fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Internet Banking, Ini yang Perlu Kamu Ketahui tentang Keamanannya

internet banking

Internet banking merupakan salah satu cerminan kemajuan teknologi di sektor finansial. Layanan ini tidak hanya membantu kamu dalam bertransaksi, seperti transfer dana, tapi lebih dari itu. Kamu bisa menggunakan internet banking untuk bayar tagihan, isi saldo untuk transportasi, hingga untuk belanja dan berbisnis. Saat ini, hampir setiap nasabah perbankan sudah menggunakannya, bahkan mungkin kamu salah satunya.

Apa Itu Internet Banking?

Internet banking atau electronic banking (e-banking) merupakan salah satu layanan perbankan yang memanfaatkan teknologi internet sehingga nasabah bisa melakukan transaksi secara online. Layanan ini memudahkan kamu agar tidak perlu ke bank atau ATM ketika ingin bertransaksi. Dalam penggunaannya, kamu memerlukan perangkat komputer atau ponsel pintar dan tentu saja terdapat jaringan internet. 

Baca juga: Bitcoin, Kenali Cara Kerjanya di Sini 

Sejarah Awal Adanya Internet Banking di Dunia

internet banking

Muncul ide e-banking sebetulnya berkembang bersamaan dengan teknologi internet. Pada tahun 1980-an, banyak perusahaan perbankan dan keuangan di Eropa dan Amerika Serikat menggarap konsep “perbankan rumah” dengan menggunakan saluran telepon. Di akhir Desember 1980, United American Bank bermitra dengan Radio Shack memproduksi modem khusus yang aman untuk komputer TRS-80. Modem khusus itu memungkinkan pelanggan bank mengakses informasi akun mereka dengan aman. Adapun layanan internet banking saat itu, seperti pembayaran tagihan, cek saldo rekening, dan aplikasi pinjaman. Bagi nasabah yang ingin menggunakan layanan internet banking saat itu, dikenakan $25–30 per bulan.

Sekitar tahun 1983, Inggris meluncurkan layanan Homelink yang dibuat Nottingham Building Society (NBS). Sistem ini mirip dengan yang ada di Amerika. Homelink menghubungkan komputer dan telepon untuk memudahkan pelanggan melakukan transaksi. Sayangnya, untuk menggunakan layanan Homelink hanya nasabah khusus saja. 

Seiring berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang. Pada 1996, aplikasi internet banking pertama meluncur di Amerika Serikat dan kemudian, bank-bank terkemuka, seperti Citibank dan Wells Fargo, mulai memberikan layanan ini kepada pelanggan mereka pada tahun 2001.

Internet Banking di Indonesia

Di Indonesia sendiri, internet banking pertama kali mulai diperkenalkan oleh Bank Internasional Indonesia (BII) pada September 1998.  Setelah langkah BII itu, kemudian mengikuti bank lain, seperti Bank Niaga, Bukopin, Mandiri, BCA, dan lainnya. Kemudian pada tahun 2001, Bank Central Asia (BCA) menjadi bank pertama di Indonesia yang berani mengoperasikan secara masif melalui situs resmi mereka, yaitu Klik BCA.

Baca juga: Begini Sistem Pendanaan untuk Sebuah Startup

Sekarang, setiap bank sudah mempunyai fasilitas e-banking tersebut. Ini seiring meningkatnya jumlah pengguna internet dan semakin majunya teknologi di Indonesia.

Melansir datareportal, pengguna internet di Indonesia di tahun 2022 saja sudah mencapai 204,7 juta orang. Jumlah ini akan terus bertambah, seiring dengan semakin terjangkaunya internet dan masyarakat yang melek teknologi.

Perkembangan tersebut tersebut juga berpengaruh dalam transaksi e-banking. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, pada Januari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) mencapai Rp34,6 triliun. Sementara nilai transaksi digital banking meningkat 62,82%, mencapai Rp4.314,3 triliun. Meningkatnya nilai transaksi digital banking tak terlepas dari semakin majunya teknologi, khususnya internet.

Cara Mendaftar Internet Banking

Apabila kamu belum mempunyai e-banking, segeralah mendaftar. Apalagi hampir seluruh bank di Indonesia telah memiliki layanan electronic banking. Biasanya dalam mendaftar layanan e-banking ini, kamu perlu mendatangi customer service (CS), nantinya mereka akan memberikan username, password atau PIN. Selanjutnya, kamu tinggal mengunjungi laman website bank terkait atau aplikasi di Google Playstore dan masuk ke dalamnya. Nantinya akan muncul berbagai fitur dan informasi mengenai rekening kamu, meliputi giro, deposito, jumlah saldo, mutasi, transfer dana antar rekening, dan berbagai fitur lainnya.

Meski sekarang, untuk mendaftar electronic banking tidak perlu ke kantor bank terdekat. Cukup dari rumah, kamu biasanya tinggal instal aplikasi bank yang kamu inginkan, lalu daftar dan kemudian dari pihak bank akan mewawancarai kamu secara online. Apabila data kamu sesuai dengan data-data yang kamu unggah di aplikasi tersebut, maka kamu sudah bisa menggunakan electronic banking.

Baca juga: Pendanaan Startup: Definisi, Jenis, Manfaat dan Tips Mendapatkannya

Fitur-Fitur di Internet Banking

Fitur atau fasilitas e-banking memiliki berbagai keuntungan bagi nasabah sebuah bank. Tujuannya untuk memudahkan kamu maupun pihak bank dalam melakukan transaksi perbankan. Dengan menggunakan jaringan internet, kamu bisa melakukan berbagai transaksi. Fitur lainnya yang bisa kamu lakukan dengan electronic banking adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan transfer uang

Dengan menggunakan electronic banking, kamu tidak perlu repot ke ATM atau bank untuk melakukan transaksi uang. Cukup login di aplikasi atau laman perbankan sudah bisa melakukan transfer uang ke rekening yang kamu tuju. 

  1. Cek saldo dan mutasi

Jika ingin melihat saldo rekening, kamu juga tidak perlu ke ATM, cukup menggunakan fitur cek saldo dan mutasi untuk melihat riwayat pemasukan dan pengeluaran kamu. 

  1. Membayar tagihan

Pembayaran tagihan bulanan kamu jadi semakin mudah. Sekarang banyak perbankan menambah berbagai fitur seperti tagihan listrik, telepon, air, biaya pendidikan, TV berlangganan, bahkan pajak. Sehingga kamu tidak perlu datang ke tempat pembayaran tagihan. 

Baca juga: Pengertian, Tips dan Seluk-Beluk tentang Return on Investment (ROI)

  1. Isi ulang pulsa

Kalau lagi butuh pulsa darurat, kamu sekarang bisa mengisi ulang pulsa melalui fitur yang telah disediakan. Tidak hanya pulsa untuk telepon, juga modem hingga listrik bisa kamu beli di fitur ini. 

  1. Pembayaran e-commerce

Fitur lain adalah kamu bisa membayar berbagai pembayaran untuk e-commerce untuk tiket pesawat, barang-barang elektronik dan sebagainya.

  1. Informasi kartu kredit, kurs, dan program bank

Kamu juga bisa melihat informasi tagihan kartu kredit, kurs dan program bank yang sedang dilakukan.

Tips Mengoptimalkan untuk Bisnis

Setelah mengetahui berbagai fitur electronic banking, kamu bisa bisa mengoptimalkannya untuk bisnis yang sedang kamu jalankan. Berikut tipsnya menggunakan fitur-fitur e-banking.

  1. Gunakan fitur mutasi untuk mengecek pembayaran

Dengan fitur mutasi misalnya, kamu bisa melakukan tracking penjualan barang atau jasa kamu dengan mudah dalam waktu yang bersamaan. Fitur ini juga bisa membantu kamu apabila kebanjiran order dan konsumen meminta barang segera dikirim. Yaitu dengan mengecek bukti pembayaran yang sudah masuk melalui riwayat mutasi. 

  1. Fitur transfer untuk pembayaran

Selain untuk melakukan tracking penjualan, kamu jadi mudah dalam membayar gaji karyawan. Sebab terdapat fitur payroll yang bisa kamu daftarkan ke bank dan dapat membantu kamu dalam mengatur pembayaran gaji. Namun, apabila kamu tidak ingin menggunakan fitur payroll, untuk transfer juga mudah sebab, kamu tidak harus keluar rumah untuk membayar gaji karyawan

Tidak hanya bayar gaji karyawan, juga pembayaran ke mitra bisnis kamu juga lebih mudah. Kamu bisa melakukan transaksi bisnis kapan dan di mana saja, tanpa khawatir adanya limit transaksi. 

Baca juga: Distribusi dalam Bisnis, Manfaat dan Tantangannya

Tips Aman Menggunakan E-Banking

 

internet banking

E-banking rawan dari aksi peretasan, phishing maupun terkena rekayasa sosial. Ada beberapa tips agar aman dalam bertransaksi, berikut ini adalah tipsnya.

  1. Pastikan alamat URL resmi milik bank terkait dan benar kamu ketikkan. Pastikan kamu memasukkan URL dengan benar. Jangan lupa cek, bagian atas halaman browser, pastikan ada icon gembok. 
  2. Jaga selalu data diri kamu dengan baik, dan jangan berikan user ID serta password, PIN, Token, OTP kepada siapapun, apalagi orang yang tidak kamu kenal. 
  3. Jika ada e-mail, telepon atau SMS yang memberitahu kalau rekeningmu diblokir, dan mereka meminta berbagai data kamu seperti di atas, jangan menanggapinya.
  4. Hindari membuat password yang mudah ditebak, seperti nama, tanggal lahir, nomor telepon, atau lainnya. Buat password dengan kombinasi angka, dan simbol yang susah ditebak. Jangan lupa untuk memperbarui password/PIN secara berkala 2-3 kali dalam setahun.
  5. Jika ada transaksi mencurigakan, padahal kamu tidak melakukannya. Segera lapor ke pihak bank terkait.

Kasus Kehilangan Uang akibat Penggunaan Internet Banking yang Salah

Banyak kasus kehilangan uang akibat penggunaan internet banking yang salah. Beberapa nasabah yang terkena kasus tersebut menjadi korban phising hingga rekayasa sosial.

Contoh kasus phising, misalnya, bisa terjadi ketika nasabah mengeklik URL mencurigakan dalam e-mail. Isi URL itu menginformasikan bahwa akun rekening nasabah terblokir. Selain lewat e-mail, sering terjadi modus kasus phising menggunakan SMS. Pengirimnya berpura-pura sebagai perwakilan bank terkait.

Salah satu contoh kasus phising yaitu terjadi pada bank OCBC di Singapura. Sekitar 470 pelanggan OCBC kehilangan US$8,5 juta.

Selain kasus phising, rekayasa sosial juga ada kasusnya. Contoh kasusnya, pada tahun 2021, Theresia atau Riri mengaku kehilangan Rp110 juta dalam sehari setelah orang asing menghubunginya. Saat itu, pelaku menghubungi Riri dengan mengaku sebagai customer service Tabungan Jenius BTPN dan memintanya untuk mengganti kartu debit, karena kebijakan perusahaannya. Saat itu, pelaku meminta Riri untuk mengisi form pada link http://bit.ly/Jenius_Connection. 

Baca juga: Cara Mendapat Uang dengan Cepat Lewat Investasi Saham

Setelah mengisi form tersebut, ia baru curiga ketika pelaku menanyakan rekening lain selain Jenius. Apalagi, tiba-tiba akun rekening internet banking-nya tiba-tiba log out. Esoknya, ia ke kantor Jenius dan mendapat kabar bahwa saldonya tinggal 1 rupiah.

Kasus ini sering terjadi. Kamu sebaiknya selalu berhati-hati dan curiga bila ada yang mengirimkan URL dan mengatakan bahwa akun rekening terblokir atau harus ganti kartu. 

Tips Mengurus Terjadi Kasus Kehilangan Uang

Apabila kamu mengalami kehilangan uang seperti Riri, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan. 

  1. Datangi bank tempat kamu menyimpan uang

Pertama-tama adalah menghubungi atau mendatangi petugas bank tempat kita menyimpan uang. Kamu bisa menghubungi call center terlebih dahulu, lalu bertemu kepala cabang untuk melaporkan kasus kehilangan uang.

  1. Lapor ke kepolisian

Setelah kasus terjadi, langsung juga lapor ke kepolisian agar ditindaklanjuti penyelidikan. Biasanya bank juga membutuhkan surat laporan dari kepolisian mengenai kasus kehilangan uang nasabah.

  1. Datangi Bank Indonesia

Apabila bank tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan penanganan pengaduan dalam 20 hari, kamu harus mendatangi Bank Indonesia – Divisi Perlindungan Konsumen Sistem Pembayaran (PKSP), dengan batasan kerugian yang bisa dibantu oleh Bank Indonesia adalah Rp500 juta. Tentu, kamu harus menyiapkan data-data pendukung.

Baca juga: Cara Membuat Surat Keterangan Usaha

  1. Datangi kantor OJK

Bersamaan waktu dengan pengaduan Bank Indonesia, kamu juga bisa menelpon layanan konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di nomor telpon 1500655 atau mengirimkan e-mail ke konsumen@ojk.go.id.

  1. Jalur hukum

Apabila proses nomor 1-5 sudah memakan waktu lebih dari 2 bulan dan belum terlihat adanya jalan keluar yang konkrit, kamu bisa menempuh jalur hukum.

Itulah sekilas sejarah internet banking, cara mengoptimalkan dan menggunakannya agar tidak mengalami kasus penipuan. Selain itu beberapa upaya untuk mengurus kehilangan uang apabila terjadi kasus phising dan rekayasa sosial. Semoga bermanfaat.

 

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP