fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ingin Tingkatkan Kredibilitas Usaha? Quality Control Jawabannya

quality control

Quality control atau pengendalian mutu, adalah istilah yang cukup terkenal di bidang bisnis. Semua bisnis tentu menerapkannya karena ingin dianggap kredibel. Sebuah contoh penerapan pengendalian mutu, yakni peternak telur menyortir telur ukuran kecil dengan yang besar untuk penjualan. Peternak itu hendak memastikan, bahwa produknya yang masuk ke pasaran sesuai ketetapan atau standar kriterianya. Dengan demikian, ia akan menjadi lebih kredibel.

Bagaimana dengan kredibilitas bisnismu? Sudahkah menerapkan pengendalian mutu? Atau kamu masih mencari referensi yang tepat untuk melaksanakan pengendalian mutu? Kamu bisa membaca dalam artikel ini yang membahas lengkap mengenai pengendalian mutu.

Mengenal Quality Control

Untuk mulai meningkatkan kredibilitas usaha, kamu perlu memahami makna pengendalian mutu. Ada banyak ahli manajemen dan buku yang memberikan pengertian mengenai quality control. Salah satunya,  yakni pengertian yang tercantum dalam Buku Pedoman Astra Total Quality control (ATQC) 1984. Buku tersebut menyebutkan, quality control adalah sistem manajemen yang mengikutsertakan semua jajaran pekerja pada semua tingkatan, dengan memakai konsepsi pengendalian mutu dan metode statistik, untuk memperoleh kepuasan pembeli maupun karyawan. Berdasarkan pengertian tersebut, penerapan pengendalian mutu berlaku menyeluruh untuk seluruh komponen sumber daya manusia dalam bisnis. Selanjutnya, ada pengukuran secara angka yang penggunaannya untuk kepuasan konsumen dan karyawan.

(Baca juga: 11 Ide Usaha Sampingan Khusus Buat Para Karyawan)

Apa Tujuannya?

Dari pengertian tersebut, maka tampak bahwa pengendalian mutu memiliki tujuan untuk:

  • Menentukan tingkatan kualitas produk dan aktivitas kerja. Soalnya, kepuasan untuk konsumen dan karyawan merupakan harapan bisnis dari pengendalian mutu. Tercapainya kepuasan keduanya adalah standar keberhasilan sebuah mutu.
  • Melakukan kontrol biaya produksi. Dengan adanya pengendalian mutu yang terukur secara statistik, biaya produksi bisa lebih terkendali. Biaya produksi merupakan komponen utama dalam operasional perusahaan yang menentukan besarnya pendapatan yang bakal bisnis dapatkan.

(Baca juga: Apa itu Biaya Operasional dan 7 Komponen Pentingnya)

  • Ketepatan penyampaian. Setiap barang atau jasa yang kamu hasilkan dari bisnis mesti tersampaikan tepat waktu dan tempat. Jika tidak bisa memenuhinya, maka kualitas barang atau jasamu bisa buruk. Lantaran demikian, kamu bisa memaksimalkan ketepatan penyampaian dengan pengendalian mutu.
  • Memberikan jaminan keselamatan kerja dan produk ramah lingkungan. Jaminan keselamatan kerja adalah harapan bagi setiap karyawan. Sementara itu, produk ramah lingkungan adalah harapan konsumen. Tugas pengendalian mutu adalah untuk menjamin keduanya terwujud.
  • Mewujudkan keinginan dan harapan konsumen terhadap barang atau jasa. Konsumen memiliki beragam harapan terhadap barang atau jasa. Dengan pengendalian mutu, harapan tersebut dapat terwujud.

Fungsi Quality Control

quality controlDari beberapa tujuan pengendalian mutu yang telah disebutkan, fungsi utama dari quality control adalah:

  • Memastikan barang atau jasa yang kamu sediakan dalam bisnis telah memenuhi persyaratan tertentu, dapat memuaskan, dan berfungsi dengan baik.
  • Melakukan identifikasi barang atau jasa yang tidak memenuhi kriteria.
  • Mengawasi operasional produksi sejak awal sampai akhir barang selesai dibuat dan siap untuk dijual.
  • Meloloskan produk yang telah dipastikan sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan.
  • Memonitoring, kemudian memverifikasi kualitas hasil produk.

(Baca juga: Cara Minimalisir Retur Barang Berikut Ini Bikin Bisnismu Mudah Diatur)

Unsur-unsur Pembentuk Quality control

Untuk menjalankan fungsi-fungsi yang demikian vital karena berhubungan dengan kualitas barang yang akan sampai di konsumen, pengendalian mutu terdiri atas beberapa unsur. Berikut adalah unsur-unsur dalam pengendalian mutu:

1. Kontrol atau monitoring

Tentu saja dalam pengendalian mutu, kontrol menjadi hal utama. Oleh karena itu, unsur ini adalah yang paling pertama dalam pengendalian mutu produk. Dalam unsur ini, hal yang perlu kamu lakukan, yaitu pengidentifikasian catatan, penetapan kriteria integritas dan kinerja, pengaturan pekerjaan, dan manajemen yang baik saat proses produksi.

(Baca juga: Teknik dan Tips Manajemen Waktu untuk Bisnis D2C) https://www.lummoshop.co.id/blog/teknik-dan-tips-manajemen-waktu-untuk-bisnis-d2c/

2. Kompetisi

Sebuah barang atau jasa agar berkualitas tentu saja harus memenuhi standar kompetisi tertentu. Dengan adanya standar tersebut, penilaian terhadap sebuah produk bisa dilakukan dengan benar. Alhasil, produk siap untuk berkompetisi. Hal-hal yang termasuk dalam standar kompetisi, yaitu keterampilan, ilmu pengetahuan, kualifikasi, dan pengalaman.

3. Kedekatan

Komponen ketiga ini erat hubungannya dengan sumber daya manusia. Hal-hal yang termasuk di dalamnya, yakni kepegawaian, integritas, semangat tim, motivasi, budaya organisasi, dan kedekatan hubungan yang berkualitas di antara karyawan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Setelah mengetahui unsur-unsur yang ada dalam pengendalian mutu, berikutnya kamu perlu memahami cara kerjanya. Alur atau cara kerja dari quality control, yaitu:

1. Menetapkan standar

Pertama yang perlu kamu lakukan adalah menetapkan standar. Apabila tanpa standar, maka tidak bisa melakukan kontrol. Penetapan standar ini sangat penting dalam mencapai efektivitas dan efisiensi barang.

2. Menyelaraskan dengan visi dan misi perusahaan

Standar yang kamu tetapkan harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Soalnya, standar merupakan bagian dari upaya mencapai tujuan perusahaan. Sementara itu, tujuan perusahaan tertuang dalam visi dan misi.

3. Melakukan perbaikan atas produk yang ditawarkan

Setelah dua langkah sebelumnya, kamu perlu untuk menemukan produk yang tidak sesuai dengan standar. Inilah yang menjadi tugas quality control. Setelah menemukan barang yang tidak sesuai standar, quality control memiliki tugas selanjtnya, yakni terus meningkatkan kualitas barang agar sesuai dengan ketetapan standar yang ada.

Sampai pada tahapan ini pengendalian mutu telah melakukan fungsinya. Namun, mungkin ada yang bertanya-tanya apa bedanya dengan quality assurance?

Quality Control dan Quality Assurance

quality controlSama-sama berhubungan dengan kualitas atau mutu, nyatanya quality control (pengendali mutu) berbeda dengan quality assurance (penjamin mutu). Quality control berupaya memastikan sebuah produk sesuai dengan standar mutu. Sementara itu, quality assurance berupaya membuktikan bahwa produk yang dihasilkan sudah sesuai standar mutu yang ditetapkan. Tak hanya berbeda dari segi makna, namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Perbedaan-perbedaan itu sebagai berikut:

(Baca juga: TDP, Perbedaannya dengan SIUP dan Cara Membuatnya)

  • Proses yang dilakukan

Quality control adalah proses yang reaktif, maksudnya berupaya menanggulangi sebelum terjadi kesalahan. Oleh sebab itu, ada standar mutu yang perlu menjadi acuan.

Quality assurance adalah proses yang pro-aktif, maksudnya ketika menemukan kesalahan maka berupaya untuk mencari solusi untuk mengatasi kesalahan tersebut.

  • Fokus kerja

Quality control fokus pada menemukan cacat atas produk, kemudian berupaya untuk terus mengurangi jumlah produk cacat tersebut.

Quality assurance fokus pada pencegahan terjadinya cacat. Oleh karena itu, penjamin mutu akan mencari prosedur terbaik untuk menghasilkan barang yang berkualitas. Dengan demikian barang cacat bisa diminimalisasi.

  • Cara kerja

Quality control bekerja untuk memastikan barang jadi sesuai dengan standar mutu. Tugas quality control dilakukan sebelum barang dijual di pasar.

Quality assurance lebih fokus pada pengembangan produk. Bagian ini berupaya untuk memastikan barang yang dibuat memenuhi standar mutu, kemudian diserahkan untuk diproduksi. Setelah jadi, barang masuk ke bagian pengendalian mutu.

  • Pendekatan

Quality control menggunakan pendekatan berbasis produk, karena berupaya menemukan produk yang tidak sesuai dengan standar mutu.

Quality assurance menggunakan pendekatan berbasis proses, karena lebih mengupayakan proses terbaik untuk menghasilkan produk sesuai standar mutu.

Ternyata, perbedaan keduanya sangat tipis, dan erat kaitannya dengan menghasilkan produk yang berkualitas.

Lalu apa saja manfaat pengendalian mutu dalam bisnis?

Manfaat Quality Control Dalam Bisnis

Pengendalian mutu sangat penting dalam bisnis, terutama karena manfaatnya berikut ini:

  • Memenuhi harapan konsumen. Era sekarang, bisnis mesti memenuhi harapan konsumen. Oleh sebab itu, perlu untuk memahami standar mutu yang sesuai harapan konsumen.
  • Memenangkan persaingan bisnis. Dengan kemampuan menjamin mutu, peluang untuk memenangkan persaingan dalam bisnis akan membesar.
  • Melakukan pengembangan terus-menerus. Pengendalian mutu akan sangat membantu dalam mengembangkan bisnis.
  • Meningkatkan kredibilitas usaha. Menghasilkan produk bermutu yang terstandarisasi akan membuat usahamu menjadi kredibel. Alhasil, konsumen tidak akan ragu memburunya.

Jadi ingin membuat usahamu makin kredibel dan banyak diburu? Terapkan quality control yang ketat tanpa ragu.

Baca juga artikel terkait lainnya

SOP, Ini Cara Penyusunannya yang Singkat, Padat dan Efisien

6 Langkah Penting untuk Membangun Kredibilitas Bisnis Kamu

Bangun Kredibilitas Bisnismu dengan Rating dan Review di LummoSHOP

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP