fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Influencer Marketing Sudah Ada Sejak Tahun 1920-an

Influencer marketing

Influencer marketing menjadi peluang bisnis populer akhir-akhir ini. Namun, sebenarnya peran ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Penasaran? Simak artikel berikut ini.

Hari gini, media sosial memberi ruang seluas-luasnya bagi seseorang untuk jadi terkenal. Kalau sudah terkenal, tawaran menjadi influencer marketing kerap berdatangan. 

Sebenarnya, pemasaran dengan menggunakan influencer atau orang yang berpengaruh merupakan cara pemasaran lama. Hanya saja, saat ini, seiring dengan perkembangan media sosial, influencer marketing kebanyakan berjalan melalui platform media sosial. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Di era media sosial seperti saat ini, mereka yang menjadi influencer adalah individu yang memiliki ribuan pengikut. Semakin banyak pengikutnya, semakin besar daya tarik seorang influencer bagi pemilik brand

Melansir Sprout Social, influencer marketing adalah pola pemasaran lewat media sosial dengan memanfaatkan individu atau influencer. Individu ini biasanya akan menyebut merek atau membuat ulasan suatu produk. 

Mengapa influencer yang bagus harus memiliki banyak pengikut? Jumlah pengikut menjadi ukuran seberapa seorang influencer punya pengaruh dan kepercayaan, setidaknya bagi para pengikutnya. 

influencer mkt 3Influencer 

Melansir Influencer Marketing Hub, influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan pembelian orang lain. Pengaruh ini bisa karena otoritas, pengetahuan, posisi, atau hubungan influencer dengan pengikutnya. 

Kemudian, mengutip dari Sprout Social, influencer itu sosok menguasai segmen pasar bisnis. Para influencer ini memiliki pengetahuan, kekuasaan, atau sesuatu yang spesifik sehingga memiliki banyak pengikut. 

Sumber yang sama menyebut, pada tahun 2017, sebanyak 85% kegiatan marketing menggunakan influencer dan lebih dari 90% pemasaran dengan menggunakan influencer terbukti berhasil. 

Marketing

Sementara itu, marketing merujuk pada segala upaya perusahaan atau brand untuk menarik audiens mengenal dan membeli produk atau layanan. Kegiatan marketing bertujuan untuk memperkenalkan nilai dari produk, memperkuat kesetiaan konsumen pada merek, dan tentu saja meningkatkan penjualan.

Tujuan utama kegiatan marketing ialah membuat orang tertarik pada produk atau layanan tertentu. Tapi untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya penelitian pasar, analisa, sampai mengenali kebutuhan dan ketertarikan konsumen. 

Kegiatan marketing tidak melulu soal jualan, melainkan mencakup semua aspek bisnis. Mulai dari pengembangan produk, metode distribusi, promosi iklan, sampai kegiatan pemasaran itu sendiri. 

Influencer Marketing

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, maka influencer marketing adalah kegiatan pemasaran dimana merek atau perusahaan menggandeng influencer untuk memasarkan produk atau layanannya. Influencer-nya sendiri tak harus artis atau publik figur, tapi bisa juga pakar industri, individu yang berpengaruh di media sosial, blogger atau konten kreator lainnya. 

Berbeda dengan gaya pemasaran lain yang berpusat pada produk, influencer marketing melakukan kampanyenya dengan menggunakan persona dan pengaruh influencer untuk mendorong audiens, khususnya pengikutnya, melakukan pembelian. 

Seiring perkembangan media sosial, profesi baru ini pun tumbuh dan semakin populer. Setidaknya menurut catatan Influencer Marketing Hub, sebanyak 67% merek menjalankan influencer marketing melalui Instagram. Lalu sejak 2016 jumlah pencarian kata ‘influencer marketing’ pada mesin pencari Google meningkat sebanyak 465%. Selain itu 90% responden mengakui bahwa pola pemasaran ini sangat efektif. 

Sejarah Influencer Marketing

Sebenarnya influencer marketing bukanlah hal baru. Namun istilah ini semakin populer bersamaan dengan penetrasi media sosial yang terus meningkat. 

Melansir Grin, peran influencer dalam pemasaran sudah ada sejak 1920-an. Bahkan beberapa sumber menyebut, pemasaran lewat influencer telah berlangsung sebelum 1920. 

Pada tahun 1890, seorang artis dari AS bernama Nancy Green terpilih menjadi model iklan produk tepung untuk membuat panekuk. Kala itu, ia menjadi model Afrika Amerika pertama yang berpengaruh pada generasinya untuk membeli tepung panekuk siap pakai. 

Influencer marketing
Aunt Jemima. Sumber: grin.co

Kemudian, pada 1930, produsen minuman Coca-Cola menggunakan sosok Sinterklas dalam iklan mereka. Coca-Cola ingin memberi kesan bahwa produknya ramah dan menyenangkan sebagaimana sosok Sinterklas yang senang berbagi hadiah dan kebahagiaan. 

Lanjut maju ke tahun 1950-an, beredar iklan rokok yang sangat ikonik. Dalam iklan-iklannya, Marlboro menggunakan aktor pria yang berpenampilan macho dan maskulin, lengkap dengan sebatang rokok di antara bibirnya. Gimmick Marlboro Man saat itu menjadi influencer marketing yang cukup berhasil dan bertahan sampai tahun 1999. 

Sampai kemudian pada tahun 2010, influencer marketing mulai merambah media sosial sejalan dengan makin populernya Facebook. Ketika itu, Amazon menggandeng Facebook menghadirkan fitur yang bisa memberi tahu apa yang dibeli teman atau anggota keluarga mereka di Amazon lewat Facebook

Amazon juga menyarankan hadiah berdasarkan minat masing-masing pengguna Facebook. Kabarnya, strategi influencer marketing ini cukup sukses pada masanya. 

Pertumbuhan media sosial, dominasi generasi milenial, dan Gen Z, sangat mempengaruhi perkembangan influencer marketing. Media sosial mengendalikan segalanya. Terbukti, konsumen era ini akan membeli produk atau layanan tertentu berdasarkan rekomendasi influencer, atau setidaknya mereka sudah melihat hasil atau bukti produk tersebut berkualitas sebelum membelinya. 

Fakta dan Data Tentang Influencer Marketing

Berdasarkan studi The State of Influencer Marketing 2021 Research ada sejumlah data menarik terkait pemasaran menggunakan influencer:

  • 70% remaja lebih percaya pada influencer ketimbang artis biasa. Bahkan 4 dari 10 milenial mengatakan, influencer favoritnya lebih memahami mereka ketimbang temannya sendiri. 
  • 86% kaum wanita menggunakan media sosial untuk mencari saran atau rekomendasi. 
  • 49% konsumen bergantung pada rekomendasi influencer
  • 57% perusahaan fashion dan kecantikan melibatkan pemasaran influencer
  • Pemasaran influencer membantu merek memperoleh pelanggan. 
  • Proyeksinya industry influencer marketing mencapai 13,8 miliar dolar AS pada 2022. 

Fungsi Influencer Marketing 

Berikut ini manfaat atau fungsi menggunakan seorang influencer untuk memasarkan bisnis:

  1. Membangun Kepercayaan

Fungsi influencer ialah membangun kepercayaan pengikutnya atau konsumen akan sebuah merek. Caranya ya lewat konten dan pesan yang mereka sampaikan. Bisa jadi konsumen akan membeli produk tersebut bukan semata karena produknya, tapi karena percaya pada influencer panutannya. 

  1. Meningkatkan Kesadaran Merek

Influencer bermanfaat untuk memperluas jangkauan kesadaran akan merek. Para “pemengaruh” ini juga berfungsi membantu menarik calon-calon pelanggan baru yang sebelumnya tidak mengenal brand atau jualanmu. 

  1. Memperkaya Konten

Salah satu cara kerja influencer marketing adalah dengan membuat konten. Entah berupa ulasan produk dan semacamnya. Nah, kehadiran influencer ini akan membantu pemilik brand untuk mengisi konten dengan ide-ide baru. 

  1. Memberi Value bagi Konsumen

Influencer berpengalaman pasti kontennya berisi. Ia bisa menyisipkan pesan, memecahkan masalah, atau mengedukasi pengikutnya. 

  1. Mencapai Target Audiens

Dengan catatan, kamu merekrut influencer yang sesuai dengan target pasar bisnismu. 

Brand yang Sukses Berkat Influencer

Semakin hari, semakin banyak perusahaan atau brand yang strategi pemasarannya sukses menggunakan influencer. Berikut ini di antaranya:

  1. Guess

Guess menggunakan bantuan influencer marketing lewat platform TikTok untuk menjangkau pasar dari usia yang lebih muda. Pada 2018 mereka meluncurkan challenge lewat TikTok dengan tagar #InMyDenim. 

Lewat tantangan ini, Guess melalui influencer-nya mengajak TikTokers berubah dari gaya membosankan menjadi lebih bergairah setelah mengenakan pakaian Guess. Upaya ini berhasil. Guess mencapai target yang lebih mudah dan penjualan pun terdongkrak. 

  1. L’Oreal Inggris

Tujuan kampanyenya supaya merek L’Oreal menjadi perbincangan dari mulut ke mulut. Perusahaan kecantikan yang bermarkas di Paris mencari 2.000 wanita di Inggris dalam rentah usia 20 sampai 25 tahun. Selama tiga bulan para wanita ini bertugas untuk mengunggah keseharian mereka menggunakan produk L’Oreal. 

Dengan memanfaatkan seluruh saluran media sosial, L’Oreal berhasil mencapai target. Percakapan soal produk-produknya di media sosial meningkat sampai 53%. Angka penjualan pun terdongkrak sampai 51%. 

  1. Erigo

Brand fashion lokal ini tahun lalu memboyong sejumlah artis dan influencer kenamaan Indonesia ke Amerika dalam rangka ekspansi bisnis Erigo di negeri Paman Sam. Erigo memboyong Luna Maya, Enzy Storia, Ayla Dimitri, Rachel Venya, Arief Muhammad, dan sejumlah artis serta influencer lainnya. 

Erigo sengaja membawa influencer lintas profesi dan latar belakang supaya penjualan mereka meningkat dan menjangkau pasar yang lebih luas. Erigo memahami bahwa setiap influencer punya pengikut dan karakter yang berbeda. 

influencer mkt 2

Langkah Menjadi Influencer Marketing

Sudah semakin bulat tekad menjadi influencer? Kalau begitu mari mempersiapkan diri dengan mengikuti langkah berikut.

  1. Tentukan Segmenmu

Tentukan dulu kamu mau fokus pada segmen pasar industri atau bidang apa. Entah itu travel, fashion, kecantikan, olahraga, edukasi, game, keuangan, dan lain sebagainya. Kamu bisa menentukannya berdasarkan passion, latar belakang pendidikan, hobi, atau pengalamanmu. 

  1. Pilih Platform Media Sosial

Setelah kamu menentukan apa segmen dan target audiensmu, saatnya kamu pilih platform media sosial yang cocok dengan target audiens-mu. Lihat juga platform mana yang influencer lain sering gunakan. Sebaiknya pilih beberapa platform media sosial saja. Entah itu TikTok, Instagram, YouTube, Facebook, atau Twitter. Tujuannya supaya kamu lebih fokus. 

  1. Buat Strategi Konten

Sediakan konten yang relevan dan berkualitas. Untuk itu kamu harus membuat perencanaan, mencari ide misalnya berdasarkan komentar atau permintaan audiensmu dan sebagainya. Lalu tentukan waktu terbaik untuk mengunggah konten, dan pastikan audiensmu terlibat atau berinteraksi atas unggahanmu. 

  1. Buat Website

Semakin banyak pengikut dan orang yang mengenalmu, maka semakin besar kemungkinan mereka mencari tahu lebih jauh tentangmu. Karena itu sebaiknya kamu membuat dan mengelola websitemu sendiri. Harapannya, klien atau calon klien bisa lebih dulu mempelajari profilmu lewat website. 

Isi website juga dengan konten-konten yang sejalan dengan segmen dan target audiens-mu, supaya lalu lintas pengunjungmu terus naik. Lewat website, orang jadi tahu seberapa bisa dipercaya, kredibel, dan profesional kamu sebagai influencer

  1. Bangun Networking

Kalau kamu sudah memutuskan menjadi influencer, perluas jaringanmu dengan para influencer lainnya. Kamu bisa mengomentari atau berinteraksi lewat konten-konten mereka. Atau bisa juga dengan mengajak kolaborasi influencer lainnya. 

Tak hanya berinteraksi dengan sesama influencer. Kamu juga harus menjaga interaksi dengan audiens. Misalnya dengan menanggapi komentar, membalas pesan mereka, dan sebagainya. 

Harus Konsisten

Sepertinya hidup pada zaman ini tak ada yang tak mungkin. Apapun cita-citamu, semuanya bisa terwujud. Termasuk menjadi terkenal lewat jalan influencer. Kreativitas menghasilkan konten menjadi modal utamanya. Selain itu kamu juga mesti pandai-pandai mengikuti tren dan membaca perilaku audiensmu. 

Namun syarat utama dari itu semua ialah konsistensi. Menjadi influencer yang berhasil perlu waktu dan proses, tidak instan. Soalnya cuma Bandung Bandawasa yang bisa membangun candi instan dalam waktu semalam demi Roro Jonggrang si pujaan hati. Sayangnya, kamu kan influencer bukan Roro Jonggrang. Jadi berjuanglah dan nikmati prosesnya. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP