fbpx
Dengan bangga kami umumkan TOKKO kini jadi LummoSHOP

Jenis-Jenis Influencer yang Perlu Kamu Tahu

jenis-jenis influencer

Siapa yang tak mengenal @amrazing, Tasya Farasya, Ayla Dimitri, atau Raffi dan Nagita? Mungkin kamu mengenal Raffi dan Nagita karena latar belakang keduanya sebagai aktor dan aktris di Indonesia. Namun, kesamaan dari mereka semua adalah mereka influencer di berbagai bidangnya masing-masing. 

Apalagi di era digital seperti saat ini, keberadaan influencer marketing tidak bisa lepas dari strategi digital marketing sebuah brand atau bisnis. Survei oleh Influencer Marketing Hub mengatakan 90% responden survei percaya bahwa influencer marketing menjadi bentuk pemasaran yang efektif. Terlebih kalau kamu memang ​​menargetkan konsumen yang bersumber dari media sosial, maka influencer marketing layak kamu pertimbangkan karena memiliki pengaruh yang cukup besar di media sosial.

Ada berbagai jenis-jenis influencer, tapi apa sih perbedaannya setiap jenis influencer? Influencer manakah yang cocok untuk kampanye pemasaran kamu? Tuntaskan rasa penasaranmu dengan baca artikel ini sampai habis, ya.

 

Jenis-jenis Influencer berdasarkan Jumlah Followers

Ada empat jenis-jenis influencer jika berdasarkan jumlah followers di media sosial mereka, di antaranya adalah berikut ini:

jenis-jenis influencer

  • Mega Influencer atau Influencer Selebritas

Mega influencer ini biasanya memiliki lebih dari 1 juta followers. Oleh karena banyaknya followers ini, biasanya influencer ini dijuluki sebagai selebriti atau public figure. Agar bisa bekerjasama dengan influencer jenis ini, kamu harus memiliki anggaran pemasaran yang tidak sedikit, karena biasanya mereka sudah mematok harga yang cukup tinggi. 

Kalau kamu sedang berencana membuat kampanye brand awareness dan memiliki anggaran marketing yang besar, mega influencer bisa jadi pilihan tepat. Dengan influencer ini, kamu bisa menampilkan produkmu ke semua followers mereka, apalagi kalau brand kamu memiliki daya tarik di seluruh kalangan. Sehingga untuk kamu yang mencari eksposur, mega influencer mungkin cocok untuk tujuan marketing kamu.

Hanya saja yang patut kamu pahami, bahwa audiens yang tertarik oleh mega influencer akan sangat luas. Selain itu, biasanya untuk influencer ini tidak ada keakraban dengan pengikutnya. Akibatnya, terkadang mereka dianggap kurang cocok untuk berkolaborasi dengan brand atau bisnis yang memiliki target pasar tertentu.

  • Macro Influencer 

Macro influencer adalah influencer yang memiliki antara 100.000 — 1 juta followers. Biasanya influencer ini berhasil meraih popularitas melalui internet dengan membuat konten yang menarik, lucu, atau inspiratif melalui media sosial, blog, vlog, ataupun podcast

Influencer ini memang memiliki audiens yang besar yang mereka kembangkan sendiri sembari membangun hubungan yang dekat dengan followers. Oleh sebab itu, biasanya influencer makro ini mengerti betul tentang preferensi audiens mereka serta lebih lihai dalam berkolaborasi dengan brand tertentu. Kalau kamu ingin mendapatkan eksposur dari audiens yang luas tapi tetap ingin menyasar target customer tertentu, maka influencer makro ini bisa kamu pertimbangkan. 

  • Micro Influencer

Micro influencer adalah mereka yang memiliki jumlah followers sekitar 10.000 hingga 100.000. Meskipun memiliki followers yang relatif lebih kecil dari macro influencer, tapi mereka memiliki audiens yang lebih engage, spesifik, dan relevan. 

Tak seperti mega atau macro influencer, micro influencer ini bisa dibilang masih memiliki hubungan yang dekat dengan para pengikutnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh audiens telah menganggap influencer tersebut sebagai opinion leader pada topik tertentu.  

Kalau kamu berencana untuk menggaet audiens dengan target tertentu yang sesuai dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan, micro influencer bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan macro dan mega influencer, tapi kamu bisa mendapatkan prospek yang lebih terfokus. 

  • Nano Influencer

Nano influencer bisa dibilang sebagai influencer pendatang baru karena biasanya baru memiliki 1.000 — 10.000 followers. Meski terhitung memiliki followers paling sedikit bila dibandingkan ketiga jenis influencer lainnya, tapi soal engagement dan kualitas relasi antara pengikutnya cukup tinggi dan dekat. Tak jarang, nano influencer ini meluangkan waktu untuk terlibat dengan followers mereka untuk memupuk hubungan yang akrab. 

Biasanya, nano influencer adalah pendukung yang loyal sekaligus vokal dari brand tertentu yang mereka sukai. Dan followers mereka sangat menghargai rekomendasi, ulasan dan komentar otentik influencer tersebut. Oleh sebab itu, nano influencer ini bisa menjadi pilihan tepat kalau kamu memiliki bisnis skala kecil hingga menengah dengan anggaran pemasaran yang terbatas. Atau kalau kamu ingin menguji produk dan layanan baru yang spesifik, kamu juga bisa pergunakan nano influencer ini. 

Jenis-Jenis Influencer berdasarkan Konten

Setelah membahas tentang jenis-jenis influencer berdasarkan jumlah followers, sekarang kita bahas tentang jenis-jenis influencer berdasarkan konten yang mereka tekuni. Ada 6 jenis influencer berdasarkan konten atau niche yang bisa kamu pilih untuk kampanye marketing bisnis kamu. 

  1. Beauty Influencer

    Sesuai dengan namanya, influencer ini berbagi tips seputar kecantikan, ulasan produk, make-up maupun skincare. Bagi kamu yang menekuni bisnis di bidang kecantikan, beauty influencer ini dapat dengan mudah meningkatkan brand awareness dan meningkatkan penjualan bisnis kamu. Influencer jenis ini bisa berjenis kelamin apa pun dan biasanya memang memiliki ketertarikan terhadap make-up.

  2. Fashion Influencer

    Fashion influencer fokus pada hal-hal seperti pakaian, perhiasan, sepatu, jam tangan, dan aksesori lainnya. Tak jarang mereka mem-posting outfit of the day atau biasa dikenal dengan #ootd sekaligus menampilkan berbagai macam produk untuk mereka promosikan. Influencer ini biasanya menawarkan ulasan produk, mempromosikan produk, dan menawarkan berbagai tips gaya fashion.

  3. Parenting Influencer

    Influencer jenis ini berbagi tips dan trik tentang pengasuhan anak, keluarga dan pernikahan, dan melakukan review produk. Mereka juga senang berbagi cerita tentang bagaimana menjadi orang tua—baik cerita tentang keberhasilan maupun kegagalan. Saat ini, influencer parenting memiliki ceruk pasar yang besar karena dapat mempromosikan produk di berbagai industri mulai dari makanan, peralatan rumah tangga, dan lain sebagainya. 

  4. Travel Influencer

     

    jenis-jenis influencerNaiknya tren berwisata di kalangan masyarakat membuat travel influencer ikut naik daun. Bagaimana tidak, travel influencer menawarkan berbagai tips dan trik seputar perjalanan wisata. Mulai dari ulasan brand terkait perjalanan, rencana perjalanan yang direkomendasikan, tempat makan, hotel, hingga transportasi. Informasi ini sangat berguna untuk orang-orang yang berencana mengunjungi suatu tempat wisata. Tak tanggung-tanggung, travel influencer juga memberikan rekomendasi tempat yang menarik untuk dikunjungi, bagaimana menuju ke sana, dan berbagai konten seputar traveling lainnya.

  5. Blogger dan Vlogger

    Blogger dan vlogger juga tak kalah populer dari jenis influencer lainnya. Ciri khas keduanya adalah mereka mampu membuat konten berkualitas tinggi dengan tetap melibatkan followers mereka. Alhasil, mereka sering dianggap sebagai opinion leader di niche yang mereka geluti. Biasanya jumlah subscriber blog dan YouTube mereka juga sebanding dengan followers di platform media sosial lainnya.

    Kelebihan lainnya dari influencer ini adalah mereka bisa menghasilkan backlinkberkualitas tinggi. Hal ini karena keduanya menerapkan SEO dengan baik sehingga referral traffic yang mereka hasilkan cukup banyak. Jadi tak heran kalau jenis influencer ini dapat membangun brand awareness, mengarahkan traffic ke website, dan meningkatkan penjualan.

  6. Lifestyle Influencer

    Dengan niche konten yang terbilang cukup luas, lifestyle influencer mendedikasikan diri untuk mem-posting berbagai konten terkait makanan, fashion, beauty, hingga rencana liburan mendatang. Pada dasarnya, influencer jenis ini hanya mendokumentasikan kehidupan mereka sehari-hari. Namun menariknya influencer ini bisa mengemas kontennya menjadi sangat relatable dan otentik. Mereka menarik audiens karena gaya pembawaan mereka yang unik dan konten yang diambil memiliki ciri khas tersendiri.

Nah, sekarang kamu sudah tahu jenis-jenis influencer yang bisa jadi salah satu alternatif strategi marketing bisnis. Tertarik untuk coba menggunakan influencer marketing?