fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Inspirasi Bisnis: 15 Pebisnis Sukses dengan Modal Kecil

bisnis sukses modal kecil

Ingin berbisnis tapi tak punya modal? Jangan kecil hati, dunia menyuguhkan banyak cerita orang-orang yang sudah terbukti bisa mencapai bisnis sukses dengan modal kecil. Mari kita simak, ulasan singkat kisah dari 15 pebisnis yang mulai merintis bisnisnya dengan modal yang tak besar. Dari sang legenda bisnis yang sangat terkenal, hingga pebisnis muda yang nama brand-nya mungkin sudah tak asing buatmu.

Sebagian besar Lummoner pasti sudah cukup akrab dengan kisah inspiratif legenda bisnis Indonesia, mendiang Bob Sadino atau yang sering disebut dengan panggilan Om Bob. Sebelum akhirnya dikenal sebagai pebisnis sukses, Om Bob pernah menjadi kuli harian ketika usahanya bangkrut. Namun kini, bisnis ritel miliknya dengan nama brand Kem Chick masih tegak bertahan dipegang para pewarisnya.

Tak kalah inspiratif, begitu juga kisah Susi Pudjiastuti. Siapapun tahu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang sama nyentrik-nya dengan mendiang Om Bob itu merupakan pengusaha sukses di bidang perikanan dan aviasi. Namun tak banyak yang tahu, saat mulai bisnisnya di masa remaja, Susi hanya bermodalkan uang Rp750 ribu hasil penjualan perhiasan miliknya.

Lima belas pebisnis sukses yang disajikan di bawah ini, bisa menjadi inspirasimu untuk mulai bisnis. Satu yang menjadi kesamaan, mereka semua berangkat dari modal minim, tapi akhirnya berhasil memetik sukses berkat ketekunan mereka. Mereka semua membuktikan bahwa bisnis sukses dengan modal kecil bukan hanya seuntai kalimat yang manis saja, tapi juga bisa jadi nyata. Yuk, mulai simak kisahnya satu per satu.

 1. Bambang Mustari 

Mungkin kamu kurang familiar dengan nama ini. Inilah nama asli mendiang Bob Sadino, legenda pebisnis sukses Indonesia, yang memiliki jaringan pasar swalayan Kem Chicks. Kami sajikan nama Bob sebagai inspirasi paling atas, karena pemikiran kreatifnya banyak menjadi motivasi bagi para pebisnis. Ia benar-benar bukti nyata bahwa bermodal tekad, tekun dan kegigihan, bisnis sukses dengan modal kecil sungguh bisa menjadi realita. 

Kisah sukses Bob Sadino tidak instan dan penuh jalan terjal. Ia melalui perjalanan panjangnya dengan modal nol, bahkan pernah menjadi kuli bangunan dengan upah harian. Menurut Bob, seperti diungkap dalam buku biografinya, kunci sukses yang sebenarnya adalah gagal. Makin banyak gagal, makin banyak kesempatan untuk membuat kisah sukses sendiri. Sebab, dari kegagalan kita akan belajar. Satu lagi petuah Om Bob yang menarik, ketimbang kebanyakan teori, menurutnya, bekal untuk maju adalah terjun langsung ke lapangan.

2. Susi Pudjiastuti

Nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini juga menjadi legenda hidup pebisnis sukses di tanah air. Ia banyak menjadi inspirasi, karena meski hanya mengenyam pendidikan sbangku SMP, tapi Bu Susi mampu berkembang menjadi eksportir ikan dan sukses di bidang bisnis transportasi penerbangan dengan mendirikan maskapai Susi Air yang melayani carteran serta rute pedalaman.

Dalam sebuah diskusi yang tayang di Berita Satu, Bu Susi mengaku tidak mempunyai formula khusus untuk sukses. Menurutnya yang terpenting adalah totalitas bekerja dan menyenangi pekerjaan.

3. Reza Nurhilman

bisnis sukses modal kecil

Kali ini kisah bisnis sukses dengan modal kecil datang dari golongan kaum muda. Nama Reza Nuhilman sangat sering disebut-sebut sebagai contoh pebisnis sukses di usia muda. Dialah pemilik brand keripik singkong Maicih yang membuat heboh seantero Bandung di era 2010—2011. Di umur yang baru 23 tahun ketika itu, Reza melakukan sebuah langkah pemasaran out of the box. Ia hanya memasarkan produknya melalui platform Twitter dan Facebook, tanpa membuka toko sehingga terkesan ekslusif. Media sosial Twitter dimanfaatkannya untuk menyebarkan informasi di mana para jenderal (agen) mangkal menjajakan dagangannya. Hasilnya memang spektakuler. Hanya dalam waktu 6 bulan, seperti dikutip dari TribunNews, Reza berhasil meraup omzet Rp7 miliar per bulan. Padahal modal awal yang ia tanamkan hanya Rp15 juta.

4. Tirta Mandira Hudhi

bisnis sukses modal kecil

Ia dikenal sebagaiinfluencer yang sangat aktif di media sosial. Terkenal dengan nama dr. Tirta, sejatinya pria lulusan FK UGM ini lebih dulu dikenal sebagai “dokter sepatu” karena kegemarannya bersih-bersih sneaker. Saat itu, bisnisnya berkembang menjadi bisnis sukses dengan modal kecil yakni Rp 400 ribu sebagai modal awal membeli sabun cuci buatan Amerika Serikat. 

Tirta menemukan golden moment ketika terjadi erupsi Gunung Kelud di awal 2014. Banjir pesanan dari ratusan sepatu yang terkena abu vulkanik, memicunya untuk membuat jasa perawatan sepatu premium dengan nama Shoes and Care yang ia pasarkan melalui media sosial. Bermodal awal Rp25 juta untuk menyewa sebuah kios, demikian dikutip dari Kumparan, Tirta berhasil membuka 35 workshop Shoes and Care yang tersebar di 9 kota di Indonesia hanya dalam waktu 3 tahun.

5. Iqbal Jabbar

Pemilik Kedai Kejuin di Bandung ini adalah contoh kisah bisnis sukses dengan modal kecil. Bisnisnya berangkat dengan modal hanya Rp150 ribu di tahun 2016. Rupiah terakhir yang ia miliki setelah melepas kariernya di sebuah BUMN itu, ia sulap menjadi 5 bento dan 4 nasi rame’ yang ia jajakan di lapak kecil depan rumahnya. Sukses jelas bukan proses simsalabim. Dua tahun pertama pengembangan bisnisnya, Iqbal benar-benar menahan diri sampai harus mengenakan baju bekas setiap hari raya.  Namun, setelah dua tahun berjalan, ia mampu membuka 5 cabang restoran yang diberi nama Keju-in di kota Bandung dengan omset puluhan juta rupiah.

6. Bambang Pranoto

Dia adalah pemilik merek minyak balur Kutus-Kutus yang viral dipasarkan lewat media sosial Facebook. Pada usianya yang ke-9 tahun ini, produksi minyak Kutus-Kutus mencapai 24.000 botol per hari, atau 700.000 botol setiap bulan. Kompas.com menulis, perusahaan Bambang saat ini memiliki 50.000 reseller dan memperkerjakan 200 tenaga kerja, dengan omzet harian rata-rata Rp2,4 miliar. Selain dipasarkan di seluruh Indonesia, produk minyak balur itu juga diedarkan ke Australia, Eropa, dan negara-negara lainnya. 

Minyak Kutus-Kutus adalah racikan Bambang ketika ia mengalami kecelakaan yang melumpuhkan kakinya. Terbukti menyembuhkan dari kelumpuhan, Bambang pun memproduksi minyak tersebut secara massal. Menurut Bambang, kunci keberhasilannya sebagai pebisnis sukses terletak pada kualitas produk, teknik mengelola keuangan, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran.

7. Sunny Kamengmau 

Pria asal Nusa Tenggara Timur ini adalah pemilik brand merek Rabita, tas kulit yang saat ini populer di kalangan sosialita Jepang. Sunny tidak pernah lulus SMA, tapi ia tekun belajar bahasa Inggris dan Jepang. Kemampuan itulah yang mempertemukannya dengan pengusaha asal Jepang ketika ia menjadi satpam sebuah hotel di Bali. Singkat kata, sang pengusaha memintanya menjadi pemasok tas kulit ke negerinya. Lewat usaha jatuh bangun, perlahan-lahan tas kulit Rabita menemukan pasarnya di kalangan jetset Jepang, hingga sekarang ia mampu mempekerjakan 100 orang karyawan.

8. Shandy Purnamasari & Kadek Maharani

Shandy mendirikan MS Glow di Kota Malang tahun 2013 dan kemudian menggandeng Kadek Maharani Kemala Dewi yang berasal dari Gianyar, Bali. Dua wanita tersebut memutuskan menawarkan dagangannya secara online, yang saat itu belum banyak ditempuh orang. Dalam buku cool+agile brand karya Yuswohady, MS Glow disebut sebagai contoh sempurna brand yang berhasil bertahan dalam menghadapi triple disruptions. Merek ini berhasil memaksimalkan peran teknologi digital dalam proses operasionalnya (assetlight).

Agustus tahun lalu, Museum Rekor Indonesia (MURI) memberi penghargaan kepada MS Glow sebagai perusahaan yang memiliki jaringan penjualan terbanyak di Indonesia, yaitu sejumlah 78.147 jaringan dengan volume penjualan mencapai 1 juta pcs per bulan. Kini MS Glow sudah meluaskan jaringannya sampai ke Korea dan beberapa negara lainnya.

9. Hendy Setiono

Nama ini identik dengan kebab, makanan khas asal Turki. Ya, dialah pebisnis sukses founder usaha kuliner Baba Rafi. Seperti diceritakan di blognya hendysetiono.com, ia mulai merintis usaha kebab pertama dengan modal Rp4 juta hasil berutang dari adiknya. Melalui berbagai eksperimen, Hendi perlahan-lahan mengembangkan bisnisnya dengan strategi franchise. Melalui sistem ini, Kebab Baba Rafi dengan cepat menyebar dan sekarang memiliki lebih dari 1.200 outlet di Indonesia, Malaysia, Filipina, China, dan Sri Lanka.

10. Nicholas Kurniawan

Juara Satu Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2013 ini dikenal sebagai eksportir ikan hias sukses termuda di Indonesia pada masanya. Ia mulai bisnis ikan hias sejak masa SMA, karena dorongan keterbatasan ekonomi keluarga. 

Berawal dari penjualan ikan hias di forum Kaskus, Nicholas lalu membangun toko online bernama Garra Rufa Center dan membangun website Tropical Fish Indonesia yang mampu menarik pangsa luar negeri. Dengan kata kunci “ikan tropis”, ia berhasil mendapatkan omzet ratusan juta setiap bulan dari ekspor ikan hiasnya. Usahanya semakin sukses ketika ia membangun brand dengan nama Venus Aquatics.

11. Dea Valencia

Di usia yang masih sangat muda, Dea berhasil menjadi pebisnis sukses di bidang fashion. Ia mulai merintis usaha bermerek dagang Batik Kultur dari kota Semarang, saat usianya masih 19 tahun. Ide-ide unik dan kreatifnya dalam mendesain batik ternyata diminati banyak orang.  Dengan strategi pemasaran digital, Batik Kultur berhasil meraup omzet miliaran rupiah setiap tahunnya. Yang lebih menarik lagi, hampir separuh dari 120 karyawan yang ada sekarang, ia rekrut dari kalangan difabel.

12. Arie Setya Yudha 

Arie adalah contoh pebisnis sukses yang dapat memetik inspirasi dari dunia game kegemarannya. Alih-alih menghamburkan uang demi hobi, seragam militer tokoh dalam game tempur itu memberinya ide berbisnis seragam militer. Pada 2009, Arie memulai bisnisnya dengan modal tabungan Rp280 ribu, yang ia gunakan untuk membeli 4 meter kain. Ia sendiri yang membuat desain dan polanya, sementara proses jahit diserahkan kepada penjahit yang ada di Pasar Terban, Yogyakarta.

Seperti diungkap Swa, sampel seragam tersebut kemudian difoto dan diunggah ke forum maya Kaskus. Dari situlah pesanan terus bergulir hingga sekarang ia berhasil menjadi pebisnis sukses yang mampu meraup omzet miliaran dengan distribusi produk sampai ke manca negara melalui bendera PT. Molay Satrya Indonesia.

13. Djohan & Anidha

Bayangkan, Djohan awalnya adalah buruh pabrik dan Anidha bekerja sebagai bidan para buruh tersebut. Pada 2009, pasutri ini memulai debut sebagai pengusaha katering dengan melayani pesanan 20 karyawan teman mereka. Seiring berjalannya waktu, cakupan layanan mereka merambah ke pabrik-pabrik lainnya. Setiap kali ada pabrik baru berdiri di Boyolali, kabupaten tempat tinggal mereka, Djohan selalu mendaftarkan Jeo Catering miliknya sebagai pemasok. Kini dengan 82 karyawan yang ada, pasutri pebisnis sukses ini sanggup melayani 10.000 nasi bungkus per hari untuk 16 perusahaan besar yang berada di wilayah tersebut.

14. Mohammad Faisal Hidayat

Pada tahun 2013, Faisal merintis bisnis kafe susu berlabel Its Milk dengan modal Rp1,3 juta. Uang itu digunakan untuk menyewa sebuah gerai kecil di dekat kampusnya di Semarang. Sementara peralatan masak ia pinjam dari ibunya. Kisah bisnisnya ini juga menjadi salah satu kisah inspiratif bisnis sukses dengan modal kecil.

Naluri Faisal terbukti benar. Kafe susu pertamanya tidak pernah sepi pengunjung. Dalam satu bulan ia berhasil mengantongi omzet Rp5 juta. Setelah itu, pelan tapi pasti bisnisnya terus berkembang. Kini, ia memiliki sekurangnya 20 outlet yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Ratusan karyawan pun sanggup ia perkerjakan di outletnya. Balik lagi, dari modal Rp 1,3 juta, ia berhasil membuktikan bahwa bisnis sukses dengan modal kecil bukanlah angan-angan semata.

15. Ina Wiyandini

Ina adalah pemilik merek kue kering Ina Cookies. Femina menyebut, Ina Cookies sekarang memiliki 135 varian kue kering yang dihasilkan dari tangan 800 karyawan, yang sebagian besar adalah wanita. Melalui sistem keagenen, produk Ina Cookies tidak hanya dipasarkan di Bandung dan Jawa Barat, tempat asalnya, tapi juga sampai ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke Singapura, Malaysia, dan Belanda. 

Tak hanya mengembangkan variasi produk, Ina juga terus mengembangkan bisnisnya dalam melahirkan beberapa merek dagang, baik  berupa  barang maupun jasa. Antara lain, Ina Cookies Academy, Kukii, Soonda, DeTuik Café & Resort, Keju Jongman, Ranoys, Mr Komot, Mamasakan, Bashuki, Two Sisters Cake, dan Cookies Café.

Bagaimana, kamu dapat memetik inspirasi dari para pebisnis sukses di atas? Seperti yang Om Bob Sadino katakan,” Berhentilah membuat rencana! Melangkahlah!”

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP