fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Jaga Performa Karyawan Bisnis UMKM Kamu dengan Cara Ini

performa kerja karyawan 01

Performa karyawan bisnis UMKM berbanding lurus dengan performa bisnis kamu. Makin baik performa kerja karyawan, makin bagus pula bisnismu untuk bisa bertahan. Sedangkan jika performa kerja karyawanmu memburuk, tentu perkembangan bisnismu juga akan terganggu. Sayang banget, kan?

Jika kamu termasuk salah satu pebisnis UMKM yang tengah bingung mencari tahu cara menjaga performa kerja karyawan bisnismu, LummoSHOP akan memberimu jawaban atas pencarianmu selama ini.

 

Pentingnya Menjaga Performa Karyawan Bisnis UMKM

Menjaga performa kerja karyawan bisnismu mempunyai dampak positif, terutama bagi operasional bisnismu secara menyeluruh. Dampak positif ini antara lain:

  • Pekerjaan selesai tepat waktu

Ini adalah hasil nyata ketika kamu bisa menjaga performa kerja karyawan bisnismu dengan baik. Pekerjaan akan selesai tepat waktu sesuai jadwal atau batas waktu yang ada.

  • Kinerja perusahaan menjadi baik

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, jika performa kerja karyawan bisnismu terjaga tentu akan membuat pekerjaan selesai tepat pada waktunya. Dan itu menandakan bahwa kinerja karyawanmu baik. Tentu, hasil akhirnya akan berdampak pula pada kinerja perusahaanmu.

  • Lingkungan kerja nyaman

Ekosistem yang sehat akan terbentuk dengan dukungan dari karyawan bisnismu. Kinerja perusahaan yang baik maka dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan sehat.

 

Hubungan Performance Management dengan Performa Karyawan

Performance management atau manajemen performa adalah proses melibatkan karyawan untuk bersama-sama mencapai visi dan misi suatu bisnis. Performance management berkaitan erat dengan menjaga kelangsungan suatu bisnis dan biasanya dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Maka dari itu, performance management ini sangat cocok jika diterapkan untuk menjaga performa karyawan bisnis UMKM. Terdapat empat tahapan dalam performance management, yaitu:

  • Plan

Tahap ini mengharuskan kamu untuk menyusun rencana kerja yang menerapkan nilai SMAT, yang berarti Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-Oriented. 

  • Do

Tahap ini adalah saat karyawan bisnismu melaksanakan rencana yang sudah kamu susun. Kamu sudah mulai melakukan pengawasan di tahap ini, tapi sifatnya hanya sebatas membantu karyawanmu untuk dapat menyelesaikan tugasnya sesuai target waktu.

  • Check

Tahap ini bertujuan untuk menilai kinerja karyawan. Tidak hanya menilai, tapi juga mengevaluasi secara keseluruhan serta mencari tahu solusi dari masalah yang kamu temukan. Supaya di kemudian hari tidak ada halangan yang dapat menghambat kinerja karyawan. Inilah tahap yang membuat proses performance management terjadi secara terus-menerus. Kamu akan berhadapan dengan tantangan untuk bisamenyelesaikan hambatan tersebut melalui proses monitoring, coaching, dan development.

  • Action

Tahap ini bukanlah tahap terakhir. Di tahap ini kamu akan mengambil keputusan dari setiap penilaian yang sudah ada. Pemberian reward atau punishment juga dapat terjadi di tahap ini. Jangan lupa juga untuk selalu memberi apresiasi.

performa kerja karyawan 02

Tips Menjaga Performa Kerja Karyawan

Tips yang akan kamu dapatkan di bawah ini merupakan implementasi dari tahap action yang ada pada proses performance management. Terapkan semua tips di bawah ini jika ingin performa kerja karyawanmu tetap berjalan dengan baik.

  1. Tawarkan karier yang berjenjang

    Sudah bukan rahasia lagi jika besaran gaji yang didapat merupakan salah satu faktor yang dapat membuat karyawan semangat bekerja. Namun, nyatanya tidak hanya besaran gaji saja yang menjadi satu-satunya faktor. Adanya tawaran karier berjenjang juga sering kali ampuh mendorong performa kerja karyawan terjaga dengan baik atau justru semakin meningkat.

    Untuk dapat menciptakan motivasi yang lebih, kamu bisa menggabungkan keduanya, yaitu peningkatan karier yang disertai kenaikan gaji atau insentif. Dengan begitu, maka karyawan bisnismu akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik demi mendapatkan tawaran tadi.

  2. Buat rencana kerja yang jelas

    Pastikan kamu memiliki strategi jangka panjang dan pendek untuk bisnismu. Jangan lupa membuat rencana kerja mingguan yang jelas agar karyawan tahu target yang harus mereka capai dalam menyelesaikan setiap pekerjaan hariannya. Rencana kerja ini biasanya bersifat mingguan, bulanan, dan juga tahunan. Tergantung kebutuhan atau kondisi bisnis yang ada.

  3. Beri fasilitas terbaik

    Dengan memberikan fasilitas terbaik bagi karyawan, maka kamu telah berhasil menciptakan kenyamanan dan kemudahan bagi mereka. Harapannya, hal itu akan membantu performa karyawan bisnis UMKM milikmu terjaga dengan baik. There’s no excuse to be a lazy employee after all.

  4. Penilaian secara terbuka

    Kamu dapat menerapkan sistem penilaian kinerja secara terbuka dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:

    • Hasil kerja diukur secara kuantitatif

    Kamu bisa mengukur kinerja karyawanmu dengan melihat jumlah dari hasil pekerjaan yang sudah selesai dilakukan. Pisahkan saja mana yang diselesaikan sebelum deadline, sesuai deadline, atau bahkan melebihi deadline.

    • Beri tugas dengan target jangka pendek

    Tugas dengan target jangka pendek atau bisa disebut dengan tugas dadakan. Sebenarnya bukan pemberian tugas dadakan yang akan menjadi inti penilaian kamu, tapi respons apa yang didapat dan bagaimana cara kerja karyawan dalam menyelesaikannya. Karyawan yang terbiasa dengan sistem kerja stabil dan berusaha menjaga performanya tentu akan memberikan respons dan hasil terbaiknya untuk perusahaan.

    • Gunakan feedback

    Mendengarkan feedback dari rekan kerja yang berada dalam satu tim, adalah cara menarik untuk dapat menilai kinerja karyawan. Kecerdasan emosional karyawan akan terlihat dari feedback yang kamu dapatkan nantinya. Hasil penilaian kerja yang terbuka ini biasanya akan ditampilkan secara peringkat atau pemilihan, seperti karyawan terbaik bulan ini. Sehingga, dengan adanya keterbukaan, karyawan merasakan penilaian yang adil dan juga dapat menumbuhkan semangat untuk berkompetisi.

  5. Reward and punishment

    Dari hasil penilaian tadi, kamu dapat memberikan reward sebagai bentuk terima kasih atas kerja keras karyawanmu selama ini. Namun, di mana-mana reward ini biasanya berbarengan dengan punishment.

    Punishment bertujuan untuk melatih kedisiplinan karyawan dalam mematuhi aturan yang ada. Tidak hanya itu, keterlambatan mengumpulkan hasil kerja juga bisa diberi punishment. Meskipun terdengar sepele, tapi ini bisa jadi cara efektif untuk menjaga performa karyawan bisnis UMKM, lho.

    performa kerja karyawan 03

  6. Penuhi hak karyawan

    Dengan memenuhi hak karyawan, maka mereka akan merasa lebih dihargai. Adapun hak-hak karyawan yang harus kamu penuhi sebagai pemilik bisnis adalah sebagai berikut:

    • Memperoleh upah
    • Mendapat kesempatan dan perlakuan sama
    • Mendapat pelatihan kerja
    • Penempatan kerja sesuai kemampuan
    • Memiliki waktu kerja yang manusiawi
    • Mendapat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
    • Mendapat kesejahteraan
    • Ikut serta dalam serikat pekerja
    • Hak untuk cuti
  7. Ciptakan budaya kerja dengan selalu melibatkan karyawan

    Dengan melibatkan karyawan, berarti kamu sekaligus mendengarkan segala aspirasi dari karyawan. Selain itu kamu juga harus melibatkan karyawan untuk menyusun tujuan perusahaan bersama. Diskusikanlah dari hal sederhana sampai ke hal yang bersifat pengambilan keputusan sesekali. Sebab, ini akan membuat karyawan kamu merasa memiliki nilai dan dihargai. 

    Setelah terlibat dengan baik biasanya karyawan akan muncul rasa ikut memiliki. Dan hal ini berdampak baik bagi performa kerja karyawan bisnismu. Mereka akan dengan suka rela untuk memberikan yang terbaik, bahkan jauh sebelum kamu menginginkannya.

Menjaga performa karyawan bisnis UMKM bukanlah upaya yang bisa kamu lakukan seorang diri sebagai pemimpin. Cobalah untuk membentuk tim khusus HR atau Human Resource untuk membantumu menjalankan setiap tahapan di atas. Sudah saatnya bisnis UMKM kamu naik kelas menjadi lebih profesional. Jangan mengandalkan one man show saja, ya!