fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Inspiratif! Ini Dia 15 Orang yang Sukses Bisnis Saat Pandemi

Sukses Bisnis Saat Pandemi

Ke Covid-19 tidak hanya menghantam kesehatan, tetapi juga perekonomian termasuk sektor bisnis. Ada banyak bisnis yang gulung tikar. Eits, tetapi ternyata tidak semuanya. Ada beberapa orang yang mampu sukses bisnis saat pandemi. Bahkan bisa mengalami peningkatan penjualan dibandingkan sebelumnya.

Simak yuk, 15 pengusaha yang sukses bisnis saat pandemi!

1. Kuliner Roti “Burger Chill”

Belajar di rumah, bukan berarti hanya rebahan dan mengerjakan tugas daring. Si kembar Dzaky Muhammad Abdullah Rahim dan Naufal Muhammad Abdullah Rahim (19) yang berasal dari Bandung, justru sukses berbisnis kuliner roti burger, dengan brand “Burger Chill”. Mereka memulainya pada Juni 2020, atau pada awal pandemi. Dengan memiliki keunikan menjual roti burger berukuran kecil, sehingga bisa untuk camilan, mereka sukses meraih omzet Rp15-20 juta per bulan. Mereka meraup untuk dari melakukan strategi pemasaran melalui TikTok. Si kembar dari Bandung ini membuktikan bahwa cermat membaca peluang dan menggunakan media promosi yang tepat membuahkan kesuksesan bisnis saat pandemi.

2. Kuliner Roti “Gembong Gedhe”

Produk kuliner memang tidak pernah ada sepinya, meski pandemi. Hal ini dibuktikan oleh Afan Syahdan, yang terpaksa berbisnis kuliner roti, karena kampusnya di Singapura di-lockdown sejak 2020. Sebab kondisi tersebut dia pun pulang ke Indonesia, dan mulai berjualan roti dengan merek “Gembong Gedhe” sejak Februari 2020. Keunikan roti milik pemuda 19 tahun tersebut, adalah dari keempukan dan ukurannya yang besar. Afan yang memang ahli pemasaran dan memiliki hubungan baik dengan konsumen, kini sudah memiliki 69 cabang roti “Gembong Gedhe” di seluruh Yogyakarta. 

 

Cemilan Manis Meraup Untung

3. Kuliner Martabak “Martabak Orient”

Bertahan di kala pandemi adalah hal yang susah, demikian pula yang dihadapi oleh Affan Achmad Affandi selaku founder Martabak Orient. Namun dia bersama bisnisnya mampu bertahan bahkan menambah gerai di masa pandemi. Bahkan kini “Martabak Orient” telah ada di beberapa tempat di Jakarta dan Surabaya.

Dalam menghadapi pandemi, Affan memiliki beberapa kiat, yakni: selalu memperhatikan minat konsumen, membuat produk makanan kekinian (martabaknya diberi isian sesuai minat konsumen masa kini), dan terdigitalisasi dengan salah satunya membuat website jualan di LummoSHOP

Sukses Bisnis Saat Pandemi

4. Kuliner Minuman Boba dan Susu “Suboba”

Di masa pandemi orang ingin menjaga kesehatannya, dengan produk yang terjangkau. Hal itulah yang menginspirasi Ahmad Irsyadi Rojali untuk membuka usaha minuman “Suboba”. Sesuai namanya, dia menjual minuman boba dengan campuran susu sapi murni. Ahmad sendiri adalah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. Memulai bisnis pada Juli 2020, kini “Suboba” sudah memiliki 3 cabang di Jakarta. 

 

Menu Utama untuk Santapan di Rumah Bergelora

5. Sajian Kuliner Hantaran “Rantang Emas”

Memiliki niatan yang baik untuk menolong orang lain, juga bisa menjadi jalan untuk sukses bisnis saat pandemi. Hal tersebut dibuktikan oleh Inwi Willy, yang memulai bisnis sajian kuliner hantaran “Rantang Emas”, karena berkeinginan menolong seorang chef berpengalaman yang menganggur karena restorannya terpaksa tutup akibat pandemi. 

Bekerja sama dengan chef tersebut, Inwi memulai bisnis hantaran “Rantang Emas” sejak 31 Mei 2020. Produk andalan dari bisnis kuliner ini adalah perpaduan makanan khas Indonesia dan Thailand, dengan dapur yang higienis. Strategi promosi yang dilakukan diawali dengan menawarkan kepada keluarga, teman dekat, teman bisnis, hingga kemudian kalangan artis. Dengan strategi tersebut, awalnya dia hanya membuka pesanan satu hari dalam satu minggu, kini dia membuka pesanan untuk empat hari dalam sepekan. Jumlah karyawan pun mengalami peningkatan. 

6. Bisnis Kuliner “Dapur Rianka Frozen Food”, “Rokupang Rianka”, dan “Bakso Meni”

PHK karena pandemi Covid-19 sekali lagi bukan halangan untuk sukses bisnis saat pandemi. Bayu Raja, yang terkena PHK sejak 2020, membalikkan keadaan. Sehingga dia memutuskan untuk berbisnis kuliner berbekal pengalamannya 13 tahun bekerja di industri makanan dan minuman. Tidak tanggung-tanggung, dia memiliki 3 bisnis kuliner sekaligus, yakni: “Dapur Rianka Frozen Food”, “Rokupang Rianka”, dan “Bakso Meni”. 

7. Kuliner Nasi Kulit “Gokskin”

Mendirikan bisnis kuliner nasi kulit “Gokskin” di 2019, tentunya Iskandar tidak mengharapkan datangnya pandemi di 2020. Akan tetapi momen tersebut justru membuat “Gokskin” memiliki puluhan outlet yang tersebar di beberapa daerah. 

Hal tersebut diakui Iskandar tak terlepas dari keunikan produk yang dijualnya yakni kulit ayam, juga mental untuk selalu berusaha, dan berinovasi. Rahasia lainnya adalah Iskandar membuat usahanya terdigitalisasi, salah satunya dengan membuat website jualan dengan menggunakan online e-commerce builder LummoSHOP. Diakuinya, dengan menggunakan LummoSHOP proses pembuatan website menjadi lebih mudah serta lengkap fitur penjualannya. Sehingga dia lebih mudah mengelola bisnisnya yang terdiri dari banyak gerai.

Sukses Bisnis Saat Pandemi

Brand Fashion Tetap Meraup Untung

8. Produk Fashion Sepatu Wanita “Pollenzo”

Tak hanya usaha kuliner yang bisa mendatangkan sukses bisnis saat pandemi. Uda Irman asal Ciomas, Bogor, Jawa Barat menjadi bukti nyatanya. Lelaki satu ini sudah memulai usaha produksi sepatu wanita bermerek “Pollenzo” sejak 2015. Namun baru mengalami peningkatan penjualan yang signifikan, bahkan melakukan ekspor, setelah terjadi pandemi. Uda Irman mampu melakukan hal tersebut, sejak tergabung dalam e-commerce yang memberikannya kesempatan untuk ekspor. Kini dia yang semula hanya memiliki 5 karyawan, sudah berkembang menjadi 25 karyawan. 

9. Produk Fashion Berbahan Kulit “Ostha”

Galih Argian adalah lulusan desain produk, yang sukses membuat fashion berbahan baku kulit nabati (vegetable tanned leather). Produk yang dihasilkan di antaranya: dompet, lanyard hingga sabuk kulit, yang diklaim ramah lingkungan dan akan memberikan perubahan warna yang natural seiring waktu. 

Bisnis dengan nama “Ostha” ini berdiri sejak 2015. Pemasarannya dilakukan melalui berbagai platform digital dan marketplace. Sehingga memudahkan konsumen untuk menemukan produk Galih. Bahkan “Ostha” selama masa pandemi telah mencatatkan peningkatan penjualan hingga 4 kali lipat, dengan area pemasaran mencapai Medan sampai Papua. 

 

Baju Rumahan Naik Daun

10. Produk Fashion Baby Doll, Daster, dan Celana Kolor “Kolor Murah”

Dianjurkan untuk lebih sering di rumah, membuat banyak orang lebih senang berpakaian santai, mulai dari baby doll sampai celana kolor. Zulfa Dinar Sekar Putri yang merupakan mahasiswa Universitas PGRI Semarang, memanfaatkan peluang ini untuk mendirikan “Kolor Murah”. 

Zulfa menawarkan produknya secara online dan offline. Di jalur online dia memanfaatkan media sosial, marketplace, dan bantuan dari teman-temannya yang merupakan selebgram. Sedangkan untuk offline dia membuka home store yang setiap Minggu pagi buka gerai di pusat monumen kota, serta menawarkan produknya kepada orang terdekat. Dari kejeliannya menangkap peluang tersebut, kini Zulfa sudah memiliki 100 reseller untuk bisnisnya tersebut. 

 

Jasa Kurir Delivery Menjadi Primadona

11. Jasa Antaran Daring “MYPIN”

Jasa pengantaran makin dibutuhkan di masa pandemi, karena orang membatasi diri untuk saling bertemu. Oleh sebab itu, Agus Suhendar asal Bali, mengkreasikan bisnis antarannya dengan merek “MYPIN”. Dia bekerja sama dengan 300 mitra pebisnis yang tersebar di Badung, Jimbaran, Nusa Dua, Denpasar, Tabanan, dan Gianyar. Ongkos kirim yang ditetapkan hanya Rp 1.250.-, sehingga bisa menghidupkan nadi perekonomian di Bali. 

Sukses Bisnis Saat Pandemi

Bisnis Bersinar dengan Inovasi

12. Alat Perlengkapan Rumah Tangga “Solo River”

Sukses bisnis saat pandemi bisa dilakukan dengan berkolaborasi. Itulah yang dilakukan oleh Jesslyn Varian, pemuda asal Tangerang. Guna menggenjot bisnisnya, dia bekerja sama dengan pengusaha lokal seperti: sterofoam, kotak kayu kemasan, dan percetakan. Selain itu dia juga terus melakukan inovasi dalam bisnisnya, cepat menanggapi keluhan pelanggan, serta melakukan penjualan secara online. Tak sia-sia, selama pandemi Jesslyn justru mampu meningkatkan omzet perusahaan hingga tiga kali lipat, dan mempekerjakan 10 karyawan untuk membantunya. 

 

Momentum Suksesnya Layanan Digital dan Konsultasi Keuangan

13. Bisnis Tanda Tangan Digital “bengo4.com”

Tak hanya pengusaha Indonesia yang memperoleh berkah sukses di saat pandemi. Beberapa pengusaha luar negeri juga mengalaminya. Seperti Taichiro Mateo, yang menyediakan layanan tanda tangan digital lewat “bengo4.com”, mencatatkan peningkatan kekayaan yang signifikan, yakni sebesar 65% di sepanjang 2021. Hal ini didukung dengan makin banyaknya perusahaan Jepang yang beralih dari stempel tradisional menjadi kontrak digital, semenjak terjadi pandemi. 

14. Penyedia Layanan Konsultasi “IR Japan”

Pengusaha Jepang lainnya yang sukses menaikkan kekayaannya di masa pandemi adalah Shirou Tarashita. Dia adalah miliarder pemilik “IR Japan” sebuah firma untuk konsultasi hubungan investor dan pemegang saham. Dengan adanya pandemi permintaan untuk konsultasi mengalami peningkatan. Catatan peningkatan labanya mencapai 20% selama 2020.

15. Penyedia Layanan Cloud “Rakus Co.Ltd”

Layanan cloud untuk penyimpanan data, selama pandemi juga mengalami peningkatan yang cukup baik. “Rakus Co.Ltd” yang merupakan milik Takanori Nakamura, juga merasakannya. Meski tergolong perusahaan baru, datangnya pandemi membuat “Rakus Co.Ltd”, mampu meningkatkan pelayanan hingga lebih dari dua kali lipat. 

Sukses bisnis saat pandemi, ternyata bukan isapan jempol. Ke 15 pebisnis yang berasal dari aneka ragam bisnis dan usia telah membuktikannya. Meski pandemi, bisnis mereka tetap bersemi.  

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP