fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ini Caranya agar Brand Kamu Selalu Diingat Konsumen

cara agar brand selalu diingat 01

Apa brand yang paling kamu ingat untuk … let’s say… sabun deterjen? Jika pertanyaan ini ditanyakan ke seribu konsumen dan semua menjawab brand yang sama, dapat dikatakan brand tersebut sudah mencapai top of mind. Artinya, brand yang paling diingat oleh konsumen dibandingkan dengan brand-brand lain di kategori produk sejenis.

Menjadi top of mind brand di antara sekian banyak brand untuk satu kategori produk, tentu saja butuh strategi branding yang tepat. Pemilik brand mana yang tidak mau brand-nya diingat dan menjadi kesayangan konsumen. Hanya saja, buat kamu yang baru membangun brand, jangan buru-buru ingin dikenal tapi salah langkah sehingga menjadi bumerang bagi brand kamu sendiri, ya. 

Nah, apa saja hal-hal yang pantang kamu lakukan ketika membuat dan membangun brand?

1. Sekadar meniru tanpa menonjolkan kelebihan brand sendiri

Terdapat beberapa pemilik brand yang pada awal kehadirannya hanya sekadar meniru brand yang sudah lebih dulu sukses, baik dari sisi logo, warna, dan bahkan namanya. Mungkin harapannya, agar konsumen mengira bahwa brand tersebut adalah brand besar yang selama ini mereka konsumsi. 

Cara seperti ini boleh jadi berhasil beberapa saat tapi setelah konsumen sadar, apalagi jika brand yang kamu miliki tidak menawarkan kelebihan dan berbeda jauh dari yang biasa dikonsumsi, mereka akan putar balik dan meninggalkan brand kamu. 

2. Cari sensasi dengan menjelekkan brand lain

Merendahkan brand lain dengan tujuan untuk merebut perhatian dari konsumen, sejatinya menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki kelebihan apa pun yang dapat ditonjolkan. Selain itu, melakukan cara ini justru bisa membahayakan. Apalagi kalau brand kompetitor yang kamu jelek-jelekkan itu, punya basis konsumen loyal. Terlebih pada era sesuatu bisa mudah viral seperti sekarang, berhati-hatilah dengan e-wom (word of mouth) di media sosial. 

Seperti kata Sang Bijak, lebih baik fokus pada kelebihan brand kamu sendiri daripada merendahkan brand lain. 

Lalu, bagaimana cara agar brand kamu diingat konsumen dengan cara yang tepat? 

1. Sesuai Janji 

Ambil sudut pandang sebagai seorang konsumen. Jika ada sebuah brand dari produk minuman yang mengklaim produknya terbuat dari buah asli, tanpa pengawet, dan pemanis buatan, tapi nyatanya, setelah kamu coba, rasanya tidak nyaman di lidah dan membuat tenggorokanmu gatal, kira-kira apa tindakanmu selanjutnya? Jangankan membelinya lagi, boleh jadi kamu akan umumkan ke semua pengikutmu di media sosial untuk tidak membeli brand tersebut. Jadi pastikan bahwa produk yang kamu buat, punya kualitas yang sama dengan yang dijanjikan. 

Ingat, branding bukan hanya sekadar mempromosikan nama brand, tapi lebih dari itu, yakni harus memiliki nilai. Jangan sampai menjual kata-kata manis, terlihat bagus di luar tapi malah membohongi konsumen. 

 2. Pilih Media Promosi yang Tepat

Jika kamu sudah yakin dengan produkmu, tahapan selanjutnya adalah bagaimana mengomunikasikannya ke konsumen. Salah satu cara agar brand kamu menjadi top of mind di kalangan konsumen adalah melakukan promosi dengan menentukan media yang tepat. Itulah kenapa pemetaan target audiens sangat penting karena kamu tidak bisa berkomunikasi ke semua orang. Kamu harus harus lebih spesifik dalam menentukan target audiens dari brand kamu. 

Contohnya begini. Kamu membuat produk perawatan kulit dengan target audiens remaja perempuan, usia 13-19 tahun, status ekonomi sosial di kelompok A, tinggal di perkotaan dan senang bergaul. Untuk berkomunikasi dengan mereka, kamu harus memilih media yang sering mereka akses. Menurutmu, apa media yang paling tepat untuk mereka? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu saja kamu harus melakukan survei atau pengamatan terhadap kelompok ini. Coba pelajari, apa mereka masih menonton TV, membaca koran atau majalah, atau mendengarkan radio?  Apakah mereka hanya mengakses media sosial? Kalau iya, media sosial apa yang biasanya mereka gunakan? Seberapa sering mereka mengaksesnya? 

Hasil dari survei atau pengamatanmu itulah yang nantinya menjadi acuan media yang akan kamu pilih untuk mempromosikan brand kamu. 

cara agar selalu diingat konsumen 02Guna meluaskan promosi dan memudahkan saat memasarkan produk, kamu juga bisa membuat toko online sendiri di LummoSHOP. LummoSHOP merupakan e-commerce enabler yang dapat membantu kamu untuk membuat website toko online-mu sendiri! Link website-nya bisa kamu bagikan di berbagai platform media sosial. Jadi lebih banyak konsumen yang mengenal brand kamu, kan? Dengan bergabung di LummoSHOP, kamu bukan sekadar punya toko online, tapi kamu juga dapat mempromosikan bisnis online kamu ke target audiens yang tepat! Dengan begitu, brand yang kamu bangun akan semakin diingat oleh konsumen. 

3. Komunikasikan secara konsisten

Setiap brand memiliki kepribadian masing-masing; baik ditunjukkan melalui logo, warna, cara berbicara dengan konsumennya, copy platform hingga visual yang digunakan, dan semua komponen tersebut harus dikomunikasikan secara konsisten.

Begitu juga dengan brand kamu. Kamu harus punya strategi atau cara yang tepat agar brand kamu menjadi top of mind di kalangan konsumen.  Apalagi kalau masih baru. Kamu harus lebih sering mengenalkan brand kamu ke konsumen. 

Coba deh perhatikan brand-brand yang berada di jajaran top of mind dan sudah puluhan tahun eksis dan dicintai konsumennya. Sudah pasti mereka memiliki strategi dan konsistensi yang tinggi untuk berada di tahapan tersebut. Mereka memiliki kesamaan dalam mengomunikasikan identitas brand, termasuk tagline-nya. Bahkan ada loh, brand yang menggunakan ambasador yang sama hingga bertahun-tahun. 

Itu semua tentu memudahkan konsumen untuk mengingat brand tersebut dengan baik. 

4. Sering “Menjumpai” Konsumen

Dalam mengenalkan brand baru, kamu harus berusaha lebih keras dan menerapkan strateg-strategi yang lebih menarik agar konsumen mengingat brand kamu. Jika brand kamu sudah mencapai kesadaran merek yang cukup baik, cara berikutnya untuk sampai di jajaran top of mind konsumen adalah dengan mengingatkan kembali bahwa brand kamu masih eksis hingga saat ini. 

Itu sebabnya kenapa banyak brand besar yang meski sudah mencapai top of mind, masih tetap beriklan di berbagai media, baik media tradisional seperti iklan TV hingga media digital. 

Jika kamu tidak memiliki dana besar untuk melakukan promosi di TV, kamu bisa menggunakan media digital. Format iklannya sama, hanya medianya saja yang berbeda. Selain itu, kamu juga dapat mengaktifkan media sosial perusahaan atau brand kamu, buat perencanaan konten yang menarik, dan sesekali buatlah kegiatan yang bisa mendekatkanmu dengan konsumenmu.