fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Jaga Loyalitas Pelanggan dengan 5 Cara ala CEO Snazzy Boom

loyalitas pelanggan 01

Salah satu kunci utama untuk mengubah target audience menjadi pelanggan adalah dengan branding dan marketing. Dengan strategi branding dan marketing yang tepat, kita bisa mempengaruhi psikologi target audience, punya keunikan di mata target audience, serta mudah dikenali oleh target audience. Ketika sudah menjadi pelanggan, branding kita dapat meningkatkan loyalitas pelanggan serta dapat menghindari perang harga dengan kompetitor. 

Oleh karena itu, dalam menyiapkan produk produk, menentukan strategi branding dan mulai memasarkan produk, ada langkah-langkah yang harus dilakukan dan langkah-langkah ini dapat memberikan manfaat menjaga loyalitas pelanggan ke depannya.

Apa sajakah itu? Founder dan CEO Snazzy Boom, Ryan Adham Saputra Angkawijaya membagikan pengalamannya saat memulai bisnis cemilan rambut nenek. Bagaimana ia menjalankan proses riset berdasarkan rasa keingintahuannya yang besar, kemudian bagaimana ia menyusun strategi branding untuk menetapkan brand identity-nya, hingga proses pemasarannya. Kesemuanya ia lalui untuk menjaga loyalitas pelanggan agar bisnisnya makin untung.

Proses Kepo

Yup, kepo! Seorang pebisnis perlu kepo (memiliki rasa ingin tahu yang mendalam, -red)  terhadap pelanggannya. Tahapan ini pada dasarnya merupakan tahapan riset pasar. Di tahap ini, kamu bisa mencari tahu informasi dan mengumpulkan data calon pelanggan yang menjadi sasaran kamu, sebanyak-banyaknya dan sedetil-detilnya.

Data dan informasi tersebut dapat berupa

  • Di mana tempat tinggal mereka (apakah di kota atau di desa),
  • Berapa rentang usianya,
  • Jenis kelaminnya
  • Pekerjaannya apa,
  • Kelas ekonominya apa
  • Bagaimana aktivitas keseharian mereka
  • Warna-warna apa yang membuat mereka tertarik
  • Siapa role model mereka
  • dan kalau membeli barang/produk seperti yang kita jual,
    • berapa besarkah uang yang mereka rela keluarkan.

Setelah itu, data-data tersebut akan kamu jadikan patokan dalam membuat profil pelanggan kamu, sehingga brand identity kamu bisa sesuai dengan profil pelanggan. 

loyalitas pelanggan 02Mendapatkan data dan informasi yang valid untuk dasar profil pelanggan kamu memang tidak mudah, namun tidak juga terlalu susah jika kamu mengikuti tips berikut: 

  • Kumpulkan data dari 10-20 orang yang menjadi target pelanggan kamu
  • Berikan pertanyaan-pertanyaan yang sudah kamu siapkan sebelumnya (tentunya sesuaikan dengan hal-hal apa saja yang ingin kamu ketahui dari mereka)
  • Tuliskan jawaban-jawaban dari target pelanggan tersebut agar bisa kamu review nanti
  • Bisa gunakan platform online seperti Google Form atau media sosial agar lebih praktis.

Temukan Satu Kalimat Kunci

loyalitas pelanggan 03

Bayangkan produk ini sudah ada, dan kamu pasti punya keinginan mau dikenal seperti apakah produk atau brand ini oleh pelanggan yang kita sasar? Sebagai contoh, Snazzy Boom punya satu kalimat kunci yaitu “arum manis tradisional dengan konsep modern branding dan kualitas tinggi.” Atau contoh lain: “catering makanan sehat yang setara dengan harga warteg.”

Apa fungsi kalimat ini? Dengan adanya kalimat ini, maka apapun yang kita terapkan pada produk atau brand kita, akan berpatokan pada kalimat kunci tersebut sehingga terbangunlah brand identity yang konsisten. Kejelasan identitas brand ini juga berpengaruh dalam menjaga loyalitas pelanggan

Tentukan Kualitas Produk dan Identitasnya

Dalam menentukan branding identity, kamu juga harus bisa berpikir di mana produk kamu akan bermain. Level high-end, low-end, middle, tak ada yang lebih baik dibanding yang lain, karena semua punya pasarnya masing-masing. 

Dari segi desain produk dan kemasan, kamu juga harus punya penampilan kemasan yang baik, baik itu dari segi estetika maupun dari segi fungsional. Kemasan memegang peranan penting dalam membangun brand identity. Begitu pula pemilihan warna, logo, serta ikon. Aspek-aspek visual juga patut diperhatikan agar konsistensinya terjaga, sehingga loyalitas pelanggan juga terjaga. 

Faktor identitas lain yang perlu diperhatikan agar loyalitas pelanggan terjaga adalah cara kamu berbahasa, cara produk kamu bicara, cara komunikasi antara kamu dan pelanggan. Gunakan copywriting style yang tepat, sesuai dengan karakteristik pelanggan kamu. Kunci komunikasi dengan pelanggan adalah mampu membangun empati dan memahami dengan dalam siapa lawan bicara kita (karakteristik pelanggan kamu).  

Pemasaran

Dari data yang telah kamu kumpulkan di awal tadi, kamu juga sebaiknya mengetahui bagaimana aktivitas, dan keseharian target pelanggan kamu. Untuk apa? Jawaban-jawaban calon pelanggan dapat menjadi acuan kamu menentukan jalur pemasaran yang bagaimana yang akan kamu gunakan. Jalur pemasaran yang jelas tentunya akan menjaga loyalitas pelanggan.

Duplikasi Pemasaran

Jika sudah ditemukan jalur pemasaran yang bisa digunakan, maka saatnya menduplikasi jalur tersebut. Tetapi pelajari juga jalur pemasaran tersebut, bagaimana karakteristiknya, bagaimana prospeknya dalam beberapa bulan atau tahun ke depan, dll.

Usaha untuk membuat pelanggan tertarik tentunya tidak melulu soal kualitas produk dan layanan, tetapi juga merupakan hasil dari proses engagement yang panjang dan proses membangun kepercayaan antara kamu dan pelanggan. Usaha ini ibarat investasi jangka panjang yang jika kamu lakukan dengan tepat maka kelangsungan bisnis akan lebih terjamin, sehingga peluang dan profit yang kamu dapatkan bisa jadi semakin besar pula. Hal inilah yang menjadi alasan penting mengapa loyalitas pelanggan patut dibangun dan dijaga.