fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ide Packaging agar Bisnis Fashion Kamu Naik Kelas!

Industri fashion terkenal sangat kompetitif dan harus beradaptasi dengan tren yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Karena itulah bisnis fashion memiliki peluang yang besar dan terus dibutuhkan kehadirannya.

Pebisnis fashion yang saat ini sudah ternama umumnya memulai bisnis fashion dengan menggunakan nama brand pakaiannya sendiri. Modal yang dibutuhkan memang terbilang besar. Namun untuk mengejar mimpi, tidak akan pernah merugi.

Meskipun begitu, kamu yang juga ingin terjun ke bisnis fashion tapi modal yang dipunya masih tidak banyak, janganlah berkecil hati. Sukses bisnis pakaian juga bisa kamu raih. Banyak jalan menuju Roma, kok! 

Salah satu caranya yaitu jual pakaian secara online. Untuk pemula dan minim modal, kamu bisa memulai dengan menjadi marketer atau reseller. Lalu, kami bisa mulai berjualan dengan menggunakan model bisnis D2C atau direct to consumer. Model bisnis ini memungkinkan kamu untuk bisa berjualan langsung ke konsumen secara online, tanpa perantara yang memberatkan biaya tambahan. Sangat cocok untuk memudahkan pebisnis untuk jualan online dari rumah dengan modal kecil.

Mau jadi pebisnis dengan modal berapa pun, buat nama brand sendiri, atau menjual milik brand orang lain, semuanya butuh konsep yang matang. Kalau tadi di awal LummoSHOP sudah bilang bahwa industri fashion itu kompetitif. Itu artinya, kamu harus memahami seluk beluknya dulu sebelum memulai. Dari hal terkecil sekalipun, seperti misalnya packaging.

 

Biaya Packaging Mahal, Mengurangi Laba?

“Tidak perlulah memikirkan packaging, yang penting penjualan terus berputar. Cukup pakai plastik hitam dilakban. Hemat. Lagi pula labanya tidak banyak. Jadi pengeluaran harus diperketat sedemikian mungkin.”

Apa kamu juga berpikir serupa?

Memang betul, menghemat pengeluaran untuk packaging akan membuat laba kamu bertambah. Tapi bukan berarti dengan menyajikan packaging seadanya, laba kamu juga tidak jadi bertambah. Karena bisa jadi packaging tadi justru menambah nilai jual. Jangan hanya selalu fokus ke nilai ekonomis, cobalah pikirkan kemungkinan lainnya untuk meningkatkan laba bisnismu.

Apalagi di jaman bisnis online yang semakin ketat persaingannya ini. LummoSHOP jadi teringat awal mula packaging mulai dilirik oleh pebisnis adalah sejak jual pakaian secara online lebih diburu konsumen di masa pandemi. Berawal dari peraturan pemerintah, saat ini konsumen justru sudah terbiasa membeli online. Pertumbuhan bisnis online pun semakin meningkat menambah ketatnya persaingan.

Pebisnis berlomba untuk menampilkan foto produk terbaiknya di katalog penjualan mereka. Ada yang memakai platform e-commerce dan social commerce. Semua pebisnis tidak ingin kehilangan peluang menjadi raja di era D2C atau direct to consumer ini.

Foto produk di sini tidak semata produk pakaian yang kamu jual. Packaging juga bisa kamu tampilkan di foto produk. Bahkan ada yang menjadikannya katalog penjualan tersendiri. Karena sejak adanya pandemi, konsumen memiliki kecenderungan untuk membeli hadiah secara online untuk kerabat atau temannya. Namanya hadiah tentu harus dikemas dengan baik, kan?

Itulah mengapa pebisnis fashion juga berlomba menyajikan packaging terbaiknya. Selain untuk menarik minat konsumen. Packaging ini memiliki pesan khusus lainnya yaitu sebagai representasi brand image bisnis kamu!

 

Kenapa Packaging Penting?

Kalau tadi sudah dibahas sekilas betapa pentingnya packaging, sekarang LummoSHOP akan membahasnya lebih rinci lagi. Jadi, kenapa packaging penting?

Menarik Minat Konsumen

Tidak hanya produk atau pakaiannya yang dapat menarik konsumen, packaging juga bisa. Dan ini adalah tren yang memang tengah terjadi di dunia bisnis fashion. Kamu harus mampu beradaptasi agar dapat memenangkan hati konsumen.

Menampilkan Brand Image

Produknya pakaian dalam wanita premium, tapi kemasannya berwarna hitam polosan seperti plastik pada umumnya. Nggak cocok banget, kan? Tampilan kemasan harus sesuai dengan brand image bisnis kamu, ya! Kalau produknya pakaian dalam wanita premium tentunya kemasan yang diberikan harus yang premium pula, misalnya box berwarna pink atau paper bag berwarna pastel. Yang penting poin utamanya adalah dapat menampilkan brand image bisnis kamu.

Pembeda dengan Kompetitor

Kalau kamu tahu brand Uniqlo dan H&M, apa yang terlintas di pikiranmu? Meskipun keduanya sama-sama memiliki warna logo merah dan warna packaging dominan putih. Namun, desain packaging keduanya berbeda. Kamu dapat dengan mudah mengetahuinya meskipun logo mereka dihilangkan.

Memperkuat Branding

Tujuan utama branding adalah untuk membangun citra positif dan reputasi perusahaan agar selalu bagus di mata konsumen. Nah, untuk itu seluruh hal yang berkaitan dengan tampilan produk termasuk juga packaging di dalamnya tentu harus dipikirkan dengan baik. Agar tidak hanya produk si pemeran utama yang dapat di-branding, tetapi packaging juga dapat berperan sebagai penguatnya.

 

Packaging Seperti Apa yang Baik?

Plastik hitam dilakban seperti penjelasan sebelumnya juga termasuk salah satu bentuk packaging. Tapi apakah itu cukup baik dikatakan sebagai packaging? Supaya kamu sebagai pebisnis tidak bingung, coba perhatikan poin-poin yang harus dipenuhi agar packaging kamu menjadi baik.

Aman

Karena sekarang fokus pebisnis ke jualan online, kamu jangan melupakan fungsi packaging sebagai pembungkus untuk memindahkan produkmu ke konsumen. Kamu juga harus memilih bahan yang aman dari segala kemungkinan cuaca yang akan terjadi. Selain itu, kamu harus menyesuaikan bahan dan bentuk packaging dengan produk yang kamu jual. Bahan packaging aman, proses pengiriman pun aman.

Reusable

Packaging yang dapat dimanfaatkan ulang ternyata bisa menambah nilai ketertarikan di mata konsumen. Packaging jenis ini memang lebih bermanfaat daripada packaging sekali buang. Selain itu, jika konsumen memakai packaging kamu ke mana-mana, misalnya tote bag, tentu produk kamu akan dikenal oleh orang lain di luar sana, bukan?

Unik

Pengalaman unboxing dan dibagikan ke media sosial rupanya tengah menjadi tren baru di masyarakat. Jika packaging kamu unik, tentu konsumen akan semakin semangat untuk membagikan pengalaman unboxing tadi. Alhasil secara tidak langsung, konsumen ikut membantu memasarkan produk kamu dan hal ini juga dapat membantu meningkatkan brand image produk.

Ramah Lingkungan 

Jangan hanya fokus pada laba. Tapi berkontribusi juga untuk lingkungan. Jangan pula hanya menjadikannya tren. Saat ini, packaging ramah lingkungan juga mulai menyentuh bisnis fashion. Bahan yang digunakan beraneka ragam, seperti paper bag, box, dan plastik dari singkong.

 

Jadikan Bisnismu Naik Kelas dengan Ide Packaging yang Unik

Sukses bisnis pakaian dapat diraih siapa saja yang berusaha. Jangan hanya berfokus pada modal. Jangan pula bingung harus menggunakan packaging seperti apa agar bisnis kamu naik kelas. Packaging yang unik tidak perlu mahal. Kamu dapat bebas berkreasi dengan modal berapa pun! 

Packaging dari Kertas

Ingin tetap unik, modal kecil, dan ramah lingkungan? Ide packaging dari kertas dapat menjadi pilihan kamu. Kertas yang digunakan pun bisa beraneka macam. Ada kertas manila berwarna-warni diikat tali atau pita. Bisa juga pakai kertas koran bekas yang ditali. Hemat tapi tetap unik, kan?

Jika kamu masih memulai bisnis online dengan modal terbatas sebagai reseller atau marketer brand milik orang lain, ide packaging dari kertas ini dapat kamu andalkan!

Packaging dari Box / Kardus

Inilah dia si juara packaging di masa pandemi. Banyak pebisnis yang beralih dari plastik ke box atau kardus. Kreasinya pun beragam. Keunggulan packaging ini dibanding lainnya adalah mudahnya proses pengemasan. Karena box atau kardus itu sendiri bahannya keras dan sudah terbentuk. 

Ide packaging ini juga tidak terlalu membutuhkan biaya yang tinggi, tapi tidak murahan. Jadi tidak heran kalau pebisnis kecil hingga besar menyukai packaging ini.

Packaging Plastik Biodegradable

Plastik identik dengan murah tetapi tidak ramah lingkungan karena membutuhkan waktu sekitar 50-100 tahun untuk terurai. Sedangkan plastik biodegradable berbahan dasar tepung, seperti tepung singkong, beras, dan kentang.

Bahan tersebut membuat plastik jenis ini mudah diurai oleh alam menjadi CO2 dan biomassa lainnya dengan bantuan mikroorganisme. Pebisnis fashion mulai melirik plastik biodegradable sebagai packaging produk mereka karena sifat dan bentuknya mirip seperti plastic yang biasa digunakan selama ini. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dari plastik biasa ke plastik biodegradable

Sekarang saatnya kamu menentukan packaging jenis apa yang akan digunakan untuk membantu bisnis fashion kamu naik kelas!