fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Istilah Keuangan dalam Bisnis yang Perlu Kamu Tahu

Istilah keuangan

Istilah keuangan dalam bisnis sangatlah beragam. Sudah kamu mengetahui beberapa di antaranya? Untuk orang awam, istilah-istilah tersebut mungkin tak terlalu penting. Tidak ada kewajiban juga untuk memahaminya. Namun, untukmu yang berkecimpung dalam dunia bisnis setiap harinya, tak memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan kegiatanmu sehari-hari berarti “bunuh diri”. Bagaimana mungkin kamu tak paham dengan hal-hal yang kamu lakukan. Seperti itulah ibaratnya.

Secara teori, ada banyak istilah keuangan. Namun dalam praktiknya, setidaknya kamu mengetahui beberapa istilah berikut ini.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Istilah Keuangan yang Berhubungan dengan Akuntansi

Apa saja istilah keuangan yang berhubungan dengan akuntansi?

  1. Financial Statement

Istilah lain untuk financial statement adalah laporan keuangan, yakni catatan keuangan suatu bisnis selama periode tertentu yang terdiri dari neraca (balance sheet), laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

  1. Aset

Aset atau neraca menyebutnya aktiva adalah sumber daya/sesuatu/kekayaan yang bernilai ekonomi atau bisa memberikan manfaat bagi pemiliknya.

  1. Liabilitas

Istilah asing menyebutnya liability atau ada juga yang menyebutnya utang, yakni tanggung jawab/kewajiban pebisnis kepada pihak lain.

  1. Ekuitas

Ekuitas atau equity adalah ASET BERSIH atau net asset yakni total aset atau kekayaan yang pebisnis miliki dikurangi dengan total kewajiban atau liabilitas.

Istilah Keuangan yang Berhubungan dengan Bisnis Rintisan

Istilah keuanganBeberapa waktu belakangan ini, bisnis rintisan menjadi hal yang sangat populer. Jika jenis bisnismu termasuk start-up, wajib banget nih buatmu memahami beberapa istilah berikut ini.

  1. Unicorn

Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah ini saat membaca media online, tapi apakah kamu sudah tahu artinya? Melansir Kompas.com, unicorn adalah start-up yang memiliki nilai valuasi atau nilai ekonomi sebesar Rp14 triliun. Contoh start-up yang mencapai titik ini adalah Gojek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

  1. Decacorn

Berbeda dengan unicorn, istilah ini mungkin masih jarang kamu dengar. Decacorn adalah start-up yang memiliki nilai valuasi sebesar Rp140 triliun contohnya Grab dan Dropbox sebagaimana indonesiabaik.id melansir.

  1. Hectocorn

Tingkatan terakhir di “dunia” start-up adalah hectocorn. Hingga sekarang, start-up yang memiliki nilai valuasi Rp1.400 triliun ini masih belum ada. Mungkin kamu ingin menjadi yang pertama?

  1. Akselelator

Dalam start-up, peran akselelator bisnis sangat penting. Sebagaimana artinya “akselerasi” yakni percepatan, akselelator bisnis adalah pihak baik organisasi maupun perusahaan yang memberikan pendanaan dan pendampingan kepada pebisnis rintisan agar bisnisnya melesat.

  1. Angel Investor

Istilah ini disematkan pada mereka baik individu maupun organisasi yang mau mendanai perusahaan rintisan. Istilah ini pertama kali muncul secara tak sengaja di Teater Broadway New York City. Saat itu, teater tersebut berada di ambang kehancuran. Tak mau gulung tikar, orang-orang kaya di sana sepakat untuk menyisihkan dana mereka demi menyelamatkan teater agar tak jadi bangkrut. Kegiatan tersebut oleh seorang profesor dari Universitas New Hampshire, William Wetzel, disebut dengan istilah angel investor sebagaimana melansir dari wartaekonomi.co.id.

  1. Bootstrapping

Istilah lain dari bootstrapping yang mungkin lebih familiar di telingamu adalah usaha dengan modal seadanya atau modal dengkul. Betapa tidak, kamu memang berusaha memberdayakan apa yang ada dan menggunakan semua yang kamu miliki untuk mendanai bisnismu, entah itu dari simpanan pribadimu, jual aset, atau yang lain. Tak ada pihak lain yang terlibat selain dirimu.

  1. Seed Funding

Sebagaimana namanya seed funding adalah pendanaan tahap awal sebuah perusahaan rintisan yang didapat pebisnis dari pihak ketiga yang disebut investor. Jadi, ada simbiosis mutualisme dari kegiatan tersebut: pebisnis yang “modal dengkul” mendapatkan dana dari investor sementara investor mendapatkan sebagian kepemilikan bisnis. Jika sudah berjalan, investor bisa menjual saham/kepemilikannya tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

  1. Crowdfunding

Dewasa ini, crowdfunding menjadi hal yang populer. Sebut saja kitabisa.com dan ayopeduli.id sebagai contoh crownfunding di bidang penggalangan dana untuk mereka yang membutuhkan. Prinsipnya hampir sama seperti itu, namun kali ini tujuan penggalangan dananya adalah untuk mendanai bisnis. Contoh crowdfunding di bidang pendanaan berupa saham, sebagaimana melansir dari modalrakyat.id, adalah LandX, Santara, Bizhare, dan CrowdDana.

  1.  Pendanaan Seri A, B, C, D, E, F, dan G

Mungkin kamu sudah sering dengar start-up ini mendapatkan pendanaan seri C sedangkan start-up itu mendapatkan pendanaan seri D. Jadi, pendanaan di startup memang memiliki beragam tingkatan dari A hingga G. Melansir dari Republika.co.id, pendanaan seri A berkisar antara 3 juta dolar AS hingga 10 juta dolar AS atau ketika bisnis sudah benar-benar berjalan. Lanjut ke pendanaan seri B yang baru bisa terjadi jika pendanaan seri A berjalan dengan baik dan perusahaan memiliki pasar yang lebih luas. Pendanaan seri C terjadi jika perusahaan rintisan sudah mulai ekspansi ke pasar global. Adapun seri D berkisar 100 juta dolar AS. Sementara seri E mirip dengan D, contohnya Tokopedia. Pendanaan seri F sebagaimana yang didapat Gojek dan Bukalapak. Terakhir, pendanaan seri G yang nilainya mencapai miliaran dolar AS sebagaimana yang didapat Tokopedia.

Istilah Keuangan Lainnya

Istilah keuanganTerakhir, yang tak boleh kamu lewatkan adalah istilah keuangan selain dua kategori sebelumnya yaitu sebagai berikut.

  1.  Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan suatu bisnis dalam membayar kewajiban atau utang jangka pendek pada pihak ketiga. Kemampuan tersebut digunakan untuk menilai apakah bisnis tersebut sehat atau tidak. Jika persentase aset lancarnya lebih besar daripada kewajiban, maka bisnis tersebut dikatakan baik.

  1. Inflasi

Kenaikan harga secara terus menerus adalah definisi inflasi. Penyebab inflasi ada beberapa faktor: tingkat permintaan yang melonjak tajam misalnya saat hari besar keagamaan, kenaikan bahan baku atau bahan penunjang, terlalu banyaknya mata uang yang beredar di masyarakat, pertumbuhan jumlah penduduk yang berakibat kebutuhan pun naik, dan faktor lain seperti kebiasaan masyarakat. 

  1. Margin

Margin artinya adalah selisih. Dalam konteks bisnis, margin adalah selisih harga beli dan harga jual. Dikatakan margin positif jika kamu mendapatkan untung. Sebaliknya, dikatakan margin negatif jika kamu rugi.

  1. Capital Gain

Dalam istilah investasi saham, kamu kerap mendengar istilah ini. Ya, capital gain adalah keuntungan yang didapatkan seorang investor saat menjual asetnya entah itu saham atau aset lainnya. Investor mendapatkan gain atau untung karena nilai asetnya naik.

  1. Capital Loss

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, yakni investor akan mendapatkan loss atau rugi jika nilai asetnya turun sehingga harga beli jauh lebih besar daripada harga pasar (saat ini).

  1. Agunan

“Aku pinjam uangmu. Kalau aku enggak bisa bayar, motor ini jadi milikmu,” ini adalah contoh sederhana dari agunan, yakni jaminan yang biasanya diberikan kreditur pada debitur.

Nah, itu tadi beberapa istilah keuangan yang wajib kamu ketahui jika kamu bergelut atau sedang menjalankan bisnis. Tak kenal dengan istilah-istilah di atas, maka kenalan! Semoga sukses, ya!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP