fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

5 Hal yang Diajarkan Jeff Bezos kepada Para Pebisnis

Jeff bezos

Jeff Bezos menghasilkan 1,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp1,8 triliun dari bisnisnya setiap hari. Ya, kamu tidak salah baca, Rp1,8 triliun per hari. Tak heran, dia pernah menjadi orang terkaya di dunia versi Forbes. Kini, ia menduduki peringkat dua. Dialah Jeff Bezos, pendiri Amazon, e-commerce terbesar di dunia.

Semua Berawal dari Imajinasi

Jeff Bezos adalah contoh nyata dari sikap percaya diri, persistensi, dan futuristik. Saat banyak pebisnis masih ragu melirik e-commerce, pria kelahiran Albuquerque, AS, 12 Januari 1964 ini, telah lebih dulu memulainya. Walaupun banyak yang meragukan dan pesimistis, Jeff tetap melaju dan mendirikan Amazon. Tahun lalu, mengutip Bloomberg, Amazon memiliki revenue sebesar 400 miliar dollar AS atau sekitar Rp5.720 triliun. 

Kesuksesan Jeff Bezos berawal pada dua dekade lalu. Kala itu ia membayangkan bahwa suatu hari pusat perbelanjaan, seperti mal, akan kehilangan popularitas. Melansir dari BBC News, Jeff berimajinasi bahwa kelak orang tinggal sekali klik untuk mendatangkan segala barang, dari makanan hewan hingga caviar, ke rumah. Orang tidak perlu lagi datang ke suatu tempat yang menghabiskan waktu dan energi, untuk membeli sesuatu. 

Jeff telah memiliki ketertarikan pada dunia teknologi sejak kecil, khususnya bidang elektro. Ketika masih balita, Jeff pernah membongkar sendiri tempat tidurnya dengan obeng kecil. Selain itu, mengutip Kompas, Jeff juga pernah membuat alarm listrik sederhana saat remaja untuk mencegah kedua adiknya agar tidak masuk ke dalam kamarnya. 

Ketertarikan Jeff Bezos dalam bidang teknologi terus berlanjut. Saat SMA, ia mengikuti Program Pelatihan Sains Tingkat Mahasiswa di University Florida, AS. Di masa SMA juga, ia pernah meraih penghargaan Silver Knight Award, yakni penghargaan bagi pelajar yang memiliki nilai baik dan berkontribusi kepada sekolah dan masyarakat. Pada pidato kelulusan SMA, melansir dari The Atlantic, Jeff menyampaikan kepada para khalayak bahwa suatu hari nanti ia berharap umat manusia dapat tinggal di luar angkasa.

Setamat SMA, Jeff melanjutkan studi ke Universitas New Mexico, AS dan lulus dengan predikat summa cumlaude. Setelah itu, Jeff sempat malang melintang bekerja di Wall Street dan karier cukup cemerlang bahkan sempat menjadi CEO termuda. Tapi,  akhirnya mengundurkan diri dan pindah ke Seattle untuk merintis usaha di bidang e-commerce.

Dari Garasi ke Luar Angkasa

Jeff bezos

Jeff Bezos mulai mewujudkan imajinasi tentang “belanja dengan sekali klik” pada tahun 1993. Kala itu ia mulai membuka usaha jual beli buku secara online. Setahun kemudian, Jeff keluar dari tempat kerjanya di D.E Shaw untuk fokus merintis bisnisnya sendiri. 

Pada 5 Juli 1994, Jeff resmi mendirikan bisnis e-commerce yang ia beri nama Amazon dan menjadikan garasi rumah sebagai kantor pertamanya. Nama Amazon terinspirasi dari Sungai Amazon yang berada di Amerika Selatan. Melansir dari BBC News, Jeff merintis bisnis Amazon dengan modal awal sebesar 100.000 dollar AS yang berasal dari tabungan pribadinya dan bantuan orang tuanya. 

Dalam waktu sebulan sejak peluncurannya, Amazon telah mengirimkan pesanan ke 50 negara bagian AS and 45 negara. Dan, dalam lima tahun perjalanan bisnisnya, konsumen Amazon meningkat dari 180.000 ke 17 juta. Penjualan Amazon juga meningkat dari 511.000 dollar AS menjadi 1,6 miliar dollar AS. Amazon juga berkembang tak hanya menjual buku, tapi beragam produk. Pada tahun 1999, tepatnya pada usia 35 tahun, majalah Time menobatkan Jeff sebagai “People of the Year” termuda dan ia mendapat julukan sebagai The King of Cybercommerce.

Setelah sukses dengan Amazon, pada tahun 2000, Jeff merambah bisnis lain dengan mendirikan Blue Origin, perusahaan aerospace yang memiliki ambisi luar angkasa, dengan target utama mendirikan pemukiman manusia di bulan. Blue Origin adalah mimpi yang ia ungkapkan saat pidato kelulusan SMA dan berusaha ia wujudkan setelah tiga dekade.

Tiga tahun kemudian, Jeff Bezos kembali merambah bisnis lain, yaitu dalam bidang media. Ia mengakuisisi situs berita The Washington Post pada tahun 2013, dengan mahar senilai 250 juta dollar AS atau sekitar Rp3,6 triliun. Total bisnis yang Jeff miliki sebanyak 15 perusahaan yang bergerak dalam bidang roket, robotika, supermarket, surat kabar, e-commerce, hingga situs kupon. Kamu pernah mengakses situs IMDB, Goodreads, Alexa, Woot.com, atau tahu Souq.com, Fabric.com, hingga Audible? Nah, itu semua milik Jeff Bezos.

Oh ya, Jeff juga penggemar berat film Star Trek, lho. Pada tahun 2016, Jeff pernah tampil sebagai cameo dalam film Star Trek Beyond yang disutradarai oleh Justin Lin.

5 Hal yang Diajarkan Jeff Bezos Kepada Para Pebisnis

  1. Mengutamakan Konsumen

Jeff pernah mengungkapkan, ia lebih takut kepada konsumen daripada kepada pesaing bisnisnya. Sebab, kehilangan konsumen lebih berbahaya ketimbang menang dalam persaingan. Salah satu pesan Jeff adalah fokuslah pada konsumen, perhatikan kualitas produk dan pelayanan pada konsumen. Bangunlah bisnis untuk memenuhi kebutuhan banyak orang, di mana orang tidak bisa hidup tanpanya.

  1. Jangan Antipati pada Kritik

“Ketika Anda membuat sesuatu yang baru dan berbeda, maka akan orang-orang akan memahami secara berbeda pula. Tapi, itu tidak apa-apa karena hal itu sebagai bagian dari proses.” – Jeff Bezos.

Untuk menghadapi kritik, Jeff memberi saran agar kita memiliki kerangka kerja yang jelas, mendengarkan kritikan tersebut, dan mengubahnya sesuai dengan kebutuhan. Jeff menceritakan pengalaman pada tahun-tahun awal Amazon merilis layanan jual beli buku secara online. Kala itu, Amazon memunculkan fitur ulasan produk oleh konsumen. Tetapi para pemilik toko buku konvensional dan penerbit mengkritiknya. Mereka menilai bahwa Amazon tidak paham pada konsep industri ritel, karena menampilkan ulasan yang jelek akan berdampak pada penjualan yang menurun.

Menurut Jeff, hal itu hanya masalah pola pikir yang berbeda. Sebab bagi Jeff, Amazon tidak mendapatkan uang ketika menjual barang, tapi mereka mendapatkan uang ketika kita membantu orang dalam memutuskan sebuah pembelian. 

  1. Berani Mengambil Keputusan

Dalam sebuah surat untuk para pemegang saham Amazon, Jeff Bezos menulis tentang pentingnya kecepatan dan kegesitan dalam menjadikan Amazon sebagai perusahaan besar. Ia percaya bahwa kunci mempertahankan bisnis yang inovatif adalah membuat keputusan berkualitas tinggi dan berkecepatan tinggi. Walaupun ia juga mengakui bahwa ada beberapa keputusan yang sulit untuk diubah pada akhirnya.

Mengapa pembuatan keputusan harus berani dan cepat? Sebab, menurut Jeff, jika orang atau perusahaan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mempertimbangkan keputusan, maka hasilnya akan merugikan.

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP
  1. Selalu Ingin Tahu

Masih dalam suratnya kepada para pemegang saham Amazon, sebagaimana melansir dari IDN Times, Jeff memasukkan bagian berjudul “Intuisi, Keingintahuan, dan Kekuatan Pengembaraan”. Jeff menulis tentang pentingnya menyisihkan waktu untuk mengeksplorasi rasa ingin tahu supaya menghasilkan solusi baru yang inovatif. Menurut Jeff, walaupun sudah mengetahui pasti tentang suatu hal, penting bagi seseorang untuk terus bereksperimen dan mencoba hal baru.

Jeff menambahkan bahwa jalan menuju menuju kesuksesan sama sekali tidak lurus. Oleh karena itu, penting melibatkan firasat, insting, intuisi, rasa ingin tahu, dan keyakinan. “Kesuksesan dapat datang melalui iterasi; ciptakan, luncurkan, temukan kembali, luncurkan kembali, mulai lagi, bersihkan, ulangi, lagi dan lagi,” kata Jeff Bezos.

  1. Fokus pada Jangka Panjang

Menurut pria yang memiliki 4 anak ini, berfokus pada usaha jangka panjang akan membantu perusahaan lebih mudah membuat perencanaan, sehingga tahu letak yang tepat untuk menginvestasikan energi serta modal mereka. Seperti dilansir Republika, Jeff lebih menyukai pertumbuhan daripada keuntungan. Baginya, semakin banyak seseorang berinvestasi terhadap suatu produk, maka produk tersebut semakin diinginkan orang banyak.

Quotes Inspiratif dari Jeff Bezos

Jeff bezos

Berikut ini, kami kutipkan beberapa quotes inspiratif dari Jeff, sebagaimana merangkum dari ICN dan IDN Times.

    • Segala sesuatu pasti ada hambatannya.
    • Kamu harus siap disalahpahami ketika menciptakan suatu inovasi.
    • Hidup terlalu singkat untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak punya banyak akal.
    • Jika kamu tidak pernah ingin dikritik–demi kebaikan–sebaiknya kamu jangan melakukan sesuatu yang baru.
    • Apabila memutuskan bahwa kamu hanya akan melakukan hal-hal yang kamu tahu akan berhasil, kamu akan meninggalkan banyak peluang di atas meja.
    • Jikalau kamu menggandakan eksperimen yang kamu lakukan setiap tahun, kamu akan menggandakan penemuan-penemuan baru.
    • Saya tahu bahwa jika saya gagal, saya takkan menyesalinya, tetapi saya tahu satu-satunya yang akan saya sesali adalah jika saya tidak mencoba.
    • Pertanyaan umum yang akan ditanyakan dalam bisnis adalah, “mengapa?” Itu pertanyaan yang bagus, tapi pertanyaan yang sama berlaku adalah, “mengapa tidak?”.

Bagaimana, siap belajar dan meniru kesuksesan Jeff Bezos? Enggak usah pakai lama, yuk mainkan!

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Baca juga artikel terkait lainnya

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP