fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Inspirasi dari 7 Pebisnis Sukses Niche Market

Pebisnis sukses niche market_01

Jika perumpamaan big is beautiful berlaku untuk mengubah mindset terkait penampilan, maka perumpamaan small is beautiful dapat digunakan sebagai gambaran peluang niche market. Kamu mungkin juga sudah paham betapa pentingnya niche market dalam bisnis. Sudah cukup banyak juga pebisnis yang sukses karena pintar mengambil peluang ceruk pasar (niche market).

Siapa saja pebisnis sukses niche market? Bagaimana kisah mereka terjun dan berhasil memanfaatkan peluang niche market? Berikut ini LummoSHOP rangkumkan khusus untuk kamu, 7 pebisnis sukses niche market. Yuk, gali inspirasi dari mereka!

Makanan dan Minuman Sehat Selalu Jadi Niche Market yang Menjanjikan

1. Re.juve

Sejak lama masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk mengonsumsi minuman sehat. Belakangan, kesadaran itu makin besar. Namun, kebanyakan minuman sehat, rasanya kurang sedap bagi lidah kebanyakan orang Indonesia. Re.juve pun masuk di niche market ini dan berusaha mengubah pandangan tersebut.

Seperti dilansir dari majalah Swa, anak perusahaan PT Sewu Segar Primatama ini memproduksi minuman jus sehat berdasarkan kebutuhan konsumen, mengemasnya agar enak konsumen konsumsi, dan meramu taste yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Jenisnya adalah cold-pressed juice, yakni jus yang dibuat dari 100% buah-buahan dan sayuran segar tanpa tambahan air, gula, gluten, pemanis, maupun artificial sweetener. Sebotol jus Re.juve terbuat dari satu kilogram buah dan sayur. Mereka mengklaim bahwa Re.Juve adalah merek cold-pressed juice pertama di Indonesia yang mengadopsi prinsip clean label.

Prinsip clean label adalah konsumen mendapatkan produk berkualitas terbaik sesuai dengan apa yang tercantum di kemasan. Menurut Managing Director Re.juve, Richard Anthony, apa saja bahan yang Re.juve tulis di setiap botol, itulah yang konsumen dapatkan. “What you see is what you get. Tidak ada satu pun bahan yang kami tutupi atau sembunyikan.”

Cold-pressed juice juga diproduksi setiap hari dan setelah dibuka hanya bertahan tiga hari di dalam kulkas. Selain jus, Re.juve juga menjual nut milk yang terbuat dari kacang almond murni, smoothies, blended juice, dan elixir. Beroperasi sejak 2014, kini Re.juve memiliki 69 gerai yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Bali. Tak berlebihan jika Re.juve termasuk pebisnis sukses niche market.

2. Tropicana Slim

Seiring tingginya kesadaran untuk hidup sehat, produk makanan dan minuman (mamin) sehat pun semakin orang cari. Tak hanya bagi mereka yang sedang sakit, yang sehat pun kini lebih memilih mamin sehat agar hidupnya tetap sehat. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit keturunan seperti diabetes. Mereka perlu lebih waspada dan selektif dalam mengonsumsi mamin.

Niche market inilah yang dibidik Nutrifood, perusahaan yang memproduksi Tropicana Slim. Tak heran, Tropicana Slim menjadi pelopor yang membuat produk untuk para penderita diabetes. Bahkan bisa dibilang, Tropicana Slim menjadi satu-satunya produsen consumer goods yang memiliki varian produk mamin terlengkap bagi penderita diabetes. Selain pemanis rendah kalori, juga ada kategori produk susu non-fat, healthy meal, hingga minyak dan mi instan rendah lemak.

“Konsistensi menjaga merek sejak awal, menjaga kualitas produk, dekat dengan konsumen dan mengikuti tren. Itu yang kami lakukan. Bahkan kami berupaya menciptakan produk sehat yang nikmat. Jadi kesehatan dan kenikmatan harus selaras,” ungkap Susana, Kepala Divisi Nutrisi Nutrifood, seperti dilansir dari dedesuryadi.com. Wajar, ya, bila Tropicana Slim termasuk pebisnis sukses niche market.

Membidik Niche Market Masyarakat Indonesia yang Suka Berwisata ke Gunung

 Pebisnis sukses niche market_02
Portrait of lovely young Vietnamese girl enjoying climbing

3. Wisata Gunung

Bisnis wisata atau perjalanan beberapa tahun belakangan makin moncer. Banyak orang yang membutuhkan healing dari kehidupan sehari-hari yang penat, dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang indah. Berbeda dengan sepuluh atau dua puluh tahun lalu, pebisnis wisata saat ini harus jeli melihat niche market. Sebab, makin banyak pemain dalam bisnis wisata.

Salah satu pebisnis sukses niche market dalam bisnis wisata adalah Adi Setiadi. Ase, sapaan akrabnya, jeli melihat niche market dalam bisnis wisata dipadukan dengan passion-nya. Melihat Indonesia yang kaya dengan gunung dan kesukaannya mendaki gunung, lulusan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia ini mengkhususkan bisnis mendaki gunung dengan label Wisata Gunung (wisatagunung.com) pada tahun 2013.

Sebenarnya, sebelum Wisata Gunung, Ase telah menjalankan bisnis wisata alam dengan bendera Ase Adventure pada 2011. Namun, Ase menjalankan bisnisnya di sela-sela pekerjaannya sebagai analis bisnis di sebuah perusahaan asuransi. Sebagai pekerja kantoran, Ase harus membagi waktunya antara pekerjaan resmi dengan bisnis wisatanya. Akhirnya, Ase memilih mundur sebagai pekerja kantoran dan menseriusi bisnis wisatanya dengan mengganti bendera menjadi Wisata Gunung.

  • Dapat melayani penjelajahan ke semua gunung di Indonesia

Wisata Gunung melayani penjelajahan ke semua gunung di Indonesia, baik kegiatan mendaki maupun trekking. Gunung-gunung tersebut antara lain Krakatau, Gede-Pangrango, Ciremai, Cikuray, Papandayan, Rinjani, Slamet, Lawu, Semeru, Bromo, Raung, Latimojong, hingga Bawakaraeng di Sulawesi Selatan. Ada empat layanan Wisata Gunung. 

  • Open trip, yang membidik kalangan backpacker dengan harga murah. Yang paling sering wisatawan naiki adalah pendakian ke Semeru, Rinjani, dan Gede-Pangrango.
  • Private trip, ditargetkan bagi kalangan eksekutif. Trip eksklusif ini dengan fasilitas lengkap dan harganya lebih mahal. Biasanya Ase mengakomodasi beragam kebutuhan konsumen, mulai dari home stay, makan, dokumentasi, peralatan, dan perjalanan.
  • Corporate trip, yang menyasar perusahaan dengan kegiatan seperti outing, outbond, camping ceria. Biasanya berfasilitas lengkap plus harga jauh lebih mahal.
  • Wedding package. Tujuannya biasanya ke gunung yang tidak terlalu sulit wisatawan naiki, tetapi pemandangannya cukup menarik, seperti Papandayan.

Dalam perkembangan bisnisnya, selain berwisata ke gunung, Ase juga melayani penjelajahan ke beberapa pulau, seperti Pulau Pari, Karimun Jawa, dan Krakatau. Selain itu, kini Wisata Gunung juga memiliki agen tiket kereta, pesawat, dan voucher hotel. Adapun aset yang dimiliki berupa perlengkapan camping yang lengkap untuk kegiatan berwisata ke gunung. 

Perlunya Kejelian dalam Memilih Niche Market Fashion

4. MySize

Pebisnis sukses niche market satu ini bergerak dalam bidang fashion khusus untuk konsumen bertubuh besar. Kakak beradik Suzanne Subijanto dan Fransisca Subijanto, mengawali bisnis ini pada tahun 2003. Kala itu, Suzanne yang baru kembali ke Indonesia dari studi di Amerika Serikat, kesulitan mendapatkan busana berukuran besar untuknya. “Kalaupun ada pakaian berukuran besar, modelnya sangat ‘ibu-ibu’”, begitu kata Suzanne seperti dilansir dari situs wanitawirausaha.com.

Suzanne pun memutuskan berbisnis pakaian berukuran besar. Ia mengajak adiknya bergabung, untuk mengurus keuangan dan HRD. Suzanne sendiri bertanggung jawab dalam bidang produksi dan pemasaran. Mereka memilih nama MySize dan membuka toko pertama seluas hanya 7 meter persegi di ITC Kuningan, Jakarta.

90% produk MySize adalah hasil produksi sendiri, selebihnya adalah barang-barang sisa ekspor. Awalnya, mereka tak mudah mencari penjahit yang cocok. Para penjahit keberatan menerima order dari MySize, karena mereka tidak memiliki meja potong berukuran besar. Setelah proses selama tujuh bulan, mereka menemukan penjahit sekaligus tukang bordir dan sablon yang mengerti kebutuhan mereka. Tak hanya pakaian berukuran XL hingga 8L, mereka juga menyediakan underwear, sepatu, hingga aksesori berukuran besar.

Untuk menjaga konsumen niche market, mereka selalu menyediakan sofa di setiap gerai. Tujuannya, agar saat konsumen lelah, mereka dapat duduk dan petugas atau SPG MySize yang melayani hingga konsumen mendapatkan barang yang konsumen inginkan. SPG juga terlatih untuk mengenali kebutuhan tiap konsumen. Salah satu caranya menyapa konsumen dengan menyebutkan nama mereka.

  • Kesuksesan MySize

Berkembangnya penjualan melalui online, membuat Suzanne dan Fransisca membuka penjualan melalui website dan media sosial Facebook, supaya menjangkau konsumen lebih banyak. Keputusan mereka terbukti tepat, penjualan MySize meningkat hingga 30% sejak melayani penjualan online.

Kesuksesan MySize tentu membuat pebisnis lain melirik niche market sejenis. Suzanne mengakui, model busana yang mereka buat dan konsep tokonya pebisnis lain ikuti. Namun, mereka tak khawatir kehilangan pelanggan. Sebab, mereka berusaha selalu menjaga kualitas. Empat kali dalam seminggu, MySize juga mengeluarkan model terbaru. Sehingga konsumen memiliki alasan untuk kembali berbelanja di toko-toko mereka.

5. Hikmat Fashion

Di tengah membanjirnya pemain bisnis busana muslim di Indonesia, strategi niche market dengan menghadirkan konsep busana abaya dipilih oleh Hikmat Fashion. “Abaya adalah busana syar’i untuk segmen muslimah yang mirip dengan gamis, yang berasal dari budaya Timur Tengah. Abaya selalu identik dengan warna hitam,” kata Hikmat Saleh Ahmad, CEO sekaligus pendiri Hikmat Fashion, seperti dikutip dari Mix.

Melalui Hikmat Fashion, mereka mencoba menampilkan abaya dengan desain yang modern, elegan, dan sangat eksklusif. Bahan yang Hikmat Fashion gunakan juga terbaik di kelasnya. Tak heran bila Hikmat Fashion menyasar kelas menengah atas. Namun, walaupun abaya identik dengan warna hitam, Hikmat memilih tidak monoton untuk menghadirkan satu warna. Mereka juga mendesain dengan warna lainnya, misalnya, warna merah dan pink yang memang pasar Indonesia sukai.

Istilah dan desain abaya memang belum begitu terkenal di masyarakat Indonesia. Untuk itu, sebagai pendatang baru, Hikmat Fashion melakukan berbagai upaya marketing communications untuk memperkenalkan sekaligus mengedukasi konsumen. Selain memanfaatkan aneka channel komunikasi, mereka juga rajin mengikuti pameran, menyebar katalog kepada konsumen dan reseller, hingga mengadakan kegiatan PR seperti media gathering.

Hasilnya? Sejak hadir di tahun 2012, kapasitas produksi abaya Hikmat Fashion mencapai 5.000 potong per hari, dengan jumlah total karyawan tak kurang dari 200 orang. Untuk memenuhi ekspansi pasar ke mancanegara, pada tahun 2016, mereka memperluas pabrik hingga kapasitas produksi bertambah. Rasanya pantas bila Hikmat Fashion termasuk pebisnis sukses niche market, ya.

Dari Sayur Hingga Retail, Pebisnis Ini Sukses Memilih Niche Market

 Pebisnis sukses niche market_03
Delivery asian man handing a paper bag inside with vegetables or food to an Asian woman in front of his house.

6. Sayurbox

Siapa menduga, berbelanja sayur dan kebutuhan dapur lainnya yang dulu biasa dilakukan di pasar tradisional atau penjual sayur yang lewat di depan rumah, kini bisa dilakukan secara online. Niche market inilah dibidik oleh Sayurbox. Kala itu target pasar Sayurbox adalah masyarakat urban yang memiliki kesibukan tinggi, sehingga tidak sempat berbelanja kebutuhan bahan makanan.

Pandemi Covid-19 yang berdampak besar terhadap roda perekonomian, membawa berkah terselubung bagi Sayurbox. Bagaimana bisa? Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat pergerakan masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi sulit. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi makanan sehat di masa pandemi, juga berpengaruh pada peningkatan penjualan sayur, buah, dan lainnya. Sayurbox yang sebelumnya telah melayani penjualan sayur dan bahan makanan lainnya secara online, makin dilirik oleh konsumen. Pendapatan Sayurbox pun meningkat tajam di masa pandemi.

“Omzet kami memang naik berkali lipat selama pandemi, karena banyak masyarakat beralih membeli sayuran secara online sebagai alternatif untuk tetap di rumah saja,” begitu kata Head of Marketing Communications Sayurbox, Oshin Hernis, seperti dilansir Kompas.com.

7. Ranch Market

Salah satu keuntungan bisnis niche market adalah kompetitor yang lebih sedikit dan adanya konsumen setia. Ranch Market adalah contoh pebisnis sukses niche market yang fokus pada ceruk pasar yang sangat khusus ini. Sasaran Ranch Market adalah konsumen kelas atas dan lebih khusus lagi: warga asing serta warga keturunan. Tak heran, toko-toko Ranch Market hanya menyediakan produk-produk yang segmen tersebut butuhkan.

Meskipun dengan spesifikasi yang terbatas itu, Ranch Market tetap berhasil mengembangkan diri. Dari tiga gerai yang Ranch Market miliki, omsetnya tak kurang dari Rp100 miliar. Ranch Market memang sangat fokus dan tak sporadis membuka cabang. Nugroho Setiadarma, Presiden Direktur Ranch Market, menegaskan hal tersebut seperti dikutip dari majalah Swa. “Kami memang tipikal ritel yang tidak banyak outlet,” kata Nugroho. “Niche marketing membutuhkan extra ordinary service,” tambah Nugroho. Artinya, layanan yang Ranch Market berikan harus benar-benar lebih jika konsumen bandingkan dengan pasar massal.

Di Ranch Market, misalnya, tidak boleh membiarkan pelanggan tak tahu hingga bertanya-tanya tentang produk tertentu. Sebelum konsumen bertanya, taf Ranch Market akan proaktif mendekati dan menjelaskan. Hal itu membuat hubungan antara staf front office dan konsumen selalu prima dan terjaga.

 

Itu dia 7 pebisnis sukses niche market. Semoga dapat menjadi inspirasi buat kamu dalam mengembangkan bisnis, ya.