fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Jangan Sampai Salah, Ini Dia Cara Menentukan Harga Jual

Cara Menentukan Harga Jual

Jika saat ini kamu baru saja menjalankan bisnis, maka jangan lupakan strategi harga jual. Ia tak boleh diremehkan karena bisa menimbulkan efek jangka panjang. Masih untung jika efeknya positif, bagaimana jika negatif? Rugi pun menghadang. Jika kamu adalah pebisnis baru, cara menentukan harga jual ini ibarat pendatang di sebuah komunitas atau masyarakat. Kalau kamu terlalu “lemah” karena berharap disukai banyak orang, maka kamu bakal jadi sasaran empuk untuk dimanfaatkan. Namun jika kamu terlalu tinggi menilai diri, dijamin banyak yang akan menjauhimu.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Seperti itulah kira-kira gambarannya. Harga yang tergolong kemurahan dan kemahalan sama-sama merugikan. Langkah paling tepat jelas memberikan harga yang pantas. Bagaimana cara menentukan harga jual yang pantas? Biar ngga makin penasaran, yuk simak di bawah ini!

Pada praktiknya, ada beberapa pendekatan yang bisa kamu terapkan untuk menentukan harga jual. Berikut adalah cara-caranya.

  1. Harga pasar

Menurut teori ekonomi, harga pasar ditentukan dari banyaknya penawaran dan permintaan. Singkat kata, harga pasar adalah harga yang disepakati oleh pembeli dan penjual. “Pasarannya berapa?” sangat familiar di telinga kita saat bertanya harga dari suatu barang.

Sebelum menentukan harga jual, hendaknya kamu melakukan riset lebih lanjut terkait harga pasaran dari produk yang ingin dijual. Jangan sampai kamu memberi harga terlalu tinggi atau terlalu rendah. Kalau pun harga produkmu termasuk tinggi, pastikan kualitasnya bukan kaleng-kaleng. Pengetahuan tentang harga pasar juga cerminan bahwa kamu pebisnis yang peka terhadap kondisi sekitar.

  1. Total biaya

Selain harga pasar, pertimbangan lain yang perlu kamu perhatikan adalah total biaya. Pebisnis mana yang tidak ingin profitnya bisa menutupi biaya operasional bisnisnya. Tidak semestinya total biaya yang kamu keluarkan lebih besar daripada profit.

Sebagai contoh, kamu berniat memasang harga Rp10.000,-. Tapi setelah menghitung total biaya dengan cermat, ternyata harga tersebut justru merugikan buat kamu. Solusinya, kamu bisa memangkas biaya yang tidak perlu. Misalnya memakai bahan baku yang lebih murah tapi tetap berkualitas. Atau bisa juga menaikkan harga jual dengan catatan kamu mampu meyakinkan konsumen bahwa harganya setimpal dengan yang mereka dapatkan.

  1. Harga jual berdasarkan tingkat kelangkaan

Strategi ini terhitung cukup mudah dan simpel. Sudah jadi hukum ekonomi kalau semakin langka suatu barang, semakin mahal pula harganya. Jika produkmu tergolong barang langka, maka kamu sah-sah saja untuk memasang harga sedikit lebih mahal. Kelangkaan bisa dari sisi bahan baku, modelnya yang unik, proses pembuatannya yang susah, dll. Cek kembali apakah produkmu termasuk ke dalam kriteria ini.

Cara Menentukan Harga Jual

  1. Target pasar

Target pasar juga menjadi pertimbangan berikutnya dalam menetapkan harga jual. Kamu mesti tahu apakah target pasarmu ini dari kelas menengah, menengah atas, atau kalangan bawah. Jika target pasarmu menengah atas, menetapkan harga jual tinggi bukan sesuatu yang buruk. Begitu pun sebaliknya.

  1. Menetapkan harga jual dari volume penjualan

Strategi harga jual selanjutnya adalah dengan “bermain-main” di volume penjualan. Maksudnya, kamu memasang harga sesuai dengan jumlah pesanan konsumen. Sebagai contoh, konsumen akan mendapat harga yang lebih murah jika mereka memesan dengan jumlah besar,  begitu juga sebaliknya.

  1. Keuntungan yang kamu inginkan

Yang jelas tak boleh kamu lupakan dalam strategi harga jual adalah berapa persen keuntungan yang kamu inginkan dari total biaya yang kamu keluarkan: apakah 10%, 25%, 50%, atau bahkan 100%? Persentase keuntungan yang kamu inginkan ini akan ditambah dengan total biaya sebelum dibagi dengan jumlah barang yang kamu produksi, untuk kemudian menghasilkan harga per-unitnya.

  1. Strategi “ekstrim”

Biasanya ketika kamu baru menjual produk yang baru launching, kamu akan memasang harga sewajarnya. Bahkan diiringi dengan berbagai diskon dan promo supaya menarik perhatian konsumen. Tapi, bagaimana jika kamu memasang harga setinggi langit padahal produkmu baru saja dirilis? Hal tersebut mungkin saja dilakukan, namanya skimming pricing. Satu hal yang pasti, strategi ini tidak menjamin produkmu bakal langsung laris di pasaran.

Strategi ini hanya berlaku untuk produk tertentu, misalnya produk elektronik seperti laptop atau smartphone. Di awal kemunculannya, smartphone selalu dibandrol dengan harga fantastis. Seiring banyaknya model terbaru, harga smartphone lambat laun akan turun. Skimming Pricing juga bisa diterapkan pada produk yang sedang tren. Mungkin kamu masih ingat beberapa tahun lalu, harga tongkat selfie seolah tidak logis, tapi toh orang-orang tetap membelinya. Sekarang? Popularitas tongkat selfie meredup.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Ada lagi strategi yang prinsipnya berlawanan dengan skimming pricing bernama penetration pricing. Penetration pricing adalah strategi di mana kamu menjual produk dengan harga di bawah pasaran. Pebisnis biasanya melakukan ini untuk memikat konsumen, apalagi kalau produk tersebut banyak digandrungi. Penetration Pricing tak melulu harus dengan memasang harga rendah. Kamu bisa mengemasnya kembali dengan embel-embel promo.

Hal semacam ini biasa terjadi di restoran-restoran yang baru buka. Biasanya mereka menetapkan harga lebih rendah alias ‘harga promo’ selama beberapa waktu. Setelah itu, harganya akan kembali normal. Apa tidak takut kehilangan pelanggan? Tidak. Ini adalah cara cerdik untuk memperkenalkan keunggulan restoran kepada konsumen. Ketika mereka puas akan pelayanan restoran, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi pelanggan tetap sekalipun harganya mahal.

  1. Strategi harga jual subsidi

Jika produkmu beragam, maka kamu bisa juga menerapkan strategi ini. Kamu bisa memasang harga murah untuk konsumen kelas bawah dan memasang harga tinggi untuk konsumen kelas atas. Cara ini mirip-mirip dengan strategi menetapkan harga berdasarkan target pasar. 

Bagaimana? Jadi, strategi apa yang kira-kira cocok buat kamu? Hati-hati, ya. Strategi harga jual ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Itu sebabnya, bijaklah menentukan harga jual agar konsumen bahagia kamu pun tidak sengsara. Semoga bisa, ya!