fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Jenis-Jenis Digital Marketing yang Pebisnis Perlu Ketahui

Jenis Jenis Digital Marketing

Digital Marketing bukanlah hal baru dalam dunia pemasaran saat ini. Frasa itu telah akrab bagi para pebisnis, termasuk kamu tentunya. Digital Marketing dapat menjadi pilihan bagi pebisnis untuk bisa hadir di tengah-tengah konsumennya pada saat yang tepat. Oleh sebab itu, penting untuk tahu jenis jenis Digital Marketing yang pas bagi usahamu. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Digital Marketing berarti mengupayakan strategi dalam memanfaatkan berbagai channel digital untuk menemukan konsumen potensial. Saat ini, konsumsi informasi digital memang tengah meningkat. Oleh sebab itu, para pebisnis harus cerdas memanfaatkan peluang dari hal tersebut untuk memasarkan produk-produk usahanya.  

Jenis jenis Digital Marketing yang Bisa Diadopsi untuk Bisnismu

Ada banyak jenis jenis Digital Marketing yang bisa kamu coba dan kamu sesuaikan dengan tahapan serta kemampuan bisnismu. Kamu tentu tidak dapat menjalankan semua sekaligus saat baru pertama terjun di dunia Digital Marketing. Butuh eksperimen yang terus-menerus untuk mencoba berbagai jenis Digital Marketing. Percobaan ini juga akan berpengaruh pada budgeting. Tapi, bagaimanapun juga, kamu dapat mencoba jenis jenis Digital Marketing berikut ini.

  1. Content Marketing

Untuk yang satu ini, kamu perlu mengkreasikan berbagai jenis konten yang dapat menjadi alat marketing-mu. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan Brand Awareness, meningkatkan traffic, dan pada akhirnya, menemukan customer yang tepat. Beberapa strategi Content Marketing yang bisa kamu lakukan antara lain:

    • Konten Audio Visual

Audio visual memang jadi kekuatan utama untuk jenis jenis Digital Marketing. Kamu juga dapat mengunggah konten Audio Visual di media sosial, baik itu konten jenis video, maupun hanya visual, saja seperti foto dan infografis (gabungan informasi dan gambar). Bahkan, konten berisi audio saja, saat ini sudah tersedia di platform Podcast untuk memperluas jangkauan audiens.

    • Blog Post

Menulis artikel berisi tips sehari-hari ataupun konten edukasi lain yang berhubungan dengan bidang bisnismu akan membantu meningkatkan traffic kunjungan dan mengubah pembaca menjadi customer potensial.

    • e-Book

e-Book berguna untuk memberikan poin lebih dari layananmu, dan di saat yang sama mengedukasi pembaca blog atau websitemu. Selain itu, email yang ditinggalkan pengunjung akan memberikanmu basis data calon customer potensial. 

  1. Social Media Marketing

Media sosial jadi satu hal yang sulit terpisah dari jenis jenis Digital Marketing saat ini. Tujuan Social Media Marketing adalah membuat suatu konten menjadi pusat perhatian, viral dan secara organik banyak orang merekomendasikannya. Dengan demikian, Brand Awareness lebih mudah terbentuk. Beberapa platform media sosial yang saat ini bisa kamu gunakan, misalnya: 

    • Facebook

Cocok untuk konsumen dengan segmen usia general, terutama dewasa atau generasi di atas generasi milenial. Dengan Facebook, kamu dapat memanfaatkan Facebook Group maupun Fan Page untuk membangun audiensmu. Sampai saat ini, penggunaan Facebook juga masih relevan sebagai salah satu tools social media marketing.

    • Instagram

Cocok untuk membidik generasi milenial dan generasi Z. Username Instagram saat ini sudah mirip identitas diri. Pendekatan konten kekinian bisa menjadi pilihan untuk post di feed setiap harinya, selain mengaktifkan Instagram Story, memanfaatkan fitur live, maupun yang terbaru, reels (video pendek).

    • Twitter

Cocok untuk fast news atau informasi aktual bagi konsumenmu. Twitter juga masih sangat bermanfaat untuk membuat sebuah topik viral. Adanya istilah Trending Topic di Twitter tentu bukan tanpa alasan, bukan?

    • TikTok

Platform video pendek yang langsung mencuri perhatian. Kamu dapat mengolaborasikan video pendek informasi, edukasi, how-to, dan sebagainya, dengan konsep yang menghibur.

    • LinkedIn

Platform ini khusus untuk kalangan profesional. Berguna untuk basis data pengembangan HRD, maupun untuk membentuk Company Profile supaya terlihat lebih berkelas dan trusted. 

  1. Search Engine Optimization (SEO)

SEO berarti bicara tentang optimalisasi pencarian dalam Search Engine Result Pages (SERPs). Kamu dapat mengoptimasi website atau blog bisnismu untuk meningkatkan kunjungan sehingga traffic yang telah tercipta bisa menemukan customer potensialnya. 

Kamu bisa memaksimalkan beberapa jenis SEO. Pertama, menggunakan SEO On-Page yang berfokus pada maksimalisasi atas segala sesuatu dari halaman website atau blog bisnismu. Misalnya, dengan memilih desain yang responsive, mempercepat loading halaman web atau blog, dan juga menggunakan rumus-rumus SEO saat menulis artikel. Rumus-rumus itu dapat kamu terapkan dengan keyword tertentu. Penggunaan keyword ini bisa kamu lakukan setelah sebelumnya melakukan riset. Lalu, pernak-pernik lainnya, seperti rename file foto atau pencantuman foto, mengisi Meta Description, menggunakan heading dan sub heading, label, internal dan external link, hingga jumlah kata ideal untuk sebuah artikel.

Kedua, SEO Off-Page, berfokus pada hal-hal di luar halaman web atau blog bisnismu. Misalnya, membangun jejaring dengan blogger untuk memperoleh backlink, mempunyai program guest post, atau mengoptimalkan komunitas pelanggan setia yang dengan segera menjadi pembaca setia, saat artikel telah ter-publish. 

  1. Search Engine Marketing (SEM)

Saat membuka halaman hasil pencarian di Search Engine, biasanya kamu dapat melihat urutan teratas suatu situs rekomendasi dari Google AdSense. Itulah yang dinamakan layanan SEM. Tujuannya untuk menambah traffic kunjungan pada website atau blogmu dengan memanfaatkan rekomendasi Google di halaman pertama saat orang mencari hal yang berhubungan dengan layanan bisnismu. 

  1. Marketing Automation

Jenis jenis Digital Marketing berikutnya adalah penggunaan sistem automasi yang akan membantu mempermudah operasional bisnismu. Mengapa? Sebab, kamu akan merasa memiliki asisten yang bisa diandalkan. 

Marketing Automation ini misalnya berupa mesin pengirim otomatis Newsletter melalui email pada contact list di blog atau website bisnismu. Atau, saat kamu merasa membutuhkan asisten untuk posting konten media sosialmu, maka kamu dapat menjadwalkannya dengan scheduling tools.  

Jenis-jenis Digital Marketing

  1. Email Marketing

Segala hal yang dikirimkan melalui email kepada contact list bisnismu sebutannya adalah Email Marketing. Lewat Email Marketing, kamu bisa mengirimkan informasi mengenai event, discount, konten terbaru di media sosial, maupun penawaran spesial lainnya. 

  1. Inbound Marketing

Pemasaran inbound dapat menggunakan berbagai macam strategi, tapi yang pasti, tujuannya adalah memberikan Customer Experience yang sejalan dengan keinginan konsumen. Misalnya, lebih baik menulis artikel di blog daripada menghadirkan Pop-up Ads, lebih baik mengirimkan personalized template ke contact list email daripada mengirimkan email yang terkategori spam. Atau, lebih baik membuat sebuah video marketing daripada menonjolkan iklan komersial.  

  1. Affiliate Marketing

Mempromosikan suatu layanan kemudian mendapatkan feedback berupa komisi atas upaya itu, sebutannya adalah Affiliate Marketing. Biasanya kamu dapat mengajak kerjasama influencer yang tepat untuk membuat konten, lalu memberikan kode tertentu jika followers-nya ingin melakukan pembelian.  

  1. Pay-per-Click (PPC)

Dari sekian jenis jenis Digital Marketing, PPC merupakan jenis Digital Marketing yang menggunakan jasa advertising. Budget dapat menyesuaikan berdasarkan skala bisnismu. PPC bisa kamu aplikasikan pada Google ads, Facebook Ads, Instagram ads, Twitter Ads, bahkan sponsored message di LinkedIn.

  1. Instant Messaging Marketing

Messenger selalu menjadi platform yang dimiliki oleh semua orang. Dengan berinteraksi melalui Messenger platform, bisnismu akan berada lebih dekat dengan customer potensial. Kamu bisa menggunakan WhatsApp messenger, Facebook messenger, ataupun SMS, untuk menyapa customer potensialmu dengan flash sale, produk baru, special discount, dan sebagainya. 

Sponsored Content bisa kamu lakukan dengan menggandeng influencer atau endorser. Mereka akan menginformasikan layanan maupun produk atas jasamu kepada followers setia mereka dengan sentuhan personal alias soft-selling. Sponsored Content juga bisa bekerja sama dengan blogger, untuk menulis semacam job review yang menuju ke halaman website bisnismu untuk menambah rating SERPs. 

  1. Online PR

Online PR layaknya bisnismu memiliki Public Relation Officer, tapi dalam bentuk online. Ini dibentuk karena kamu harus selalu engage dengan audiensmu, sehingga secara organik mereka pun menjadi PR dari bisnismu. Misalnya, honest review saat selesai menggunakan layananmu ataupun yang memberikan rating review yang dapat menjadi rekomendasi bagi yang lain. Komentar followers di media sosial juga menjadi semacam PR yang akan terus menyuarakan brand-mu. Maka, selalu jadilah yang terdepan dalam membangun brand image positif. 

Mulai Jualan Online dengan LummoSHOP!

Dengan website toko online yang lengkap dan praktis, tidak ada lagi penghalang untuk optimalkan peluang pertumbuhan bisnismu.

Mulai SekarangUnduh LummoSHOP

Itulah jenis jenis Digital Marketing yang bisa kamu coba untuk bereksperimen. Harapannya, seiring waktu kamu bisa menemukan jenis yang cocok dengan model bisnismu. Jika dari eksperimen tersebut ada strategi yang harus diubah, Digital Marketing memberikan kemudahan, karena kamu bisa langsung beradaptasi dengan model yang lebih sesuai tanpa harus kehilangan banyak cost. 

Baca juga artikel terkait lainnya :

 

Published by Emilia Natarina

Content Marketing LummoSHOP