fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ide Bikin Konten Bisnis Makanan Selezat Makananmu!

Konten Bisnis Makanan

Pasti kamu sering mendapati Instagram yang berisi ide konten bisnis makanan dengan tampilan feed hanya berupa foto produk terus-menerus. Kalau kamu menemukan yang seperti itu, jangan kamu jadikan contoh ya! Sebab media sosial itu media yang yang kamu gunakan sebagai bisnis untuk bercerita, bukan sekadar menampilkan produk yang kita punya layaknya di buku menu. 

Sebetulnya ada ide konten bisnis makanan lainnya yang juga bisa menjadikan bisnis makanan kamu bisa terlihat lebih sedap di media sosial hingga website resmi toko online pribadi yang sudah kamu buat dengan LummoSHOP. Apa saja ya ide kontennya?

1. Product Knowledge

Product knowledge atau pengetahuan lebih dalam mengenai produk bisa jadi salah satu konten bisnis makanan yang menarik. Seringkali sebuah bisnis makanan terjebak hanya menampilkan nama menu dan harganya. Padahal, detail ingredients (atau bahan-bahannya) dan teksturnya bisa membantu audiens berimajinasi mengenai rasa dari menu tersebut hingga akhirnya tertarik untuk membeli. Ibaratnya ini seperti teaser dalam sebuah film.

2. Story Telling

Seringkali kita hanya fokus pada produknya, padahal di balik sebuah produk atau bisnis pasti ada cerita di sekitarnya. Dan saat ini cara jualan sudah mengalami perkembangan. Menjual makanan tidak semata menjual produk, tetapi juga cerita. 

Cerita kamu mendirikan bisnis tersebut, bagaimana mengkurasi menu yang kamu buat, cerita mengenai pelanggan setia, keseharian karyawanmu di balik dapur, itu semua bisa jadi konten bisnis makanan yang sangat menarik. Audiens sekarang ini lebih ingin mengetahui hal-hal di balik dapur sebuah bisnis, tidak sekadar produknya.

3. Entertainment

Siapa sih yang tidak suka sesuatu yang menghibur? Audiens kamu juga butuh hiburan. Kamu bisa bikin kuis, tebak-tebakan, atau meme sebagai konten kamu sesekali untuk membuat audiens merasa lebih relevan dengan konten bisnis kamu. Bikin video TikTok lucu-lucuan sama tim kamu dan kamu unggah ke Instagram juga cukup menarik kok. Buat bagian ini menjadi bagian yang paling up-to-date dari konten kamu. Setiap kali sedang ada tren, coba kaitkan konteksnya ke bisnis kamu.

4. Foto dari Konsumen

Selain kamu jadi punya foto dari hasil sudut pengambilan berbeda dan kreativitas yang beragam. Mengunggah foto dari konsumen juga bisa menjadi salah satu wujud apresiasi kamu kepada konsumen. Perhatian sederhana tetapi dengan detail seperti ini juga bisa menambah tingkat kepercayaan produkmu. Konten seperti ini dikenal dengan istilah user generated content (UGC) dimana kamu me-upload kembali konten dari konsumen kamu. Untuk menarik konsumen kamu memposting foto atau video saat sedang menikmati produk kamu, kamu bisa memberikan reward spesial seperti diskon atau paket produk. 

Apalagi untuk model bisnis D2C atau direct to consumer yang fokusnya memang lebih dekat secara langsung ke konsumen. Hal ini menjadi trik pemasaran secara halus yang tidak boleh kamu tinggalkan begitu saja. 

Bahkan di nomor setelah ini kamu akan menemukan trik pemasaran yang lebih halus lagi dan cocok untuk model bisnis D2C atau direct to consumer pada bisnis makananmu.

5. Testimoni

Ide konten bisnis makanan tanpa adanya testimoni rasanya ada yang kurang. Bagaimana kamu bisa meyakinkan audiens untuk percaya bahwa makananmu memang lezat?

Nah, di sinilah testimoni menjadi salah satu cara untuk memecah keraguan tadi. Mahalnya sebuah pengalaman yang kamu bagikan secara percuma oleh pelanggan bisnis makananmu ini jangan sampai kamu abaikan begitu saja. Kamu bisa menggunakannya sebagai ide konten bisnis makanan dengan kamu bumbui trik pemasaran yang menarik.

6. Quote

Pernah tahu kan salah satu brand yang billboard-nya selalu menggugah mata untuk disorot setiap saat? Bahkan setiap beberapa musim sekali, brand ini selalu membuat quote atau kutipan yang silih berganti. Namun tetap memiliki ciri khas. Salah satu kutipan yang pernah kamu buat adalah “diem di dunia nyata berkarya di dunia maya.”

Kamu bisa menjadikan foto makananmu sebagai background dari kutipan pilihanmu. Buatlah kutipan yang mudah diingat dan unik namun tetap ada kaitannya dengan bisnis makananmu agar relevan. Karena orang cenderung lebih mengingat sesuatu yang berbeda dan menonjol. Bagaimana? Sudah ada gambaran mau menulis kutipan seperti apa?

7. Atur Pola Feed

Pola feed yang menarik dapat memanjakan mata calon konsumenmu. Jangan fokus ke satu objek foto saja. Kamu harus membangun ciri khas konsep feed yang menggambarkan citra produk dan perusahaanmu.

Hal ini juga berlaku tidak hanya di tampilan Instagram, lho. Website resmi toko online milikmu juga perlu diperhatikan pola katalog produknya. Sayang kan jika makananmu sudah lezat, foto produknya menarik, tapi tidak memiliki pola yang sedap dipandang alias campur aduk atau berantakan. 

8. Bangun Gaya Hidup

Jika bisnis makananmu fokus memproduksi dari bahan alami, gluten free, bebas alergi, dan yang lainnya secara spesifik. Kamu bisa memakai ide konten bisnis makanan dengan membangun gaya hidup. Target pasar yang lebih khusus ini bisa menjadi keunggulan bisnismu untuk membidik audiens dengan cepat. Apalagi bagi target pasar yang variasi pilihan menu makanannya masih terbatas. Cobalah untuk membuat ide konten bisnis makanan seputar gaya hidup yang sesuai dengan bisnis makananmu dan rasakan hasilnya kemudian.

9. Teknik Foto Beragam

Teknik foto beragam untuk satu jenis produk makanan ternyata bisa membuat melirik produkmu dengan sudut pandang yang beragam. Dengan komposisi yang tepat, berbagai teknik pengambilan foto mampu menjadikan tampilan makananmu dengan baik. Dan hal ini sangat dibutuhkan selama jualan online.

Salah satu teknik yang sering dipakai untuk makanan adalah high angle yang menghasilkan gambar yang lebih terfokus dari atas sehingga membuat audiens membayangkan seolah makanan itu berada di depannya secara langsung. Teknik lainnya adalah konsep flat lay dengan bird eye view yang menghasilkan gambar lebih detail sehingga membuat foto makananmu terlihat lebih menggiurkan.

10. Brand Ambassador dan Influencer

Peran seorang brand ambassador memang sangat besar untuk membantu kesuksesan ide konten bisnis makanan dan bahkan bisnis makanan itu sendiri. Mungkin kamu pernah ingat dengan kolaborasi antara Kopi Kenangan dengan Hotman Paris ketika brand kopi tersebut meluncurkan menu Sultan Boba. 

Bahkan Kopi Kenangan juga rela membuat iklan di billboard yang lebih fokus untuk menampilkan foto dari brand ambassador ketimbang produknya. Apa dong hasil yang kamu capai dari ide konten itu? Brand awareness yang melesat!

Atau jika budget marketing kamu belum tersedia untuk bekerjasama dengan seorang brand ambassador secara eksklusif, kamu bisa mencoba menggunakan jasa influencer. Nantinya para influencer ini bisa diminta untuk tag akun media sosial brand kamu ketika sedang melakukan review. Jangan lupa ya untuk membuat perjanjian agar konten review mereka bisa kamu upload ulang di akun media sosial brand kamu sebagai materi promosi. 

Meskipun untuk memilih dan memiliki brand ambassador memang tidak mudah dan tidak murah, tetapi layak untuk dicoba sebagai salah satu ide konten bisnis makananmu agar naik daun!

11. Kebersihan dan Protokol Kesehatan

Perlu digarisbawahi, kedua hal ini jangan sampai hanya disajikan dalam ide konten bisnis makanan di dunia maya, melainkan benar-benar harus diterapkan secara nyata. Apalagi ini berkaitan dengan makanan yang erat hubungannya dengan kesehatan tubuh. Dan semakin sensitif lagi jika kamu kaitkan dengan situasi pandemi yang masih berlangsung.

Kamu harus bisa meyakinkan audiens jika makanan yang kamu jual tidak hanya lezat tapi juga terjaga kebersihannya. Serta tidak lupa dalam proses pembuatannya semua yang terlibat sudah mematuhi protokol kesehatan yang ada. Salah satu jenis konten yang sedang naik daun adalah Instagram Reel. Banyak produsen-produsen kue dan makanan yang mendokumentasikan proses mereka membuat makanan sambil joged-joged pakai musik atau sound yang sedang trending di Instagram Reel. Kamu bisa menunjukkan kondisi dapur atau tempat produksi yang bersih sambil menghibur followers-mu.

Tentu jika audiens merasa aman, pastinya mereka akan merasa nyaman untuk membeli makananmu.

Nah, kamu bisa terapkan beberapa ide konten bisnis makanan tersebut supaya media sosial maupun website resmi toko online kamu isinya bukan produk terus menerus. Pastikan juga untuk selalu menggunakan visual yang menarik, caption yang mengundang ketertarikan untuk dibaca, dan jangan lupa berinteraksi dengan audiens kamu. Ingat ya, ini media sosial, bukan papan pengumuman!
Pasti kamu sering mendapat Instagram berisi konten bisnis makanan yang isi feednya hanya foto-foto produknya terus menerus. Kalau kamu menemukan yang seperti itu, jangan kamu ikuti ya! Media sosial itu medium kita sebagai bisnis untuk bercerita, bukan sekadar menampilkan produk yang kita punya layakya di buku menu. 

Konten Lain 

Sebetulnya ada konten lainnya yang juga bisa menjadikan bisnis makanan kamu bisa terlihat lebih sedap di media sosial, khususnya Instagram. Apa saja?

  • Product Knowledge

Product knowledge atau pengetahuan lebih dalam mengenai produk bisa jadi salah satu konten bisnis makanan yang menarik. Seringkali sebuah bisnis makanan terjebak hanya menampilkan nama menu dan harganya. Padahal, detail ingredients (atau bahan-bahannya) dan teksturnya bisa membantu audiens berimaginasi mengenai rasa dari menu tersebut hingga akhirnya tertarik untuk membeli. Ibaratnya ini seperti teaser dalam sebuah film.

  • Story Telling

Seringkali kita hanya fokus pada produknya saja, padahal di balik sebuah produk atau bisnis pasti ada cerita di sekitarnya. Cerita kamu mendirikan bisnis tersebut, bagaimana kamu mengkurasi menu yang kamu buat, cerita mengenai pelanggan setia, keseharian karyawanmu di balik dapur, itu semua bisa jadi konten bisnis makanan yang sangat menarik. Audiens sekarang ini lebih ingin mengetahui hal-hal di balik dapur sebuah bisnis, tidak sekadar produknya saja.

  • Entertainment

Siapa sih yang nggak suka sesuatu yang menghibur? Audiens kamu juga butuh hiburan. Kamu bisa bikin quiz, tebak-tebakan, atau meme sebagai konten kamu sesekali untuk membuat audiens merasa lebih relevan dengan konten bisnis kamu. Bikin video TikTok lucu-lucuan sama tim kamu dan diunggah ke Instagram juga udah cukup menarik kok. Buat bagian ini menjadi bagian yang paling up-to-date dari konten kamu. Sedang ada tren sesuatu, coba kaitkan konteksnya ke bisnis kamu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Nah, kamu bisa terapkan ketiga jenis konten tersebut supaya Instagram kamu isinya bukan produk terus menerus. Tapi, jangan lupa untuk gunakan visual yang menarik, Caption yang mengundang ketertarikan untuk dibaca, dan pastinya jangan lupa berinteraksi dengan audiens kamu. Ingat ya, ini social media, bukan papan pengumuman!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Comment *

Name *

Email *

Website