kerja berfungsi sebagai alat untuk memantau kinerja atau performa karyawan, sekaligus untuk mengikat kerjasama secara profesional dan berkekuatan hukum. 

Bila kamu menerima karyawan secara verbal saja, beberapa hari kemudian kemungkinan besar akan timbul konflik. Pemilik usaha juga akan sulit untuk memantau hak dan kewajiban karyawan, terutama yang berhubungan dengan performa kerja. Apalagi bila menyangkut masalah penggajian, pemberian bonus dan hak-hak kesejahteraan lainnya, semua ini harus tertulis jelas di dalam kontrak dan perkuat dengan menggunakan materai. 

4. Karyawan harus paham rincian pekerjaannya

Apakah peringatan Hari Buruh Internasional harus selalu diwarnai oleh demo besar-besaran? Tentunya tidak. Hari Buruh dapat kamu peringati dengan cara yang lebih baik, misalnya dengan mengadakan dialog atau edukasi soal pekerjaan. 

Konflik bisa terjadi saat karyawan merasa tidak puas atau bingung dengan pekerjaannya. Apalagi bila berhadapan dengan pekerjaan yang serabutan atau acak-acakan, biasanya karyawan mudah untuk jenuh dan ingin pindah pekerjaan. Padahal dengan karyawan yang sering berganti, hal ini bisa memberatkanmu sebagai pemilik usaha, karena harus melatih lagi karyawan yang baru.

Untuk menghindari munculnya konflik yang tidak perlu, sekaligus membuat pekerjaan menjadi lebih profesional, kamu perlu menyiapkan rincian pekerjaan untuk masing-masing karyawan. Hal ini diistilahkan dengan penyusunan job description atau disingkat “jobdesc”. Di dalam rincian pekerjaan ini, karyawan akan mengetahui apa saja yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk cara mengerjakannya. 

Contohnya seorang kasir. Rincian pekerjaannya adalah mengelola setiap transaksi yang masuk dan keluar, menerima pembayaran dari konsumen, mencatat semua transaksi, memberi uang kembalian kepada konsumen, menyiapkan sejumlah uang di dalam mesin kasir (cash register), menyimpan dokumen pembayaran non tunai, mencatat kode-kode transaksi non tunai, dan sebagainya. Dengan adanya rincian ini, maka karyawan akan tahu apa yang harus ia kerjakan, sampai mana batasan pekerjaannya, dan tidak akan bertumpang tindih dengan pekerjaan pihak lain. 

hari buruh 035. Buat SOP alias Standar Operasi Pekerjaan

Di Indonesia, Hari Buruh Internasional mulai diperingati secara resmi dan menjadi hari libur nasional sejak tahun 2013 di masa pemerintahan Presiden SBY. Lalu bagaimana dengan kondisi tempat kerja yang tertinggal saat libur tiba?

Dalam penataan manajemen yang baik, suatu usaha tidak akan mengalami gangguan sekalipun karyawan sedang libur ataupun mengalami pergantian karyawan, atau yang diistilahkan dengan nama turnover. Hal ini dimungkinkan karena sudah ada sebuah sistem yang berlaku, yang disebut SOP atau Standard Operating Procedure. Prosedur ini memungkinkan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan lancar. 

Dengan memiliki SOP yang jelas dan berjalan dengan baik, pebisnis tidak akan kesulitan dalam mempertahankan produktivitas kerja, meskipun karyawan berganti atau jumlahnya berkurang. 

Saat perekrutan karyawan, berikan pelatihan secara lengkap kepada mereka tentang prosedur kerja ini. Melalui SOP yang rapi dan jelas, karyawan baru sekalipun akan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan membantunya beradaptasi di tempat kerjanya.  

Baca juga: Hari Buruh Internasional: 10 Cara Jitu Bikin Karyawan Betah

6. Buat skema pemberian upah yang adil

Tujuan peringatan Hari Buruh Internasional adalah untuk menghormati seluruh pekerja di dunia. Mereka bekerja keras demi bertahan hidup dan membiayai keluarganya. Sehubungan dengan itu, masalah upah atau gaji adalah hal yang paling sering menjadi topik utama saat terjadi dialog antara karyawan dan pemilik usaha.

Ingatlah bahwa karyawan bukanlah robot yang tidak memiliki tuntutan dan harapan. Karyawan selalu memikirkan masalah gaji, kenaikan upah, pembagian bonus, dan hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan hidupnya. Ini hal yang lumrah dan sangat manusiawi. Sebagai pemilik bisnis, kamu tentu berharap bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Nah, sebagian dari keuntunganmu itu adalah hak dari karyawan yang turut mewujudkan tercapainya kesuksesan usahamu. Kamu harus memahami hal tersebut.

Susunlah sistem penggajian yang layak dan jelas untuk semua tingkatan karyawan. Selain gaji atau upah, atur juga berbagai benefit atau fasilitas yang mereka dapatkan, misalnya asuransi kesehatan, jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan), bonus, kendaraan, skema promosi kerja, dan sebagainya. Aturlah semua ini mengikuti produktivitas dan perkembangan perusahaan, juga prestasi yang telah oleh karyawan tunjukkan. Buatlah skema ini secara tertulis dan dokumentasikan dengan baik. Ini adalah cara yang profesional dan elegan untuk membuat hubungan kerja yang harmonis antara karyawan dan pemilik usaha. 

7. Persiapkan sistem regenerasi yang baik

Semangat para pekerja yang diperingati dalam Hari Buruh Internasional tidak pernah surut. Dari generasi ke generasi, para karyawan selalu menyuarakan semangat yang sama, demi kesejahteraan dalam bekerja.

Semangat ini juga perlu kamu adaptasi dalam pengelolaan sistem kerjamu. Bisnis yang kamu kelola bukanlah sebuah kegiatan temporer atau musiman, yang akan layu tertelan masa. Perhatikan saja perusahaan-perusahaan besar yang terus bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Pergantian pimpinan dari generasi pertama ke generasi kedua atau ketiga, terus dapat mereka lakukan tanpa menyebabkan bisnis goyah. Itulah yang kita kenal dengan sistem regenerasi dan kaderisasi yang baik.

Bisnis UMKM pun perlu menerapkan hal ini, demi mempertahankan usaha. Setelah mencapai usia tertentu, tentunya pimpinan perusahaan perlu menyegarkan kembali bisnisnya dengan mengangkat generasi baru atau kader terkini. Hal ini tidak dapat terlaksana tanpa persiapan panjang. Seseorang yang akan mewarisi suatu bisnis harus siap secara fisik dan mental. Tanpa melakukan hal ini, kecil kemungkinan bisnis yang sudah dirintis bertahun-tahun dapat bertahan. 

Untuk itu, pebisnis perlu jeli dalam melihat siapa kader yang layak untuk menjadi penerus bisnis. Tidak selalu harus anak kandung pertama, karena belum tentu juga anak tersebut memiliki kemampuan yang sama. Buatlah sistem regenerasi yang baik, dengan mulai pelan-pelan mengalokasikan beberapa tanggung jawab kepada calon penerus. Jangan ragu untuk memunculkan calon penerus ini di depan publik, sehingga mereka mengenal sosoknya. Pantau performa kerja dan prestasinya. Buka kesempatan untuk calon penerus mengembangkan ide-ide bisnisnya. Setelah beberapa waktu, beranikan diri kamu untuk memindahkan tanggung jawab yang lebih besar kepada penerus. Dengan demikian, bisnis akan bisa bertahan dan terus menguat.

Dalam menjalankan bisnis, bukan jumlah karyawan yang penting. Tetapi terletak pada cara pengelolaan karyawan yang efektif dan efisien. Jangan ragu untuk mulai menerapkan prinsip-prinsip kerja yang profesional, ya!

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP