fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Ini Karakter Konsumen Online Kosmetik yang Harus Kamu Pahami

Karakter Konsumen

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) tumbuh sebesar 9,15% selama kuartal II-2021 yang lalu. Data yang dirilis oleh Nielsen and Euromonitor menyebutkan, rata-rata pertumbuhan bisnis kosmetik dalam enam tahun terakhir mencapai 10%. Dengan jumlah populasi perempuan lebih dari 150 juta jiwa, Indonesia diperkirakan akan menjadi pasar kosmetik terbesar ke-5 dunia dalam 10 – 15 tahun mendatang. Penting untuk mengenali karakter konsumen jika kamu ingin berkecimpung di dunia bisnis kosmetik.

CEO Vendor Beauty Club (VBC), Nuza Abramska melihat, ada kecenderungan masyarakat Indonesia mulai menjadikan produk kecantikan sebagai kebutuhan primer. Dia berpendapat, meningkatnya kesadaran akan kecantikan eksternal bersanding dengan kecerdasan internal individu menjadi salah satu faktor pendorong utama terus bertumbuhnya bisnis kosmetik. 

Karakter Konsumen Produk Kosmetik 

Tren pembelian produk kecantikan secara online juga memperlihatkan lonjakan selama pandemi Covid-19. Adanya adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi yang telah menggeser pola belanja dari offline menjadi online, telah meningkatkan transaksi online produk kosmetik sebesar 80%. Tren ini diperkirakan masih akan berlanjut meski pembatasan kegiatan sosial sudah mulai dikendorkan. 

Bagi kamu yang berkecimpung di bisnis online produk kosmetik, terutama yang jualan alat kecantikan langsung ke pembeli alias Direct-to-Consumer (D2C), data-data tersebut pastinya memberi angin segar. Namun di sisi lain, terdapat data yang memperlihatkan persaingan di bisnis ini begitu ketat. Para pemain di sektor bisnis ini tidak sedikit, mulai dari perusahaan lokal, nasional hingga skala internasional. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dalam situasi persaingan industri kosmetik yang ketat, sudah tentu kamu harus jeli dan kreatif memilih strategi penjualan yang tepat saat mengolah pasar. Untuk keperluan itulah, diperlukan pemahaman atas perilaku, minat, dan pola pikir konsumen. Karena pada dasarnya, setiap konsumen akan memiliki pandangan tersendiri terhadap sebuah produk, dan hal inilah yang akhirnya menjadi dasar dalam mengambil keputusan. 

Dalam ilmu marketing, konsep itu disebut Consumer Insight, dan bertujuan untuk menciptakan iklim kondusif yang menguntungkan antara penjual dan pembeli. 

Sederhananya, dengan lebih mengenal profil dan perilaku konsumen secara mendalam, kamu akan lebih mudah mencari strategi agar mereka mau melakukan pembelian produk kecantikan di toko onlinemu. 

Nah, seperti apa Consumer Insight untuk produk kecantikan online, simak ulasan berikut ini: 

3 Karakter Konsumen Kosmetik

Dari analisa terhadap proses penjualan di berbagai industri kosmetik, konsumen kosmetik di Indonesia pada umumnya terbagi dalam tiga jenis karakter saat belanja online alat kecantikan dan kosmetik. Masing-masing adalah konsumen dengan tipe impulsif, tipe smart-buyer/mature dan tipe non-user.

  • Tipe Impulsif

Konsumen perempuan dengan tipe impulsif adalah mereka yang mudah terpengaruh dengan produk kosmetik terbaru. Tipe ini paling sering ditemui di pasar. Dan produk alat kecantikan yang paling sering dibeli secara impulsif adalah jenis-jenis kosmetik dekoratif semacam lipstik, dan pemulas kelopak mata, yang sering menjadi objek coba-coba. 

Hal ini sebenarnya sejalan dengan karakter mayoritas perempuan yang cenderung tidak loyal terhadap produk kosmetik. Semakin mereka impulsif, semakin mudah bagi mereka untuk mencoba berbagai jenis produk dari berbagai brand yang berbeda. 

Dalam menentukan pembelian terhadap sebuah produk, konsumen tipe impulsif cenderung memutuskan berdasarkan pada referensi yang mereka peroleh. Tidak hanya itu, mereka pun cenderung selalu update terhadap berbagai jenis produk baru.

Karena sifatnya yang impulsif dan suka coba-coba, tipe inilah yang paling cocok diolah melalui peran Key Opinion Leader (KOL), tren un-boxing, dan make-up tutorial.

  • Tipe Smart-Buyer / Mature

Perempuan dengan tipe ini cenderung menghitung pengeluaran mereka dengan sangat teliti. Dalam memilih produk kosmetikgolongan ini cenderung kritis sebelum membeli, sangat peduli terhadap formula, mencoba memahami produk, dan membeli sesuai kebutuhan.

Namun, agak berbeda dibandingkan tipe impulsif yang cenderung tidak loyal, tipe smart-buyer justru terbilang sangat loyal pada satu merek. Konsumen produk kosmetik tipe smart buyer tidak akan sembarangan membeli dan akan sangat berhati-hati dalam memilih review atau mencerna referensi produk. Tapi ketika sudah menentukan pilihan, mereka akan sulit untuk berpaling.

  • Tipe Non-User

Tipe non-user adalah konsumen produk kosmetik yang bukan merupakan pengguna produk dari brand tertentu. Tipe konsumen non-user ini bisa dibedakan menjadi dua, yakni konsumen yang hanya membeli produk tetapi tidak menggunakannya dan mereka yang tidak membeli produk lantaran tidak memiliki ketertarikan pada produk kosmetik. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Dalam menggarap pasar pada tipe konsumen non-user ini, bisa dibilang susah-susah gampang. Ada non-user yang mudah untuk didekati untuk membeli barang baru, tapi ada juga mereka yang tidak menggunakan karena tidak menganggap make-up sebagai kebutuhan.

Sebagai pelaku bisnis kosmetik, kamu perlu bijak menentukan cara yang tepat dalam menggarap tiap-tiap karakter. Apakah penekanan terdapat pada packaging yang menarik, ataukah dengan mengedepankan kualitas produk. Intinya, semua harus disesuaikan dengan karakter brand tersebut dan siapa pasar yang ingin digarap.

Karakter Konsumen

Pergeseran Perilaku Konsumen Kosmetik Online

Selain karakter konsumen, berdasarkan konsep Consumer Insights, kamu juga harus mengenal perilaku konsumen terkini. Perilaku konsumen produk kosmetik atau alat kecantikan selalu berubah tiap generasi. Bagi kamu yang berkecimpung di dunia industri kecantikan, informasi mengenai perubahan perilaku konsumen ini bisa menjadi bocoran untuk mengembangkan usaha. Berikut beberapa di antaranya: 

  1. Menyimak review sebelum belanja

Di tengah ratusan brand kecantikan di Indonesia dan kemudahan teknologi dan informasi, kini beauty enthusiast semakin mengandalkan ulasan. Mereka akan menyimak review dari pelanggan lainnya sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pembelian produk. Sebaliknya, beauty enthusiast juga terdorong untuk berbagi ulasan atas produk yang mereka beli dan gunakan di platform review.

  1. Pelanggan Semakin Selektif Memilih Produk kecantikan

Seiring dengan semakin maraknya industri kecantikan dengan berbagai inovasi produk, beauty enthusiast semakin selektif memilih. Salah satu yang menjadi minat adalah produk yang mengandung bahan aktif atau active ingredients. Akan tetapi, barangkali tidak semua konsumen memahami mengenai bahan aktif ini.

Namun begitu, secara umum masalah ingredients menjadi poin penting bagi konsumen produk kecantikan. Mereka semakin selektif memilih produk kecantikan yang tepat dan efektif sesuai dengan kebutuhan kulit dan tubuh masing-masing. Dulu, konsumen cenderung mengejar hasil secara cepat dan kurang peduli terhadap efek samping produk kecantikan tapi sekarang kosumen lebih cerdas dan selektif. 

Sebagai pebisnis kamu harus selalu memperhatikan keamanan produk kosmetik yang kamu jual. Perhatikan ingredient atau bahan-bahan yang digunakan dalam setiap produk yang kamu pajang di toko onlinemu. Pastikan semuanya aman untuk kesehatan. Cek apakah produk itu sudah teruji keamanan produknya dan sudah tersertifikasi di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

  1. Semakin Tertarik pada Brand Lokal

Pandemi dapat dikatakan menjadi momen penting yang semakin mendorong popularitas brand lokal. Sebuah platform belanja online mencatat adanya peningkatan ketertarikan para beauty enthusiast yang sangat signifikan terhadap merek kosmetik lokal. Terutama untuk produk-produk seperti primer (80%), concealer (50%), serta loose powder (60%). Sedangkan untuk produk skincareampouletoner, dan sunscreen menjadi produk yang paling diminati sepanjang tahun 2021.

Fakta itu didukung data angka penjualan dari brand kecantikan lokal kecantikan yang meningkat hingga 66% di tahun 2021. 

  1. Saatnya Omnichannel, Pelanggan Rindu Belanja Offline

Satu insight lain yang muncul dari konsumen kosmetik saat ini adalah adanya kerinduan di hati pelanggan untuk bisa berbelanja secara offline seiring dengan mulai meredanya pandemi. Pelanggan yang mulai berkegiatan secara normal dalam protokol kesehatan ketat, rindu cuci mata dan memegang serta mencoba langsung alat kecantikan yang mereka inginkan. 

Hasrat konsumen ini perlu mulai kamu antisipasi. Bersiaplah untuk melakukan layanan omnichannel yang mengintegrasikan layanan online dan offline untuk menjawab kebutuhan mereka. Praktik integrasi itu bisa dilakukan dalam bentuk kegiatan belanja secara offline dan kemudian produk diantarkan secara online. Bisa juga berlaku sebaliknya, dengan berbelanja online dan pengambilan produk offline di toko terdekat.

Karakter KonsumenBagaimana, sudah siap menyambut era baru bisnis kecantikan di Indonesia?

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP