fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Investasi untuk Pemula, Hal-Hal Ini Perlu Diketahui

Investasi

Investasi menjadi sesuatu yang happening akhir-akhir ini, terutama saat puncak pandemi kemarin. The Central Depository and Book Entry Settlement System atau C-BEST sebagaimana jawapos.com melansir menyebutkan, bahwa di 2021 lalu jumlah investor di pasar modal mencapai 1,9 juta atau meningkat daripada masa sebelum pandemi yang hanya 1,1 juta. Masih dari sumber yang sama, Bursa Efek Indonesia juga menyebutkan melalui datanya, bahwa jumlah ekuitas investor retail naik 5 kali lipat ketimbang sebelum pandemi atau setara dengan 250 ribu per hari. Saat puncak pandemi, nilai saham beberapa perusahaan potensial memang berjatuhan. Rupanya, momen tersebut membuat investor baru berbondong-bondong membeli saham mereka.

Sebenarnya, kegiatan investasi sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum kamu lahir. Kegiatan investasi juga tak selalu berkaitan dengan saham sebagaimana yang akhir-akhir ini booming. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membacanya di artikel ini. Pantengin terus, ya.

Pengertian

Mungkin, kamu sudah sangat sering mendengar kata investasi. Namun, apa sih makna sebenarnya? Otoritas Jasa Keuangan melalui lamannya sikapiuangmu.ojk.go.id mendefinisikan investasi sebagai penanaman modal atau pemberdayaan aktiva dengan tujuan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan. Kamu bisa juga mengartikannya dengan segala bentuk kegiatan atau pemberdayaan apa yang kamu miliki saat ini untuk mendapatkan keuntungan.

Investasi mengandung makna kamu harus “menunda” kesenangan saat ini untuk “kebahagiaan” yang lebih besar di masa depan. Misalnya, alih-alih menghabiskan semua uang gajimu dalam sekejap untuk bersenang-senang, kamu lebih memilih mengalokasikannya untuk investasi saham sebagai persiapan masa pensiunmu nanti.

Manfaat dan Tujuan

InvestasiSelanjutnya, apa manfaat dan tujuan kegiatan tersebut? Mengapa sih kamu perlu berinvestasi? Beberapa manfaat dan tujuan investasi di bawah ini menjadi jawabannya.

  1. Untuk Menggapai Kebebasan Finansial

Siapa yang tak ingin financial freedom atau sebuah kondisi tak perlu lagi susah dan repot mencari uang karena kamu sudah mendapatkannya, walaupun tak bekerja lagi. Tentu, siapa pun mau akan kondisi itu. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan berinvestasi.

  1. Untuk Berjaga-Jaga dari Kondisi yang Tak Menguntungkan

Kamu tak pernah tahu kondisi sekitar ke depan seperti apa. Alih-alih menghabiskan uangmu untuk bersenang-senang, kamu lebih memilih untuk menyisihkan dengan berinvestasi sebagai cara untuk berjaga-jaga jika suatu saat kondisi buruk terjadi.

  1. Untuk Meningkatkan Kemakmuran atau Kesejahteraan

Ya, siapa pun ingin meningkatkan pendapatannya kan? Salah satu caranya ya dengan berinvestasi.

Jenis-Jenis Investasi (Kelebihan dan Kekurangannya)

Ke manakah kamu akan menginvestasikan uangmu? Ada banyak pilihan yang tersedia, beberapa di antaranya sudah ada sejak lama.

  1. Tabungan

Kamu bisa berinvestasi melalui tabungan. Ini adalah salah satu cara yang terbilang paling tua. Orang tuamu atau nenekmu pun pasti sudah sangat familier dengan kegiatan ini. Keuntungan dari menabung adalah kamu tak butuh modal besar untuk memulainya. Bahkan, dengan sisa-sisa gajimu, uang belanjamu, atau bahkan uang sakumu, semua bisa terealisasi.

Barangkali, kamu pernah melihat di media sosial betapa banyak orang-orang yang bisa mengumpulkan uang banyak dengan menyisihkan sekian ribu atau puluh ribu rupiah setiap hari. Asalkan konsisten, semua bisa terkumpul sesuai keinginan. Namun, bukan berarti kegiatan ini tak punya kekurangan. Godaan untuk menggunakannya adalah salah satunya. “Utang dulu deh duit tabungan,” begitu terus setiap hari hingga akhirnya rencana untuk mengumpulkan uang dengan menabung hanya tinggal angan-angan.

Kekurangan lainnya adalah return yang tak terlalu tinggi. Ya, meskipun kamu bisa mengambil sewaktu-waktu uang tabunganmu di bank, namun return atau bagi hasil yang kamu terima biasanya rendah. Alih-alih mendapatkan bagi hasil, uangmu malah bisa terus berkurang karena biaya administrasi bulanan.

  1. Deposito

Jika tabungan bisa kamu ambil sewaktu-waktu, maka tidak demikian dengan deposito. Kamu tak bisa mengambil seenaknya sebelum jatuh tempo. Jika terpaksa mengambil, kamu harus membayar penalti. Sisi positifnya, hal tersebut seolah-olah menjadi rem bagi yang karakternya boros.

  1. Tanah

Tak seperti dua poin sebelumnya, investasi dalam bentuk tanah butuh modal sangat besar. Kecuali, jika kamu membeli tanah di tempat sangat terpencil. Meskipun nilainya terus naik karena tanah adalah sumber daya alam yang tak tergantikan, namun secara likuiditas, tanah berbeda dengan tabungan atau deposito. Butuh proses yang tak sebentar untuk menjual tanah, berbeda dengan tabungan atau deposito yang bisa langsung kamu ambil saat butuh.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Properti

Sebagaimana tanah, investasi properti juga butuh modal yang tak sedikit. Tentu, kamu butuh mengumpulkan uang dulu untuk membeli rumah, kos-kosan, apartemen yang nantinya akan kamu berdayakan atau sewakan. Meski demikian, untuk jangka panjang, investasi properti sama seperti tanah, bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa kamu lirik.

  1. Emas (Logam Mulia)

Salah satu daya tarik logam mulia sebagai alat investasi adalah nilainya yang cenderung naik. Coba deh ingat-ingat, harga per gram emas saat ini dengan 10 atau 20 tahun yang lalu, pastinya berbeda jauh. Itu sebabnya, logam mulia menjadi salah satu cara untuk mengamankan nilai. 1 gram emas saat ini akan tetap sama dengan 1 gram emas 20 tahun lagi. Nilainya tak berkurang sedikit pun. Namun, jika dikonversi dalam rupiah, 1 gram emas saat ini yang harganya hampir 1 juta mungkin akan jauh berbeda dengan harga 1 gram emas 20 tahun lagi. Dari sini, kamu bisa membandingkan ya, lebih baik mana memiliki uang 1 juta ataukah 1 gram emas?

  1. Saham

Sebagaimana yang sudah dibahas pada poin sebelumnya, saham menjadi salah satu jenis investasi yang populer saat pandemi. Namun, jangan terlalu bernafsu investasi saham tanpa ilmu hanya karena ingin mengikuti tren! Nope.

Alih-alih mendapatkan keuntungan, bisa-bisa kamu malah rugi karena kurang perhitungan. Dalam berinvestasi saham, kamu harus jeli, apa tujuanmu? Hanya sekadar untuk trading atau tujuan jangka pendek (hari ini beli, besok jual), untuk mendapatkan capital gain, atau untuk tujuan jangka panjang (investasi) dengan harapan mendapatkan deviden secara berkala. Jika tujuanmu yang kedua, maka jangan hanya membeli saham di perusahaan yang nilai sahamnya sedang anjlok tanpa memperhitungkan reputasi perusahaannya. Akan lebih baik jika kamu membeli saham perusahaan yang produknya adalah untuk hajat hidup orang banyak dengan pertimbangan perusahaannya akan terus ada selama masih ada manusia.

  1. Reksadana

Jika saham butuh modal cukup besar, maka reksadana sebaliknya. Kamu bisa membeli saham juga lewat jalur reksadana. Konsepnya seperti arisan. Kamu menyetor uang sejumlah sekian. Uang yang terkumpul akan digunakan manajer investasi untuk transaksi di bursa efek.

  1. Usaha atau Bisnis

Usaha atau bisnis adalah investasi di sektor riil. Pada poin-poin sebelumnya, kamu tak terlalu banyak terlibat, maka investasi dalam bentuk bisnis ini menuntut keterlibatanmu dengan porsi yang lebih besar. Misalnya, kamu merupakan penulis novel. Pada masa awal, kamu mesti mendayagunakan semua kemampuanmu untuk menulis, meriset, serta menyunting, bukan? Kamu harus melewati semua proses tersebut sebelum bermimpi mendapatkan banyak royalti dan berleha-leha menikmatinya.

  1. Barang Antik

Mungkin, investasi ini terbilang antimainstream, padahal bisa juga kamu lirik lho. Barang antik yang jumlahnya terbatas dengan jumlah peminat terbilang banyak bisa menjadi investasi. Misalnya, koleksi gundam plastic milikmu akan menjadi barang antik pada 10 atau 20 tahun lagi yang nilainya sangat tinggi. Memang tak masuk akal, tapi untuk orang-orang yang “fanatik” terhadap benda-benda tersebut, harga menjadi nomor sekian.

Di antara semua jenis investasi di atas, manakah yang sekiranya kamu banget atau ingin kamu pilih?

Risiko Investasi yang Harus Siap Dihadapi

InvestasiSebelum eksekusi dan membayangkan yang indah-indah dari kegiatan investasi, pastikan juga kamu sudah paham mengenai risiko atau “mimpi buruk” yang mungkin akan terjadi. Ya, sebagaimana teori investasi yang menyatakan ada return ada juga risk atau risiko. Kalau kamu ingin enak-enaknya, kamu juga harus mau dengan sisi tidak enaknya juga. Bersiaplah.

Lalu, apa saja risiko investasi yang bisa kamu alami?

  • Rugi

Kondisi rugi bisa kamu alami karena faktor internal (kamu kurang cermat dalam memperhitungkan, kurang bisa berstrategi, terlalu percaya diri) maupun karena faktor eksternal (kebijakan perekonomian global, kejadian luar biasa seperti pandemi yang mengubah tatanan dunia, dan yang serupa).

  • Kena Tipu

Biasanya, kondisi ini kamu alami pada investasi dalam bentuk bisnis atau usaha yang melibatkan pihak lain. Misal, kamu kena tipu rekan bisnismu atau semacamnya.

Tips Sebelum Berinvestasi

Investasi tak hanya sekadar ngomongin untung, tapi juga risiko yang ada. Nah, untuk meminimalisasinya, beberapa tips di bawah ini bisa kamu coba sebelum berinvestasi.

  1. Pahami Bahwa High Risk High Return

Setiap jenis investasi memiliki return dan risiko yang beragam. Kalau kamu ingin return yang tinggi, kamu juga harus mau dengan risk yang tinggi pula. Namun, kalau kamu takut dengan risiko yang tinggi, kamu bisa memilih investasi yang minim risiko tapi return yang diberikan juga tak besar.

  1. Sesuaikan dengan Kondisi Keuanganmu

Jangan berinvestasi karena hanya ingin mengikuti tren, sehingga tak memedulikan kondisi keuanganmu saat ini. Realistislah juga dalam berinvestasi. Misalnya, jika untuk kehidupan sehari-hari saja masih sangat susah, rasanya tidak masuk akal kalau kamu gambling berinvestasi saham hingga rela berutang. Alih-alih bisa balik modal, bisa-bisa kehidupanmu malah makin amburadul.

  1. Don’t Put Your Eggs Into One Basket

Jangan menginvestasikan seluruh uangmu ke satu jenis investasi karena ketika ia tumbang tumbang, habis juga semua uangmu.

Investasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan taraf hidup. Namun dalam praktiknya, kamu harus jeli. Sebagai pemula, kamu harus pahami dulu apa itu investasi, jenisnya, pun risiko yang terkandung di dalamnya. Selamat berinvestasi dengan bijak, ya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya :

Published by Gustia Martha Putri

Senior Content Writer at LummoSHOP