fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Hari UMKM Internasional: Ini Perkembangan UMKM di Indonesia & Kontribusi dari Pemerintah

umkm internasional 01

Bertepatan dengan Hari UMKM Internasional yang diperingati setiap tanggal 27 Juni, LummoSHOP bakal memberikan informasi mengenai selak beluk UMKM di Indonesia. Yuk, baca artikel ini sampai selesai, ya! 

Jika berbicara mengenai UMKM di Indonesia, maka ada banyak hal yang bisa kita kulik. Apalagi berita tentang UMKM sering kali menjadi sorotan. Bagaimana tidak, UMKM yang menjadi roda penggerak perekonomian bangsa membuat semua orang tertuju pada perkembangan serta pencapaian yang telah para pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah raih.

Terlebih kita tahu bahwa sebagian besar pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Bahkan, Indonesia telah menetapkan undang-undang yang mengatur UMKM pada UU No. 20/2008 yang berisi mengenai kategori bisnis yang termasuk UMKM. 

Adanya UU tersebut tentu menjadi bukti bahwa UMKM memiliki kontribusi yang begitu besar. Hmm sebenarnya seperti apa, ya, perkembangan UMKM di Indonesia? Yuk, cari tahu!

Perkembangan UMKM Di Indonesia

umkm internasional 03Hari UMKM Internasional paling cocok diperingati dengan membaca artikel mengenai perkembangan UMKM itu sendiri. Dengan begitu, kita bisa mendukung sektor usaha kecil dan menengah tersebut agar lebih maju dan berkembang. 

Definisi UMKM dapat kita lihat dari omzet usaha. Bisnis masuk dalam kategori usaha mikro jika memiliki aset maksimal sebesar Rp50 juta dan omzet Rp300 juta per tahun. Sedangkan tergolong usaha kecil jika memiliki aset antara Rp50 – Rp500 juta dengan omzet antara Rp300 juta – Rp2,5 miliar per tahun. 

Sementara yang disebut sebagai usaha menengah adalah bisnis yang mempunyai aset antara Rp500 juta hingga Rp10 miliar dengan omzet Rp2,5 – Rp10 miliar per tahun. Indonesia sendiri memiliki sekitar 99,9% UMKM.

Dari tahun ke tahun, angka UMKM di Indonesia selalu meningkat. Mengutip dari laman Kemenkeu, data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) pada bulan Maret 2021 tercatat jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07% atau senilai Rp8.573,89 triliun. 

Angka ini tentu membuktikan bahwa UMKM adalah penopang perekonomian bangsa serta terbukti menjadi sektor yang paling kuat dalam menghadapi masalah ekonomi. Bayangkan saja, di tahun 1998 silam saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi, usaha mikro, kecil, dan menengah mampu bertahan dan tetap menghasilkan. 

Mengapa UMKM Indonesia mampu bertahan di krisis ekonomi? Jawabannya mudah karena mayoritas usaha berskala kecil tidak terlalu bergantung pada modal besar atau pinjaman dari luar sehingga mereka tidak berpengaruh dengan adanya fluktuasi dari nilai tukar mata uang asing yang lebih banyak berimbas pada perusahaan berskala besar. 

Meski sempat terdampak akibat pandemi COVID-19, saat ini UMKM telah bangkit dan mampu mengembalikan keadaan seperti sebelum virus corona menyerang. 

Baca juga: Peluang Baru UMKM, Yuk Tingkatkan Kualitas Produk

Pencapaian UMKM Indonesia 

Tentu ada begitu banyak pencapaian yang telah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah raih. Memperingati Hari UMKM Internasional pada hari ini, mari kita lihat pencapaian membanggakan dari para UMKM kita, simak penjelasan berikut ini: 

 

1. Go Digital 

Demi bisa bersaing dengan usaha lain, para pemilik UMKM kini melangkah maju dengan cara go digital. Banyak dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang mulai meninggalkan jualan offline dan beralih berjualan online

Dengan memanfaatkan media sosial serta e-commerce, mereka membuka toko online dan memasarkan produknya secara masif. UMKM menilai penjualan online sangat menguntungkan karena mampu menjaring lebih banyak pembeli mengingat saat ini kebanyakan masyarakat lebih nyaman membeli produk secara daring. 

Hal ini juga sejalan dengan rencana pemerintah yang ingin melakukan digitalisasi serentak kepada para pemilik UMKM. Sebab dengan go digital, pelaku usaha dapat bersaing dan meningkatkan peluang untuk menembus pasar global. 

 

2. Go International 

Salah satu hal yang paling membanggakan adalah pencapaian pelaku UMKM yang telah go international. Banyak dari pemilik UMKM yang telah memamerkan hasil karyanya ke pasar internasional, bahkan banyak juga dari mereka yang sudah memiliki pelanggan tetap dari luar negeri.

Salah satu contoh UMKM yang berhasil masuk pasar global adalah Handsmadeshoesby yang terkenal dengan produk sepatu dan tas lokalnya. Merupakan brand asal Surabaya, Jawa Timur, kini UMKM tersebut rutin mengekspor produknya hingga ke Malaysia. 

Ada juga Gendhis Bag yang merupakan produk tas berbahan dasar tanaman eceng gondok. Brand satu ini telah merambah pasar internasional hingga ke Jepang dan Amerika Serikat. 

Kita tentunya harus mengapresiasi pencapaian ini dan memberikan para UMKM perhatian lebih, khususnya dari sisi pemerintahan. Bukan hanya mengharumkan nama bangsa, pencapaian ini juga berpengaruh besar terhadap pendapatan ekonomi negara. 

gendhis bag

3. Membuka Lapangan Pekerjaan

Jumlah UMKM yang sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari perkotaan hingga pedesaan membuat usaha ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa saat ini kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61% dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

UMKM juga tergolong padat karya karena potensial dalam meningkatkan pendapatan sehingga pertumbuhan kesempatan kerja yang mereka berikan pun cukup menjanjikan. Selain itu, UMKM di Indonesia juga dapat menampung banyak pekerja yang berpendidikan rendah. Itu artinya, usaha kecil, mikro, dan menengah dapat menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan. 

Hambatan UMKM di Indonesia untuk Menembus Pasar Ekspor

Meski dapat mendongkrak perekonomian bangsa, sayangnya masih ada hambatan yang kerap para pelaku usaha UMKM hadapi, terlebih untuk menembus pasar global. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, setidaknya ada lima persoalan UMKM di Indonesia dalam meningkatkan daya saing di tingkat global, antara lain:

      1. Minimnya pengetahuan terkait legalitas 

Banyak dari pemilik UMKM tidak memahami cara membuat NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) hingga HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Padahal ini bersifat penting dalam mendukung kegiatan ekspor ke mancanegara. 

      2. Kurangnya modal usaha 

Tak bisa dimungkiri bahwa banyak usaha berskala kecil yang mengalami masalah pendanaan. Tidak semua UMKM berkesempatan mendapat pembiayaan perbankan. Literasi keuangan yang masih rendah jadi salah satu faktor utamanya. 

      3. Minimnya pendampingan UMKM

Kebanyakan pemilik UMKM tidak memiliki cukup pengetahuan mengenai cara mengembangkan bisnis. Tidak adanya pendampingan untuk meningkatkan tata kelola usaha membuat usaha berskala kecil mandek dan tidak berkembang. 

Boro-boro untuk ekspansi, cara meningkatkan penjualan saja banyak yang tidak paham. Mereka hanya fokus pada proses produksinya saja tanpa memikirkan cara meningkatkan kualitas produknya. 

      4. Tidak ada inovasi produk

Terlalu fokus pada proses produksinya juga membuat pemilik usaha berskala kecil lupa kalau inovasi adalah hal penting yang harus mereka lakukan. Apalagi untuk menembus pasar ekspor, UMKM butuh produk yang memiliki standar produksi global. Hal inilah yang akhirnya membuat UMKMdi Indonesia kurang konsisten dalam menjaga kualitas produknya.

      5. Kurang memahami pemasaran digital 

Memang sudah banyak pelaku UMKM yang beralih ke digital, tapi sebagian kecilnya masih ada yang bertahan dengan penjualan offline. Mereka tidak paham bagaimana cara untuk memasarkan produknya secara online sehingga kalah saing dengan usaha UMKM lain yang membuka toko secara online.  

Baca juga: 3 Langkah Mudah Branding untuk UMKM dari Founder Agensi Kreatif

Upaya Pemerintah dalam Membantu UMKM di Indonesia

umkm internasional 02Hingga saat ini, terpantau ada sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah dalam memajukan UMKM di Indonesia. Apa saja?

  1.     Menciptakan Undang-undang Cipta Kerja

Upaya pertama adalah dengan mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja pada 2020 lalu. UU tersebut menjelaskan tentang aturan mengenai kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM. Dengan adanya undang-undang ini pemerintah berharap UMKM dapat terus berkembang dan berdaya saing. 

  1.     Program PEN

Apa itu program PEN? Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah salah satu program yang  pemerintah cetuskan untuk memulihkan ekonomi bangsa akibat imbas dari pandemi COVID-19. Upaya ini dibuat sebagai respon dari pemerintah terhadap penurunan aktivitas jual beli yang terdampak selama pandemi. 

Program ini juga dimuat dalam PP Nomor 23 tahun 2020 yang kemudian diubah menjadi PP Nomor 43 tahun 2020. Beberapa hal yang termasuk ke dalam PP tersebut antara lain:

        Subsidi bunga/margin

        Belanja Imbal Jasa Penjaminan (IJP)

        Penempatan Dana Pemerintah di perbankan

        Penjaminan loss limit kredit UMKM 

        Pembiayaan investasi kepada koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) koperasi UMKM 

        Program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro

  1.     Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Upaya lain dari pemerintah Indonesia dalam memajukan UMKM adalah dengan menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersalurkan melalui Lembaga keuangan dengan pola penjaminan. Tujuan pemerintah mengadakan program ini ialah untuk meningkatkan akses pembiayaan dan memperkuat pendanaan UMKM. 

Baca juga: Cara Daftar Bantuan UMKM Dari Pemerintah Maupun Swasta

  1.     Gerakan Nasional Bangga

Ini adalah program lain yang pemerintah miliki dalam usaha untuk memajukan UMKM di Indonesia. Pada tahun 2020 pemerintah meluncurkan program ini yang bertujuan untuk mendorong branding produk lokal unggulan dalam menciptakan industri baru dan pastinya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

  1.     Perluasan Ekspor Produk Indonesia melalui ASEAN Online Sale Day (AOSD)

ASEAN Online Sale Day (AOSD) atau Hari Belanja Daring ASEAN menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mempromosikan serta membangun citra produk lokal ke kancah ASEAN. Melalui program ini juga pemerintah juga berharap dapat meningkatkan kegiatan ekspor produk Indonesia. 

Itu dia informasi mengenai perkembangan UMKM di Indonesia sebagai bagian dari peringatan Hari UMKM Internasional. Semoga usaha mikro, kecil, dan menengah dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan bangsa. Selamat Hari UMKM Internasional!

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP